Breaking News
light_mode

GUSDURian Pasuruan Luncurkan Buku Hujan Gus Dur, KH. Ahmad Tohari: Saya Sangat Bangga

  • account_circle Fahrizal Yusuf
  • calendar_month Kam, 31 Des 2020
  • visibility 1.018
  • comment 0 komentar

Ketika Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) GUSDURian Pasuruan menerbitkan buku berjudul “Hujan Gus Dur: Antologi Cerpen tentang Gus Dur”, KH. Ahmad Tohari, Sastrawan Indonesia dan sahabat Gus Dur, merasa sangat bangga dengan para penulisnya karena cerita pendek dalam buku tersebut sudah bagus dan berhasil memberikan kesan mendalam ketika membacanya.

“Kehadiran kumpulan cerita pendek ini pasti memperkaya khazanah literasi sastra Indonesia. Saya sangat bangga, karena tulisan para penulis sudah sangat mengesankan. Jangan lupa, cerita pendek yang baik itu, cerita yang bisa memberikan kesan yang mendalam pada pembacanya. Ini semuanya sudah bagus, memberikan kesan mendalam bagi para pembacanya,” ungkap penulis Ronggeng Dukuh Paruk tersebut saat meluncurkan Buku Hujan Gus Dur secara virtual, Selasa (29/12/2020).

Lebih lanjut, Ahmad Tohari juga menegaskan bahwa Indonesia sangat menunggu lahirnya cerpenis-cerpenis baru untuk memperkaya literasi bangsa Indonesia. Karena bangsa yang literasinya tinggi, yang kebudayaan sastranya tinggi, bisa dipastikan bangsa itu akan menjadi bangsa yang tidak akan ketinggalan dengan bangsa manapun.

“Bagi para penulisnya saya katakan teruslah berkarya, jangan berhenti berkarya karena berkarya sebetulnya adalah sebuah ibadah juga,” pungkas Pria yang pernah mendapatkan Hadiah Sastra Asean, SEA Write Award tersebut.

Terkait alasan pemilihan judul Hujan Gus Dur, Makhfud Syawaludin, selaku Koordinator KGSKR GUSDURian Pasuruan, menjelaskan tentang adanya kesedihan yang mendalam atas kepergian Gus Dur yang sekaligus juga memberikan keberkahan kepada kita semua seperti hujan.

“Cerpen ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Call For Short Stories tahun 2019 dan Lokakarya Cerpen awal 2020, yang keduanya merupakan rangkaian Haul Gus Dur Kesepuluh. Alhamdulillah, pada Haul Kesebelas ini sudah bisa terbit dan diluncurkan oleh Kiai Ahmad Tohari,” pungkas Pria yang juga menjadi Dosen di ITSNU Pasuruan tersebut.

Kontributor: Bahrur Rozi

Editor: M. Fahrizal Yusuf

  • Penulis: Fahrizal Yusuf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Konfercab, Abdul Karim Terpilih  Menjadi Ketua GP Ansor Pasuruan

    Hasil Konfercab, Abdul Karim Terpilih Menjadi Ketua GP Ansor Pasuruan

    • calendar_month Jum, 7 Jun 2024
    • visibility 1.542
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda GP Ansor Kabupaten Pasuruan menggelar Konferensi Cabang (Konfrcab) ke XI di Aula aula KH Ahmad Djufri PCNU Kabupaten Pasuruan, beberapa hari yang lalu. Dalam acara tersebut Abdul Karim terpilih kembali menjadi ketua PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan. “Mari kita bersama sama membangun ansor 2024 – 2028 lebih […]

  • Perkuat Imun Dengan Bersepeda, Bupati dan PCNU Kab. Pasuruan Gelar Jagongan

    Perkuat Imun Dengan Bersepeda, Bupati dan PCNU Kab. Pasuruan Gelar Jagongan

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2020
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia sedang dilanda demam gowes atau bersepeda. Keadaan ini tak lepas dari situasi pandemi covid-19 yang sedang melanda negeri ini. Pasalnya, gowes, salah satunya, dianggap dapat memperbaiki stamina dan sistem imunitas tubuh manusia paling efektif. Pasuruan sebagai Kota Santri, adalah wajar apabila dalam kesehariannya, warga Pasuruan lebih sering menggunakan sarung. Dengan semangat […]

  • KH Imron Mutamakkin Ingatkan Kekuatan NU Berasal dari Jaringan Pesantren

    KH Imron Mutamakkin Ingatkan Kekuatan NU Berasal dari Jaringan Pesantren

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • visibility 807
    • 0Komentar

    Kejayan, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin, memasuki abad kedua NU , seluruh elemen jam’iyyah harus kembali menguatkan semangat kebersamaan sebagaimana para pendiri NU dahulu menyatukan pesantren dengan bermusyawarah. Hal itu diungkapkaan pada saat silaturahmi bersama para pengasuh pondok pesantren di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Pasuruan, […]

  • Pesantren Ramadhan PCNU Pasuruan Digelar Serentak di 41 SMPN, Perkuat Karakter Religius dan Wawasan Kebangsaan

    Pesantren Ramadhan PCNU Pasuruan Digelar Serentak di 41 SMPN, Perkuat Karakter Religius dan Wawasan Kebangsaan

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Pohjenterk, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Pesantren Ramadhan pada Senin–Rabu (2–4/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 41 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) se-Kabupaten Pasuruan. Pesantren Ramadhan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, PCNU Kabupaten Pasuruan, dan PCNU Bangil, sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter religius peserta […]

  • NU Rejoso Bagi 2000 Masker & 600 Paket Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19

    NU Rejoso Bagi 2000 Masker & 600 Paket Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2020
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Satgas Pencegahan Covid-19 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Rejoso beserta Banomnya menggelar pembagian masker dan sembako sebagai aksi kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak secara ekonomi di tengah pandemi covid-19. Sebanyak 2000 masker dan 600 paket sembako dibagikan dalam kegiatan tersebut. Meliputi tukang becak,pedagang kecil, dan lain-lain. Kegiatan tersebut juga didukung oleh berbagai pihak dan […]

  • Cabang Pasuruan: Generasi Awal Kepengurusan NU di Daerah

    Cabang Pasuruan: Generasi Awal Kepengurusan NU di Daerah

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • visibility 1.194
    • 0Komentar

    Mungkin tak banyak yang tahu, jika awal mula berdirinya Nahdlatul Ulama, tak serta merta langsung mendirikan kepengurusan Cabang di berbagai daerah. Meski pada proses pendiriannya dihadiri oleh segenap ulama dari Jawa-Madura, akan tetapi butuh waktu dua tahun bagi Hadratusysyekh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar NU, untuk merestui berdirinya Cabang NU di berbagai daerah. Sebagaimana dikabarkan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca