Jangan Salah Membaca ‘Waktu’ Imsakiyah Ramadhan

// August 23rd, 2009 // Berita

23082009534Ada hal penting begitu masuk Ramadhan. Apa itu? Jam waktu shalat: khususnya maghrib dan Isya’. Di dua waktu itu, warga menunggu waktu berbuka puasa dan saatnya bertarawih setelah shalat Isya’. Taukah Anda, bahwa justru banyak orang salah membaca waktu, yang berakibat fatal pada sah-tidaknya puasa kita. Ini dia, beberapa tips membaca tanda waktu shalat.


1. Cocokkan jam dinding atau jam tangan Anda pada jam standart. Bila memakai WIB, Anda harus memakai Jam ‘induk’ Grandwich, London sebagai standart. Untuk Jakarta, Anda harus menambah 7 jam (+7). Waktu yang tepat presisi hingga per detik, menjadi penting, sebab percuma punya panduan waktu masuknya shalat, tapi jam kita yang salah (lebih cepat/lebih lambat).

2. Bagi Anda yang menggunakan jam Istiwa’, berarti Anda harus selalu mencocokkan ‘jam 12 siang’ Anda tepat saat matahari di atas kepala. Dengan demikian, jam istiwa’ selalu berbeda di setiap titik koordinat. Antara kedua standar waktu itu, selalu ada selisih (tafawut) yang bisa dihitung.

3. Gunakan Jadwal waktu shalat (di Bulan Ramadhan populer dikenal Waktu Imsakiyah) yang sesuai dengan wilayahnya: untuk Jakarta, Surabaya, atau Malang? Sebab, walaupun sesama WIB, jelas punya selisih. Waktu Surabaya, masih bisa dipakai (berlaku) di daerah sekitarnya sebagaimana Sidoarjo dan Gresik. Untuk Pasuruan dan Probolinggo, kedua kota ini memiliki waktu yang 2-5 menit lebih cepat.

4. Apabila Anda menggunakan standar adzan maghrib yang diputar di Radio atau televisi, Anda harus menelitinya terlebih dulu, adzan itu untuk wilayah mana dan disiarkan oleh stasiun di kota mana. Dan penting juga, mereka menggunakan jadwal waktu yang ada selisih ikhtiyath (restand waktu untuk berhati-hati), apa ndak? Kalau dak ada ikhtiyathnya, berarti waktu shalat masuk persis pada detik itu. Nah, ini kalau dipakai standar oleh kita yang berada di sebelah barat stasiun itu, menjadi berabe. Karena berarti berbuka pada saat belum masuk waktu maghrib!

5. Lebih baik, kalau Anda menggunakan jadwal waktu yang dihitung dari koordinat kota Anda sendiri. Sebagai contoh Pasuruan di titik koordinat

Leave a Reply