Breaking News
light_mode

Ketua Ranting NU Jetis Pernah Jadi Pasukan Berani Mati Gus Dur, Ini Ceritanya

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Ming, 22 Mei 2022
  • visibility 1.205
  • comment 0 komentar

Sidogiri, NU Pasuruan
Ustadz M Samian selaku Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jetis, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sidogiri, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, rupanya pernah menjadi Pasukan Berani Mati mendukung KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Dirinya berangkat ke Jakarta untuk melawan persekongkolan politik dalam upaya menjatuhkan Gus Dur sebagai Presiden pada pertengahan tahun 2001 silam.

“Per Ranting dua. Yang mau cuman saya dan sekretaris Ansor Desa Dhompo Cak Wahid. Ke Jakarta menggunakan baju biasa, bukan seragam Banser (Barisan Ansor Serbaguna),” ujarnya kepada NU Pasuruan, Jumat (20/05/2022).

Ia menambahkan, diantarkan istri dan keluarga dari Dusun Jetis, Desa Dhompo, menuju Lapangan Sidogiri dengan berjalan kaki. Ia berangkat ke Jakarta meninggalkan istri dan anaknya yang masih bayi. “Di Jakarta saya ingat, gimana anak saya,” imbuhnya.

Dirinya lalu menceritakan bahwa Bus dari Pasuruan sempat tertinggal dari Bus lainnya. Akhirnya pada saat melewati hutan di daerah Jawa Barat dihadang begal.

“Bus ini dihadang 3 orang. Di sini (penumpang) sudah siap. Turun semua. Melihat (yang turun) banyak yang bawa rotan, (Begalnya) lari ke hutan,” tutur Alumni Pondok Pesantren Sidogiri itu.

Malam hari pertama di Jakarta, dirinya bersama ratusan orang harus tidur di halaman Monumen Nasional (Monas). Ternyata saat tengah malam, Gus Dur itu datang menemui kami. Meminta agar besok tidur di Asrama Haji.

“Besok jangan tidur di sini lagi. Nanti masuk angin. (Menirukan ajakan Gus Dur) Kata teman-teman, sudah biasa Gus. Kami juga sering tidur di Mushola dulu (Sembari tertawa akrab),” imbuh pria yang aktif kegiatan Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) itu.

Menurut Ustadz Samian, ada beberapa hal yang membuat kami semua ini berani dan tidak takut mati ketika mendukung Gus Dur. Diantaranya, sudah mengkonsumsi pisang yang diberikan KH M Amir Kholili Susukan Rejo dan membawa Rotan dari KH Abdulloh Siroj Sidogiri.

“Apalagi kalau di lapangan (Demontrasi), ada Gus Suadi. Salah satu oratornya Gus Mujib (KH A Mujib Imron). Jadi tambah berani. Kiai ikut. Tambah berani,” lanjut Pengusaha Mebel itu.

Ia juga mengaku, bahwa saat berdemontrasi dan berada di barisan depan, untuk pertama kalinya merasakan perihnya Gas Air Mata. Untungnya, ada yang memberikan pasta gigi untuk dioleskan di sekitar mata. Sehingga tidak terlalu terasa perih.

Meski demikian, ia dan rombongan akhirnya harus pulang sebagaimana perintah Gus Dur. Harapan Gus Dur agar tidak terjadi keributan yang dapat menimbulkan korban dari masyarakat Indonesia karena urusan politik.

“Memang Gus Dur sendiri menyuruh kami pulang. Itu diumumkan pada malam ke empat (kami di Jakarta). Datang (Gus Dur) ke Asrama Haji. (Kami) Disuruh pulang,” pungkasnya.

Penulis: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cek Lokasi Safari Ramadhan NU Pasuruan, Catat dan Hadir Ya!

    Cek Lokasi Safari Ramadhan NU Pasuruan, Catat dan Hadir Ya!

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
    • visibility 963
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan secara rutin menggelar Safari Ramadhan. Kegiatan dilaksanakan di masjid dalam wilayah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) masing-masing secara bergantian. Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menjelaskan, tujuan Safari Ramadhan. Yakni untuk menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan sekaligus konsolidasi organisasi MWCNU, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU), […]

  • Safari Ramadhan ke-5: KH. Muzakki Birrul Alim Instruksikan Pembentengan Aswaja NU

    Safari Ramadhan ke-5: KH. Muzakki Birrul Alim Instruksikan Pembentengan Aswaja NU

    • calendar_month Ming, 27 Mei 2018
    • visibility 1.036
    • 0Komentar

      Adanya penyebaran faham atau aliran diluar Ahlussunah Wal Jamaah (ASWAJA) di Indonesia, mendapat perhatian khusus Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan.

  • Perluas Dakwah Hingga Pengajian di Koramil, LDNU Pasuruan Gandeng LIM Ponpes Lirboyo

    Perluas Dakwah Hingga Pengajian di Koramil, LDNU Pasuruan Gandeng LIM Ponpes Lirboyo

    • calendar_month Jum, 28 Jan 2022
    • visibility 982
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanLembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Silaturahmi dengan alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri di Kabupaten Pasuruan yang tergabung dalam Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) di Ruang Rapat PCNU, Kecamatan Pohjentrek, Kamis (27/01/2022). “Ini upaya sinergi dan simbiosis mutualisme antara LDNU dan LIM demi kemaslahatan umat,” ujar […]

  • PCNU Kab. Pasuruan Buka Donasi untuk Pencegahan Covid-19

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2020
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, telah melakukan berbagai upaya pencegahan covid-19 di Pasuruan. Seperti penundaan hingga melarang kegiatan NU & Warga NU dengan melibatkan massa yang besar, penyemprotan disinfektan di MWCNU, Pesantren, Masjid, lembaga pendidikan, dan kegiatan penyuluhan terkait covid-19. Selain itu, PCNU juga sedang melakukan program pengadaan Thermal Scanner, Hand Sanitizer, Sabun […]

  • LAZISNU Pasuruan, Ikut Bantu Korban Banjir Banyuwangi & Siap Sukseskan Gerakan Koin NU

    • calendar_month Sen, 2 Jul 2018
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Kabupaten Pasuruan, ikut memberikan Donasi Korban Banjir Banyuwangi yang dikoordinir oleh PW LAZISNU Jawa Timur saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Gerakan Koin dan Kirab Koin Raksana Nahdlatul Ulama di Ngasem Bojonegoro, Minggu (01/06/2018). Dalam kegiatan yang dihadiri oleh […]

  • Kiai Imron Ulas Dua Aktifitas yang Berpotensi Membatalkan Puasa

    Kiai Imron Ulas Dua Aktifitas yang Berpotensi Membatalkan Puasa

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2024
    • visibility 469
    • 1Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin ulas aktivitas yang dapat membatalkan puasa namun, jarang diketahui oleh masyarakat diantaranya mandi dan istinjak pada saat buang air besar dan buang air kecil. Hal itu diungkapkan pada saat Safari Ramadhan PCNU Kabupaten Pasuruan di Masjid Barmawi, Kecamatan Kraton Sabtu (16/02/2023). […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca