Breaking News
light_mode

Sambut 1 Muharram, Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Semarakan Gebyar Muharram

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Sen, 8 Jul 2024
  • visibility 973
  • comment 0 komentar

Pohjentek, NU Pasuruan

Banyak cara yang dilakukan untuk menyambut tahun baru islam 1446 salah satunya adalah gebyar muharram sebagai mana yang di lakukan Mahasiswa  Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan, Sabtu-Ahad (6-7/07/2024).

Pawai Obor Kecamatan Kraton

Pawai Obor tersebut di pusatkan di beberapa titik diantaranya Café Laut Semare dan Masjid Al Karomah, Desa Kalirejo,  Kecamatan Kraton, Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan.

Kepala Desa Semare  Mustaqim mengatakan, pawai  obor  keliling juga di iringi dengan bacaan sholawat oleh warga dengan riang gembira.

“Pawai obor keliling kampung ini untuk menyemarakkan dan mengingatkan tahun baru islam 1 Muharram 1446 H kepada khalayak ramai, ” ujarnya.

Sementara salah satu peserta Eka Oktavi mengatakan, perayaan momen tahun baru islam adalah ajang untuk menyambung silaturahmi dengan warga dan teman baru khususnya.

“Dari kecil saya sudah ikut  pawai obot dan setiap tahunnya tambah menyenangkan dan banyak yang antuisias dan berparisipasi, ” ungkapnya.

Eka sapaan akrabnya menjelaskan, pada momentum satu suro perbanyaklah sholawat dan terus memohon doa kepada Allah jangan sampai melakukan yang tidak bermanfaat.

“Perbanyaklah membaca sholawat serta memohon segala sesuatu kebaikan di malam bulan ini,” paparnya.

Pawai Obor Kecamatan Gondangwetan

Sekretaris Desa Tebas, Mujib dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif warga desa dalam kegiatan ini. Semoga pawai obor ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya gotong royong dan kebersamaan warga Desa Tebas.

“Pawai obor ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga simbol kekompakan dan persatuan warga Desa Tebas,” ungkapnya.

Sementara tradisi di Desa Kalirejo dalam peringatan muharram  adalah menghiasi setiap jalan di dengan lampu botol  dan Masyarakat juga mengadakan prosesi pawai obor yang dimana setiap dusun menampilkan keunikan yang dimiliki.

Kepala Desa Kalirejo Abdul Qodir juga menyampaikan ucapan banyak terima kasih atas sukses acara ini kepada semua pihak yang membantu acara ini serta moment adalah moment yang tepat untuk bersyukur dan memperkokoh ikatan kebersaman.

“Peringatan 1 Muharram di Kalirejo tahun ini berhasil menjadi bukti nyata dari kekayaan budaya dan keagamaan yang dimiliki oleh masyarakat setempat,” tutupnya.

Pawai Obor Kecamatan Gempol

H. Nur Shodiq selaku toko agama setempat berharap Semoga di awal tahun baru ini mendapatkan keberkahan dan keselamatan sehingga bisa mempererat silatuurahmi.

“Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga sebagai pengingat bagi generasi muda akan pentingnya menjaga tradisi dan memperkuat nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.

Penulis: Eki Puspita Ariyanti, Nurul Hidayah, Nurul Maula dan Fa’idatunnafi’ah

Editor : Mokh Faisol

  • Penulis: Mokh Faisol

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lindungi BANSER, GP ANSOR NU Kab. Pasuruan Kerja Sama Dengan BPJS Ketenagakerjaan

    Lindungi BANSER, GP ANSOR NU Kab. Pasuruan Kerja Sama Dengan BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Kam, 24 Sep 2020
    • visibility 685
    • 0Komentar

    Gerakan Pemuda ANSOR (GP ANSOR) merupakan organisasi pemuda di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) yang tidak hanya bergerak dalam bidang keagamaan saja. Namun, juga bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan. Misalnya, Barisan Ansor Serbaguna (BANSER), Badan Semi Otonom (BSO) dari Gerakan Pemuda ANSOR (GP ANSOR) ini kiprahnya tiada henti, hampir setiap hari selalu bergerak membantu dan […]

  • Giliran Gus Irsyad dan Banser Jatim Bantu Warga Korban Banjir Pasuruan

    Giliran Gus Irsyad dan Banser Jatim Bantu Warga Korban Banjir Pasuruan

    • calendar_month Sen, 11 Mar 2024
    • visibility 703
    • 0Komentar

    Winongan, NU PasuruanKomandan Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Timur, Gus H M Irsyad Yusuf menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir di Posko Lapangan (Poslap) NU Peduli Pasuruan, Kantor Kecamatan Winongan, Ahad (10/03/2024). Pantauan NU Pasuruan, rombongan Satkorwil Banser Jatim sampai di posko sekitar pukul 17.15 WIB. Rombongan membawa 100 kardus […]

  • PCNU Kabupaten Pasuruan Bantu Korban Banjir di Rejoso & Grati

    • calendar_month Ming, 20 Jan 2019
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Tim NU Peduli PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Kabupaten Pasuruan, yang terdiri dari LPBI NU, LKK NU, LAZISNU, ANSOR BAGANA, bantu korban bencana banjir di Kecamatan Rejoso dan Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan, Minggu (20/1/2019). “Banjir terjadi Jumat malam Sabtu. Alhamdulillah, hari ini sudah bisa membantu. Kami menggunakan dana siaga bencana PCNU yang selama ini rutin […]

  • Peringati Nuzulul Qur’an, MWC NU Sukorejo Ngaji Bareng KH. Irfan Sholeh

    Peringati Nuzulul Qur’an, MWC NU Sukorejo Ngaji Bareng KH. Irfan Sholeh

    • calendar_month Sen, 28 Mei 2018
    • visibility 762
    • 0Komentar

    Memperingati Nuzulul Qur’an, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan gelar pengajian umum bersama KH. Irfan Sholeh, SH., M.Pd.I bekerjasama dengan Takmir Masjid Besar Al-Mukhlasin Sukorejo, kemarin malam (27/05/2018).

  • Begini Toleransi yang Dikritik oleh Gus Dur

    Begini Toleransi yang Dikritik oleh Gus Dur

    • calendar_month Rab, 6 Des 2023
    • visibility 1.312
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU Pasuruan Komunitas Gitu Saja Kok Repot Pasuruan (KGSKR) GUSDURian Pasuruan menggelar Kajian Gus Dur (KGD) dengan mengulas tulisan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang berjudul “Toleransi dan Batasannya,” secara virtual, Rabu (29/11/2023). Koordinator Wilayah (Korwil) Jaringan GUSDURian Imam Maliki menyebutkan kritik Gus Dur atas pemaknaan toleransi yang setengah hati. Bahwa toleransi itu […]

  • Tidurnya Orang Berpuasa adalah Ibadah, Ah Masak?

    Tidurnya Orang Berpuasa adalah Ibadah, Ah Masak?

    • calendar_month Rab, 21 Apr 2021
    • visibility 550
    • 1Komentar

    Kadang kita keliru dalam memaknai kebiasaan yang sering melanda umat ini ketika menjalankan ibadah puasa. Misalnya begadang hingga larut malam. Lalu tidur panjang di siang hari. Mereka lebih senang menghabiskan jam-jam produktifnya untuk tidur siang yang panjang. Seolah hal ini menjadi legalitas ketika menjalankan ibadah puasa. Memang benar Nabi sering qailulah, yaitu tidur siang sejenak. […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca