Breaking News
light_mode

Ini Jadwal Imsakiyah, Buka Puasa, dan Waktu Sholat Ramadhan di Pasuruan

  • account_circle Muhajirin Yusuf
  • calendar_month Sen, 12 Apr 2021
  • visibility 1.155
  • comment 0 komentar

NU Pasuruan – Imsak merupakan salah satu rukun dalam ibadah puasa yang artinya menahan. Maksudnya adalah menahal diri dari segala hal yang membatalkan puasa, baik itu makan, minum atau bergaul dengan pasangan di siang hari. Puasa memang pada hakikatnya adalah berimsak, namun imsak dalam puasa harus didahului atau setidaknya diiringi dengan niat berpuasa.

Orang yang tidak makan atau minum sejak subuh hingga maghrib bisa disebut berimsak, namun belum tentu bisa untuk disebut berpuasa. Sebab bisa saja dia memang tidak berniat untuk puasa. Maka bisa kita simpulkan bahwa puasa adalah imsak yang disertai niat. Tapi imsak belum tentu puasa.

Seluruh ulama sepakat bahwa waktu mulainya orang ber-imsak adalah sejak munculnya fajar shadiq, alias waktu subuh. Itu adalah waktu imsak yang sebenarnya. Maka ketika masuk waktu subuh, orang yang sudah berniat sebelumnya dari malam hari, statusnya ketika itu berubah menjadi shaim alias orang yang berpuasa yang terlarang memasukkan segala sesuatu ke dalam rongga tubuh yang terbuka secara sengaja.

ูƒูู„ููˆุง ูˆุงุดู’ุฑูŽุจููˆุง ุญุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุชูŽุจูŽูŠูŽู‘ู†ูŽ ู„ูƒูู…ู ุงู„ุฎูŽูŠู’ุทูŒ ุงู„ุฃูŽุจู’ูŠูŽุถู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฎูŽูŠู’ุทู ุงู„ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู

Makan dan minumlah sampai jelas untuk kalian garis putih di antara garis hitam di waktu fajar (al-Baqarah 187)

Waktu imsak yang popular di kalangan kebanyakan orang muslim Indonesia adalah 10 menit sebelum masuk waktu subuh. Dan itu sudah sangat masyhur sekali. Padahal bukanlah itu waktu sebenarnya imsak, kalau dilihat dari makna imsak itu sendiri. Karena makna imsak adalah menahan, dan waktu menahan itu mulai ketika waktu subuh bukan 10 menit sebelumnya. Dan itu adalah waktu yang masih dibolehkan untuk makan dan minum.

Tapi kemudian, ini bisa dipahami dan maklumi, bahwa adalah imsak yang mana itu 10 menit sebelum adzan subuh adalah sebagai kehati-hatian, dan juga persiapan. Dan ternyata Nabi pun tidak benar-benar menahan atau imsak di waktu subuh. Nabi justru sudah berhenti makan dan minum sebelum waktu subuh datang. Dan itu jelas terbukti dalam beberapa riwayat.

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒูุŒ ุนูŽู†ู’ ุฒูŽูŠู’ุฏู ุจู’ู†ู ุซูŽุงุจูุชู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุชูŽุณูŽุญูŽู‘ุฑู’ู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽุŒ ุซูู…ูŽู‘ ู‚ูู…ู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูู„ู’ุชู: ูƒูŽู…ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุฐูŽู„ููƒูŽุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุฎูŽู…ู’ุณููŠู†ูŽ ุขูŠูŽุฉู‹

Dari Anas r.a., dari Zaid bin Tsabit r.a., beliau berkata: “Kami sahur bersama Nabi lalu kami beranjak menuju sholat (Subuh).”, Anas r.a. bertanya: “berapa jarak keduanya? (antara sahur dan sholat)”. Beliau mengatakan: “Sekitar bacaan Qur’an 50 ayat”. (HR al-Tirmidzi)

Itulah kenapa kemudian kami Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan membuat jadwal imsak, buka puasa dan sholat lima waktu sebagai bentuk persiapan dan kehati-hatian ketika masuk bulan ramadhan. Yang mana waktu imsak adalah 10 menit sebelum adzan, mengacu kepada berhentinya Nabi maka minum sebelum waktu subuh sekitar bacaan 50 ayat.

Seluruh ulama sepakat bahwa waktu berakhirnya imsak sama dengan masuknya malam hari. Dan masuknya malam hari itu ditandai dengan terbenamnya matahari. Yang mana pada waktu itulah waktu maghrib. Jadi waktu maghrib adalah awal mula malam, dan waktu itu orang berpuasa sudah selesai dalam puasa hari itu.

Bagi anda warga Nahdhiyyin tinggal di Pasuruan dan sekitarnya, sebaiknya simpan dan bagikan informasi di bawah ini tentang jadwal imsakiyah, waktu buka puasa, hingga jadwal sholat 5 waktu. Anda juga bisa mengunduhnya melalui tautan ini “Jadwal Imsyakiyah Ramadhan 1442 Pasuruan“

  • Penulis: Muhajirin Yusuf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keren, Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan Manfaat Limbah Popok Bekas Jadi Media Tanam

    Keren, Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan Manfaat Limbah Popok Bekas Jadi Media Tanam

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2024
    • visibility 1.197
    • 0Komentar

    Grati, NU Pasuruan  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)  Salahuddin Gelar Inovasi ramah lingkungan dengan mengolah sampah popok sekali pakai (diapers), di Dusun Bebekan lor kecamatan Grati, Selasa (13/08/2024).  Ketua KKN Dani mengatakan, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengurangi dampak buruk sampah diapers terhadap lingkungan.  “Kami […]

  • IASS Nguling Sukses Gelar Halal Bihalal & Haul Masyayikh Sidogiri

    • calendar_month Kam, 28 Jun 2018
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Pengurus Komisariat Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Nguling, sukses menggelar Halal Bihalal dan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Sidogiri yang bertempat di Masjid Nurul Qodiri Desa Sebalong Kecamatan Nguling, Ahad, 10 Syawal 1439 (24/6/2018). Kegiatan tersebut dihadiri oleh KH. Fuad Nur Hasan mewakili Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, Ustadz. Nahdhor Sanai sebagai penceramah, Para Sesepuh Desa, Tokoh […]

  • Pendangkalan Sungai, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan dan Warga Gelar Bersih-bersih

    Pendangkalan Sungai, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan dan Warga Gelar Bersih-bersih

    • calendar_month Sen, 18 Sep 2023
    • visibility 1.019
    • 0Komentar

    Gempol, NU PasuruanMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan bersama warga di Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, membersihkan Sungai Bekacak, Ahad (30/7/2023). โ€œIni bagian dari mitigasi bencana. Karena sejumlah sungai di sini mengalami sedimentasi hingga pendangkalan. Salah satu faktornya adalah arus air yang deras […]

  • KH Imron Mutamakkin : Persaudaraan Pesantren Kunci Kekuatan Santri Menghadapi Ujian

    KH Imron Mutamakkin : Persaudaraan Pesantren Kunci Kekuatan Santri Menghadapi Ujian

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, mengajak seluruh pesantren dan kalangan santri untuk saling menguatkan di tengah berbagai ujian dan musibah yang menimpa dunia pesantren belakangan ini. Hal itu disampaikan Gus Ipong, sapaan akrabnya, dalam acara refleksi Hari Santri Nasional 2025 yang digelar PCNU Kabupaten Pasuruan dan […]

  • LPBINU Pasuruan Mendampingi Penyusunan SOP Bencana di Rumah Sakit

    LPBINU Pasuruan Mendampingi Penyusunan SOP Bencana di Rumah Sakit

    • calendar_month Rab, 25 Jan 2023
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan mendorong dan mendampingi peningkatan kapasitas dan implementasi Hospital Disaster Plan di Rumah Sakit (RS) setempat. Kegiatan itu bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan. Rabu kemarin (11/1/2023), kegiatan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara, Kecamatan Gempol. “Dimulai […]

  • KH. Muhibbul Aman Aly: Lailatul Ijtima’ untuk membentengi Aswaja An-Nahdliyah

    • calendar_month Ming, 23 Des 2018
    • visibility 490
    • 0Komentar

    Lailatul Ijtima’ menjadi kegiatan rutin sebagai bagian bentuk nyata dari upaya menjaga akidah Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah. Kali ini digelar oleh MWC NU Sidogiri, Sabtu Malam (22/12/2018) bertempat di Musholla at-Thoyyibah Dusun Wangkal Desa Sidogiri. Acara tersebut dilakukan tiap bulan sekali, dilaksanakan bergiliran pada tiap Pengurus Ranting NU di Kecamatan Kraton MWC Sidogiri. Dalam mauidah […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca