<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>NU Kabupaten Pasuruan Online</title>
	<atom:link href="http://www.nupasuruan.or.id/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nupasuruan.or.id</link>
	<description>The Real Local NU</description>
	<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 03:30:45 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pengajian Aswaja: Peristiwa Besar, Selalu Memunculkan Firqah</title>
		<link>http://www.nupasuruan.or.id/?p=585</link>
		<comments>http://www.nupasuruan.or.id/?p=585#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 14:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nupasuruan.or.id/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[Ahlus sunnah wal jama&#8217;ah (Aswaja) tak hanya ajaran (madzhab), tetapi juga manhaj, sistem, metode beragama: bersumber pada positioning Islam sebagai ummatan wasatha, (tengah, tidak radikal).  Demikian disampaikan Prof. Drs. KH. Muhammad Tolchah Hasan, Wakil Rais Am PBNU pada pembukaan Pengajian Aswaja bagi Pengurus NU yang dilaksanakan pada Ahad, 1 November 2009 di Kantor PCNU Kabupaten [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_586" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-586" title="14657_1247162506877_1463858094_30702850_3207793_n" src="http://nupasuruan.or.id/wp-content/uploads/2009/11/14657_1247162506877_1463858094_30702850_3207793_n-150x150.jpg" alt="ngaji aswaja" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">ngaji aswaja</p></div></p>
<p><span class="UIStory_Message">Ahlus sunnah wal jama&#8217;ah (Aswaja) tak hanya ajaran (madzhab), tetapi juga manhaj, sistem, metode beragama: bersumber pada positioning Islam sebagai <em>ummatan wasatha, (</em>tengah, tidak radikal).  Demikian disampaikan Prof. Drs. KH. Muhammad Tolchah Hasan, Wakil Rais Am PBNU pada pembukaan Pengajian Aswaja bagi Pengurus NU yang dilaksanakan pada Ahad, 1 November 2009 di Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan. Pengajian yang akan dilaksanakan rutin 2 bulan sekali tersebut, dihadiri oleh pengurus NU di tingkat Cabang dan MWC serta beberapa partisipan.</span></p>
<p><span class="UIStory_Message"><span id="more-585"></span>Lebih lanjut, Kyai Tolchah menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang diturunkan dengan misi untuk menyelamatkan, melindungi manusia dari <em>ahwa&#8217; </em>(hawa nafsu, ambisi negatif) manusia di muka bumi. Karena itu, ajaran Islam merupakan ajaran yang selalu berada dalam posisi tengah, netral dari semua kepentingan dan friksi yang ada. Setiap ada peristiwa besar, maka umat Islam selalu terjebak dalam pro dan kontra yang mengakibatkan munculnya kelompok-kelompok atau firqah dalam Islam. Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah adalah mainstream yang menempatkan Islam sebagai ajaran yang murni, tidak terpengaruh oleh konflik-konflik tersebut. &#8220;Di sinilah menjadi penting, mempelajari Islam Aswaja sebagai sistem, metode dan cara dalam beragama,&#8221; lanjut beliau.<br />
</span></p>
<p><span class="UIStory_Message">Pengajian Aswaja ini, merupakan salah satu program Kelompok Kerja (Pokja) Keagamaan PCNU Kabupaten Pasuruan yang diselenggarakan sebagai upaya untuk mengenali aswaja secara utuh, termasuk konstelasi kekinian. Pengajian akan dibagi dalam tiga bagian. Bagian pertama, membahas konsep dasar aswaja, baik sebagai manhaj maupun sebagai madzhab. Bagian kedua, membahas perkembangan Islam di dunia, termasuk munculnya banyak aliran dalam Islam di dunia, baik yang muncul dari luar maupun dalam negeri. Bagian ketiga, membahas bagaimana respon NU dalam menghadpi berkembangnya aliran tersebut. Sebagai referensi utama pengajian ini adalah buku: &#8220;Aswaja dalam Persepsi dan Tradisi NU&#8221;, yang ditulis langsung oleh nara sumber.Pertemuan mendatang akan membahas tentang konsep theologi (Aqidah) Ahlus sunnah wal jama&#8217;ah.<br />
</span></p>
<input id="gwProxy" type="hidden"><!--Session data--></input>
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nupasuruan.or.id/?feed=rss2&amp;p=585</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PCNU Luncurkan KARTANU Plus</title>
		<link>http://www.nupasuruan.or.id/?p=581</link>
		<comments>http://www.nupasuruan.or.id/?p=581#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 14:07:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nupasuruan.or.id/?p=581</guid>
		<description><![CDATA[Di hadapan para masyayikh dan pengurus NU mulai tingkat cabang, MWC hingga ranting, Ahad, 11 Oktober 2009 kemarin PCNU Kabupaten Pasuruan meluncurkan KARTANU Plus . Acara yang dikemas dalam bentuk Halal Bihalal tersebut digelar di Kantor PCNU di Warungdowo.
Peluncuran KARTANU Plus ini merupakan realisasi dari Program Pendampingan Agribisnis (PPA) PCNU yang telah dilaunching dua bulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_-qNRTQK3zpw/StfTDD1HP8I/AAAAAAAAAHs/DDn64Umh9Us/s1600-h/kartanuplus.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393011128320606146" class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 126px;" title="kartanu plus" src="http://1.bp.blogspot.com/_-qNRTQK3zpw/StfTDD1HP8I/AAAAAAAAAHs/DDn64Umh9Us/s200/kartanuplus.jpg" border="0" alt="" width="200" height="126" /></a>Di hadapan para masyayikh dan pengurus NU mulai tingkat cabang, MWC hingga ranting, Ahad, 11 Oktober 2009 kemarin PCNU Kabupaten Pasuruan meluncurkan KARTANU Plus . Acara yang dikemas dalam bentuk Halal Bihalal tersebut digelar di Kantor PCNU di Warungdowo.<br />
Peluncuran KARTANU Plus ini merupakan realisasi dari Program Pendampingan Agribisnis (PPA) PCNU yang telah dilaunching dua bulan sebelumnya. Selain sebagai ID-Card (mirip ATM) bagi anggota NU, KARTANU Plus sekaligus berfungsi sebagai penggalangan infaq warga NU yang akan digunakan sebagai Dana Penjamin Usaha bagi kelompok tani/UMKM binaan NU. Besar infaq per kartu hanya Rp 50.000. <span id="more-581"></span>Dana yang terkumpul akan menjadi Dana Abadi di rekening BRI karena tidak akan pernah dicairkan untuk keperluan apapun, selain sebagai jaminan usaha. Pengajuan penggunaan jaminan Dana Abadi, menggunakan mekanisme yang disusun bersama oleh PCNU dan BRI Cabang Pasuruan. Hingga saat ini sudah ada 8 kelompok tani/UMKM binaan yang mengakses program ini.<br />
Hingga Desember 2009 ini, ditarget terkumpul Dana Abadi sebesar Rp 1 Milyar Rupiah, yang berarti terkumpul pendaftar KARTANU Plus sebanyak 200.000 orang. Dengan demikian setiap MWC harus memperoleh 1000 pendaftar, target yang sangat realistis. Selain melalui Kartanu Plus, penggalangan Dana Abadi juga digalang melalui proposal khusus yang ditujukan pada para pengusaha, tokoh dan pihak-pihak yang peduli pada peningkatan kesejahteraan petani, termasuk dana CSR Perusahaan di Pasuruan. Target ini realistis, karena dukungan dari para professional dan praktisi usaha terus mengalir, dan insya Allah pada tahun 2011 dana abadi ummat diperkirakan menembus angka 5 Milyar bahkan lebih.<br />
Program ini merupakan inisiatif PCNU Kabupaten Pasuruan yang bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu (SPAT) Purwodadi. Pembayaran KARTANU Plus maupun donasi langsung dikirim ke rekening BRI di nomor 0065.01.032052.50.6 an. PCNU Kabupaten Pasuruan Dana Abadi. Pendaftaran KARTANU Plus dapat dilayani di Kantor PPA-PCNU di Warungdowo telP 422900 atau ke officer-PPA yang tersebar di setiap MWC/kecamatan.</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<p><!--Session data--><br />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden"><!--Session data--></input>
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nupasuruan.or.id/?feed=rss2&amp;p=581</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan, Ramadhan 1430 H.</title>
		<link>http://www.nupasuruan.or.id/?p=567</link>
		<comments>http://www.nupasuruan.or.id/?p=567#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 08:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nupasuruan.or.id/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Suara bersih dan melengking khas qari&#8217; menggema seantero kantor PCNU Kabupaten Pasuruan. Susunan nada ritmis, dan suara bersih para pelantun AL Qur&#8217;an bergiliran menelusur surat demi surat hingga menyentuh surat ke-114, menandai bahwa ayat-ayat suci itu telah hatam dibaca. Do&#8217;a dipanjatkan, qashidah dan madah dikumandangkan: Allahummarhamna bil qur&#8217;an&#8230;
Demikian lukisan suasana malam tahtimul qur&#8217;an yang digelar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suara bersih dan melengking khas qari&#8217; menggema seantero kantor PCNU Kabupaten Pasuruan. Susunan nada ritmis, dan suara bersih para pelantun AL Qur&#8217;an bergiliran menelusur surat demi surat hingga menyentuh surat ke-114, menandai bahwa ayat-ayat suci itu telah hatam dibaca. Do&#8217;a dipanjatkan, qashidah dan <em>madah </em>dikumandangkan: Allahummarhamna bil qur&#8217;an&#8230;<span id="more-567"></span></p>
<p>Demikian lukisan suasana malam tahtimul qur&#8217;an yang digelar di kantor PCNU Kabupaten Pasuruan, Jum&#8217;at malam, 29 Ramadhan 1429. Acara tersebut digelar menandai telah berakhirnya tadarus alqur&#8217;an yang dilaksanakan tiap malam di kantor oleh Jam&#8217;iyyatul Qurra&#8217; Wal Huffadz (JQH). Tak hanya itu, tahtim tersebut juga dimaksudkan menutup serangkaian kegiatan tadarus di tiga tempat yang digelar secara bersamaan selama Ramadhan. Dua khatmil qur&#8217;an lainnya digelar di dua stasiun radio yang disiarkan secara live, yakni Radio Suara Pasuruan 107 FM dan Radio &#8216;Katrok&#8217; RDA 91,7 FM.</p>
<p>Selama Ramdhan ini, PCNU menggelar beberapa kegiatan yang dikordinasi Pokja Keagamaan PCNU. Pesantren Pelajar digelar oleh RMI bersama PC IPNU dan IPPNU di 9 SMK/SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan. Santunan bagi fuqara&#8217;-masakin digelar oleh LAZISNU dengan menggandeng Badan Amil Zakat (BAZ) Kabuupaten di 7 MWC. Siaran Pengajian Islam Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah, dilaksanakan oleh Lembaga Dakwah (LDNU) di Radio Suara Pasuruan 107 FM, tiap hari Senin-Sabtu, pukul 16.00-17.30 WIB. Nuzulul Qur&#8217;an juga digelar oleh JQH, dengan kegiatan lailatul qira&#8217;ah. Tak lupa Lajnah Falakiyah melayani informasi tentang awal Ramadhan dan Idul Fitri, baik dengan melakukan rukyatul hilal, penyebaran infromasi waktu imsakiyah markaz Pasuruan ke 3000 mushalla/masjid, hingga menggunakan teknologi internet.</p>
<p>Ranagakaian kegiatan itu sengaja digelar untuk memberi pesan, jam&#8217;iyyah diniyyah seperti NU harus menjadi yang tedepan dalam melakukan penghormatan kepada bulan suci Ramadhan. Allumma taqabbal minna shiyamana qiyamana, wa ruku&#8217;ana, wasujudana birahmatika ya arhamar rahimin&#8230; Selamat Jalan Ramadhan. Allahumma barik lana fi sairis syuhur, wa ballighna Ramadhan. Berkahi umur kami, dan pertemukan kembali kami dengan ramadhan-Mu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nupasuruan.or.id/?feed=rss2&amp;p=567</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Salah Membaca &#8216;Waktu&#8217; Imsakiyah Ramadhan</title>
		<link>http://www.nupasuruan.or.id/?p=558</link>
		<comments>http://www.nupasuruan.or.id/?p=558#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 08:03:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nupasuruan.or.id/?p=558</guid>
		<description><![CDATA[Ada hal penting begitu masuk Ramadhan. Apa itu? Jam waktu shalat: khususnya maghrib dan Isya&#8217;. Di dua waktu itu, warga menunggu waktu berbuka puasa dan saatnya bertarawih setelah shalat Isya&#8217;. Taukah Anda, bahwa justru banyak orang salah membaca waktu, yang berakibat fatal pada sah-tidaknya puasa kita. Ini dia, beberapa tips membaca tanda waktu shalat.

1. Cocokkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-562" title="23082009534" src="http://nupasuruan.or.id/wp-content/uploads/2009/08/23082009534-150x150.jpg" alt="23082009534" width="150" height="150" />Ada hal penting begitu masuk Ramadhan. Apa itu? Jam waktu shalat: khususnya maghrib dan Isya&#8217;. Di dua waktu itu, warga menunggu waktu berbuka puasa dan saatnya bertarawih setelah shalat Isya&#8217;. Taukah Anda, bahwa justru banyak orang salah membaca waktu, yang berakibat fatal pada sah-tidaknya puasa kita. Ini dia, beberapa tips membaca tanda waktu shalat.</p>
<p><span id="more-558"></span><br />
1. Cocokkan jam dinding atau jam tangan Anda pada jam standart. Bila memakai WIB, Anda harus memakai Jam &#8216;induk&#8217; Grandwich, London sebagai standart. Untuk Jakarta, Anda harus menambah 7 jam (+7). Waktu yang tepat presisi hingga per detik, menjadi penting, sebab percuma punya panduan waktu masuknya shalat, tapi jam kita yang salah (lebih cepat/lebih lambat).</p>
<p>2. Bagi Anda yang menggunakan jam Istiwa&#8217;, berarti Anda harus selalu mencocokkan &#8216;jam 12 siang&#8217; Anda tepat saat matahari di atas kepala. Dengan demikian, jam istiwa&#8217; selalu berbeda di setiap titik koordinat. Antara kedua standar waktu itu, selalu ada selisih (tafawut) yang bisa dihitung.</p>
<p>3. Gunakan Jadwal waktu shalat (di Bulan Ramadhan populer dikenal Waktu Imsakiyah) yang sesuai dengan wilayahnya: untuk Jakarta, Surabaya, atau Malang? Sebab, walaupun sesama WIB, jelas punya selisih. Waktu Surabaya, masih bisa dipakai (berlaku) di daerah sekitarnya sebagaimana Sidoarjo dan Gresik. Untuk Pasuruan dan Probolinggo, kedua kota ini memiliki waktu yang 2-5 menit lebih cepat.</p>
<p>4. Apabila Anda menggunakan standar adzan maghrib yang diputar di Radio atau televisi, Anda harus menelitinya terlebih dulu, adzan itu untuk wilayah mana dan disiarkan oleh stasiun di kota mana. Dan penting juga, mereka menggunakan jadwal waktu yang ada selisih ikhtiyath (restand waktu untuk berhati-hati), apa ndak? Kalau dak ada ikhtiyathnya, berarti waktu shalat masuk persis pada detik itu. Nah, ini kalau dipakai standar oleh kita yang berada di sebelah barat stasiun itu, menjadi berabe. Karena berarti berbuka pada saat belum masuk waktu maghrib!</p>
<p>5. Lebih baik, kalau Anda menggunakan jadwal waktu yang dihitung dari koordinat kota Anda sendiri. Sebagai contoh Pasuruan di titik koordinat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nupasuruan.or.id/?feed=rss2&amp;p=558</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>8 Kelompok Tani Binaan NU, Terima Modal Kerja</title>
		<link>http://www.nupasuruan.or.id/?p=544</link>
		<comments>http://www.nupasuruan.or.id/?p=544#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 11:33:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nupasuruan.or.id/?p=544</guid>
		<description><![CDATA[Langkah PCNU untuk membina kelompok usaha tani, telah dimulai dengan memberikan modal kerja kepada delapan kelompok tani. Penyerahan modal tersebut, dilaksanakan di sela-sela peluncuran Program Pendampingan Agribisnis yang berlangsung pada 10 Agustus lalu di Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan.
Modal kerja yang diberikan disesuaikan dengan kelompok usaha yang ada. Empat kelompok petani peternak diberikan 10 ekor Bibit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-545" title="p10301001" src="http://nupasuruan.or.id/wp-content/uploads/2009/08/p10301001-150x150.jpg" alt="p10301001" width="150" height="150" />Langkah PCNU untuk membina kelompok usaha tani, telah dimulai dengan memberikan modal kerja kepada delapan kelompok tani. Penyerahan modal tersebut, dilaksanakan di sela-sela peluncuran Program Pendampingan Agribisnis yang berlangsung pada 10 Agustus lalu di Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan.<span id="more-544"></span></p>
<p>Modal kerja yang diberikan disesuaikan dengan kelompok usaha yang ada. Empat kelompok petani peternak diberikan 10 ekor Bibit Sapi Limousin, masing-masing</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nupasuruan.or.id/?feed=rss2&amp;p=544</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
