Breaking News
light_mode

Gus Ipong : Harlah Ke – 102 NU Momentum Mengenalkan Ciri Khas Pendidikan Tinggi NU

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
  • visibility 1.261
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan, Harlah ke-102 NU adalah momentum untuk mengenalkan ciri khas pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama.

“Kita tunjukkan pendidikan tinggi ala NU mempunyai ciri khas tersendiri dari pada perguruan tinggi yang lainnya,” ujarnya dalam acara UNU Pasuruan bersholawat di halaman perkantoran PCNU Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/01/2024).

Menurutnya ciri khas pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama adalah selalu mengedepankan akhlak, ilmu dan moralitas yang akan di ajarkan kepada mahasiswa dan mahasiswinya yang revlan di terapkan di masyarakat.

“Ilmu tanpa di iringi akhlak yang mulia tidak ada artinya di masyarakat. Maka dari itu orang berilmu harus disertai dengan akhlakul karimah,” tambahnya.

Pada zaman yang semakin maju ini, salah satu cara membesarkan Islam ala jam’iyah Nahdlatul Ulama adalah melahirkan kader-kader yang berintelektual yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami akan terus mengajari akhlak yang baik sebagai mana yang di ajarkan oleh Rasulullah Saw kepada para mahasiswa dan mahasiswi,”jelasnya.

Gus Ipong sapaan akrabnya mengatakan, ciri khas pendidikan tinggi NU harus terus di unggulkan jika tidak, kita akan kalah dengan perguruan tinggi swasta bahkan negeri yang sudah ada dan berkembang pesat saat ini.

“Ciri khas pembentukan karakter akan terus kita unggulkan dan gencarkan kepada masyarakat yang ingin mendaftarkan di pendidikan tinggi NU,” paparnya.

Saat ini, NU membutuhkan kader kader yang ahli di bidang teknologi, fisika, kimia, arsitektur. Menurutnya permasalahan yang berkembang di masyarakat harus diselesaikan dengan para ahli.

“Kami berharap pendidikan tinggi NU bisa melahirkan ilmuwan ilmuwan yang ahli di bidangnya sebagai mana zaman abu hanifah,” ungkapnya.

Dirinya berharap sarjana jebolan dari pendidikan tinggi NU adalah bisa mengimbangi ilmu dunia dan diniyyah sehingga dapat di terima di masyarakat.

“Kami berharap kader kader NU dapat mengimplementasikan ilmu dunia dan diniyyah sehingga dapat bermanfaat dan diterima oleh masyarakat,” tutupnya

Penulis: Mokh Faisol

  • Penulis: NU Pasuruan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ingin Jihad? Ketua PBNU: Mari Lawan Korupsi

    Ingin Jihad? Ketua PBNU: Mari Lawan Korupsi

    • calendar_month Rab, 9 Des 2020
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas mengatakan, jihad dengan pedang itu sudah kuno. Jihad hari ini adalah melawan korupsi. Kita dinilai sedang berjihad jika memperjuangkan negara ini bersih dari korupsi.  “Karena itu, NU melalui Lakpesdam PBNU sangat fokus dengan gerakan anti korupsi,” kata Robikin saat membuka lokakarya Pesantren Kader Penggerak (PKP) NU […]

  • Bantu Penanganan Pandemi, Pemerintah Dukung KKN STAI Al-Yasini

    Bantu Penanganan Pandemi, Pemerintah Dukung KKN STAI Al-Yasini

    • calendar_month Rab, 5 Mei 2021
    • visibility 979
    • 0Komentar

    Tutur, NU Pasuruan Mahasiswa memiliki kewajiban melaksanakan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN menggunakan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia. Dalam situasi pandemi Covid-19, KKN STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Al-Yasini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2021. KKN juga dalam rangka mendukung usaha pencegahan penyebaran covid-19 […]

  • Khitan Massal Warnai Istighotsah Jum’at Wage MWCNU Sukorejo

    Khitan Massal Warnai Istighotsah Jum’at Wage MWCNU Sukorejo

    • calendar_month Sab, 1 Agu 2026
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU Pasuruan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sukorejo kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan sosial kepada masyarakat melalui kegiatan khitan massal yang digelar di Masjid Walisongo, Dusun Glatik, Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebelum rangkaian Istighotsah Jum’at Wage. Sebanyak 12 anak dari Desa Glagahsari mengikuti khitan massal yang diperuntukkan bagi […]

  • Respon Dinamika Demokrasi, UNU Pasuruan Gelar Doa Serta Ajak Civitas dan Generasi Muda Bijak Menyalurkan Aspirasi

    Respon Dinamika Demokrasi, UNU Pasuruan Gelar Doa Serta Ajak Civitas dan Generasi Muda Bijak Menyalurkan Aspirasi

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • visibility 703
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan menggelar Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa secara hybrid pada Senin (01/09/2025). Acara itu sebagai respon atas situasi dan dinamika demokratisasi di Indonesia. Doa bersama dipusatkan di Lantai 1 Rektorat UNU Pasuruan, Kompleks Perkantoran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek. Doa bersama diikuti […]

  • IPNU-IPPNU Karangsentul Mantapkan Eksistensi lewat Dies Maulidiyah

    IPNU-IPPNU Karangsentul Mantapkan Eksistensi lewat Dies Maulidiyah

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • visibility 647
    • 1Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Karangsentul, Kecamatan Gondangwetan sukses menggelar Dies Maulidiyah ke-5 di kediaman Ayu, Selasa (30/10/2025). Ketua Pimpinan Cabang PC IPPNU Kabupaten Pasuruan Siti Julaikha mengatakan, momentum dies maulidiyah juga menjadi ajang refleksi perjalanan ranting. Ia menegaskan pentingnya menjaga […]

  • Begini Toleransi yang Dikritik oleh Gus Dur

    Begini Toleransi yang Dikritik oleh Gus Dur

    • calendar_month Rab, 6 Des 2023
    • visibility 1.410
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU Pasuruan Komunitas Gitu Saja Kok Repot Pasuruan (KGSKR) GUSDURian Pasuruan menggelar Kajian Gus Dur (KGD) dengan mengulas tulisan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang berjudul “Toleransi dan Batasannya,” secara virtual, Rabu (29/11/2023). Koordinator Wilayah (Korwil) Jaringan GUSDURian Imam Maliki menyebutkan kritik Gus Dur atas pemaknaan toleransi yang setengah hati. Bahwa toleransi itu […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca