Breaking News
light_mode

Apakah Menangis Membatalkan Puasa ? Simak Penjelasannya

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
  • visibility 5.618
  • comment 1 komentar

Menangis adalah respons alami manusia terhadap berbagai perasaan, seperti kesedihan, kebahagiaan, atau ketakutan. Namun, ketika seseorang menjalankan ibadah puasa, muncul pertanyaan: apakah menangis dapat membatalkan puasa?

10 Hal yang Membatalkan Puasa Menurut Syekh Ibnu Qasim

Dalam kitabnya, Syekh Ibnu Qasim menjelaskan bahwa ada 10 hal yang dapat membatalkan puasa, yaitu:

  1. Masuknya sesuatu ke dalam tubuh melalui lubang-lubang alami, seperti mulut, hidung, telinga, qubul, dan dubur. Contohnya, makan, minum, atau memasukkan cotton buds ke telinga.
  2. Masuknya sesuatu ke dalam tubuh melalui jalur yang tidak biasa, seperti luka yang mencapai otak.
  3. Memasukkan obat melalui anus atau alat kelamin, misalnya menggunakan supositoria.
  4. Muntah dengan sengaja.
  5. Sengaja berhubungan badan saat berpuasa. Jika terjadi saat puasa Ramadan, ada konsekuensi kafarah yang lebih berat.
  6. Sengaja mengeluarkan mani, baik dengan tangan maupun cara lainnya, seperti onani dan masturbasi. Berbeda dengan mimpi basah (ihtilam), yang tidak membatalkan puasa.
  7. Haid dan nifas. Jika seorang wanita mengalami haid atau nifas sebelum waktu berbuka, maka puasanya batal.
  8. Gila atau hilang akal. Jika seseorang mengalami gangguan mental sementara atau hilang kesadaran sepanjang hari, puasanya batal.
  9. Mabuk atau pingsan sepanjang hari, dari sebelum Subuh hingga Maghrib.
  10. Murtad atau keluar dari agama Islam, meskipun tidak makan dan minum, puasanya tidak sah.

Apakah Menangis Membatalkan Puasa?

Menurut Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan, Gus Ahad Arafat, dalam Kitab Matan Abi Syuja dijelaskan bahwa menangis tidak membatalkan puasa.

“Menangis tidak membatalkan puasa, kecuali jika air mata yang keluar begitu deras hingga masuk ke mulut atau hidung dan terminum. Jika air tersebut sampai ke tenggorokan, maka itu dapat membatalkan puasa,” jelasnya kepada NU Pasuruan pada Selasa (4/03/2025).

Namun, menangis yang disebabkan oleh emosi seperti kesedihan atau kemarahan bisa mengurangi keutamaan (keafdholan) puasa.

“Bukan batal, tetapi dapat mengurangi keafdholan puasa,” tambahnya.

Menangis saat puasa tidak membatalkan puasa, kecuali jika air mata terminum. Namun, menangis karena emosi tertentu bisa mengurangi keutamaan puasa. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk menjaga ketenangan hati dan pikiran agar puasa semakin berkah dan sempurna.

Penulis : Mokh Faisol

  • Penulis: NU Pasuruan

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Imron Mutamakkin : Ketahanan Pangan Tanggung Jawab Bersama 

    KH Imron Mutamakkin : Ketahanan Pangan Tanggung Jawab Bersama 

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • visibility 729
    • 0Komentar

    Kejayan, NU Pasuruan  Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan bahwasanya  ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun individu. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan pangan yang cukup dan terjangkau bagi masyarakat. Untuk itu manusia memiliki tanggung jawab untuk memanfaatkan sumber daya pangan yang ada secara […]

  • Tetap Disiplin Protokol Kesehatan, 500 Peserta Ikuti Gowes Santri Pasuruan Raya

    Tetap Disiplin Protokol Kesehatan, 500 Peserta Ikuti Gowes Santri Pasuruan Raya

    • calendar_month Sab, 21 Nov 2020
    • visibility 1.184
    • 0Komentar

    Dalam masa pandemi covid-19, bentuk kegiatan dalam peringatan Hari Santri 2020 sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni dilaksanakan secara virtual dan kegiatan kategori olahraga. Hal ini digunakan dalam rangka pembatasan sosial sebagai cara pencegahan wabah covid 19. Sabtu, 21 November 2020, dalam rangka Puncak Hari Santri 2020 di Kabupaten Pasuruan, dilaksanakan Gowes Santri Pasuruan Raya. […]

  • Mahasiswa UNU  STAI Salahuddin Kenalkan Ecoprint kepada Murid SD Al-Maksum

    Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Kenalkan Ecoprint kepada Murid SD Al-Maksum

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • visibility 607
    • 0Komentar

    Lekok , NU Pasuruan Mahasiswa  Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan memperkenalkan seni ecoprint kepada siswa SD Al-Maksum Balunganyar, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (22/07/2025). Ketua Kelompok PMM UNU STAI Pasuruan Nur Mufidah,  mengatakan kegiatan yang dikemas dalam bentuk workshop dan praktik langsung ini merupakan salah satu program unggulan. […]

  • Satgas Pencegahan Covid-19 PCNU Kab. Pasuruan Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Exit Tol & Stasion

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2020
    • visibility 714
    • 0Komentar

    Satgas Pencegahan Covid-19 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, setelah sebelumnya melakukan penyemprotan disinfektan di Masjid, lembaga pendidikan, dan Pesantren, kali ini, Sabtu Pagi (28/3), melakukan penyemprotan di exit tol dan stasion, yakni exit tol Purwodadi dan exit tol Grati serta Stasion Grati. “Melalui penyemprotan di exit tol dan stasion, diharapkan agar kita dapat […]

  • Cetak Kader Pemimpin, IPPNU Kabupaten Pasuruan Gelar Lakut

    Cetak Kader Pemimpin, IPPNU Kabupaten Pasuruan Gelar Lakut

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2025
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Purwosari, NU Pasuruan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Latihan Kader Utama (Lakut), di Arjuno Agro Techno Park Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, pada hari Kamis-Ahad (13-15/02/2025). Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan Gus Nasih Nasir mengatakan, berkhidmat dan berproses di organisasi yang pendiriannya bukan sembarang orang […]

  • Mahasiswa UNU Pasuruan Sedekah Eco Enzyme, Warga Berharap Jadi Gerakan Selamatkan Danau Ranu

    Mahasiswa UNU Pasuruan Sedekah Eco Enzyme, Warga Berharap Jadi Gerakan Selamatkan Danau Ranu

    • calendar_month Ming, 15 Feb 2026
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Grati, NU Pasuruan Masyarakat sekitar Danau Ranu menaruh harapan besar terhadap kegiatan Sedekah Eco Enzyme yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan. Warga berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi aksi rutin demi memulihkan ekosistem danau. Kegiatan sedekah eco enzyme berupa penuangan cairan hasil fermentasi limbah organik […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca