Pengajian Aswaja: Peristiwa Besar, Selalu Memunculkan Firqah
// November 10th, 2009 // Berita

ngaji aswaja
Ahlus sunnah wal jama’ah (Aswaja) tak hanya ajaran (madzhab), tetapi juga manhaj, sistem, metode beragama: bersumber pada positioning Islam sebagai ummatan wasatha, (tengah, tidak radikal). Demikian disampaikan Prof. Drs. KH. Muhammad Tolchah Hasan, Wakil Rais Am PBNU pada pembukaan Pengajian Aswaja bagi Pengurus NU yang dilaksanakan pada Ahad, 1 November 2009 di Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan. Pengajian yang akan dilaksanakan rutin 2 bulan sekali tersebut, dihadiri oleh pengurus NU di tingkat Cabang dan MWC serta beberapa partisipan.
Lebih lanjut, Kyai Tolchah menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang diturunkan dengan misi untuk menyelamatkan, melindungi manusia dari ahwa’ (hawa nafsu, ambisi negatif) manusia di muka bumi. Karena itu, ajaran Islam merupakan ajaran yang selalu berada dalam posisi tengah, netral dari semua kepentingan dan friksi yang ada. Setiap ada peristiwa besar, maka umat Islam selalu terjebak dalam pro dan kontra yang mengakibatkan munculnya kelompok-kelompok atau firqah dalam Islam. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah mainstream yang menempatkan Islam sebagai ajaran yang murni, tidak terpengaruh oleh konflik-konflik tersebut. “Di sinilah menjadi penting, mempelajari Islam Aswaja sebagai sistem, metode dan cara dalam beragama,” lanjut beliau.
Pengajian Aswaja ini, merupakan salah satu program Kelompok Kerja (Pokja) Keagamaan PCNU Kabupaten Pasuruan yang diselenggarakan sebagai upaya untuk mengenali aswaja secara utuh, termasuk konstelasi kekinian. Pengajian akan dibagi dalam tiga bagian. Bagian pertama, membahas konsep dasar aswaja, baik sebagai manhaj maupun sebagai madzhab. Bagian kedua, membahas perkembangan Islam di dunia, termasuk munculnya banyak aliran dalam Islam di dunia, baik yang muncul dari luar maupun dalam negeri. Bagian ketiga, membahas bagaimana respon NU dalam menghadpi berkembangnya aliran tersebut. Sebagai referensi utama pengajian ini adalah buku: “Aswaja dalam Persepsi dan Tradisi NU”, yang ditulis langsung oleh nara sumber.Pertemuan mendatang akan membahas tentang konsep theologi (Aqidah) Ahlus sunnah wal jama’ah.





