Breaking News
light_mode

Menuju New Normal di Pesantren, Satgas COVID-19 NU Peduli Kabupaten Pasuruan Gelar Safari Edukasi

  • account_circle BAM Yusuf
  • calendar_month Jum, 17 Jul 2020
  • visibility 541
  • comment 0 komentar

Sejak ditetapkannya New Normal atau kebiasaan hidup baru di Indonesia, seluruh elemen masyarakat bersama-sama menyesuaikan hal baru tersebut, tak terkecuali para santri Pondok Pesantren di Kabupaten Pasuruan yang telah kembali ke Pondok Pesantrennya masing-masing. Oleh karena itu, dalam rangka memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan dan penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran covid 19 di Pondok Pesantren, tim Satgas COVID-19 NU Peduli Kabupaten Pasuruan melakukan Safari Edukasi di beberapa Pondok Pesantren. Rabu malam (15/7/2020), bertempat di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Karang anyar Kecamatan Kraton. Kegiatan ini dihadiri pula oleh FORKOMIMKA Kraton.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul muttaqin, KH. Muhammad Nawawi, selain memberikan ucapan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan tersebut di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, juga menegaskan perlunya literasi dan mitigasi tentang COVID-19 bagi para santri dan pengajar pondok.

“Kami atas nama pengasuh mengucapkan terima kasih kepada PCNU kabupaten Pasuruan yang telah membantu dalam mengedukasi para santri terkait virus corona dan penerapan protokol kesehatan,” ujar Gus Awie, sapaan akrabnya, saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Selanjutnya, KH. Saiful Anam Halim, selaku sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Tim Satgas COVID-19 dengan ketua PCNU kabupaten Pasuruan.

“Dengan pertemuan ini di harapkan para santri dan para pengajar dapat memahami betapa pentingnya penerapan protokol kesehatan agar kita terhindar dari Covid-19,” pungkas pria yang juga menjadi Dosen ITSNU-STAIS Pasuruan tersebut.

Adapun pemateri dalam kegiatan Safari Edukasi COVID-19 ini disampaikan oleh Bapak dr. H. Taufiq, selaku ketua LKNU Kabupaten Pasuruan yang menjelaskan hal ikhwal tentang COVID-19. Sedangkan materi tentang penerapan Protokol kesehatan di Pondok Pesantren disampaikan oleh Sugeng Hariadi, SE.MM, selaku ketua LPBNU sekaligus koordinator Satgas COVID-19 PCNU Kabupaten Pasuruan.

Kontributor: BAM Yusuf

Editor: Nuryanto

  • Penulis: BAM Yusuf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Makesta, Pelajar Diberitahu Alasan Masyarakat Semangat Melawan Penjajah di Surabaya

    Di Makesta, Pelajar Diberitahu Alasan Masyarakat Semangat Melawan Penjajah di Surabaya

    • calendar_month Jum, 30 Jun 2023
    • visibility 827
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) Kabupaten Pasuruan Ahmad Farid mengungkapkan, alasan masyarakat bersemangat dalam pertempuran melawan Pasukan Sekutu di Surabaya pada tahun 1945. Yakni mengikuti Fatwa Resolusi Jihad dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Hal itu ditegaskan saat menjadi pemateri di acara Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Pimpinan Anak Cabang […]

  • Bantu Penerimaan Santri di Maluku, Mahasiswa STAIS UNU Pasuruan Gelar Jalan Santai Bhinneka

    Bantu Penerimaan Santri di Maluku, Mahasiswa STAIS UNU Pasuruan Gelar Jalan Santai Bhinneka

    • calendar_month Kam, 14 Sep 2023
    • visibility 656
    • 0Komentar

    Wasile Selatan, NU PasuruanMahasiswa Kelompok Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan membantu Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Ngalah Ekor di Provinsi Maluku menggelar Jalan Santai Bhinneka Tunggal Ika. Jalan santai yang digelar perdana itu diikuti warga dari lima desa, yakni Desa Binagara, Desa Ino Jaya, […]

  • Pasan Gus Nasih Nashor di Lakut IPNU Pasuruan

    Pasan Gus Nasih Nashor di Lakut IPNU Pasuruan

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2026
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Latihan Kader Utama (Lakut) di Gedung PCNU Kabupaten Pasuruan pada Kamis-Ahad (6–9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, Gus H. Abdullah Nasih Nashor, menegaskan bahwa IPNU merupakan organisasi kader yang bertugas menyiapkan generasi penerus Nahdlatul Ulama. Karena itu, seluruh […]

  • Mengenal Tashwirul Afkar Reborn, Progam LTNNU Pasuruan di Hari Santri 2024

    Mengenal Tashwirul Afkar Reborn, Progam LTNNU Pasuruan di Hari Santri 2024

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • visibility 1.277
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Tashwirul Afkar adalah sebuah forum gerakan intelektual yang digagas oleh KH Wahab Chasbullah untuk merespons berbagai isu aktual yang dihadapi masyarakat waktu itu. esuai namanya, di dalam forum tersebut berkumpul para kiai pesantren. Tidak hanya yang muda, melainkan tua yang memiliki semangat sama yaitu menjaga Ahlussunah wal Jamaah. Salah satu kegiatannya adalah […]

  • Ayo Asah Bakat Dakwahmu! Daftar Lomba Da’i Cilik Sekarang

    Ayo Asah Bakat Dakwahmu! Daftar Lomba Da’i Cilik Sekarang

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • visibility 706
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan  Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025 sekaligus menyemarakkan 1 Abad NU Pasuruan, Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan akan mengadakan Lomba Pidato Da’i Cilik Tingkat SD/MI se-Kabupaten Pasuruan.  Kegiatan ini akan dilaksanakan di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan pada Ahad (19/10/2025) dengan mengusung tema besar “Masa Depan Indonesia […]

  • Kisah Ummu al-Idzam dan Syair Yang Mendatangkan Hujan

    Kisah Ummu al-Idzam dan Syair Yang Mendatangkan Hujan

    • calendar_month Sel, 2 Mar 2021
    • visibility 674
    • 0Komentar

    Pada tahun 973 H, di sebuah wilayah yang disebut Mikhlâf as-Sulaymâni, saat ini merupakan daerah di Provinsi Jazan, Arab Saudi, telah mengalami kekeringan dan kegersangan yang begitu dahsyat. Masyarakatnya semakin kesulitan untuk mendapatkan air dan makanan. Saking sulitnya, akhirnya masyarakat mikhlaf as-Sulaymani membakar tulang-tulang binatang yang tersisa untuk dimakan sehingga bisa mempertahankan hidup. Berdasarkan itu, […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca