Breaking News
light_mode

Hati-Hati! Adzab Ahli Ilmu yang Tidak Beradab

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sab, 1 Mei 2021
  • visibility 1.755
  • comment 0 komentar

Islam merupakan agama yang sangat menitikberatkan umatnya pada akhlak, ilmu, dan ketakwaan. Tak lengkap keimanan seseorang tanpa hal tersebut.

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Ihya Ulumiddin menyebut puluhan dalil Alquran maupun hadits tentang ilmu dan iman. Orang berilmu dan mengamalkannya akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Yasini Wonorejo Pasuruan, KH A Mujib Imron menegaskan bahwa bertambahnya ilmu seorang hamba bisa diukur dari seberapa dekatnya dia dengan Sang Kholik. Orang berilmu juga diibaratkan sebagai orang yang memiliki kelebihan, kejelasan, dan derajat tersendiri.

Berbahagialah bagi orang yang beriman dan terus bertambah kuat imannya dari hari ke hari dan juga senantiasa diiringi oleh penambahan ilmu

Agama kita sejak semula merupakan agama yang mementingkan akhlak yang baik. Demikian juga halnya ilmu. Kedua hal itu tidak dapat dipisahkan dalam fungsinya membentuk masyarakat ideal.

Akhlak yang baik (akhlaq al-karimah) merupakan prasyarat mutlak yang menentukan derajat seseorang. Akhlak berkaitan dengan soal bagaimana seseorang menuntut ilmu-ilmu dan menerapkannya dalam kehidupan.

Manusia berdasarkan ilmu dan perbuatannya terbagi menjadi beberapa macam. Berilmu dan baik perilakunya, tidak berilmu namun baik perilakunya, berilmu namun buruk perilakunya dan golongan tidak berilmu juga buruk perilakunya.

Jika dihadapkan pada dua orang yang hanya memiliki satu hal dari ilmu dan akhlak, maka yang berakhlak lebih baik dari yang berilmu. Sebab dikatakan bahwa “الأدب/الأخلاق فوق العلم”. Semua orang akan lebih senang dengan orang yang berbuat baik dari pada penjahat sekalipun pintar.

Gus Mujib panggilan akrabnya, dalam ceramahnya menambahkan satu hadist Nabi SAW :

مَنْ ازْدَادَ عِلْمًا وَلَمْ يَزْدَدْ هُدًى لَمْ يَزْدَدْ مِنَ الله إِلا بُعْدًا

Barang siapa ilmunya bertambah, namun tidak dibarengi dengan bertambahnya petunjuk (ketakwaan), maka ia semakin jauh dari Allah.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pasuruan itu lebih lanjut menjelaskan inti dari hadits Rasul tersebut. Bahwasannya hudan atau hidayah ketakwaan kepada Allah menjadi ukuran seorang hamba dekat dengan Allah, bukan hanya ilmu yang banyak saja.

Islam amat sangat menaruh perhatian pada dua hal ini. Mula-mula firman Allah memerintahkan kita untuk membaca (sebagai jendela ilmu). Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. Jadi jelaslah bagi kita bahwa Islam menghendaki kita agar menjadi pribadi-pribadi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia.

Dua hal ini menjadi syarat mutlak yang menjadikan seseorang hamba yang baik. Jika kita perhatikan beberapa ayat, maka ahli ilmu tidak cukup sekedar memiliki ilmu. Ahli mestilah mengimplementasikan ilmunya yang menjadikannya berakhlak.

Hujjatul Islam imam al-Ghazali dalam kitab ihya ulumuddin dalam bab ke eman tentang bahayanya ilmu pengetahuan dan ulama su’,

 إن أشد الناس عذابا يوم القيامة عالم لم ينفعه الله بعلمه

Manusia yang akan memperoleh azab pada hari qiamat ialah orang yang berilmu yang tiada bermanfaat dengan ilmunya

لا يكون المرء عالما حتى يكون بعلمه عاملا

Tidaklah seorang itu berstatus alim sebelum berbuat menuruti ilmunya

Ilmu sejatinya adalah cahaya yang menunjukkan seseorang kepada jalan yang benar, berbuat baik, dan menjauhi larangan Allah atau keburukan-keburukan. Dalam kondisi seperti inilah Allah menyebut ahli ilmu sebagai orang yang paling bertaqwa. Sedangkan ummat termulia di sisiNya adalah yang paling bertaqwa. Itu artinya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang dengan ilmunya mampu menebar kemanfaatan bagi siapa saja.

Gus Mujib secara pemikirannya menegaskan aplikasi atas ilmu adalah sebuah akhlak karimah. Beliua juga mewanti-wanti terhadap ahli ilmu supaya tidak memiliki jiwa munafik, hal ini sesuai dengan atsar shahabat dan ulama-ulama terdahulu.

Sayyidina Umar ra di depan para sahabat berkata: “Yang paling saya takutkan kepada ummat ini, ialah orang munafiq yang berilmu”. “Bagaimana ada orang yang munafiq berilmu?” tanya seorang sahabat. Menjawab Umar ra. “Berilmu di lidah, bodoh di hati dan diperbuatan”.

Bahaya sifat kemunafikan ini disebabkan atas ilmu yang hanya dimulut sahaja, tidak adanya bertambahnya iman dalam hati dan akhlak yang baik.

“Orang yang tambah ilmu tapi tidak tambah akhlak, maka dia tetap jauh dari Allah,” Imbuh Gus Mujib. Naudzubillah semoga Allah menjauhkan diri kita semua dan seluruh umat Islam dari hal yang sangat miris tersebut. Amin.

Seorang terbebas dari api neraka dan menjadi ahli surga bisa karena bertambahnya ilmu dan taqwa serta akhlakul karimahnya. Hal ini sesuai dengan redaksi hadist nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ اَلْجَنَّةَ تَقْوى اَللَّهِ وَحُسْنُ اَلْخُلُقِ

Yang paling banyak memasukkan ke surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia

Maka dari itu marilah kita mulai memuhasabah diri kita dari sekarang, sudahkah kita menjadi orang yang berilmu, beriman dan berakhlak?

Penulis: M Najich Syamsuddini, Alumni Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang

Editor: Muhajirin Yusuf

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Segera Kantongi SK, ISNU Sukorejo Siap Wujudkan Harapan MWCNU

    Segera Kantongi SK, ISNU Sukorejo Siap Wujudkan Harapan MWCNU

    • calendar_month Rab, 17 Mar 2021
    • visibility 961
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU Kabupaten PasuruanMajelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sukorejo secara resmi telah memberikan rekomendasi kepada calon Pimpinan Anak Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PAC ISNU) Sukorejo masa khidmah 2021-2024. “Alhamdulillah, rekomendasi sudah kami terima. Besok, akan kami tindak lanjuti ke PC ISNU Kabupaten Pasuruan,” ujar Abdul Ghoni selaku calon Sekretaris PAC ISNU Sukorejo […]

  • Untuk Anak Muda NU Pasuruan, Ayo Daftar Broadcasting Academy

    Untuk Anak Muda NU Pasuruan, Ayo Daftar Broadcasting Academy

    • calendar_month Rab, 10 Agu 2022
    • visibility 1.026
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Media Center (MC) Nahdlatul Ulama (NU) Pasuruan membuka peluang bagi anak muda NU untuk mengikuti ‘Broadcasting Academy’ (BA) yang akan dilaksanakan di Aula KH Ahmad Djufri, Graha PCNU, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Ahad (14/08/2022). Direktur MC NU Pasuruan M Subadar berharap, partisipasi anak-anak muda NU untuk bersama-sama bergabung dan meningkatkan kapasitas dalam […]

  • Melacak Perjuangan Ulama & Pesantren Pasuruan, Lakpesdam NU Gelar Kolokium

    • calendar_month Kam, 23 Agu 2018
    • visibility 902
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Lakpesdam (Lembaga Kajian & Pengembangan Sumber Daya Manusia) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pasuruan menggelar Kolokium bertajuk “Jejak Ulama & Pesantren Pasuruan dalam Perjuangan Bangsa”, bekerja sama dengan Pengurus Pusat HMASS (Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri), Kamis (23/08) di Aula Gedung IASS (Ikatan Alumni Santri Sidogiri), Jl Tambakrejo-Sidogiri KM 1 Pasuruan. Kegiatan yang sekaligus […]

  • Kembangkan Produk Berbasis Potensi Desa, Mahasiswa ITSNU Pasuruan Buat Jamu Daun Mimba

    Kembangkan Produk Berbasis Potensi Desa, Mahasiswa ITSNU Pasuruan Buat Jamu Daun Mimba

    • calendar_month Sen, 7 Feb 2022
    • visibility 1.182
    • 0Komentar

    Kelompok 6 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan berhasil mengembangkan inovasi produk berbasis potensi desa di Desa Jatirejo Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Yakni membuat ‘Jamu Instan Intaran’ yang terbuat dari Daun Mimba. Koordinator Tim Pembuatan Jamu Hasanah menyampaikan, potensi Pohon Mimba di Desa Jatirejo belum secara maksimal dimanfaatkan. […]

  • Membanggakan, PC IPNU Kabupaten Pasuruan Raih Juara 3 Lomba Profil Organisasi Kepemudaan

    Membanggakan, PC IPNU Kabupaten Pasuruan Raih Juara 3 Lomba Profil Organisasi Kepemudaan

    • calendar_month Sen, 23 Des 2024
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Purwosari, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama IPNU Kabupaten Pasuruan berhasil mendapatkan juara III lomba profil organisasi kepemudaan tingkat Kabupaten Pasuruan.Lomba ini digelar oleh DPD KNPI Kabupaten Pasuruan di Universitas yudharta Pasuruan, Sabtu (21/12/2024). Ketua PC IPNU Kabupaten Pasuruan Saiful Akbar mengaku bersyukur karena dalam lomba ini IPNU mendapatkan juara ke III […]

  • Tingkatkan Kapasitas Sekolah, LP Ma’arif NU Pasuruan Gelar Bimtek Implementasi Akreditasi

    Tingkatkan Kapasitas Sekolah, LP Ma’arif NU Pasuruan Gelar Bimtek Implementasi Akreditasi

    • calendar_month Sel, 17 Des 2024
    • visibility 689
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan menggelar acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Akreditasi Internal PC LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, di rumah Inovasi Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, Ahad (15/12/2024). Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaen Pasuruan Ahmad Farid mengatakan bahwasanya saat ini pendidikan  berada di era volatility, uncertainty, […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca