Breaking News
light_mode

Mahasiswa UNU Pasuruan Sedekah Eco Enzyme, Warga Berharap Jadi Gerakan Selamatkan Danau Ranu

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Ming, 15 Feb 2026
  • visibility 388
  • comment 0 komentar

Grati, NU Pasuruan

Masyarakat sekitar Danau Ranu menaruh harapan besar terhadap kegiatan Sedekah Eco Enzyme yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan. Warga berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi aksi rutin demi memulihkan ekosistem danau.

Kegiatan sedekah eco enzyme berupa penuangan cairan hasil fermentasi limbah organik ke perairan danau tersebut dilaksanakan pada Jumat (13/02/2026). Program ini muncul sebagai respons atas kondisi Danau Ranu yang semakin memprihatinkan, mulai dari air yang keruh kehijauan hingga fenomena kematian ikan yang kerap terjadi pada awal musim hujan.

Bagi warga setempat, kegiatan ini menghadirkan harapan baru. Kiswanto, warga Desa Ranu Klindungan, menilai sedekah eco enzyme bisa menjadi jalan kolektif untuk menjaga danau yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut. Kalau bisa, masyarakat dan pemerintah desa ikut terlibat menyumbangkan eco enzyme secara rutin, misalnya setiap bulan,” ungkapnya kepada NU Pasuruan, Ahad (15/02/2026).

Ketua Kelompok KKN, Abu Hasan, menyampaikan bahwa keresahan masyarakat menjadi dasar utama mahasiswa menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, eco enzyme dipilih karena murah, mudah dibuat, dan ramah lingkungan.

“Eco enzyme berasal dari fermentasi limbah kulit buah selama kurang lebih 100 hari. Cairan ini dapat membantu menjernihkan air, mengurai amoniak, dan memperbaiki keseimbangan ekosistem perairan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, eco enzyme dibuat dari campuran molase atau tetes tebu, limbah kulit buah, dan air dengan perbandingan 1:3:10. Seluruh bahan difermentasi dalam wadah tertutup hingga siap digunakan.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UNU Pasuruan, M. Solkhan menyebutkan, gerakan ini tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga membuka peluang pengembangan keilmuan dan riset berbasis pengabdian masyarakat.

“Eco enzyme ini sudah diuji mampu mengurangi bau amis dan membantu menjernihkan air. Jika dikembangkan lebih lanjut, kegiatan ini bisa menjadi bahan penelitian atau skripsi mahasiswa, karena teknologinya relatif baru dan aplikatif,” jelasnya.

Ia menambahkan, teknologi eco enzyme mudah direplikasi oleh masyarakat dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Bahkan, apabila ditemukan inovasi baru dalam prosesnya, tidak menutup kemungkinan untuk dipatenkan.

“Melalui kolaborasi antara mahasiswa, warga, akademisi, dan dukungan kampus, masyarakat berharap gerakan sedekah eco enzyme dapat menjadi langkah awal pemulihan Danau Ranu sekaligus contoh pengabdian lingkungan yang berkelanjutan,” tutup Dosen Program Studi Teknologi Hasil Pertanian tersebut.

Diketahui, kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor UNU Pasuruan Abu Amar Bustomi, Wakil Rektor I Suadi, Wakil Rektor II M. Yusuf, Direktur Akmal M. Khoirul Lutfi, perwakilan Indonesia Power, serta anggota Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM).

Penulis: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Pesan PCNU Kabupaten Pasuruan dalam Istighosah Rutin Jumat Legi di Tutur

    • calendar_month Ming, 15 Sep 2019
    • visibility 735
    • 0Komentar

    Kegiatan rutin istighosah jumat legi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan di awal bulan muharram 1441 H dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Andonosari Kecamatan Tutur, jumat (14/9/2019). KH. Imron Mutamakkin, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pasuruan, menyampaikan pesan tentang makna kebahagiaan yang sempurna. “Mboten di anggep seneng seng sempurna, onok ane uwong sehingga senang nang wong […]

  • Mahasiswa UNU Pasuruan Siap Revitalisasi Bank Sampah di Desa Randupitu

    Mahasiswa UNU Pasuruan Siap Revitalisasi Bank Sampah di Desa Randupitu

    • calendar_month Sen, 20 Jul 2026
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Gempol, NU Pasuruan Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan resmi memulai pengabdian di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (20/7/2026). Ketua PMM Kelompok 2, Umrotun Nasukha, menegaskan bahwa mahasiswa hadir bukan semata menjalankan kewajiban akademik, melainkan belajar bersama masyarakat untuk menghadirkan manfaat nyata. “Kami datang bukan sebagai pihak yang merasa paling […]

  • Rangkaian Acara Harlah NU Ke-97 PCNU Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • visibility 945
    • 0Komentar

    Rangkaian Acara Harlah NU ke-97 PCNU Kabupaten Pasuruan “Kemandirian NU untuk Kemaslahatan Umat” 1. Ziarah Muassis NU Kamis, 10 Rajab 1441/5 Maret 2020 Peserta: Harian PCNU, Lembaga, Banom, & MWCNU   2. Gerak Jalan NU Tempoe Doloe Ahad, 13 Rajab 1441/8 Maret 2020 Peserta: Badan Otonom NU Perempuan   3. Tahlil Akbar & Hadrah Ishari […]

  • Pandemi Tak Halangi 53 Pelajar Ikuti Makesta Raya IPNU-IPPNU Pohjentrek

    Pandemi Tak Halangi 53 Pelajar Ikuti Makesta Raya IPNU-IPPNU Pohjentrek

    • calendar_month Sel, 16 Mar 2021
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Kabupaten PasuruanPimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Pohjentrek menggelar kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) bertempat di Aula Utama Pondok Pesantren Ar-Roudloh, Kecamatan Paserpan, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 13-14 Maret 2021 ini, tidak hanya diikuti oleh delegasi pelajar Nahdlatul Ulama (NU) […]

  • Berkah Ramadhan, Begini Kisah Ketua PCINU Japan Mas Kiai Gazali

    Berkah Ramadhan, Begini Kisah Ketua PCINU Japan Mas Kiai Gazali

    • calendar_month Sel, 26 Mar 2024
    • visibility 917
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU PasuruanKetua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Japan Achmad Gazali membagikan pengalaman berpuasa di Negeri Sakura. Dari merasa terharu atas perhatian sensei yang membimbingnya, durasi waktu berpuasa, hingga merasakan cuaca musim dingin. “Aku kemarin mencari di internet, makanan apa yang dimakan muslim untuk berbuka puasa. Aku menemukan kurma. Jadi aku membelikan mu kurma […]

  • Pameran dalam Rakornas 3 Lesbumi, Perkuat Kecintaan Terhadap Kesenian Nusantara

    • calendar_month Jum, 5 Jul 2019
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 3 Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdhatul Ulama (LESBUMI NU) digelar di Taman Candra Wilwatikta Pasuruan sejak Rabu kemarin (03/07/2019). Salah satu rangkaian kegiatannya adalah Pameran Gelar Budaya Nusantara. Seperti keris, topeng, dan lukisan. Awaluddin GD Mualif, ketua Lesbumi PWNU Daerah Istimewa Yogjakarta, berharap pameran seniman dan budayawan muslim Indonesia tersebut, […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca