Breaking News
light_mode

Agar Tugas Akhir Mahasiswa Berkualitas, ISNU Kab. Pasuruan Gelar Workshop Metodologi Penelitian

  • account_circle BAM Yusuf
  • calendar_month Sen, 14 Des 2020
  • visibility 672
  • comment 0 komentar

Mengerjakan skripsi adalah kewajiban bagi setiap mahasiswa dalam studinya. Sering kali, terdapat problem mendasar yang dialami mahasiswa dalam pembuatan tugas akhir tersebut. Misalnya, kebanyakan tentang pemilihan metodologi penelitiannya. Oleh karena itu, dalam upaya membantu mengoptimalisasikan tugas mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir tersebut, Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pasuruan mengadakan pelatihan atau Workshop Metodologi Penelitian Bagi Calon Sarjana Se-Kabupaten Pasuruan. Sabtu (12/12/2020).

Pelaksanaan workshop tersebut bertempat di Aula KH. A. Jufri Graha PCNU Kabupaten Pasuruan. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19, sekitar 100 Mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus di wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan mengikuti kegiatan tersebut.

Acara dihadiri oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan dan Abu Amar Bustomi, M.Si, selaku Rektor ITS NU PASURUAN. Adapun narasumber pelatihan adalah Dr. Dewi Masitha, M.Si dan Dr. Nor Salam, MHi.

Dewi Masita, menambahkan terkait permasalahan mendasar lainnya yang dialami mahasiswa ketika mengerjakan tugas akhir.

“Saat ini, para peneliti khususnya mahasiswa, terkadang hanya terkurung dalam permasalahan mencari judul tanpa bisa dengan mudah menentukan masalah dari inti penelitian tersebut, sehingga hal ini juga menjadi faktor memperlambat pengerjaan skripsi mereka,” ungkap Dr. Dewi masitha, M.Si.

Sebelumnya, Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.Hi., Ketua ISNU Kabupaten Pasuruan, berharap kepada para mahasiswa, bahwa setelah lulus dan menyandang gelar sarjana, khususnya yang mengikuti pelatihan ini nantinya dapat bergabung dalam ISNU.

“Setelah lulus tepat waktu, kami harapkan nantinya bisa bergabung dengan ISNU baik di tingkatan Cabang maupun Anak Cabang,” lanjut pria yang juga menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi di Pasuruan tersebut.

Kontributor: BAM Yusuf

Editor: Nuryanto

  • Penulis: BAM Yusuf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tata Pengelolaan Website Organisasi, PMII Pasuruan Gelar Workshop dan MoU

    Tata Pengelolaan Website Organisasi, PMII Pasuruan Gelar Workshop dan MoU

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • visibility 692
    • 0Komentar

    Bangil, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pasuruan menggelar Workshop Literasi Media di Stapa Center, Jalan Budi Luhur Nomor 71, Desa Sidowayah, Kecamatan Bangil, Sabtu-Ahad (2-3/9/2023). Pelaksana Kegiatan M Noer Ali Fikri menjelaskan, tujuan workshop agar peserta memiliki kecakapan literasi media. “Peserta mampu memfilter berita hingga menjadikan media sebagai instrumen gerakan PMII […]

  • Bikin Logo, Cara Mahasiswa ITSNU Pasuruan Kenalkan Tape Khas Desa Kenduruan

    Bikin Logo, Cara Mahasiswa ITSNU Pasuruan Kenalkan Tape Khas Desa Kenduruan

    • calendar_month Sen, 28 Feb 2022
    • visibility 790
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU PasuruanMahasiswa Institut teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) membantu warga dalam membranding produk Tape Khas Desa Kenduruan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Koordinator Kegiatan Lailatul maulidiyah menjelaskan, mayoritas masyarakat adalah pembuat tape. Sehingga Desa Kenduruan disebut Kampung Tape. Hanya saja, belum ada logo produk […]

  • Kisah Hebat Imam Bukhari Lepas dari Fitnah ‘Seribu Dinar’

    Kisah Hebat Imam Bukhari Lepas dari Fitnah ‘Seribu Dinar’

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
    • visibility 1.862
    • 4Komentar

    “Sebelum menyimak kisah ini, ada baiknya kita hitung dulu berapa banyak 1000 dinar itu. Kalau 1 dinar setara dengan 4,25 gram emas murni, maka, 1000 dinar berarti 4.250 gram atau 4.25 kg. Jika 1 gram emas murni seharga Rp500.000, maka, seribu dinar senilai Rp2,125 miliar. Angka yang tidak kecil.” Oleh: Aboe Khidir SEKARANG, mari kita […]

  • Dies Maulidiyah ke-5, ITSNU Pasuruan Ajak Pelajar Inovatif Olah Karbohidrat Non Beras

    Dies Maulidiyah ke-5, ITSNU Pasuruan Ajak Pelajar Inovatif Olah Karbohidrat Non Beras

    • calendar_month Jum, 10 Feb 2023
    • visibility 1.001
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanHimpunan mahasiswa dan Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Pertanian (THP) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan sukses menggelar Lomba Inovasi Produk Olahan Karbohidrat Pengganti Beras, Sabtu (4/2/2023). Kegiatan dipusatkan di Aula Lantai II Rumah Inovasi Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Kabupaten Pasuruan, kompleks perkantoran PCNU, Kecamatan Pohjentrek. Kepala […]

  • Dino Warno Pimpin Ansor Plososari Grati

    Dino Warno Pimpin Ansor Plososari Grati

    • calendar_month Sab, 24 Apr 2021
    • visibility 814
    • 0Komentar

    Grati, NU PasuruanPimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Grati sukses fasilitasi Rapat Anggota (Rapta) Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Plososari bertempat di Yayasan Mamba’ul Muttaqin Desa Plososari Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan, Jum’at (23/4/2021). Ketua PAC GP Ansor Grati Misbahul Munir menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini untuk regenerasi kepengurusan dan menjadi pembelajaran berdemokrasi dalam […]

  • PMM UNU Pasuruan  Usung Budidaya Selada Hidroponik Perkuat Ketahanan Pangan Desa Kedungboto

    PMM UNU Pasuruan Usung Budidaya Selada Hidroponik Perkuat Ketahanan Pangan Desa Kedungboto

    • calendar_month Jum, 31 Jul 2026
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Beji, NU Pasuruan Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Kelompok 15 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan memulai pengabdian di Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan Mengusung tema Ketahanan Pangan mahasiswa menghadirkan program unggulan budidaya selada dengan sistem hidroponik sebagai upaya mendukung ketersediaan pangan sekaligus memperkenalkan metode pertanian yang efisien bagi masyarakat pesisir. Kepala Desa Kedungboto, Subandi, menyampaikan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca