Breaking News
light_mode

Menolak Lupa Khazanah Intelektual Ulama & Pesantren

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sel, 31 Okt 2017
  • visibility 1.439
  • comment 2 komentar

Pasuruan,- Menandai Hari Santri Nasional 2017, PCNU Kabupaten Pasuruan menggelar Expo Khazanah Intelektual Ulama dan Pesantren yang berlangsung di Museum Muhammad Chenghoo Pandaan, 30-31 Nofember ini. Digelar di posisi strategis jalur Surabaya-Malang, Expo menampilkan beberapa event unik dan menarik sebagaimana sarasehan karya Ulama Nusantara yang menghadirkan fiolog santri Rijal Mumazziq, pameran manuskrip kitab kuning kuno dan Buku/Kitab Terbitan Pesantren, pameran fotografi Santri Story, Pelatihan Desain Grafis untuk medsos oleh Santri Design Community (SDC), coaching clinic pengelolaan website pesantren/UKM, hingga bazar produk UKM Santri. Pameran dan expo digelar dua hari ini mulai jam 9 pagi hingga 9 malam.
Lakpesdam NU Kab Pasuruan sebagai pelaksana kegiatan sengaja mendesain event ini sebagai bentuk apresiasi generasi hari ini pada karya dan perjuangan dakwah-ilmu para ulama pesantren. Di Pasuruan, ditemukan banyak karya kitab kuning yang ditulis para kiai baik untuk bahan ngaji di pesantren maupun untuk umum. Ada Alm Kiai Hasan Asy’ary (Ranggeh, Gondangwetan, dimakamkan di Sladi, Kejayan) menulis Kitab Induk Ilmu Falak; Muntahal Aqwal/Nataijul Aqwal. Salah satu murid beliau adalah Kiai Maksum pakar Ilmu Falak yang tak lain adalah mushannif Kitab Durusul Falakiyah yang hingga kini menjadi rujukan utama pengajaran ilmu falak di pesantren dan kampus.
Ada Alm Kiai Abdul Karim, Pondok Pesantren Kramat, Kraton. Menulis belasan kitab Kuning yang sudah diterbitkan dan dikaji rutin. Sang putra, Alm Kiai As’ad Abd Karim menulis Kitab Manaqibul Karamat yang rutin dibaca umat hingga kini. Ada Alm Kiai Hafidz Hasyim, PP Darul Ulum Karangpandan, Rejoso, menulis Kitab Alfiyah Fiqih Thaharah, 1000 bait nadzam berisi aturan bersuci, juga menyusun Kitab Manaqibul Barakat.
Ada Alm Kiai Jakfar Shadiq, Sladi, Kejayan manuskrip tulisan Kitab kuningnya tentang fiqih masih berserakan belum sempat diterbitkan. Dan… Waliyullah, Mbah Kiai Hamid, Ulama teduh, peneduh batin umat itu pun menyusun kitab Alfiyah Sullam Taufiq, seribu bait nadzam intisari Kitab Sullamut Taufiq. Masih banyak para kiai mushannif yang tersebar, tak hanya di Pasuruan juga di antero tanah Jawa dan nusantara.
Dari kegiatan ini diharapkan ada kesadaran baru di kalangan santri ‘jaman now’, untuk kembali menoleh pada karya para ulama terdahulu, tak hanya mendapat asupan informasi dari media sosial, google dan sumber instan lainnya. Sementara negara, khususnya pemerintah kabupaten pasuruan didesak membuat afirmasi kebijakan yang berorientasi pada pelestarian karakter keagamaan di daerah berbasis pesantren seperti Pasuruan (*)

PIC: Mahfudz Syawaludin ( Sekretaris Lakpesdam NU Kabupaten Pasuruan)

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (2)

  • Alpianti

    Bagaimana cara membangkitkan semnagat para santri untuk membaca atau memahami karya para ulama terdahulu?

    Balas2 April 2018 11:58
    • Mohammad Subadar

      Pertama, kita semua harus memberikan motivasinya. Seperti dengan menunjukkan khazanah intelektual ulama dan pesantren itu sendiri.

      Balas4 Juni 2018 20:12

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Lumbang Dilanda Krisis Air Bersih, NU Peduli Pasuruan Turun Tangan

    Warga Lumbang Dilanda Krisis Air Bersih, NU Peduli Pasuruan Turun Tangan

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2026
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Lumbang, NU Pasuruan NU Peduli Pasuruan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Senin (21/09/2026). Bantuan didistribusikan ke 10 titik yang mengalami krisis air bersih. Penyaluran tersebut dilakukan melalui sinergi Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pasuruan dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan […]

  • Perkuat Koordinasi Mitigasi Bencana, LPBI NU Pasuruan Bentuk LPBI MWCNU

    • calendar_month Ming, 30 Jun 2019
    • visibility 837
    • 0Komentar

    Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan gelar sosialisasi dan pembentukan LPBI di tingkat MWCNU. Setelah sebelumnya dilakukan pembentukan di MWCNU Sidogiri, kali ini dilakukan pembentukan di MWCNU Puspo, Tosari, dan Tutur. “Peran NU itu tidak hanya tanggap darurat bencana, tapi lebih penting sebelum terjadinya bencana ini harus […]

  • Bersihkan Sampah Sisa Banjir Bersama Warga, Begini Kesan Mahasiswa ITSNU Pasuruan

    Bersihkan Sampah Sisa Banjir Bersama Warga, Begini Kesan Mahasiswa ITSNU Pasuruan

    • calendar_month Sab, 29 Jan 2022
    • visibility 1.144
    • 0Komentar

    Lekok, NU PasuruanMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan bersama warga melakukan Kerja Bakti membersihkan sampah sisa banjir di Dusun Bong Tengah Desa Tambak Lekok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan Sabtu (22/01/2022). Mahasiswa ITSNU Pasuruan Saifuddin Ahmad menyampaikan, sangat bersemangat untuk meringankan beban warga terdampak banjir dengan membersihkan sisa sampah […]

  • Tingkatkan Kinerja Kepala Madrasah, Maarif NU Kota Pasuruan Gelar Visitasi ke MI Roudlatus Salafiyah

    Tingkatkan Kinerja Kepala Madrasah, Maarif NU Kota Pasuruan Gelar Visitasi ke MI Roudlatus Salafiyah

    • calendar_month Sel, 25 Agu 2020
    • visibility 1.318
    • 0Komentar

    Sebagai sebuah organisasi masyarakat Islam, Nahdlatul Ulama (NU), salah satu bidang yang dikawal adalah bidang pendidikan. Kaitannya dengan itu, NU memiliki perangkat yakni lembaga pendidikan ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) . Secara institusional, LP Ma’arif NU mendirikan satuan-satuan pendidikan berupa sekolah dan madrasah, mulai tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Selanjutnya, tugas organisasi menjadi […]

  • KH. Muzakki Birrul Alim: Dua Cara Menuju Surga Ala NU

    • calendar_month Kam, 3 Jan 2019
    • visibility 398
    • 0Komentar

    KH. Muzakki Birrul Alim, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatulloh Tampung Desa Kalirejo Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan, menjelaskan dua cara Nahdlatul Ulama (NU) dalam mengajak Jam’iyyah & Jamaahnya serta masyarakat pada umumnya menuju Surga. “Kita digiring oleh NU untuk melebu surga, caranya, pertama, amal ibadah, yang namanya surga bisa di dapatkan dengan ibadah, dhohir, seperti para Ulama,” […]

  • Di Istighotsah Rutin Ranting, Gus Dayat Ingatkan Penggunaan Koin NU

    Di Istighotsah Rutin Ranting, Gus Dayat Ingatkan Penggunaan Koin NU

    • calendar_month Jum, 16 Jun 2023
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU PasuruanPengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tebas, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gondangwetan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan rutin menggelar Istighotsah Rutin, Selasa (13/6/2023). Kali ini bertempat di Balai Desa setempat. Ketua MWCNU, Gus M Baqir Hidayatulloh menyatakan, kinerja PRNU Tebas menjadi contoh model bagi PRNU se Kecamatan Gondangwetan. “Mulai dari […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca