Sukses Lestarikan Ekosistem Pesisir, UNU Pasuruan Sabet Penghargaan di Festival Mangrove Jatim XI
- account_circle Makhfud Syawaludin
- calendar_month 17 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar

Foto Peringatan Hari Mangrove pada 29 Juli 2025 lalu, civitas akademika UNU Pasuruan telah menanam sebanyak 2.500 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Tambak Lekok, Kabupaten Pasuruan.
Probolinggo, NU Pasuruan
Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan menorehkan prestasi membanggakan pada perhelatan Festival Mangrove Jawa Timur XI yang secara resmi digelar di Bee Jay Bakau Resort (BJBR), Kota Probolinggo, pada 3 November 2026.
Kampus Nahdlatul Ulama ini dianugerahi piagam penghargaan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas dedikasi dan aksi nyatanya dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Apresiasi ini secara spesifik diserahkan kepada Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan atas “Dukungan Tridarma Perguruan Tinggi dalam Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove pada Festival Mangrove Provinsi Jawa Timur 11”.
Latar belakang pemberian penghargaan bergengsi ini tidak lepas dari rekam jejak penghijauan yang dilakukan kampus tersebut. Sebagai peringatan Hari Mangrove pada 29 Juli 2025 lalu, civitas akademika UNU Pasuruan telah menanam sebanyak 2.500 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Tambak Lekok, Kabupaten Pasuruan.
Wido Nugroho, Penyuluh Kehutanan Ahli Madya yang ditempatkan di Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Lumajang khususnya Wilayah Kerja Kabupaten dan Kota Pasuruan, menjelaskan bahwa bibit yang ditanam oleh UNU Pasuruan terbukti berhasil bertahan hidup. Tingkat kelangsungan hidup tanaman yang tinggi ini secara signifikan menambah kuantitas benteng mangrove di Kabupaten Pasuruan.
“Alhamdulillah, terima kasih Pak Rektor yang sudah berkenan hadir membersamai kami. Semoga ke depan dapat terjalin sinergi dalam kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) dan pelestarian mangrove di Pasuruan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya kepada NU Pasuruan, Sabtu (07/11/2026).
Sebagai informasi, Festival Mangrove Jawa Timur XI ini merupakan agenda bersejarah karena berhasil mencatatkan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Rekor ini diraih atas konsistensi penyelenggaraan 10 festival mangrove di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur selama kurun waktu lima tahun terakhir.
Selain memberikan apresiasi kepada institusi pendidikan seperti UNU Pasuruan, acara ini juga dihadiri oleh jajaran Kwarda Pramuka Jatim, perwakilan TNI/Polri, serta musisi Kaka Slank yang turut menerima penghargaan “Jer Basuki Mawa Bea” peduli lingkungan. Rangkaian kegiatan utama festival ini meliputi aksi penanaman mangrove massal, pelepasan burung air dan kepiting, peragaan busana batik dengan pewarna alami mangrove, hingga pasar murah dan bazar UMKM unggulan.
Penulis: Makhfud Syawaludin
- Penulis: Makhfud Syawaludin

Saat ini belum ada komentar