Breaking News
light_mode

Begini Toleransi yang Dikritik oleh Gus Dur

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Rab, 6 Des 2023
  • visibility 1.516
  • comment 0 komentar

Sukorejo, NU Pasuruan

Komunitas Gitu Saja Kok Repot Pasuruan (KGSKR) GUSDURian Pasuruan menggelar Kajian Gus Dur (KGD) dengan mengulas tulisan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang berjudul “Toleransi dan Batasannya,” secara virtual, Rabu (29/11/2023).

Koordinator Wilayah (Korwil) Jaringan GUSDURian Imam Maliki menyebutkan kritik Gus Dur atas pemaknaan toleransi yang setengah hati. Bahwa toleransi itu hanya dimaknai bila minoritas menghormati mayoritas. Dan karena hal itu mayoritas mengayomi.

“Ini seolah-olah toleransi hanya (bentuk) kompensasi atau semacam kamu menghormati ya aku (membalas) menghormati,” imbuhnya.

Mantan Koordinator GUSDURian Mojokerto itu mengungkap, harapan Gus Dur agar masyarakat Indonesia dapat bertoleransi dengan sepenuh hati.

“Sebagaimana yang kita ketahui bersama, pesan Gus Dur bahwa ‘Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi’. Sehingga toleransi dengan setengah hati hanyalah ilusi,” pungkas Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia itu.

Sementara itu, Penggerak KGSKR GUSDURian Pasuruan Khoridatul Bahiyyah menjelaskan prinsip atau dalil perihal batasan toleransi. Yakni bagimu agamamu, bagiku agamaku.

“Silahkan kamu berdoa dengan cara mu dan kami juga akan berdoa dengan cara kami sendiri. Yang penting mari saling menghormati, menerima, dan menghargai perbedaan,” kata Guru Madrasah Aliyah (MA) Hasan Munadi itu.

Dari pantauan kontributor nupasuruan, kajian berjalan dengan interaktif. Dimulai pukul 19.00 WIB dan berakhir 21.20 WIB.

Untuk diketahui, KGD merupakan kegiatan rutin satu bulan sekali KGSKR GUSDURian Pasuruan yang diselenggarakan secara virtual. KGD bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penggerak KGSKR sekaligus kampanye Nilai, Pemikiran, dan Keteladanan Gus Dur.

Penulis: Mohammad Hamdani

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTs MA Assholach Pasuruan Latih Siswa Jadi Ishari Milenial

    MTs MA Assholach Pasuruan Latih Siswa Jadi Ishari Milenial

    • calendar_month Sab, 1 Jul 2023
    • visibility 1.121
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU PasuruanMadrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Assholach menggelar Pelatihan Seni Hadrah di Aula KH Zainuddin, Jalan Pesantren Kejeron, Desa Bayeman, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Latihan digelar dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan selama tiga hari dan dilatih oleh 6 pelatih utusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdlatul Ulama (Ishari […]

  • Menuju Pondok Pesantren Sehat, LKNU Pasuruan Gelar Bimtek Santri Husada

    Menuju Pondok Pesantren Sehat, LKNU Pasuruan Gelar Bimtek Santri Husada

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • visibility 1.275
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabuapten Pasuruan menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) santri husada di aula LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, Selasa (29/10/2024). Ketua PC LKNU Kabupaten Pasuruan Dwijo Widodo mengatakan, tujuan dari kegiatan santri husada adalah membentuk upaya kesehatan sumber daya masyarakat pesantren dengan prinsip untuk pesantren dan warga […]

  • Gus Saiful : Tugas Guru Aswaja Mengenalkan NU Kepada Murid Sejak Dini

    Gus Saiful : Tugas Guru Aswaja Mengenalkan NU Kepada Murid Sejak Dini

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2024
    • visibility 1.279
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Sekertaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan Gus Saiful Anam Chalim mengatakan, tugas guru Aswaja adalah mengenalkan NU kepada murid muridnya sejak dini. “Jadilah orang pertama kali mengenalkan NU kepada peserta didik,” ujarnya pada saat Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Aswaja NU Nahdliyah LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, Sabtu (24/08/2024). Menurutnya mengenalkan […]

  • Jangan Salah, Islam dan Nasionalisme Tak Bertentangan

    Jangan Salah, Islam dan Nasionalisme Tak Bertentangan

    • calendar_month Sel, 20 Apr 2021
    • visibility 1.104
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanH. Ahmad Taufiq, wakil ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, mengungkapkan bahwa banyak dari masyarakat yang salah dalam memahami ajaran agamanya. Sehingga marak terjadi kekerasan atas nama agama. “Mereka yang keluar rel aswaja, memiliki kerentanan terpapar ekstrimisme,” ujarnya saat memberikan materi dalam kegiatan pembekalan Pemateri Pesantren Ramadlan, Senin (19/4/2021). Ia juga […]

  • Safari Ramadhan ke-5: KH. Muzakki Birrul Alim Instruksikan Pembentengan Aswaja NU

    Safari Ramadhan ke-5: KH. Muzakki Birrul Alim Instruksikan Pembentengan Aswaja NU

    • calendar_month Ming, 27 Mei 2018
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

      Adanya penyebaran faham atau aliran diluar Ahlussunah Wal Jamaah (ASWAJA) di Indonesia, mendapat perhatian khusus Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan.

  • Waspada Risiko Longsor, LPBI NU Kabupaten Pasuruan Turun Lapang

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2020
    • visibility 848
    • 0Komentar

    Berdasarkan hasil rapat koordinasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan kemarin (10/1/2020), Tim Relawan NU Tanggap Bencana akan melakukan beberapa upaya dalam meningkatkan kesolidan dan efektifitas dalam penanganan bencana. Oleh karena itu, LPBI PCNU Kabupaten Pasuruan dan MWC NU Tutur bersama Camat melakukan survei terkait adanya potensi bencana longsor di Dusun Gerdu Desa Gendro […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca