Breaking News
light_mode

Bagi Takjil & Pelatihan Fiqh Difabel, Cara Khidmah Pertuni Pasuruan di Bulan Ramadhan

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Sel, 25 Mar 2025
  • visibility 1.114
  • comment 1 komentar

Bangil, NU Pasuruan
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Pasuruan menggelar Pelatihan Fiqh Difabel Tingkat Lanjut di Masjid Baitul Maslahat, Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, Dusun Karangpanas, Desa Raci, Kecamatan Bangil, Sabtu (22/03/2025).

Ketua DPC Pertuni Kabupaten Pasuruan Denny Kurniawan menerangkan, tujuan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan gerakan ibadah dengan benar bagi tunanetra. Sebelum pelatihan, dilaksanakan bagi takjil di jalan raya di depan kompleks Perkantoran Pemda Kabupaten Pasuruan.

“Kami mengusung tema ‘Memberdayakan diri dengan menambah wawasan pribadi untuk beribadah kepada Allah serta langkah yang indah berbagi berkah di bulan mulia’. Agar mampu beribadah sesuai syariat Rasulullah dengan kondisi fisik kami,” ujarnya kepada NU Pasuruan, Selasa (25/03/2024).

Penyiar Radio Senkom dan Radio Rivana Kota Pasuruan itu juga berharap, teman-teman tunanetra yang mengikuti pelatihan mampu memberi edukasi kepada sesama tunanetra lainnya. Minimal mengajarkan bagaimana cara wudhu dan sholat yang baik dan benar.

“Tunanetra tidak cukup diajarkan dengan diberi tahu konsepnya. Tunanetra perlu diajarkan bagaimana gerakan wudhu dan sholat satu per satu,” kata pemenang lomba Pemilihan Dai Cilik (Pildacil) se-Jawa Timur tahun 2007 silam itu.

Dirinya menambahkan, pelatihan diampu oleh Ustadz Wahyu Nur Rahman, Tunanetra dari Banyuwangi dan Ustadz Doktor Munif Armuza selaku penceramah dalam Program Lentera Hati di Radio Suara Pasuruan.

“Ustadz Wahyu menerangkan bagaimana menyikapi diri (Sebagai Tunanetra) dalam memperjuangkan hak dan kewajiban sebagai muslim. Sedangkan Ustadz Munif menjelaskan tata cara sholat dan puasa serta motivasi untuk tetap semangat beribadah dan berorganisasi,” tutup alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) tersebut.

Untuk diketahui, pelatihan diikuti oleh tunanetra yang berdomisili di kabupaten dan Kota Pasuruan. Usai pelatihan dilakukan penyaluran zakat.

Turut hadir Difabel Motor Indonesia (DMI), Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) GUSDURian Pasuruan, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia), Relawan Peduli Disabilitas Pasuruan (RPDP), dan perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan.

Penulis: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Kinerja Takmir Masjid, LTM NU Pasuruan Beri 18 Sepeda Motor Untuk LTM MWCNU

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
    • visibility 990
    • 0Komentar

    Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menyerahkan 18 unit Sepeda Motor untuk operasional kegiatan LTM MWCNU (pengurus di tingkat kecamatan) di wilayah PCNU Kabupaten Pasuruan, Rabu (17/7/2019). “Motor tersebut untuk meningkatkan aktifitas keliling masjid di wilayahnya masing-masing, mempercepat koordinasi, serta lebih kreatif dalam membuat kegiatan,” ujar Mundir Muslih selaku Ketua […]

  • Perkuat Profesionalisme Guru Madrasah, Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan Gelar Pelatihan PTK

    • calendar_month Sel, 3 Jul 2018
    • visibility 807
    • 0Komentar

    Perkuat Profesionalisme dan pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan, Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (PC. LP. Ma’arif NU) Kabupaten Pasuruan menggelar Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Jum’at-Sabtu, 29-30 Juni 2018 bertempat di Rumah Inovasi Pendidikan PC LP Ma’arif NU Kab. Pasuruan. Menurut Mahmud, selaku Fasilitator Kegiatan, bahwa selesai mengikuti Pelatihan, Pendidik diharapkan dapat menyusun […]

  • Peduli Kekeringan, PCNU Kab. Pasuruan Bantu Air Bersih ke Desa

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2019
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Kabupaten Pasuruan sedang mengalami musim kemarau panjang. Tahun ini cukup parah, sehingga mengakibatkan beberapa wilayah di kabupaten pasuruan mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Diantaranya wilayah kecamatan Lumbang, Pasrepan, lekok dan Kejayan. Atas dasar persaudaraan dan rasa tanggung jawab moral kepada sesama umat, pada hari Ahad, 27 Oktober 2019, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten […]

  • KH Imron Mutamakkin: Ilmu Falak Penting untuk Menentukan Arah Kiblat dan Waktu Shalat

    KH Imron Mutamakkin: Ilmu Falak Penting untuk Menentukan Arah Kiblat dan Waktu Shalat

    • calendar_month Ming, 16 Mar 2025
    • visibility 1.100
    • 1Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menekankan pentingnya ilmu falak dalam menentukan arah kiblat dan waktu shalat, terutama ketika seseorang berada di tempat yang sulit, seperti hutan atau laut. “Dengan mempelajari ilmu falak, kita akan lebih mudah mengetahui arah kiblat dan waktu salat,” ujarnya pada saat ngaji […]

  • Saatnya, Bersama Membangun Masjid yang Ramah Disabilitas

    Saatnya, Bersama Membangun Masjid yang Ramah Disabilitas

    • calendar_month Kam, 3 Des 2020
    • visibility 875
    • 0Komentar

    Setiap orang Islam pasti selalu berusaha agar dapat melaksanakan sholat, mengikuti pengajian, dan lain-lain di Masjid, begitu pun dengan saudara-saudara kita, para penyandang disabilitas. Namun, tidak semua Masjid, desain bangunannya ramah terhadap disabilitas. Terdapat beberapa kesulitan para penyandang disabilitas ketika hendak menggunakan haknya untuk beribadah di masjid. Misalnya, tangga masjid yang terlalu tinggi, tidak ada […]

  • Hikam Perdana, Kiai Imron Ingatkan tentang Imsak Hingga Waktu Niat Puasa Ramadhan

    Hikam Perdana, Kiai Imron Ingatkan tentang Imsak Hingga Waktu Niat Puasa Ramadhan

    • calendar_month Ming, 3 Apr 2022
    • visibility 1.398
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengingatkan, tentang imsak, kondisi yang mewajibkan orang tua memerintahkan anaknya berpuasa, dan waktu niat puasa ramadhan. Ia menjelaskan, bahwa berpuasa itu menahan diri dari segala perkara yang membatalkan puasa. Mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Untuk berjaga-jaga, menahan diri sejak waktu […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca