Breaking News
light_mode

Saatnya, Bersama Membangun Masjid yang Ramah Disabilitas

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Kam, 3 Des 2020
  • visibility 908
  • comment 0 komentar

Setiap orang Islam pasti selalu berusaha agar dapat melaksanakan sholat, mengikuti pengajian, dan lain-lain di Masjid, begitu pun dengan saudara-saudara kita, para penyandang disabilitas. Namun, tidak semua Masjid, desain bangunannya ramah terhadap disabilitas.

Terdapat beberapa kesulitan para penyandang disabilitas ketika hendak menggunakan haknya untuk beribadah di masjid. Misalnya, tangga masjid yang terlalu tinggi, tidak ada jalan khusus bagi pengguna kursi roda, tidak tersedia pegangan di tembok (handrail), dan lain-lain.

Menyadari itu, Islam sebagai agama yang menjamin rahmat dan keadilan bagi semua umatnya, membuat para Kiai memiliki tanggungjawab untuk menyampaikan dan memastikan para takmir masjid dan pemerintah untuk menfasilitasi para penyandang disabilitas sehingga dapat menggunakan haknya dalam beribadah di masjid.

Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Kewajiban negara menyediakan segala yang menjadi kebutuhan warga negaranya dengan memberdayakan seluruh potensi dan melibatkan peran serta masyarakat yang ada.”

Lebih lanjut, dalam kitab al-Minhaj Syarhu Muslim bin al-Hajjaj Karya Muhyiddin Syarf an-Nawawi, juz XII halaman 213, menyebutkan bahwa para ulama menyatakan, “Pemimpin (negara) adalah pengayom yang mendapat amanat yang berkewajiban mewujudkan kebaikan bagi jabatannya dan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Di dalam hadis-hadits itu ada penjelasan bahwa setiap orang yang memimpin orang lain maka ia dituntut untuk adil dalam kepemimpinannya dan dituntut untuk mewujudkan kemaslahatan mereka dalam urusan agama dan dunianya”.

Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia telah berupaya untuk memenuhi tanggungjawab tersebut melalui berbagai kebijakan, misalnya dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Undang-undang tersebut juga senada dengan pandangan Islam yang mewajibkan agar pemangku kebijakan publik (pemerintah dan non-pemerintah) untuk mengeluarkan peraturan yang mengharuskan tersedianya fasilitas peribadatan yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Bahkan, tahun 2017, Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), bersama Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) dan Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya, telah meneguhkan kembali tentang penguatan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas yang ditinjau berdasarkan sumber hukum Islam.

Dalam keputusan yang sudah dibukukan dalam buku “Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas” tersebut, kaitannya dengan pembagunan masjid yang ramah disabilitas, selain mengatur pembangunan infrastruktur, juga mengatur kaitannya dengan teknis pelaksanan ibadah dan aktifitas di masjid. Misalnya, dalam penyampaian khotbah, masjid-masjid di Indonesia perlu menyediakan bahasa isyarat, teks tertulis, serta alat penyampai pesan khotbah lainnya.

Bila ditanya tentang biaya pembangunannya, disinilah pentingnya bersama-sama untuk membangun Masjid yang ramah disabilitas antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat. Selain itu, tentu dimulai dengan yang paling sederhana, yang paling dibutuhkan para jamaah masjid penyandang disabilitas, serta yang bisa dilakukan berdasarkan sumber daya dan dana masjid. Mudah diucapkan, sulit dilakukan bukan?

Penulis: Makhfud Syawaludin, Sekretaris LAKPESDAM PCNU Kabupaten Pasuruan 2016-2021

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ciptakan Pendidikan Unggul, ISNU Pasuruan Berikan Penghargaan Kepada STAI Al Yasini 

    Ciptakan Pendidikan Unggul, ISNU Pasuruan Berikan Penghargaan Kepada STAI Al Yasini 

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU Pasuruan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Yasini menggelar wisuda ke IX di Pondok Pesantren Al Yasini, Desa Areng-areng Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Senin (28/10/2024). Dalam acara tersebut Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan memberikan piagam penghargaan kepada STAI Al Yasini sebagai Perguruan Tinggi Kampus Islam Swasta (PTKIS) terbaik […]

  • JADWAL KEGIATAN SAFARI RAMADHAN 1440 H PCNU KABUPATEN PASURUAN

    • calendar_month Rab, 8 Mei 2019
    • visibility 487
    • 0Komentar

    BERIKUT JADWAL KEGIATAN SAFARI RAMADHAN 1440 H PCNU KABUPATEN PASURUAN   1. Kamis Malam Jum’at 9 Mei 2019/5 Ramadhan MWC NU Winongan Di Masjid Nurul Anwar Gendol Desa Prodo – TIM I & BAZNAS 2. Kamis Malam Jum’at 9 Mei 2019/5 Ramadhan MWC NU Gondang Wetan Di Masjid Baiturrahman Desa Tebas – TIM II & […]

  • Lazisnu Pasuruan Menyalurkan Zakat Untuk Warga Sekitar Kantor PCNU & Tukang Becak

    Lazisnu Pasuruan Menyalurkan Zakat Untuk Warga Sekitar Kantor PCNU & Tukang Becak

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • visibility 1.269
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Pasuruan menyalurkan 110 paket dari zakat, infaq dan sedekah. Adapun mustahik merupakan warga di sekitar kompleks perkantoran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Ahad (30/03/2025). “Kami menyalurkan zakat fitrah kepada warga fakir miskin sekitar kantor […]

  • Melacak Perjuangan Ulama & Pesantren Pasuruan, Lakpesdam NU Gelar Kolokium

    • calendar_month Kam, 23 Agu 2018
    • visibility 923
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Lakpesdam (Lembaga Kajian & Pengembangan Sumber Daya Manusia) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pasuruan menggelar Kolokium bertajuk “Jejak Ulama & Pesantren Pasuruan dalam Perjuangan Bangsa”, bekerja sama dengan Pengurus Pusat HMASS (Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri), Kamis (23/08) di Aula Gedung IASS (Ikatan Alumni Santri Sidogiri), Jl Tambakrejo-Sidogiri KM 1 Pasuruan. Kegiatan yang sekaligus […]

  • KH Imron Mutamakkin: Muktamar NU Jangan Terjebak pada Perebutan Kursi Ketua Umum

    KH Imron Mutamakkin: Muktamar NU Jangan Terjebak pada Perebutan Kursi Ketua Umum

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengingatkan agar Muktamar Nahdlatul Ulama tidak direduksi menjadi arena memilih ketua umum.  Pandangan tersebut disampaikan saat membuka Majelis Muhasabah di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Sabtu (1/8/2026). “Forum permusyawaratan tertinggi NU justru harus menjadi ruang untuk merumuskan arah organisasi,” ujarnya. Gus Ipong […]

  • Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan, Satgas NU Pasuruan Lakukan Sosialisasi Di Pesantren

    Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan, Satgas NU Pasuruan Lakukan Sosialisasi Di Pesantren

    • calendar_month Sab, 21 Nov 2020
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat di lingkungan Pondok Pesantren tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan, tim Satuan Petugas (Satgas) Covid-19 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan mensosialisasikan pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Pondok Pesantren Al-Islahiyah Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan. Rabu (18/11/2020). Dalam Sambutannya, Gus H. Saiful Anam Halim selaku Koordinator Satgas NU Peduli Kabupaten Pasuruan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca