Breaking News
light_mode

NU Pasuruan Gelar Refleksi Hari Santri, Kenang Perjuangan Ulama dan Pejuang Hizbullah

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
  • visibility 355
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Refleksi Hari Santri Nasional 2025 di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kabupaten Pasuruan, Kamis (23/10/2025).

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, Gus Abdullah Nasih Nashor, dalam sambutannya menjelaskan bahwa penetapan Hari Santri oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 menetapkan Hari Santri sebagai penghormatan atas perjuangan para ulama dan santri, terutama di Surabaya, yang berkorban dalam peristiwa 10 November yang kemudian dikenal sebagai Hari Pahlawan,” ujarnya

Ia menambahkan, refleksi Hari Santri tahun ini menjadi momen penting untuk mengenang semangat resolusi jihad yang dikobarkan oleh para ulama dan santri pada masa penjajahan. Resolusi itu, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya dilakukan oleh tentara, tetapi juga oleh para santri yang siap mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya NKRI.

“Kita merefleksikan bagaimana para alim ulama, kiai, dan santri berjuang dengan keberanian luar biasa. Bahkan, banyak kisah yang diakui tokoh-tokoh Belanda tentang keberanian para santri dalam medan jihad mempertahankan tanah air,” tambahnya.

Gus Nasih sapaan akrabnya juga menyampaikan bahwa tema Hari Santri Nasional 2025, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban,” mengandung pesan agar santri masa kini tidak hanya mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga berperan aktif dalam mengisi kemerdekaan dengan ilmu, akhlak, dan kontribusi nyata bagi bangsa.

“Jika dulu santri memperjuangkan kemerdekaan dengan darah dan nyawa, maka santri hari ini harus mengisi kemerdekaan dengan ilmu dan akhlak. Santri harus siap mengawal Indonesia menuju peradaban yang berkeadilan dan bermartabat,” tegasnya.

Sebagai Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2025, dirinya menyampaikan bahwa dalam kegiatan refleksi tersebut, PCNU Kabupaten Pasuruan bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan memberikan penghargaan kepada keluarga para pejuang Hizbullah dari wilayah Pasuruan. Dua di antaranya adalah pejuang asal Pondok Pesantren Besuk, yakni Muhammad Ali dan seorang pejuang lainnya yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kami berharap penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang Hizbullah yang telah berjuang dengan ikhlas demi tegaknya kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya semangat juang para santri terdahulu dapat terus diwariskan kepada generasi muda, sehingga santri masa kini mampu menjaga keutuhan bangsa dan memperkuat peradaban Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Refleksi Hari Santri ini bukan sekadar mengenang, tapi juga menguatkan tekad kita semua agar santri siap mengawal kemerdekaan dan berkontribusi menuju peradaban yang lebih baik,” pungkasnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesantren, Tempat Mencari dan Belajar Hidup Berkah

    Pesantren, Tempat Mencari dan Belajar Hidup Berkah

    • calendar_month Sel, 1 Jun 2021
    • visibility 815
    • 0Komentar

    Salah satu nilai pendidikan yang dirasaakan masyarakat bumi nusantara sejak dahulu kala adalah nikmat mengetahui ajaran agama. Sistem pengajaran yang diawali dengan berkumpul di masjid, langgar dan pesantren ini merupakan sistem pendidikan yang telah lama berkembang hingga berabad-abad sebelum ada sistem klasikal seperti sekarang. Pendidikan Islam di nusantara digalakkan oleh para wali dengan membangun asrama […]

  • Semarak 1 Abad NU di Ranting Toyaning, Khotmil Qur’an Hingga Munajat Cinta

    Semarak 1 Abad NU di Ranting Toyaning, Khotmil Qur’an Hingga Munajat Cinta

    • calendar_month Sel, 14 Feb 2023
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Rejoso, NU PasuruanPengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Toyaning, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Rejoso, sukses menyelenggarakan peringatan 1 Abad NU, Ahad (5/2/2023). Kegiatan dipusatkan di Dusun Turi, Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Terdapat tujuh rangkaian acara dan digelar mulai pukul 05.00 hingga pukul 22.30 WIB. Acara dimulai dengan Khotmil Qur’an yang diikuti […]

  • Jadi Komisariat Definitif, PMII ITSNU Pasuruan Gagas Pasar Merdeka Hingga Produk untuk Warga

    Jadi Komisariat Definitif, PMII ITSNU Pasuruan Gagas Pasar Merdeka Hingga Produk untuk Warga

    • calendar_month Kam, 19 Mei 2022
    • visibility 600
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanKetua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan Muhammad Nasih Said menjelaskan, tentang visi misi organisasi. Yakni membangun gerakan PMII ITSNU berbasis multi bidang dengan kekuatan basis kaderisasi. “Misinya dengan meningkatkan nalar kritis untuk berfikir merdeka. Meningkatkan keaktifan dan pendistribusian. Lalu memunculkan gerakan pengorganisasian masyarakat dan […]

  • KH. Imron Mutamakkin: Bentengi Aswaja NU dengan Anfa’uhum Linnas

    • calendar_month Sab, 12 Jan 2019
    • visibility 576
    • 0Komentar

    KH. Imron Mutamkkin, Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, memberikan instruksi kepada pengurus NU, untuk melakukan pembentengan Aswaja An-Nahdliyah (sebutan untuk Aswaja NU), baik dikepengurusan lembaga maupun banom, dengan semaksimal mungkin memberikan kemanfaatan kepada masyarakat. “Khoirunnas Anfa’uhum Linnas. Gerakkan lewat banom atau lembaga dalam membentengi yang merusak tatanan masyarakat. Lakukan sesuai kapasitas […]

  • Gelar Daurah, LFNU Pasuruan Kembangkan Metode Nailul Wathor Karya Kiai Asrori Winongan

    Gelar Daurah, LFNU Pasuruan Kembangkan Metode Nailul Wathor Karya Kiai Asrori Winongan

    • calendar_month Sel, 29 Mar 2022
    • visibility 747
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanLembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) dan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan Daurah Falakiyah di Ruang Rapat PCNU setempat, Kecamatan Pohjentrek, Ahad (27/03/2022). Sekretaris LFNU Ustadz M Rusdi menyampaikan, tujuan kegiatan adalah untuk melatih kader falak tingkat dasar. Sehingga menguasai konsep hingga mempraktikkan cara menghitung waktu sholat dan arah kiblat. […]

  • Perkuat Pembelajaran Sains Secara Daring, Prodi Pendidikan Biologi ITSNU Pasuruan Gelar Webinar

    Perkuat Pembelajaran Sains Secara Daring, Prodi Pendidikan Biologi ITSNU Pasuruan Gelar Webinar

    • calendar_month Sen, 31 Agu 2020
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) saat ini memang telah diterapkan di berbagai forum dan instansi, termasuk instansi pendidikan. Pembelajaran daring tersebut biasanya melalui platform aplikasi zoom meeting, google meet, youtube, dan aplikasi lainnya. Dalam situasi pandemi covid-19 seperti ini, selain sesuai, sistem pembelajaran daring memicu civitas akademika dan masyarakat umum lebih melek terhadap teknologi informasi. […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca