Breaking News
light_mode

Kisah Cintanya Saudagar Kaya Kepada Nabi SAW

  • account_circle Muhajirin Yusuf
  • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
  • visibility 985
  • comment 0 komentar

Jika Maulid adalah acara maka akan terlihat pada bulan dan euforianya, jika Maulid adalah keteladanan ia akan terlihat pada perilaku setiap harinya, namun cinta akan melakukan semuanya.

Dimoment bulan Maulud ini penulis ceritakan kisah nyata dizaman Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi. Kisah tentang saudagar kaya raya yang harta bendanya habis buat acara Maulid hingga didatangi Rasulullah SAW dan para malaikat, yang seketika setelah itu dikembalikan berlipat-lipat harta bendanya oleh Allah Ta’ala

Pada masa Sultah Salahuddin berkuasa, dimana setelah beliau mengumumkan dan memerintahkan agar seluruh kaum muslimin sedunia mengadakah Haflah Al-Ihtifal Bi Maulidin Nabi SAW atau perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di negaranya masing-masing pada tahun 580 H. Tersebutlah seorang saudagar kaya raya yang tinggal sebuah pemukiman penduduk desa/qaryah disuatu lembah. Saudagar ini juga mendengar pengumuman sang sultan agar kaum muslimin tiap tanggal 12 Rabiul Awal mengadakan acara Maulid Nabi dengan membaca sholawat dan sejarahnya.

Maka saudagar ini sebelum tanggal 12 Rabiul Awal pergi ke pasar seorang diri dan belanja makanan dalam rangka menjamu tamu saat diadakan peringata Maulid Nabi di rumahnya dengan mengundang para tetangga kanan kirinya. Tiap tahun dia lakukan seperti itu, dan saat ditanya pegawainya, kenapa harus kepasar sendiri? Kenapa tidak menyuruh pegawainya saja untuk pergi ke pasar berbelanja?

Saudagar itu menjawab, “Saya pergi belanja kepasar sendiri, itu saya lakukan demi cinta saya pada Nabi Muhammad SAW”. Hingga suatu saat ia diuji oleh Allah dagangannya jatuh bangkrut, hartanya habis, bahkan untuk makan saja susah. Menjelang tanggal 12 Rabiul Awal sebagaimana biasanya dia mengadakan peringatan Maulid Nabi dirumahnya. Tapi sayang, sepertinya tahun ini dia tidak bisa lagi mengadakan Maulid Nabi di rumahnya karena ketiadaan biaya.

Suatu hati, beberapa hari menjelang tanggal 12 Rabiul Awal, saat itu ia kelihatan bersedih dan murung di kamar. Rupanya ada hal besar yang sedang ia pikirkan. Melihat wajahnya yang sedih itu, istrinya menghampirinya dan menenangkan jiwanya sambil berkata “Kenapa Kakanda kelihatan murung, dan ini tidak seperti biasanya Kakanda bersedih seperti ini, ada apa gerangan yang menjadikan kakanda bersedih, apakah kakanda memikirkan harta kita yang habis ini?”

Saudagar itu menjawab: “Wahai istriku tercinta, saya bersedih bukan karena memikirkan harta yang habis, juga bukan karena tiap hari kita kekurangan makanan, tetapi saya bersedih karena tahun ini tidak bisa lagi mengadakan peringatan Maulid Nabi SAW di rumah kita, saya bersedih karena tidak bisa mengundang tetangga kanan kiri untuk membaca sholawat dan sejarah Nabi”

Istrinya yang shalihah itu berkata, “Wahai suamiku, bagaimana pendapat Kakanda kalau saya gadaikan diri saya untuk bekerja serabutan di rumah orang kaya di kampung kita ini, dengan begitu saya akan dapat uang, dan uang itu bisa Kakanda gunakan untuk mengadakan acara Maulid Nabi di rumah kita”

Suaminya menolak dan berkata “jangan!!! Aku tidak rela kalau engkau yang bekerja, akan tetapi jika anak-anak kita yang bekerja saya setuju”. Tiba-tiba anak-anaknya pada datang dan menawarkan diri. Rupanya anak-anaknya sejak tadi menguping pembicaraan kadua orang tuanya ini. Maka berangkatlah keluarga ini ke rumah orang kaya yang ada di kampung itu.

Dan saudagar itu menawarkan salah satu anaknya untuk bekerja selama satu tahun dengan syarat uang gajinya diberikan di depan. Orang kaya itu setuju dan meminta anaknya yang paling besar untuk bekerja dirumah selama satu tahun dengan gaji 10 dinar. Selanjutnya uang itu dibawah ke pasar dan belanja makanan, buah-buahan, gandum dan lain-lain. Setelah di rumah bahan makanan itu dimasak.

Saatnya telah tiba, pada tanggal 12 Rabiul Awal, dia mengundang tetangga kanan kiri agar hadir di rumahnya untuk membacakan sholawat Nabi SAW bersama-sama sebgaimana tahun-tahun sebelumnya. Rupanya tetangganya itu tidak ada yang mau datang, ada yang alasan giginya sakit, ada yang beralasan keperluan lain, yang intinya tidak ada orang yang mau datang sejak dia jatuh miskin ini.

Maka bertambah sedihlah hati si saudagar yang dulunya kaya ini. Dia pergi ke kampung sebelah juga tidak ada yang mau. Tapi pada saat dia berada ditengah jalan diluar kampung, dia bertemu dengan sekelompok orang bersurban dan bergamis putih-putih, yang diantaranya ada salah sorang bersurban warna hijau.

Saudagar ini langsung menghampiri dan menawari rombognan itu agar sudi berkenan mampir kerumahnya untuk membacakan sholawat bersama-sama. Sekelompok musafir ini bersedia, bahkan sambil berjalan menuju rumahnya saudagar itu mereka bersholawat pada Nabi SAW.

Sesampainya dirumah, saudagar ini mengeluarkan hidangan sebafai jamuan. Setelah dipersilahkan untuk mencicipinya, para musafir itu hanya membuka tutupnya saja tanpa ada satupun yang memakannya, lalu ditutup kembali. Setelah bebrapa saat para musafir memina ijin untuk pergi melanjutkan perjalanannya dan tinggallah seorang dari rombongan.

Betapa kagetnya saudagar ini saat melihat para musafir itu berjalan beberapa langkah tiba-tiba hilang. Maka salah seorang musafir yang tertinggal itu berkata “Hai tuan saudagar! ketahuilah kenapa mereka tidak mau makan hidanganmu? Karena kami ini adalah malaikat yang mendapat perintah Allah untuk menemuimu, sedangkan ada diantar kami yang berpakaian hijau itu adalah Rasulullah SAW”

Setelah berkata begitu malaikat itu juga mohon diri dan tiba-tiba menghilang dan pandangan mata si saudagar. Hati keluarga ini benar-benar tegang melihat kejaidan ini dan betapa terkejutnya lagi setelah saudagar ini membuka tutup hidangan yang disiapkan untuk tamu tadi. Karena buah-buahan, kue-kue dan makanan yang lain berubah menjadi emas murni yang mahal harganya. Semua orang dikeluarga ini menangnis dan sujud syukur atas pemberian Allah ini. Maka menyerbarlah berita ini ke seantero negeri.

Bahkan Sultan Shalahuddin sendiri sempat meninjau ke rumahnya dan memerintahkan sebagian pasukannya untuk ikut menjaga harta saudagar ini. Selanjutnya dijualah sebagian kecil ari emasnya itu, dan uangnya dipergunakan untuk menebus anaknya yang digadaikan dengan memperkerjakan selama satu tahun tadi. Rupanya orang kaya yang memperkerjakan anaknya itu tahu akan berita yang dialami saudagar ini, maka anaknya itu dikembalikan begitu saja tanpa meminta uang sepeserpun sebagai ganti rugi.

Kisah ini penulis ambil dari kitab Syabab An-Nabawi. Dari kisah ini kita bisa mengambil pelajaran untuk selalu mencintai Rasulullah. Adakanlah acara Maulid di rumah-rumah kalian, sekalipun dengan keluarga kecilmu sendiri. Kita merayakan Maulid tidah butuh hadits shahih, hanya butuh hati yang rindu dan ikhlas mencintai beliau SAW. Sebab siapa yang tak pernah merasakan kehadiran, tak akan bisa merasakan manisnya perjumpaan. Whallahu A’lamu Bis-shawab.

  • Penulis: Muhajirin Yusuf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantu Posyandu Stunting, Begini Kesan Mahasiswa ITSNU-STAI Salahuddin Pasuruan

    Bantu Posyandu Stunting, Begini Kesan Mahasiswa ITSNU-STAI Salahuddin Pasuruan

    • calendar_month Rab, 19 Jul 2023
    • visibility 599
    • 0Komentar

    Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan yang tergabung di kelompok 12, membantu pemeriksaan stunting di Balai Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Selasa (18/7/2023). Peserta KKN Fitriyatul Islamiyah mengungkapkan, mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dalam mencegah hingga penanganan stunting. “Bisa […]

  • Mahasiswa ITSNU Pasuruan Edukasi Warga Ubah Jelantah Jadi Sabun dan Lilin

    Mahasiswa ITSNU Pasuruan Edukasi Warga Ubah Jelantah Jadi Sabun dan Lilin

    • calendar_month Rab, 23 Feb 2022
    • visibility 843
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU PasuruanMahasiswa Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan yang tergabung dalam kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mengolah jelantah di Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Ketua Kelompok 4 Muhammad Mujiono menjelaskan, tentang kegiatan ‘Workshop Pembuatan Sabun dan Lilin dari Minyak Jelantah’ di Balai Desa Lemahbang, […]

  • Lakukan Edukasi Hadapi Covid-19 Saat Ramadhan, IPNU-IPPNU Rejoso Gelar Gerakan REBAHAN (Ramadhan Enjoy Berbagi Keberkahan)

    Lakukan Edukasi Hadapi Covid-19 Saat Ramadhan, IPNU-IPPNU Rejoso Gelar Gerakan REBAHAN (Ramadhan Enjoy Berbagi Keberkahan)

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2020
    • visibility 907
    • 0Komentar

    Meski pandemi covid-19 telah dan terus menampakkan dampak dalam kehidupan Masyarakat, kesadaran masyarakat dalam rangka mengurangi penyebaran wabah masih kurang. Seperti pemakaian masker yang masih jarang di laksanakan oleh pengguna jalan. Oleh karena itu, PAC IPNU-IPPNU Rejoso mengadakan kegiatan REBAHAN, Ramadhan Enjoy Berbagi Keberkahan. Minggu (17/5), 350 Masker dan Paket Takjil dibagikan oleh Pelajar NU […]

  • Terus Tingkatkan Kualitas Akademik, ITSNU Pasuruan Bangun System e-Campus

    • calendar_month Ming, 11 Nov 2018
    • visibility 731
    • 0Komentar

    Kamis, 1 Nopember 2018 Para petinggi ITSNU Pasuruan mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh BP3TNU, Rektor, Wakil Rektor dan bidang akademik membahas peningkatan kualitas akademik Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pasuruan alias ITSNU Pasuruan dengan menggandeng perusahaan besar untuk merencanakan pembangunan system berbasis aplikasi e-Campus. Rektor ITSNU Pasuruan, AA. Bustomi menjelaskan bahwa menindaklanjuti MOU dengan […]

  • Innalilahi, KH Muzakki Birul Alim Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan Wafat

    Innalilahi, KH Muzakki Birul Alim Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan Wafat

    • calendar_month Jum, 20 Okt 2023
    • visibility 951
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Inalillahi wa inalillahi rojun telah pulang ke rahmatullah Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Muzakki Birul Alim. Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Tampung Mengembuskan napas di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Bangil pada pukul 20. 45 WIB, Jum’at (20/10/2023). “Inalillahi wa inalillahi rojiun telah berpulang ke rahmatullah KH Muzakki Birul […]

  • Majelis Dzikir & Sholawat Rijalul Ansor Rejoso Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj 1440 H

    • calendar_month Rab, 27 Mar 2019
    • visibility 682
    • 0Komentar

    Dalam melestarikan tradisi ulama NU, Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC GP ANSOR Rejoso menggelar Peringatan ISRO’ MI’ROJ 1440 H dan harlah NU ke 96 di Markas KOMPAS Desa Segoropuro, Selasa (26/2/2019). Kegiatan ini dihadiri sekitar 200 orang, terdiri dari sahabat-sahabat Ansor dari 16 ranting se PAC Rejoso serta dari pemuda kompas desa segoropuro. […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca