Breaking News
light_mode

Hati-Hati! Adzab Ahli Ilmu yang Tidak Beradab

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sab, 1 Mei 2021
  • visibility 1.830
  • comment 0 komentar

Islam merupakan agama yang sangat menitikberatkan umatnya pada akhlak, ilmu, dan ketakwaan. Tak lengkap keimanan seseorang tanpa hal tersebut.

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Ihya Ulumiddin menyebut puluhan dalil Alquran maupun hadits tentang ilmu dan iman. Orang berilmu dan mengamalkannya akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Yasini Wonorejo Pasuruan, KH A Mujib Imron menegaskan bahwa bertambahnya ilmu seorang hamba bisa diukur dari seberapa dekatnya dia dengan Sang Kholik. Orang berilmu juga diibaratkan sebagai orang yang memiliki kelebihan, kejelasan, dan derajat tersendiri.

Berbahagialah bagi orang yang beriman dan terus bertambah kuat imannya dari hari ke hari dan juga senantiasa diiringi oleh penambahan ilmu

Agama kita sejak semula merupakan agama yang mementingkan akhlak yang baik. Demikian juga halnya ilmu. Kedua hal itu tidak dapat dipisahkan dalam fungsinya membentuk masyarakat ideal.

Akhlak yang baik (akhlaq al-karimah) merupakan prasyarat mutlak yang menentukan derajat seseorang. Akhlak berkaitan dengan soal bagaimana seseorang menuntut ilmu-ilmu dan menerapkannya dalam kehidupan.

Manusia berdasarkan ilmu dan perbuatannya terbagi menjadi beberapa macam. Berilmu dan baik perilakunya, tidak berilmu namun baik perilakunya, berilmu namun buruk perilakunya dan golongan tidak berilmu juga buruk perilakunya.

Jika dihadapkan pada dua orang yang hanya memiliki satu hal dari ilmu dan akhlak, maka yang berakhlak lebih baik dari yang berilmu. Sebab dikatakan bahwa “الأدب/الأخلاق فوق العلم”. Semua orang akan lebih senang dengan orang yang berbuat baik dari pada penjahat sekalipun pintar.

Gus Mujib panggilan akrabnya, dalam ceramahnya menambahkan satu hadist Nabi SAW :

مَنْ ازْدَادَ عِلْمًا وَلَمْ يَزْدَدْ هُدًى لَمْ يَزْدَدْ مِنَ الله إِلا بُعْدًا

Barang siapa ilmunya bertambah, namun tidak dibarengi dengan bertambahnya petunjuk (ketakwaan), maka ia semakin jauh dari Allah.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pasuruan itu lebih lanjut menjelaskan inti dari hadits Rasul tersebut. Bahwasannya hudan atau hidayah ketakwaan kepada Allah menjadi ukuran seorang hamba dekat dengan Allah, bukan hanya ilmu yang banyak saja.

Islam amat sangat menaruh perhatian pada dua hal ini. Mula-mula firman Allah memerintahkan kita untuk membaca (sebagai jendela ilmu). Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. Jadi jelaslah bagi kita bahwa Islam menghendaki kita agar menjadi pribadi-pribadi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia.

Dua hal ini menjadi syarat mutlak yang menjadikan seseorang hamba yang baik. Jika kita perhatikan beberapa ayat, maka ahli ilmu tidak cukup sekedar memiliki ilmu. Ahli mestilah mengimplementasikan ilmunya yang menjadikannya berakhlak.

Hujjatul Islam imam al-Ghazali dalam kitab ihya ulumuddin dalam bab ke eman tentang bahayanya ilmu pengetahuan dan ulama su’,

 إن أشد الناس عذابا يوم القيامة عالم لم ينفعه الله بعلمه

Manusia yang akan memperoleh azab pada hari qiamat ialah orang yang berilmu yang tiada bermanfaat dengan ilmunya

لا يكون المرء عالما حتى يكون بعلمه عاملا

Tidaklah seorang itu berstatus alim sebelum berbuat menuruti ilmunya

Ilmu sejatinya adalah cahaya yang menunjukkan seseorang kepada jalan yang benar, berbuat baik, dan menjauhi larangan Allah atau keburukan-keburukan. Dalam kondisi seperti inilah Allah menyebut ahli ilmu sebagai orang yang paling bertaqwa. Sedangkan ummat termulia di sisiNya adalah yang paling bertaqwa. Itu artinya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang dengan ilmunya mampu menebar kemanfaatan bagi siapa saja.

Gus Mujib secara pemikirannya menegaskan aplikasi atas ilmu adalah sebuah akhlak karimah. Beliua juga mewanti-wanti terhadap ahli ilmu supaya tidak memiliki jiwa munafik, hal ini sesuai dengan atsar shahabat dan ulama-ulama terdahulu.

Sayyidina Umar ra di depan para sahabat berkata: “Yang paling saya takutkan kepada ummat ini, ialah orang munafiq yang berilmu”. “Bagaimana ada orang yang munafiq berilmu?” tanya seorang sahabat. Menjawab Umar ra. “Berilmu di lidah, bodoh di hati dan diperbuatan”.

Bahaya sifat kemunafikan ini disebabkan atas ilmu yang hanya dimulut sahaja, tidak adanya bertambahnya iman dalam hati dan akhlak yang baik.

“Orang yang tambah ilmu tapi tidak tambah akhlak, maka dia tetap jauh dari Allah,” Imbuh Gus Mujib. Naudzubillah semoga Allah menjauhkan diri kita semua dan seluruh umat Islam dari hal yang sangat miris tersebut. Amin.

Seorang terbebas dari api neraka dan menjadi ahli surga bisa karena bertambahnya ilmu dan taqwa serta akhlakul karimahnya. Hal ini sesuai dengan redaksi hadist nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ اَلْجَنَّةَ تَقْوى اَللَّهِ وَحُسْنُ اَلْخُلُقِ

Yang paling banyak memasukkan ke surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia

Maka dari itu marilah kita mulai memuhasabah diri kita dari sekarang, sudahkah kita menjadi orang yang berilmu, beriman dan berakhlak?

Penulis: M Najich Syamsuddini, Alumni Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang

Editor: Muhajirin Yusuf

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Pelantikan, PK IPNU IPPNU Universitas Yudharta Tekankan  Kerjasama dan Kolaborasi

    Gelar Pelantikan, PK IPNU IPPNU Universitas Yudharta Tekankan  Kerjasama dan Kolaborasi

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2024
    • visibility 1.350
    • 0Komentar

    Purwosari, NU Pasuruan Pimpinan Komisarat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Yudharta menggelar pelantikan dengan tema ‘Sinergi Untuk Perubahan dan Inovasi Untuk Kehidupan’ di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Purwosari, Ahad (3/10/2024). Dalam pelantikan ini pengurus dan peserta di tekankan siap bekerja sama dan berkolaborasi untuk membuat […]

  • Berangkat, Lazisnu Pasuruan Kirim Bantuan Logistik Untuk Korban Lombok

    • calendar_month Ming, 12 Agu 2018
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Berangkat, Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Kabupaten Pasuruan kirim bantuan Logistik untuk Korban Gempa Lombok melalui Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Sabtu, 29 Dzulqo’dah 1439/11 Agustus 2018 pada Pukul 12.00 WIB. Acara pemberangkatan secara simbolis dilaksanakan oleh Sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan, H. Saiful Anam Chalim, M.Pd. […]

  • Menuju Pasuruan Maslahat & Berdaya Saing, Ulama & Umara Gelar Doa Bersama

    • calendar_month Sel, 29 Jan 2019
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Kraton & Sidogiri bersama Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kraton, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pihak Muspika Kecamatan menggelar Doa bersama antara Ulama dan Umara untuk menuju Kabupaten Pasuruan yang Sejahtera, Maslahat, dan Berdaya Saing, khususnya di tahun 2019, bertempat di Pendopo Kecamatan […]

  • Muslimat dan Fatayat Lumbang Gelar Konferancab Serentak

    Muslimat dan Fatayat Lumbang Gelar Konferancab Serentak

    • calendar_month Sen, 24 Jun 2024
    • visibility 779
    • 0Komentar

    Lumbang, NU Pasuruan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat dan Muslimat Kecamatan Lumbang menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan Ahad (23/06/2024). Dalam acara tersebut Siti Zainab terpilih menjadi ketua PAC Muslimat, sementara Hidayati terpilih sebagai Ketua PAC Fatayat Kecamatan Lumbang secara aklamasi masa khidmat 2024-2029. […]

  • Agar Kinerja Optimal, NU Pasuruan Gelar Pembinaan Sekretaris Lembaga Tingkat Cabang

    Agar Kinerja Optimal, NU Pasuruan Gelar Pembinaan Sekretaris Lembaga Tingkat Cabang

    • calendar_month Sen, 29 Mei 2023
    • visibility 1.053
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Monitoring Program Kerja Tahun 2023 dan Pembinaan Administrasi bagi seluruh Sekretaris Lembaga tingkat cabang Kegiatan dipusatkan di Aula Maarif, Gedung Rumah Inovasi, Kompleks Perkantoran PCNU Kabupaten Pasuruan, Jalan Raya Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Sabtu (27/05/2023). Sekretaris PCNU, KH Saiful Anam Chalim menegaskan, agar sekretaris lembaga menjalankan […]

  • Ayo Beli, Camilan Enak Bikinan IPNU-IPPNU

    Ayo Beli, Camilan Enak Bikinan IPNU-IPPNU

    • calendar_month Sel, 15 Mar 2022
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    Grati, NU PasuruanPimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Grati meluncurkan “Camilan 5455” di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Grati, Kabupaten Pasuruan, Kamis (10/03/2022). Ketua MWCNU Grati Ahmad Baihaqi menyampaikan, perasaan bangga atas inisiatif dan kreatifitas pelajar di bidang ekonomi. Ia pun meminta agar seluruh struktur […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca