Breaking News
light_mode

Panduan Sholat Jumát di Masa PPKM Darurat Covid-19

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sen, 5 Jul 2021
  • visibility 1.062
  • comment 0 komentar

Pasuruan, NU Pasuruan

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menerbitkan surat imbauan pelaksanaan Shalat Jumat di masa Pemberlakuan Pembantasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 di Jawa Timur.

Surat tersebut mengacu pada terbitnya surat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur bernomor 952/PW/A.II/L/VI/2021 serta surat Edaran Bupati Pasuruan nomor 100/45/COVID-19/VII/2021.

“Menyadari itu, PCNU Kabupaten Pasuruan mengeluarkan surat imbauan kepada Pengutus MWCNU dan Ranting serta Takmir Masjid se Kabupaten Pasuruan,” ujar Sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan KH Saiful Anam Chalim kepada NU Online Jatim, Ahad (04/07/2021).

Ia menjelaskan bahwa PCNU sedang membuat panduan Khutbah Jumat khusus masa PPKM Darurat Covid-19. Sehingga Khutbah yang disampaikan berdurasi maksimal lima menit.

“Naskah sedang edit terakhir. Segera kami sebarkan melalui website dan LTMNU,” imbuh alumni Pondok Pesantren Tebuireng Jombang itu.

Berikut ini tata laksana Shalat Jumat di masa PPKM Darurat Covid-19 yang dikeluarkan PCNU Kabupaten Pasuruan:

1. Khutbah Jumat hanya dibaca yang wajib/rukun saja dan dilakukan sesingkat mungkin. Paling lama lima menit. PCNU membuat panduan teks Jumat singkat.

2. Shalat Jumat dua rakaat membaca surat yang pendek saja, dilaksanakan maksimal lima menit.

3. Shaf jamaah direnggangkan, minimal satu meter (physical distancing).

4. Jamaah Shalat Jumat dipecah menjadi beberapa tempat dan dilaksanakan pada mushala-mushala sehingga konsentrasi massa tidak terpusat pada satu tempat yang menyebabkan kerumunan.

5. Shalat Jumat dilaksanakan dengan minimal 12 orang dan maksimal 20 orang.

6. Untuk menghindari kerumunan, jamaah diimbau untuk melaksanakan wudlu di rumah masing-masing.

7. Selesai Shalat Jumat langsung pulang.

8. Usai Shalat Jumat tidak bersalam-salaman.

9. Karpet masjid digulung dan jamaah diimbau membawa sajadah sendiri.

Sumber: https://jatim.nu.or.id/read/shalat-jumat-di-masa-ppkm-darurat–ini-imbauan-nu-pasuruan

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips Khusus Bagi Desainer Grafis Pemula ala LTN MWCNU Gondangwetan

    Tips Khusus Bagi Desainer Grafis Pemula ala LTN MWCNU Gondangwetan

    • calendar_month Kam, 26 Mei 2022
    • visibility 900
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU PasuruanKetua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gondangwetan Nur Kholis membagikan, tips belajar desain grafis. Khususnya bagi seorang pemula. “Pemula (Disarankan) lebih pakai trik ATM. Amati dulu sebuah karya desain. Lalu tiru dan modifikasi. Itu dulu,” imbuhnya kepada NU Pasuruan, Kamis (26/05/2022). Ia juga menyampaikan, hendaknya seorang yang […]

  • PMII ITSNU Pasuruan Sukses Gelar PKD Pertama

    PMII ITSNU Pasuruan Sukses Gelar PKD Pertama

    • calendar_month Sel, 28 Jun 2022
    • visibility 1.100
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) I di Graha PMI Pasuruan, Dusun Pekebo, Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Jumat-Ahad (23-26/06/2022). Ketua Komisariat PMII ITSNU Pasuruan Muhammad Nasih Said mengatakan, tujuan PKD yakni menggali potensi mahasiswa untuk […]

  • Begini Cara Melawan Bahaya Konsumerisme Ala Gus Syarif

    Begini Cara Melawan Bahaya Konsumerisme Ala Gus Syarif

    • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
    • visibility 1.534
    • 1Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Wakil Sekretaris Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan Gus Syarif Hidayatullah menerangkan metode agar tidak terjerumus kepada perilaku konsumerisme. Yakni kebiasaan seseorang dalam membeli sesuatu yang bertujuan untuk mencapai kepuasan dan status sosial. Bukan untuk tujuan memenuhi kebutuhan. “Kita sekarang berada di era yang mana gaya hidup menjadi tujuan […]

  • Ikut Daurah Falakiyah, LFNU Pasuruan Belajar Sky Quality Meter

    Ikut Daurah Falakiyah, LFNU Pasuruan Belajar Sky Quality Meter

    • calendar_month Rab, 15 Des 2021
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    Malang, NU PasuruanLembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan mengikuti Daurah Falakiyah Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jawa Timur di Pesantren Sabilur Rosyad II, Jeglong, Dau, Malang, Kamis-Ahad (09-12/12/2021). Wakil Bendahara LFNU PCNU M Taufiq Rohman, mengungkapkan mendapat ilmu baru dalam kegiatan itu tentang tata cara rukyat […]

  • Belatung

    Ternyata, Belatung dari Bangkai Hewan Hukumnya Suci

    • calendar_month Jum, 26 Mar 2021
    • visibility 6.152
    • 1Komentar

    Rejoso, NU Kabupaten PasuruanKH. Ishomuddin Ma’shum, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Desa Karangpandan, menjelaskan terkait hukum atas benda atau sesuatu yang keluar dari bangkai hewan. ”Bangkai ayam, yang mengeluarkan belatung, hukum asal dari bangkai ayam adalah najis, berbeda dengan belatung yang keluar dari bangkai ayam tersebut. Hukum belatung tersebut suci,” ujarnya saat mengisi pengajian […]

  • Berikut Dua Tugas Guru Menurut KH Imron Mutamakkin

    Berikut Dua Tugas Guru Menurut KH Imron Mutamakkin

    • calendar_month Sen, 2 Des 2024
    • visibility 1.678
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan, tugas utama seorang guru bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan tetapi juga mengajak murid untuk mencintai ilmu. Hal itu diungkapkan pada saat Bimtek Pengembangan Menejemen Madrasah Diniyah di rumah inovasi LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, Ahad (1/12/2024). “Terus ajak murid muridmu […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca