Harlah Ke 40 Pagar Nusa, KH Imron Mutamakkin Tegaskan Kesenian Bela Diri Untuk Syiar
- calendar_month Ming, 4 Jan 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menegaskan bahwa kesenian bela diri memiliki peran strategis dalam membentengi Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, bela diri tidak sekadar tontonan, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga dan memperkuat agama.
Hal itu diungkapkan pada saat Kenduri Kesenian Pengurus Cabang (PC) Pagar Nusa Kabupaten Pasuruan di Halaman Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Sabtu (3/1/2025).
“Kesenian bela diri sudah ada sejak dahulu. Ini menjadi sarana membentengi NU, sebagaimana doa Rasulullah SAW agar Allah memasukkan salah satu Umar untuk memperkuat dan membentengi agama Islam,” ujarnya.
Pengasuh yang akrab disapa Gus Ipong itu juga menekankan pentingnya pemahaman visi dan misi NU bagi seluruh anggota Pagar Nusa. Ia mengingatkan bahwa Pagar Nusa memiliki tanggung jawab besar dalam menyiarkan paham Ahlussunnah wal Jama’ah serta menjalankan amar ma’ruf nahi munkar.
“Dalam mempertahankan amar ma’ruf nahi munkar, dibutuhkan kekuatan. Di sinilah peran bela diri Pagar Nusa menjadi sangat penting,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Ipong sapaan akrabnya menyampaikan bahwa Pagar Nusa bukan sekadar pertunjukan seni bela diri atau ajang adu kekuatan. Pagar Nusa merupakan sarana syiar Ahlussunnah wal Jama’ah yang harus dijaga marwah dan nilai-nilainya.
“Pagar Nusa bukan hanya tontonan kesenian atau adu gulat, tetapi media syiar NU. Karena itu, anggota Pagar Nusa harus menjaga etika dan akhlak, jangan sampai mencoreng nama besar Nahdlatul Ulama,” pesannya.
Kegiatan Kenduri Kesenian ini menjadi momentum penguatan identitas Pagar Nusa sebagai organisasi pencak silat NU yang berlandaskan nilai keislaman, kebudayaan, dan akhlakul karimah.
“Mari bersama sama meneguhkan syiar agama Islam melalui pagar nusa tentu dengan menjaga etika,” tutupnya.
- Penulis: NU Pasuruan

Saat ini belum ada komentar