Breaking News
light_mode

Membaca Penanganan Covid-19 di Wuhan & United Kingdom, ITSNU-STAIS Pasuruan Gelar Webinar Bertajuk Pandemi & Agama

  • account_circle Fahrizal Yusuf
  • calendar_month Jum, 15 Mei 2020
  • visibility 728
  • comment 0 komentar

ITSNU-STAIS Pasuruan bersama TV9 menggelar seminar online internasional dengan tema “Pandemic, Religion, and Issues Around It”, Rabu (13/05/2020). Seminar ini dilakukan via Google Meet dengan peserta sebanyak 250 orang dari berbagai daerah di Indonesia dan 2 Narasumber. Ahmad Syaifuddin Zuhri sebagai narasumber pertama adalah Dewan Pembina PPI Tiongkok yang saat ini sedang menempuh pendidikan Ph.D Hubungan Internasional di Central China Normal University (CCNU), Wuhan dan merupakan Wakil Rois Syuriah PCINU Tiongkok. Narasumber kedua adalah Munawir Aziz yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama United Kingdom dan Koordinator Jaringan Media PCINU Sedunia

Ketua penyelenggara sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi, Eka Rini Widya Astuti, menyatakan bahwa pemilihan kedua narasumber ini bertujuan agar mereka dapat berbagi pengalaman di daerah tempat tinggal mereka saat ini mengenai pandemi COVID-19 terutama hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan, penanganan kesehatan,bahkan isu-isu agama yang menyertainya.

“Dengan mengangkat topik ini, kami berharap para peserta webinar bisa belajar tentang bagaimana pemerintah dan masyarakat UK danTiongkok mengatasi dampak yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 ini. Apalagi isu yang berkaitan dengan agama yang merupakan topik sensitif untuk dibahas di Indonesia,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, adanya pandemi Covid-19 ini memberikan efek yang cukup signifikan terhadap ruang gerak masyarakat untuk beribadah di luar rumah. Di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia, banyak tempat ibadah ditutup. Namun seperti yang dikutip dari artikel terbitan New York Times berjudul In Pandemic, Religion Can Be A Balm and a Risk, keberadaan pandemi ini membagi masyarakat dalam dua kelompok besar. Kelompok pertama adalah masyarakat yang mengikut protokol kesehatan yang telah ditetapkan dengan membatasi kegiatan di luar rumah termasuk pelaksanaan ibadah itu sendiri demi memerangi penyebaran virus, sedangkan kelompok kedua adalah orang-orang yang memiliki semangat keagamaan yang tinggi dan namun cenderung mengabaikan sains. Orang-orang di kelompok ini sebagian besar tetap mendatangi tempat-tempat suci atau melakukan ritual yang justru dapat meningkatkan risiko infeksi.

“Sudah waktunya masyarakat memiliki pemikiran bahwa agama mendorong sains untuk menyelesaikan permasalahan. Ajaran dalam Islam mendukung sains dan pemikiran rasional serta logis sehingga pandemi ini bukanlah ajang untuk memperdebatkan sains dan agama,” ujar Munawir Aziz.

Peneliti Jewish Communities di Parkes Institute, Southampton ini juga menyatakan bahwa pandemi Covid -19 ini memicu adanya konspirasi global dimana penggunaan isu agama untuk kepentingan politik cenderung meningkatkan arus kebencian terhadap penganut agama minoritas. Peran para pemuka agama menjadi sangat penting untuk mengontrol masyarakat agar tetap menciptakan kedamaian serta meningkatkan solidaritas tanpa memandang isu SARA.

Selain melalui pemuka agama, menurut Ahmad Syaifuddin Zuhri, pemberitaan di media juga sangat berpengaruh terhadap mentalitas yang terbentuk di masyarakat. Pemberitaan yang penuh dengan optimisme seperti yang dilakukan Pemerintah Tiongkok terbukti dapat meredam kepanikan masyarakat dalam menghadapi pandemi. Hal tersebut mendorong mereka untuk berpikir secara logis sehingga tidak mudah terpicu dengan hal-hal yang bersifat provokatif.

“Pertentangan agama dan sains hendaknya harus segera diakhiri, ini adalah waktunya untuk mensinergikan keduanya di tengah kondisi dunia seperti saat ini,” ucap Abu Amar Bustomi, selaku Rektor ITSNU-STAIS Pasuruan saat menutup acara webinar tersebut.

Kontributor: Listiyana C Dewi

Editor: M. Fahrizal Yusuf

  • Penulis: Fahrizal Yusuf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bawaslu Kota Pasuruan Ajak Komunitas Ikut Awasi Pilkada

    Bawaslu Kota Pasuruan Ajak Komunitas Ikut Awasi Pilkada

    • calendar_month Sen, 7 Des 2020
    • visibility 1.038
    • 0Komentar

    Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, yang dilaksanakan dalam masa pandemi Covid-19, terdapat 12 hal baru yang wajib dilakukan dalam pelaksanaannya. Yakni: 1) Pemilih ke TPS wajib menggunakan masker; 2) Wajib untuk jaga jarak minimal 1 meter; 3) Cuci tangan sebelum dan sesudah mencoblos; 4) Cek suhu tubuh sebelum masuk ke TPS; 5) Diberikan sarung tangan […]

  • Refleksi Hari Kesaktian Pancasila, PAC GP Ansor Kecamatan Grati Nobar G30S/PKI

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2019
    • visibility 743
    • 0Komentar

    Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Grati rutin melaksanakan kegiatan Majlis Dzikir & Sholawat (MDS) bersama para Pengurus dan Anggota serta masyarakat setempat, Rabu malam (02/10/2019). Jadwal acara tersebut rutin dilaksanakan dua kali dalam satu bulan dengan sistem pindah tempat dari rumah anggota satu ke rumah anggota yang lain. Namun, kali ini, dilaksanakan bertempat […]

  • PCNU Pasuruan Akan Bentuk Sadgas Penangan Pemuda Bersama Polres

    PCNU Pasuruan Akan Bentuk Sadgas Penangan Pemuda Bersama Polres

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2025
    • visibility 1.136
    • 0Komentar

    Pohjenterk, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar audensi dengan Kapolres Pasuruan di Bale Pasehan Polres Pasuruan, (30/01/2025). Dalam audensi tersebut PCNU Kabupaten Pasuruan akan membentuk sadgas penanganan pemuda. Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutammikin mengatakan bahwanya saat ini banyak sekali kasus kasus kekerasan di Kabupaten Pasuruan diantaranya adalah begal,pengedaran narkoba […]

  • Profil Siti Julaikha, Berkiprah dari Komisariat Kini Ketua IPPNU Pasuruan

    Profil Siti Julaikha, Berkiprah dari Komisariat Kini Ketua IPPNU Pasuruan

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • visibility 830
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Siti Julaikha resmi terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kabupaten Pasuruan Masa khidmah  2025–2027 pada Konferensi Cabang (Konfercab) XX yang digelar di Aula KH Ahmad Djufri, Sabtu (31/05/2025).  Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruanmenegaskan arah gerak IPPNU ke depan harus memperkuat dua sisi sekaligus yakni sebagai jama’ah dan sebagai jam’iyah. “IPPNU bukan sekadar […]

  • Tingkatkan Kinerja Kepala Madrasah, Maarif NU Kota Pasuruan Gelar Visitasi ke MI Roudlatus Salafiyah

    Tingkatkan Kinerja Kepala Madrasah, Maarif NU Kota Pasuruan Gelar Visitasi ke MI Roudlatus Salafiyah

    • calendar_month Sel, 25 Agu 2020
    • visibility 1.279
    • 0Komentar

    Sebagai sebuah organisasi masyarakat Islam, Nahdlatul Ulama (NU), salah satu bidang yang dikawal adalah bidang pendidikan. Kaitannya dengan itu, NU memiliki perangkat yakni lembaga pendidikan ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) . Secara institusional, LP Ma’arif NU mendirikan satuan-satuan pendidikan berupa sekolah dan madrasah, mulai tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Selanjutnya, tugas organisasi menjadi […]

  • Wisuda Perdana STAI Al-Yasini Sukses Luluskan 117 Sarjana Pintar Baca Kitab Kuning

    • calendar_month Ming, 23 Des 2018
    • visibility 920
    • 0Komentar

    PASURUAN. Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini komitmen dan istiqamah terus menyiapkan generasi yang berprestasi dan berkarakter santri. Sabtu (22/22) lalu Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan mewisuda 117 mahasiswanya. Ratusan wisudawan telah dikukuhkan itu berasal dari sejumlah jurusan. Diantaranya dari Pendidikan Bahasa Arab (PBA) sebanyak 24 wisudawan, 41 wisudawan dari guru Madrasah Diniyah yang mendapat […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca