Breaking News
light_mode

Ngaji Literasi LTNNU, Zainul Milal Bizawie Ungkap Pasuruan dalam Jejaring Ulama Diponegoro

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Ming, 9 Jan 2022
  • visibility 1.139
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Program Ngaji Literasi dengan kegiatan diskusi buku Jejaring Ulama Diponegoro di Lantai 3 Gedung Rektorat Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan, Sabtu (08/01/2022).

Penulis buku Jejaring Ulama Diponegoro Zainul Milal Bizawie, mengungkap fakta sejarah betapa pentingnya Pasuruan yang menjadi salah satu tempat dalam membangun jejaring ulama yang sebelumnya sudah dibangun oleh Wali Songo.

“Pasuruan justru menjadi kawah candra dimuka. Ulama-ulama ketika mau membangun perjuangan itu larinya ke arah Timur. Sebut saja tokoh semacam Kiai Nur Imam Mlangi,” imbuhnya penulis buku Syekh Mutamakkin: Pelawanan Kultural Agama Rakyat itu.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa Kiai Nur Imam Mlangi itu adalah putra pertama dari Amangkurat IV yang tidak suka berpolitik dan menjadi menantu Adipati Pasuruan Untung Suropati.

“Itulah yang nantinya menghasilkan ulama-ulama sepanjang jalur dari mulai Tapal Kuda sampai Mataram,” tutur penulis buku Masterpiece Islam Nusantara: Sanad dan Jejaring Ulama-Santri (1830-1945) itu.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan H Ahmad Taufiq, menjelaskan tujuan mendiskusikan buku yang ditulis oleh Zainul Milal Bizawie itu. Bahwa PCNU berkeinginan menemukan jejaring Kiai dan Pesantren di Kabupaten Pasuruan.

“Dan kita bisa melihat betapa Pasuruan ini penuh dengan dinamika kepesantrenan dan keulamaan yang patut dipelajari,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa komunitas Pesantren dan Nahdlatul Ulama memiliki kekayaan intelektual yang sangat berharga. Yakni kekayaan sanad keilmuan, nasab, dan jihad.

“Kekayaan ini yang harus kita pelihara. Jangan sampai hilang kekayaan itu,” pungkas Ketua Yayasan Bayt Al-Hikmah Pasuruan itu.

Kegiatan itu dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU, Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU), ITSNU Pasuruan, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan, STAI Al-Yasini, dan Pustaka Compass.

Penulis: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Takut Kewalahan Penuhi Pesanan, Pengrajin Batik Randupitu Belum Mau Buka Toko Online

    Takut Kewalahan Penuhi Pesanan, Pengrajin Batik Randupitu Belum Mau Buka Toko Online

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Program digitalisasi UMKM yang diinisiasi mahasiswa Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, menghadapi tantangan yang tidak biasa. Seorang pengrajin batik setempat memilih belum memasarkan produknya melalui toko online karena khawatir tidak mampu memenuhi lonjakan pesanan. Hal tersebut terungkap saat mahasiswa PMM Kelompok 2 UNU Pasuruan bersama mahasiswa […]

  • ISNU Pasuruan Ajak Pemkab Perkuat Kolaborasi dan Turun Langsung ke Masyarakat

    ISNU Pasuruan Ajak Pemkab Perkuat Kolaborasi dan Turun Langsung ke Masyarakat

    • calendar_month Ming, 20 Apr 2025
    • visibility 1.535
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan  Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar halal bihalal dan turba di Kecamatan Gondangwetan, Jum’at (18/04/2024). Dalam acara tersebut ISNU Kabupaten Pasuruan memberikan sejumlah masukan strategis kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan sebagai bagian dari komitmen kebangsaan dan kepedulian terhadap pembangunan daerah. Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan, Ahmad Adib Muhdi, […]

  • Mahasiswa ITSNU Pasuruan Manfaatkan Limbah Cangkang Kerang Jadi Bahan Paving Block

    Mahasiswa ITSNU Pasuruan Manfaatkan Limbah Cangkang Kerang Jadi Bahan Paving Block

    • calendar_month Sen, 21 Feb 2022
    • visibility 1.199
    • 0Komentar

    Kraton, NU PasuruanMahasiswa Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan yang tergabung dalam kelompok 14 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) membuat Paving Block berbahan limbah cangkang kerang di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Penanggung Jawab Kegiatan Rudi Kurniawan menjelaskan, limbah cangkang kerang di desa Kalirejo belum dimanfaatkan secara maksimal. Biasanya hanya dijadikan bahan […]

  • KIYAI MAIMUN PANTAS PAGI INI KABAH DIGUYUR HUJAN, Doa & Puisi Gus Haidar Hafeez

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
    • visibility 1.124
    • 0Komentar

    KIYAI MAIMUN PANTAS PAGI INI KABAH DIGUYUR HUJAN (Haidar Hafeez) . . Hujan Kau kabarkan padaku Subuh ini telah berpulang Kiyai Maimun Zuber Labaik Allah Huma labaik Mbah Maimun Engkau hadir Penuhi panggilan tuhan Bukan hanya jiwa Tetapi ragamu juga hadir Penuhi panggilan tuhan Demi labaik Allah Mbah Mun Bukan hanya santri Dihadapan kabah Langit […]

  • Pendangkalan Sungai, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan dan Warga Gelar Bersih-bersih

    Pendangkalan Sungai, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan dan Warga Gelar Bersih-bersih

    • calendar_month Sen, 18 Sep 2023
    • visibility 1.091
    • 0Komentar

    Gempol, NU PasuruanMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan bersama warga di Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, membersihkan Sungai Bekacak, Ahad (30/7/2023). “Ini bagian dari mitigasi bencana. Karena sejumlah sungai di sini mengalami sedimentasi hingga pendangkalan. Salah satu faktornya adalah arus air yang deras […]

  • Kiai Imron Mutamakkin : Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut Luar Bulan Ramadhan

    Kiai Imron Mutamakkin : Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut Luar Bulan Ramadhan

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2024
    • visibility 699
    • 0Komentar

    Rejoso, NU Pasuruan Puasa sesungguhnya mengajarkan kebersambungan kesalehan antara bulan Ramadlan dan luar bulan Ramadlan. Karena itu, janganlah kesalehan yang luar biasa di bulan Ramadlan berhenti menyusul lebaran tiba. Qiyamul lail, tadarus, sedekah dan pengendalian hawa nafsu juga harus dilanjutkan di luar bulan Ramadlan. Hal tersebut diungkapkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Pasuruan KH […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca