Cak Lim Wafat, Gus Ipong: Jasa-jasa Almagfurlah Tidak Hilang
- account_circle Makhfud Syawaludin
- calendar_month 41 menit yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar

Sukorejo, NU Pasuruan
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan merasa kehilangan atas wafatnya H Muslim Mustajab. Cak Lim tercatat menjadi A’wan 2016-2026 dan Wakil Ketua PCNU 2006-2016. Meski telah meninggal dunia, jasa dan perjuangannya bagi masyarakat akan tetap dikenang.
Hal tersebut disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin saat memberikan sambutan jelang proses pemakaman di Masjid Jami’ Ismail, Dusun Palang, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
“Cak Lim itu rencang kulo, guru kulo. Berdirinya masjid dan madrasah ini, juga termasuk perjuangan Cak Lim. Aktif di IPNU, Ansor, hingga PMII. Orangnya meninggal, kesaenane mboten hilang,” ungkapnya.
Ia menegaskan, PCNU Kabupaten Pasuruan sangat merasakan kehilangan atas kepergian sosok yang selama ini berkontribusi dalam perjuangan keagamaan, pendidikan, dan kemasyarakatan tersebut.
“Kami PCNU sangat merasa kehilangan. Semoga kita bisa meniru beliau,” imbuhnya.
Wakil Bupati Pasuruan KH Shobih Asrori juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Cak Lim. Menurutnya, almagfurlah merupakan sosok yang aktif dalam berbagai organisasi, baik di lingkungan Nahdlatul Ulama maupun pemerintahan.
“Beliau aktif di mana pun, Ansor aktif, NU aktif. Terakhir menemani saya sewaktu menjadi anggota DPRD, beliau menjadi Ketua Forum Pasuruan Sehat,” tuturnya.
Ia berharap seluruh amal kebaikan almagfurlah selama berkhidmah di organisasi kemasyarakatan dan pemerintahan diterima oleh Allah SWT.
Gus Shobih, sapaan akrab KH Shobih Asrori, juga mengenang pertemuan terakhirnya dengan Cak Lim pada 8 Oktober lalu. Saat itu, ia menjenguk Cak Lim yang tengah sakit setelah cukup lama tidak bertemu.
Ketika itu, Cak Lim sedang berbaring. Namun, saat dirinya datang, almagfurlah dibangunkan, membuka mata, dan mengacungkan jempol.
“Insyaallah dosa-dosa beliau diampuni Allah karena sakitnya yang sudah lama. Semoga akan lahir Muslim-Muslim Mustajab yang lain, yang sergep (rajin) dalam organisasi, masyarakat, dan pemerintahan,” ujarnya.
Sementara itu, Rais PCNU Kabupaten Pasuruan sekaligus Pengasuh Pesantren Al Hidayah II KH Shonhaji Abdusshomad, yang mewakili keluarga almagfurlah, menyampaikan bahwa Cak Lim telah menjalani sakit selama kurang lebih sepuluh tahun.
“Mugo-mugo sakit ingkang lami itu menebus dosa dan menambah ganjaran,” tuturnya.
Ia mengenang Cak Lim sebagai tokoh yang memiliki kiprah besar di lingkungan Ansor, NU, dan Banser, sekaligus tokoh masyarakat yang dikenal sebagai penggerak perjuangan dan memiliki banyak kader.
Menurutnya, almagfurlah juga dikenal sebagai pengusaha yang senang membantu orang lain, khususnya mereka yang sedang merintis usaha. Cak Lim tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membimbing mereka agar dapat berkembang.
“Kadernya banyak yang berhasil. Beliau penggerak pejuang. Suka nolong tiang yang suka usaha, dibimbing. Jariyah e insyaallah luar biasa,” ungkapnya.
KH Shonhaji juga mengajak seluruh hadirin untuk memaafkan segala kesalahan almagfurlah semasa hidupnya. Ia menilai Cak Lim merupakan pribadi yang senang bergaul dan memiliki banyak teman.
“Namanya juga manusia, pasti ada salah. Monggo dimaafkan,” pesannya.
Diketahui, H Muslim Mustajab wafat pada Jumat (23/10/2026) pukul 15.00 WIB atau setelah Ashar di RS Prima Husada Sukorejo. Almagfurlah dimakamkan di Pemakaman Umum Dusun Palang, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
Doa dalam kegiatan tahlil dipimpin oleh Pj Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pasuruan KH Maksum Hasyim. Tahlil tujuh hari dilaksanakan setelah shalat Isya.
Kegiatan tersebut dihadiri Pengasuh Pesantren Al Hidayah KH Mujtaba Abdusshomad, Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNU Pasuruan Buya Muzammil Syafi’i, Pengasuh Pesantren Alyasini sekaligus Mustasyar PCNU Kabupaten Pasuruan KH Mujib Imron, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pasuruan, serta pengurus MWCNU Sukorejo.
Hadir pula anggota KPU Kabupaten Pasuruan H Eriek Zainuri, anggota Bawaslu Kabupaten Pasuruan Achmad Thoifur Arief, dan Sekretaris FKUB Kabupaten Pasuruan H Alip Prakosa, bersama keluarga, kerabat, dan masyarakat yang turut mendoakan almagfurlah.
Perlu diketahui, Cak Lim pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Surabaya, Satkornas PP GP Ansor, hingga Anggota KPU Kabupaten Pasuruan.
Penulis: Makhfud Syawaludin
- Penulis: Makhfud Syawaludin

Saat ini belum ada komentar