Breaking News
light_mode

Membaca Tantangan Industri Pengolahan Masa Pandemi, ITSNU Pasuruan Gelar Webinar Inovasi Kopi

  • account_circle Fahrizal Yusuf
  • calendar_month Rab, 29 Jul 2020
  • visibility 840
  • comment 0 komentar

Dalam masa pandemi COVID-19, berbagai sektor bisnis mengalami kelumpuhan bahkan berhenti. Termasuk dalam hal industri pengolahan kopi, khususnya dari sisi hilir, yakni pemilik kedai kopi dan kafe. Meskipun di beberapa daerah menunjukkan sisi hulu juga terdampak. Menyadari itu, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (Prodi THP) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan mengelar webinar nasional bertema “Strategi inovasi industri pengolahan kopi di era new normal.”

“Maka kita mengadakan webinar ini, dengan duduk bersama, antara pecinta kopi, pegiat kopi, dan ahli kopi, diharapkan dapat memberikan solusi dan pencerahan untuk meningkatkan industri pengolahan kopi di Indonesia. Setiap musibah pasti ada hikmah. Setiap permasalahan pasti dilengkapi dengan pemecahannya. Tetapi harus kita cari, kita ikhtiarkan, tidak akan muncul begitu saja,” ujar Anis Nurhayati, selaku Kaprodi THP ITSNU Pasuruan saat memberikan sambutan dan membuka acara webinar nasional tersebut, senin (28/7/2020).

Menjadi pembicara pertama, dengan sub tema kopi, agama, dan sains, Abu Amar Bustomi, selaku Rektor ITSNu Pasuruan, menjelaskan sejarah, budaya, dan religiusitas kopi. Artinya, para ulama, dalam pengalaman sufi khususnya, tidak pernah menyebutkan sisi negative dari kopi tersebut.

“Menurut al-Habib Ahmad bin Hasan Al-Atos, membuat kopi panas bisa mengusir jin. Ini bukan hadits, ini penyampaian seorang ulama sufi, ulama yang dekat dengan Allah. Ia katakan sesungguhnya rumah atau tempat yang tidak ditempati, kosong, sepi, maka jin akan menempati. Sedang di rumah atau tempat disitu bisa membuat hidangan kopi, maka para jin tidak akan bisa menempatinya dan tidak akan bisa mendekat atau menganggu,” ujar pria yang juga menjadi ketua LPTNU Kabupaten Pasuruan tersebut.

Selanjutnya, dalam pemaparan Hendy Firmanto dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Indonesian Coffe and Cocoa Research Institute) dengan membincang pengembangan dan Inovasi Komoditas Kopi, kaitannya dalam situasi pandemi, perlu memperhatikan minat konsumen kepada specialty coffe dan bagaimana memperkaya dalam pengembangan produk diversifikasi kopi.

“Untuk contoh pengembangan produk diversifikasi kopi dalam masa pandemi, bisa seperti Kopi Talua, asal sumatera barat. Kopi dengan komposisi kopi hitam, susu kental manis, kayumanis, dan kuning telur. Atau kopi herbal cair, kopi dengan campuran temulawak dan/atau jahe,” pungkas alumnus S2 Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tersebut.

Memperkuat itu, Faiqul Khair Al-Kudus, selaku Founder Tabularasa Coffe, Secangkir Kopi Sekental Rindu, menjelaskan langkah-langkah mengelola kedai di masa pandemi seperti menjalankan marketing dan branding yang kuat, melakukan inovasi produk menyesuaikan kondisi, seperti kopi botol, serta melibatkan jaringan pertemanan dan keluarga hingga manfaatkan media sosial.

“Lakukan yang terbaik sekaligus bersiap dengan kondisi yang terburuk, jangan menyerah,” ujar pria yang juga menjadi Koordinator GUSDURian Peduli Sumenep tersebut.

Sedangkan Abdul Karim, Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI) Pasuruan, selain menjelaskan tentang perjuangan APEKI dan petani kopi Pasuruan dalam memperkenalkan kopi Pasuruan dan inovasi kopi dalam masa pandemi, yakni kopi purwojek, juga berpesan kepada para paneliti, khususnya mahasiswa THP ITSNU Pasuruan untuk terus memajukan kopi Indonesia, khususnya kopi Pasuruan.

Kontributor: Makhfud

Editor: M. Fahrizal Yusuf

  • Penulis: Fahrizal Yusuf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masih Masa Pendemi, P3M STAIS Pasuruan Luncurkan KKN TAHAN COVID-19

    Masih Masa Pendemi, P3M STAIS Pasuruan Luncurkan KKN TAHAN COVID-19

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2020
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Dalam situasi pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19), berbagai perguruan tinggi melakukan terobosan dan inovasi baru dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebut, termasuk inovasi KKN dari STAI Salahuddin Pasuruan. “Penguruan tinggi biasanya memilih pelaksanaan KKN di tengah pandemi ini dengan dua model, penyetaraan kegiatan setara KKN dan KKN berbasis domisili mahasiswa. Tentu, semuanya menerapkan protokol […]

  • Apakah Menangis Membatalkan Puasa ? Simak Penjelasannya

    Apakah Menangis Membatalkan Puasa ? Simak Penjelasannya

    • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
    • visibility 5.723
    • 1Komentar

    Menangis adalah respons alami manusia terhadap berbagai perasaan, seperti kesedihan, kebahagiaan, atau ketakutan. Namun, ketika seseorang menjalankan ibadah puasa, muncul pertanyaan: apakah menangis dapat membatalkan puasa? 10 Hal yang Membatalkan Puasa Menurut Syekh Ibnu Qasim Dalam kitabnya, Syekh Ibnu Qasim menjelaskan bahwa ada 10 hal yang dapat membatalkan puasa, yaitu: Apakah Menangis Membatalkan Puasa? Menurut […]

  • Ratusan Kader ISNU Pasuruan Akan Ikuti Apel Akbar di Malang

    Ratusan Kader ISNU Pasuruan Akan Ikuti Apel Akbar di Malang

    • calendar_month Kam, 29 Sep 2022
    • visibility 1.020
    • 0Komentar

    Bangil – Bertempat di Aula Anisah Foundation Jl. Bangil – Pandaan KM.01 Bangil, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Koordinasi Pengurus. Agenda ini diikuti oleh 60 Peserta yang berasal dari perwakilan pengurus Pimpinan Cabang dan Pimpinan Anak Cabang seluruh Kabupaten Pasuruan. Rapat Koordinasi ini selain membahas program ISNU Kabupaten Pasuruan Masa Khidmat […]

  • “Tim NU Peduli” Pasuruan Bantu & Ajak Warga Peduli Masyarakat Terdampak Abu Vulkanik Bromo

    • calendar_month Jum, 29 Mar 2019
    • visibility 760
    • 0Komentar

    PCNU Kabupaten Pasuruan, melalui Tim NU Peduli (LPBINU, Lazisnu, & Bagana) bagi-bagi masker kepada warga terdampak abu vulkanik gunung Bromo, Kamis (28/3/2019). Tepatnya di tiga lokasi, yakni Desa Tosari, Desa Wonokitri, dan Desa Sedaeng. Sejauh ini, 2. 550 masker yang sudah didistribusikan. Sebelum prosesi penyerahan bantuan, Tim NU Peduli disambut oleh ketua MWC NU Tosari […]

  • Peduli Pesantren, Gus Bupati Pasuruan Raih Penghargaan dari NU Online Jatim

    Peduli Pesantren, Gus Bupati Pasuruan Raih Penghargaan dari NU Online Jatim

    • calendar_month Jum, 26 Nov 2021
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanBupati Pasuruan H Muhammad Irsyad Yusuf mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif Peduli Pesantren tahun 2021 dari NU Online Jawa Timur. Penghargaan itu serahkan oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar dalam kegiatan Webinar dan Puncak Resepsi Hari Lahir (Harlah) ke 2 NU Online Jatim di Studio UBTV Universitas […]

  • Menyaksikan Sedekah Desa Saat KKN, Ini Catatan Mahasiswa STAIS-ITSNU Pasuruan

    Menyaksikan Sedekah Desa Saat KKN, Ini Catatan Mahasiswa STAIS-ITSNU Pasuruan

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • visibility 945
    • 0Komentar

    Lumbang, NU Pasuruan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan yang tergabung di kelompok 6 memiliki kesan saat mengikuti kegiatan masyarakat di lokasi KKN. “Warga desa tetap berpegang teguh kepada budaya leluhur. Jujur saya banyak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca