Gus Hakim Jayli: PCNU Pasuruan Bisa Jadi Role Model Roadmap Kemandirian Ekonomi NU
- account_circle Mokh Faisol
- calendar_month 51 menit yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Workshop Penyusunan Konferensi Cabang (Konfercab) NU dengan tema “Ikhtiar Pemberdayaan Jamaah Menuju Kemandirian Jam’iyah NU”. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Royal Convention Tretes, Kabupaten Pasuruan, Sabtu-Ahad (10-11/10/2026).
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Gus Hakim Jayli, mendorong PCNU Kabupaten Pasuruan menyusun peta jalan roadmap kemandirian ekonomi warga NU secara terarah dan berkelanjutan.
” PCNU Kabupaten Pasuruan berpeluang menjadi model bagi kepengurusan NU di wilayah lain hingga tingkat PBNU,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dokumen kemandirian ekonomi NU telah menjadi pembahasan sejak 2001 dalam sebuah workshop yang berlangsung di kediaman KH Abdurrahman Syakur. Karena itu, workshop penyusunan roadmap Konfercab dinilai penting untuk menerjemahkan gagasan kemandirian tersebut menjadi program nyata.
“Kemandirian ekonomi sudah dibahas oleh PCNU Kabupaten Pasuruan sejak tahun 2001 sekarang kita menerjemahkan lagi,” terangnya.
Menurut Gus Hakim, langkah pertama untuk membangun peradaban ekonomi adalah membentuk pola pikir dan kesepakatan bersama. Kemandirian ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan sumber pendanaan organisasi, tetapi harus berorientasi pada pemberdayaan warga.
“Yang lebih penting adalah bagaimana warga NU berdaya,menjadi salah satu penekanan dalam arah pemberdayaan ekonomi yang disampaikannya,” tegasnya.
Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan khittah pemberdayaan masyarakat, yakni mengubah masyarakat miskin menjadi sejahtera, masyarakat yang kurang berpengetahuan menjadi berpengetahuan, serta masyarakat lemah menjadi berdaya.
“Dalam khitah NU sudah ada tinggal kita melaksanakan bersama sama,” terangnya.
Menurutnya, ikhtiar meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat juga merupakan bagian dari pengabdian dan ibadah. Karena itu, pembahasan ekonomi perlu ditempatkan sebagai agenda penting dalam perumusan program organisasi.
Gus Hakim juga menyoroti potensi perhutanan sosial sebagai salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi. Melalui skema tersebut, masyarakat memperoleh akses pengelolaan kawasan hutan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga dapat mengembangkan kegiatan ekonomi secara kolektif melalui kelompok tani.
“PWNU Jawa Timur, turut mendorong pemberdayaan ekonomi melalui kelompok kerja (Pokja) perhutanan sosial. Pendampingan diperlukan agar potensi ekonomi masyarakat dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Selain perhutanan sosial, PWNU Jawa Timur juga mengembangkan konsep NUconomic yang mencakup pemberdayaan UMKM, filantropi, dan kelompok tani. Berbagai sektor tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi warga NU melalui kerja sama dan pendampingan yang terarah.
“Kemarin di Blitar sudah kita awali NUconomic kami konsep dan model ini bisa terus berjalan,” terangnya.
Ia menegaskan, penyusunan roadmap perlu memiliki pola pikir yang jelas dan pemetaan sasaran yang terukur. Dengan demikian, program pemberdayaan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi dapat dilaksanakan dan dievaluasi berdasarkan kebutuhan masyarakat.
“Melalui workshop tersebut, PCNU Kabupaten Pasuruan diharapkan mampu merumuskan roadmap Konfercab yang menempatkan pemberdayaan jamaah sebagai prioritas menuju kemandirian jam’iyah,” tutupnya.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar