Breaking News
light_mode

Hati-Hati! Adzab Ahli Ilmu yang Tidak Beradab

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sab, 1 Mei 2021
  • visibility 1.800
  • comment 0 komentar

Islam merupakan agama yang sangat menitikberatkan umatnya pada akhlak, ilmu, dan ketakwaan. Tak lengkap keimanan seseorang tanpa hal tersebut.

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Ihya Ulumiddin menyebut puluhan dalil Alquran maupun hadits tentang ilmu dan iman. Orang berilmu dan mengamalkannya akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Yasini Wonorejo Pasuruan, KH A Mujib Imron menegaskan bahwa bertambahnya ilmu seorang hamba bisa diukur dari seberapa dekatnya dia dengan Sang Kholik. Orang berilmu juga diibaratkan sebagai orang yang memiliki kelebihan, kejelasan, dan derajat tersendiri.

Berbahagialah bagi orang yang beriman dan terus bertambah kuat imannya dari hari ke hari dan juga senantiasa diiringi oleh penambahan ilmu

Agama kita sejak semula merupakan agama yang mementingkan akhlak yang baik. Demikian juga halnya ilmu. Kedua hal itu tidak dapat dipisahkan dalam fungsinya membentuk masyarakat ideal.

Akhlak yang baik (akhlaq al-karimah) merupakan prasyarat mutlak yang menentukan derajat seseorang. Akhlak berkaitan dengan soal bagaimana seseorang menuntut ilmu-ilmu dan menerapkannya dalam kehidupan.

Manusia berdasarkan ilmu dan perbuatannya terbagi menjadi beberapa macam. Berilmu dan baik perilakunya, tidak berilmu namun baik perilakunya, berilmu namun buruk perilakunya dan golongan tidak berilmu juga buruk perilakunya.

Jika dihadapkan pada dua orang yang hanya memiliki satu hal dari ilmu dan akhlak, maka yang berakhlak lebih baik dari yang berilmu. Sebab dikatakan bahwa “الأدب/الأخلاق فوق العلم”. Semua orang akan lebih senang dengan orang yang berbuat baik dari pada penjahat sekalipun pintar.

Gus Mujib panggilan akrabnya, dalam ceramahnya menambahkan satu hadist Nabi SAW :

مَنْ ازْدَادَ عِلْمًا وَلَمْ يَزْدَدْ هُدًى لَمْ يَزْدَدْ مِنَ الله إِلا بُعْدًا

Barang siapa ilmunya bertambah, namun tidak dibarengi dengan bertambahnya petunjuk (ketakwaan), maka ia semakin jauh dari Allah.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pasuruan itu lebih lanjut menjelaskan inti dari hadits Rasul tersebut. Bahwasannya hudan atau hidayah ketakwaan kepada Allah menjadi ukuran seorang hamba dekat dengan Allah, bukan hanya ilmu yang banyak saja.

Islam amat sangat menaruh perhatian pada dua hal ini. Mula-mula firman Allah memerintahkan kita untuk membaca (sebagai jendela ilmu). Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. Jadi jelaslah bagi kita bahwa Islam menghendaki kita agar menjadi pribadi-pribadi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia.

Dua hal ini menjadi syarat mutlak yang menjadikan seseorang hamba yang baik. Jika kita perhatikan beberapa ayat, maka ahli ilmu tidak cukup sekedar memiliki ilmu. Ahli mestilah mengimplementasikan ilmunya yang menjadikannya berakhlak.

Hujjatul Islam imam al-Ghazali dalam kitab ihya ulumuddin dalam bab ke eman tentang bahayanya ilmu pengetahuan dan ulama su’,

 إن أشد الناس عذابا يوم القيامة عالم لم ينفعه الله بعلمه

Manusia yang akan memperoleh azab pada hari qiamat ialah orang yang berilmu yang tiada bermanfaat dengan ilmunya

لا يكون المرء عالما حتى يكون بعلمه عاملا

Tidaklah seorang itu berstatus alim sebelum berbuat menuruti ilmunya

Ilmu sejatinya adalah cahaya yang menunjukkan seseorang kepada jalan yang benar, berbuat baik, dan menjauhi larangan Allah atau keburukan-keburukan. Dalam kondisi seperti inilah Allah menyebut ahli ilmu sebagai orang yang paling bertaqwa. Sedangkan ummat termulia di sisiNya adalah yang paling bertaqwa. Itu artinya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang dengan ilmunya mampu menebar kemanfaatan bagi siapa saja.

Gus Mujib secara pemikirannya menegaskan aplikasi atas ilmu adalah sebuah akhlak karimah. Beliua juga mewanti-wanti terhadap ahli ilmu supaya tidak memiliki jiwa munafik, hal ini sesuai dengan atsar shahabat dan ulama-ulama terdahulu.

Sayyidina Umar ra di depan para sahabat berkata: “Yang paling saya takutkan kepada ummat ini, ialah orang munafiq yang berilmu”. “Bagaimana ada orang yang munafiq berilmu?” tanya seorang sahabat. Menjawab Umar ra. “Berilmu di lidah, bodoh di hati dan diperbuatan”.

Bahaya sifat kemunafikan ini disebabkan atas ilmu yang hanya dimulut sahaja, tidak adanya bertambahnya iman dalam hati dan akhlak yang baik.

“Orang yang tambah ilmu tapi tidak tambah akhlak, maka dia tetap jauh dari Allah,” Imbuh Gus Mujib. Naudzubillah semoga Allah menjauhkan diri kita semua dan seluruh umat Islam dari hal yang sangat miris tersebut. Amin.

Seorang terbebas dari api neraka dan menjadi ahli surga bisa karena bertambahnya ilmu dan taqwa serta akhlakul karimahnya. Hal ini sesuai dengan redaksi hadist nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ اَلْجَنَّةَ تَقْوى اَللَّهِ وَحُسْنُ اَلْخُلُقِ

Yang paling banyak memasukkan ke surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia

Maka dari itu marilah kita mulai memuhasabah diri kita dari sekarang, sudahkah kita menjadi orang yang berilmu, beriman dan berakhlak?

Penulis: M Najich Syamsuddini, Alumni Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang

Editor: Muhajirin Yusuf

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LPBI NU dan Sahabat Banser Tanggap Bencana Rejoso Aktif Tingkatkan Kapasitas Mitigasi

    LPBI NU dan Sahabat Banser Tanggap Bencana Rejoso Aktif Tingkatkan Kapasitas Mitigasi

    • calendar_month Sen, 15 Mar 2021
    • visibility 771
    • 0Komentar

    Rejoso, NU Kabupaten PasuruanBanjir yang secara rutin menerjang Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan, membutuhkan banyak penanganan dan persiapan yang profesional dalam setiap penanganannya. Menyadari itu, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Sahabat Banser Tanggap Bencana (SBTB) Rejoso aktif mengikuti berbagai peningkatan kapasitas dan koordinasi dengan stake […]

  • Di Camping Fun Remaja, Mahasiswa UNU Pasuruan Bicara Bahaya Pernikahan Usia Anak

    Di Camping Fun Remaja, Mahasiswa UNU Pasuruan Bicara Bahaya Pernikahan Usia Anak

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

    Gempol, NU Pasuruan Mahasiswa Peserta Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Risqiyatul Islamiyah, dipercaya menjadi pemateri Camping Fun Remaja. Ia menyampaikan materi tentang bahaya pernikahan usia anak dan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak di desa. Pernikahan usia anak dapat berdampak negatif terhadap pendidikan, kesehatan, […]

  • NU Pasuruan Gelar MoU Dengan Bank Mandiri Terkait Pengembangan Produk

    NU Pasuruan Gelar MoU Dengan Bank Mandiri Terkait Pengembangan Produk

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2023
    • visibility 922
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menerima kunjungan silaturahmi dari Bank mandiri Pasuruan di Ruang Rapat PCNU Kabupaten Pasuruan, Kamis (23/11/2023). Kunjungan tersebut juga dalam rangka Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan produk produk NU Pasuruan. Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan, bidang ekonomi merupakan bagian yang harus diperhatikan oleh […]

  • Kisah Ibu Zaenab Pernah Menangis, Saat Memperkenalkan Muslimat di Pelosok Lumbang

    Kisah Ibu Zaenab Pernah Menangis, Saat Memperkenalkan Muslimat di Pelosok Lumbang

    • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Sampai sekarang saja, letak geografis Kecamatan Lumbang cukup menantang bagi aktifitas perempuan. Lebih-lebih di tahun 90 an. Pernah suatu hari, Ibu Zaenab bersama Ibu Zainab Zaki, Ketua PC Muslimat NU waktu itu, menuju Desa Welulang untuk memperkenalkan Muslimat NU dan berbagi mukenah pada masyarakat setempat. “Saya sampai nangis waktu ke sana. Banyak perempuan yang mandi […]

  • LPBINU Kabupaten Pasuruan Gelar Sarasehan Mitigasi Bencana Gempa Megathrust

    LPBINU Kabupaten Pasuruan Gelar Sarasehan Mitigasi Bencana Gempa Megathrust

    • calendar_month Sab, 19 Okt 2024
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Momentum Hari Santri 2024, Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan menggelar Sarasehan Mitigasi Bencana Gempa Megathrust di Aula Kantor BPBD Kabupaten Pasuruan, Kamis (17/10/2024). Ketua PC LPBINU Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, tujuan dari kegiatan untuk mengurangi tingkat kerentanan yang tinggi di banyak daerah […]

  • Berqurban Mudah & Terpercaya, LAZISNU Pasuruan Solusinya

    • calendar_month Kam, 9 Agu 2018
    • visibility 1.117
    • 0Komentar

    Jelang Hari Raya Idul Adha, Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Kabupaten Pasuruan, kembali menggadakan kegiatan “NU ber-Qurban”. “Seperti tahun-tahun sbelumnya, kegiatan NU ber-Qurban” mengajak warga Nahdliyyin dan masyarakat umum untuk menyalurkan hewan qurban mereka lewat lazisnu”, ujar Agus H. Muhammad Nawawi selaku Ketua PC LAZISNU Kabupaten Pasuruan kepada […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca