Menghadapi Hizbut Tahrir

// March 21st, 2008 // Aswaja

Mewaspadai Gerakan Politik Islam Radikal

Hizbut Tahrir Indonesia

Kalimatu l

25 Responses to “Menghadapi Hizbut Tahrir”

  1. milan says:

    Gile.. saya tdk stuju dgn HT

  2. hamba ALLAH says:

    Saya akan mencerna apa yang disampaikan disini dengan teliti.Saya tidak mau menelannya bulat-bulat, sebelum mendapatkan konfirmasi dan penjelasan dari pihak tertuduh.Kepada sesama muslim hendaklah mengutamakan husnuzh zhan.

  3. joko tingkir says:

    setiap ucapan, tulisan pasti akan dihisap oleh Allah, … pemberitaan tentang profil orang lain tanpa merujuk kepada orang atau organisasi yang bersangkutan adalah DUSTA, wal kadzib ila al-fujuur, wa l fujur ilan-naar

  4. Cak Dur says:

    Ana syabab HT..insyaAllah dengan izin Allah…kalau penulis artikel dengan niatan ikhlas semata-mata karena Allah S.W.T bukan karena kebencian/kedengkian..saya bersedia menjelaskan kesalahan pemahaman dari penulis tentang HT. Atau jika perlu diadakan sebuah forum yang dihadiri alim ulama dan kaum muslimin(warga NU), insyaAllah dengan senang hati HT akan menjelaskan siapa HT sebenarnya. Setelah hujjah/dalil kuat yang kami sampaikan..biarlah ummat yang menilai siapa sebenarnya yang berbohong dan mempunyai hujjah yang lebih kuat

  5. Cak Dur says:

    HT dan NU sebenarnya tidak mempunyai masalah apapun…bahkan kalau kita mempelajari sejarah berdirinya NU…K.H.Hasyim Asyari sangat rindu dan sedih dengan hancurnya Khilafah Islam di Turki dan beliau mendirikan Nu sebagai wadah perjuangan di dalam negeri…Kalau kita mau jujur apa yang dicita-citakan HT sama dengan yang dicita2kan K.H Hasyim Asyari
    Saudara-saudaraku warga nahdiyin…mari eratkan ukhuwah islamiyah untuk bersama memperjuangan syariah dan khilafah seperti yang dicita2 kan K.H Hasyim Asyari…waspadalah ada upaya mengadu domba antara saudara dengan syabab HT.
    NU telah dikenal di negeri ini ormas yang mempunyai banyak anggota…oleh krn itu NU sebagai sasaran org2 liberal untuk merekrut anggota dari putra-putri NU untuk dijadikan laskar-laskar yang akan menghadapi umat Islam lain yang berusaha memperjuangkan syariah Islam. Lihatlah JIL (Jaringan “Islam” Liberal) pengurusnya banyak yang mengaku lulusan pesantren dan orang NU…Waspadalah dengan JIL dan sebangsangsa….

  6. Muhammad Iqbal says:

    Mungkin memang tidak seharusnya sesama muslim saling menghujat. Kita sesama saudara seharusnya bersatu..

    Mau Muhammadiyah, NU, FPI, HT dan apapun faham tentang Islam yang di anut oleh organisasi kemasyarakatan di Indonesia. Selama masih menyebut Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan dan Muhammad sebagai Rasul terakhirnya.. Kan semuanya sama-sama saudara..

    Mengapa kita semua tidak menyatukan langkah kita dalam membenahi perekonomian saudara-saudara sesama Islam daripada saling menjatuhkan.. Insya Allah ini jauh lebih mulia daripada membuang energi kita untuk hal yang sia-sia belaka.

    Saudara NU dan HT.. Semestinya kita sudahi saja selisih paham ini.. Dan mari bersama membangun ISLAM di negeri ini…

    Peace !!!!!

  7. Abdul Aziz says:

    Ndak apa-apa, Ente bilang apa saja. Aswaja itu seharusnya penegak syariah. Jika sebaliknya maka bukanlah Aswaja, sehingga aswaja bukanlah klaim tapi tidakan nyata untuk membela Allah dan Rasulnya, bukan menjual ormas dengan harga murah kepenguasa atau asing seperti NU.

  8. hakim says:

    Terima kasih semuanya, atas komentar terhadap posting kami. Tulisan ini sebenarnya dibuat dan dimuat dalam Bulletin berkala PCNU Kabupaten Pasuruan ‘An Nahdliyah’, dan ditujukan kepada internal pengurus dan warga NU (setelah banyak pertanyaan tentang HTI, terutama banyaknya buletin Al Islam yang disebar di masjid-masjid dan dikirim ke tokoh-tokoh NU). Jadi tujuannya satu, kita ingin membentengi aqidah Islam ahlus sunnah wal jama’ah (aswaja) yang akhir-akhir ini semakin mendapatkan tantangan karena masuknya aliran-aliran Islam (yang relatif baru) dari luar negeri. Ketua Umum PBNU, menyebutnya sebagai aliran trans nasional. Secara garis besar, impor paham Islam ini ada dua kelompok. Ada yang masuk dari timur tengah yang terjebak konflik Palestina (Arab vs Israel), sehingga temanya perang melawan Amerika. Mereka membawa hawa konfliknya ke Indonesia dan mereka menjadi aliran Radikal (aliran kanan). Di sisi lain, masuk juga aliran yang bersumber dari liberalisme pemikiran yang berpusat di barat. Kedua aliran transnasional ini sama-sama harus dihadapi oleh NU, karena terkait dengan keselamatan aqidah, syari’ah dan akhlaq warga di desa-desa.
    Mohon maaf, kalau ada yang kurang berkenan. Tapi perwakilan HTI Pasuruan, sudah berkunjung ke kantor PCNU untuk tabayun. Dalam pertemuan tersebut, kami sudah jelaskan semuanya, termasuk sumber tulisan yang kami nukil dari Brosus DPP HTI, website, hingga sumber langsungnya di Timur Tengah sono. Wal hasil, mereka bisa memahami tentang perbedaan yang ada. Jadi biarlah, perbedaan itu ada, tanpa harus saling mempengaruhi. Tugas kami adalah melindungi warga NU agar tidak terpengaruh oleh aliran-aliran baru itu, termasuk HTI. Dan juga bila saudara-saudara HTI berupaya untuk melindungi fikrahnya kepada anggota yang sudah berhasil direkrut, kami persilakan. Perjuangan dakwah kita masih panjang. NU lagi concern pada program-program yang menyangkut hajat hidup warga, sebagaimana ekonomi, pendidikan dan kesejahteraan sosial. Terima kasih.

  9. Ahmadi says:

    Kami tidak mau terlibat dengan hal-hal yang sifatnya saling menghujat, kami pernha dekat dengan orang NU, kami juga pernah dekat dengan orang Muhammadiyah, dan kami juga pernah dekat dengan orang HTI. Semuanya baik….
    Mustinya postingan yang seperti ini tidak perlulah dipublikasikan, ntar malah bisa menyulut pertikaian, terus siapa yang rugi? Umat Islam kan? Lihat tu diluar sana kaum Sepilis (Sekularis, Pluralis, LIberalis) selalu tepuk tangan melihat kita yang selalu bertikai….

  10. Abu Najih says:

    Assalamu’alaikum wr. wb. Untuk kang Hakim yang diperlukan sekarang adalah belajar alhussunnah menurut Nabi Muhammad SAW. bukan menurut kepentingan kelompoknya sendiri, sehingga tidak mudah su’udhdhon, mengklaim paling ahlussunnah. Ingat! ahlussunnah menurut Nabi Muhammad SAW. Tulisan itu jelas salah, dan kami telah mengoreksinya, tapi masih ngotot dipublikasikan dengan alasan untuk kalangan sendiri. Dari sini jelas bahwa kang Hakim ini munafik, tidak sesuai dengan namanya Hakim (Bijaksana). Untuk kang Hakim hanya ada satu kata “Sampai ketemu di pengadilan Allah nanti di akherat. Dan biarlah Allah yang memutuskannya.” Sebab kang Hakim, saya, dan semua orang yang difitnahnya, semuanya akan kembali kepada Al Hakim, yaitu Dzat Yang Maha Bijaksana. Wassalam.
    Muhammad Bajuri yang dulu pernah bertemu Anda di kantor PCNU Pasuruan.

  11. hakim says:

    @ Muhammad Bajuri: Dalam jurnalistik, ada mekanisme ‘hak jawab’. Silakan menjawab apa yang menurut Sampeyan tidak benar (dan mengandung fitnah). Karena apa yang kami tulis, semua memiliki maraji’ (referensi) yang kuat, baik berupa maraji’ kitab maupun brosur, situs, terbitan resmi yang (pernah) ada. Bahkan bagian aqidah itu ditulis langsung oleh katib syuriyah PCNU.
    Kami menjelaskan ini semua, karena pengurus NU (terutama di MWC dan ranting) yang selama ini berjuang dan berdakwah terusik oleh hadirnya faham dan pemikiran aliran baru, yang justru mengganggu konsentrasi dakwah di desa-desa yang masih sangat rentan terhadap perbedaan.
    Biarkan kyai-kyai di desa-desa itu berdakwah dengan cara mereka yang sudah lurus (bahkan sejak negeri ini belum merdeka, ketika masih melawan penjajah). Jangan warnai dengan ‘hal baru’ yang belum tentu sesuai dengan Negri Indonesia kita tercinta. Maaf, ini semua untuk kejayaan agama Islam.
    Indonesia butuh kedamaian, bukan kekerasan bersikap. Islam menjadi agama besar di dunia karena Rasulullah berdakwah dengan prinsip: hanifiyatus samhah (lemah-lembut dan moderat). Begitu ustadz, Wama ‘alaina illal balagh…

  12. abuqnan says:

    sekedar ikut urun rembug:
    persoalan sebenarnya, menurut sy lho……HTI itu akidahnya tidak sama dg ahlussunnah wal jama’ah. umumnya pengikut HTI gak ngerti soal ini’
    Lihat: http://www.forsansalaf.com/2009/catatan-hitam-hizbut-tahrir/

  13. abuqnan says:

    @Muhammad Bajuri:
    Kalo anda berkenan, sy sangat senang kalo anda mendiskusikan ttg aswaja dan akidah Taqiyyuddin pemimpin HTI yg tertulis dalam kitab Syakhsyiyyah Islamiyyah. Saya undang anda dan pimpinan HTI lainnya utk mendiskusikan hal ini. Saya tunggu konfirmasi anda. Silahkan menghubingi Kantor PCNU Kab. Pasuruan utk menemui saya. Terima Kasih (undangan ini juga berlaku untuk semua pengikut HTIdi seluruh Indonesia).

  14. abuqnan says:

    Oh..ya Email sy: muh1bb@yahoo.com. atau abuqnan@gmail.com. Saya tunggu konfirmasinya sebelum masuk bulan puasa, sebab kalo sdh masuk bulan puasa sy gak sempat utk mendiskusikan hal2 sprt ini.

  15. abuqnan says:

    yang di atas2 (cakdur, abu najih dkk) kok pada diem. ayooo….sy tunggu anda utk mendiskusikan pikiran2nya nabhani di kantor PCNU atau di rumah saya atau ditempat lain sekalian ajak2 ustadz2 HTI yg bisa baca kitab ya…tak tunggu responnya.

  16. abuqnan says:

    semakin dekat bulan ramadlan..kok msh gak ada yg nanggepi ya..? yg di atas2 itu apa sdh pada gak baca ya???

  17. NANH says:

    Saya justru merasa lebih aman aqidah dan agama saya bergaul dengan orang non muslim daripada dengan orang-orang HTI yang bagai musang berbulu domba dan pada hakekatnya adalah pemberontak NKRI

  18. HAJARI says:

    Semua Pengikut HTI itu sebenarnya dibohongi dan tidak tahu hakekat dari pergerakan HTI, apalagi soal aqidahnya. Lagipula apa untungnya ikut HTI, tidak ada ulama’nya lagi

  19. suprapto says:

    buat muhamad bajuri dan pengikut hti
    Coba bila umat kristen, hindu, budha,katolik ingin memiliki tujuan yang sama seperti HTI yg ingin mendirikan negara agama, maka perang berdarah darah tidak terhindari. Sebagai umat muslim sy menilai HTI terlalu berpikir sempit dan hidup dalam mimpi mimpi. Saran sy pada hti dan pengikutnya pindahlah ke sebuah pulau yang kosong dan dirikanlah khilafah disono.

  20. mynewa says:

    orang orang HTI sudah mulai mempengaruhi tokoh tokoh NU dg meminta putra puutrinya disekolahkan lembaga milik HTI. Masya Allah,akhirnya dibuat promo besar besaran. Padahal di sekolah tsb ternyata ajarannya jelas wahabi. Tp entah kenapa msh saja putra tokoh tsb bertahan disitu

  21. danu says:

    halah, yang nulis komentar disini gak ngerti apa orang NU beneran apa bukan, orang Islam atau bukan. Jangan2 juga sekedar mengadudomba umat saja. naudzubillah…

  22. gus wah says:

    Sebagi jader NU jember, sy bangga ketika melihat tujuan NU adalah mengakkan Islam kembali…
    Namun dekade ini, sy tidak bisa memungkiri jk sy pun berterimkasih kepada Hizbut tahrir yg telah menyadarkan ummat Islam ini agar kembali kepada ajaran islam yg syamilan wal kamilan.
    Yg patut dimusuhi NU bukanlah saudara2 y berpegangteguh terhadap akidah dan syariat Islam, tetapi sebaliknya harus memusuhi liberal dan sekulerisme yg telah menyelinap di urat nadi kader2 muda NU yg haus terbelalak akibat dunia…
    NU, i love u full… together iqomatul islam

  23. thmoyo says:

    di solo temen2 sering diributkan oleh MTA yang pengajiannya menernagkan tentang bid’ah nya yasin tahlil selamatan dllnya sebagai bid’ah dolalah …. bagaimana NU menghadapi kenyataan ini

  24. Abuqnan says:

    @gus wah:
    Dugaan sy, anda tdk begitu aktif mengikuti perkembangan di NU atau jgn2 anda bkn warga NU meskipun sebagian amaliyyahnya sama dg NU.
    Begini gus….salah satu keputusan penting pd muktamar Nu ke XXXl di Asrama Haji Donohudan Solo Jateng. NU menolak pemikiran liberalisme agama dan membersihkan NU dr segala macam pemukiran liberal, bahkan dlm komisi B.Masail Mwdlui’yyah, memutuskan NU menolak metodologi tafsir hermeunetika yg skrg menjadi salah satu mata kuliah di pergutuan tinggi Islam. Apakah HTi pernah menolak dan mengusulkan dihapusnya mata kuliah Hemeneutika di peguruan tinggi Islam??
    Mmg tdk dpt dipungkiri, ada beberapa anak muda yg mengaku NU mnjd aktivis Liberal. ttp apakah itu mencerminkan pandangan resmi NU sebagai ormas? Anak2 muda yg berasala dr latar belakang ormas lain jg buanyak yg mnjd aktivis leberal.
    Jd kalo antum berkesimpulan NU = Liberal, itu menunjukkan antum tdk mengenal NU. Sy undang antum utk datang ke kantor NU cab Pasuruan, akan sy tunjukkan buku2 yg diterbitkan NU utk menolak paham liberal.
    Jd liberalisme agama adalah musuh kta bersama bukan hanya HTI.
    Nu sebgai ormas yg memperjuangkan paham aswaja. juga berkewajiban menyampaikan kepada maysrakat, bahwa ada perbedaan mendasar dibidang akidah antara NU dg HTI. NU memperjuangkan akidah Asy’ari dan maturidi, smntr HTI justru menuduh akidah aswaja sama dg Jabariyyah. dalam kaitan inilah tulisan ini dimuat.
    Saran sy, sebelum anda tertarik dg HTI, pelajari dulu kitab Syakhsiyyah Islamiyyah yhg di tulis oleh Annabhani, pendiri HTI .
    Semoga bermanfaat.

  25. Huda says:

    Hai orang2 hti jangan cuma bisa ngomong aja di ajak mengkaji kitab rujukanmu sendiri malah pada diam seribu bahasa,takut kah…?malah ngomong masalah yg lain kalo orang jawa bilang”ketok gobloke” kalo soal amaliah nu yg kalian perdebatkan silahkan baca buku “hujjah nu”

Leave a Reply