Breaking News
light_mode

Sering Merasa Susah Khusyu Dalam Salat. Yuk Pahami Kiat-Kiat Agar Bisa Khusyu’ Dalam Salat.

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sel, 22 Sep 2020
  • visibility 360
  • comment 0 komentar
Salat merupakan cerminan bagaimana akhlak seorang muslim ketika bergaul berinteraksi dengan yang maha kuasa. Muslim yang hakiki tentu sangat memperhatikan betul bagaimana layaknya bersikap sopan kepada sang Khaliq. Oleh karena itu pantaslah Allah Swt berfirman:
{قَدْ أَفْلَحَ المؤمنون الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ} [المؤمنون: 221]
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya. (Q.S al-Mu’minun:221).
Dari ayat ini bisa dipahami bahwa meninggalkan khusyu dalam salat itu menunjukkan tidak ada keberuntungan dalam diri seseorang.
Fenomena salat tidak khusyu sudah diramal jauh oleh Baginda Nabi Muhammad Saw. Beliau bersabda:
لأحدِّثنَّكَ بأوَّلِ عِلْمٍ يُرفَعُ منَ النَّاسِ الخُشُوعُ يُوْشِكُ أَنْ تَدْخُلَ مَسْجِدَ جَمَاعَةٍ فَلَا تَرَى فِيْهِ رَجُلًا خَاشِعًا
“Aku sampaikan padamu bahwa Pertama kali hal yang akan diangkat dari manusia adalah khusyu’. Engkau memasuki masjid yang sedang melaksanakan salat jamaah, hampir-hampir saja engkau melihat tidak ada satu orangpun yang salatnya khusyu” (HR. Tirmidzi 2653).
Fenomena demikian terjadi seperti sekarang dimana orang-orang merasa cukup dengan mengerjakan yang harus dilakukan dan meninggalkan hal yang afdal atau lebih utama. Alangkah ruginya salat jika tidak diimbangi dengan khusyu’. Bahkan salat dengan tidak serius menandakan bahwa keberkahan akan menjauh dari dirinya. Hal ini sebagaimana Nabi Saw beliau bersabda: “Orang yang menyepelekan salatnya, maka Allah Swt akan menyepelekannya”. Oleh karena itu tidak ada pondasi salat serta tanda bahwa salat seseorang diterima kecuali dengan memperbanyak khusyu’ di dalam salat. Khusyu’ sendiri pada dasarnya adalah hadirnya hati seorang yang salat bahwa dia sedang beribadah menghadap yang kuasa. Menundukkan diri dan memfokuskan hati kepada pencipta semesta. Namun khusyu’nya hati tidak mungkin terwujud kecuali dibarengi dengan khusyu’nya anggota badan.

Beberapa hal yang bisa dilakukan seseorang untuk mendapatkan kekhusyuan adalah dengan tidak berbicara dalam hatinya serta menjauhi perkara-perkara yang bersifat duniawi. Diriwayatkan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra bahwasanya ketika waktu salat telah tiba, wajah beliau sesekali menguning dan sesekali menghijau. Beliau berkata: “aku telah diberi amanah (berupa salat) yang ditolak oleh langit, bumi dan gunung. Aku tidak mengetahui apakah amanah itu aku tunaikan dengan baik atau buruk”.
Di samping itu beberapa hal yang bisa membantu khusyu adalah dengan melihat tempat sujud ketika berdiri dan melihat pangkuannya ketika ia duduk. Imam Malik mengatakan bahwa kekhusyuan seseorang bisa didapat dengan melihat lurus arah wajahnya. Terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah Saw dan Khulafa’urrasyidin ketika sedang salat selalu menudukkan pandanganya khawatir melihat perkara yang dapat memalingkan salatnya. Terlebih agar bisa khusyu’ dalam salat, janganlah seseorang menengadahkan pandangan ke langit, Sebab Nabi Saw bersabda: “Hendaknya orang-orang itu menghentikan perbuatannya menengadahkan pandangan ke langit ketika shalat, atau jika tidak, niscaya tercungkillah mata mereka” (HR. Bukhari 750).
Cara lain agar bisa khusyu’ adalah dengan mengerjakan salat di dekat mihrab agar pandangan tidak teralihkan dan terhindar dari terganggu orang-orang yang lewat, karena ada hadis riwayat Hisyam bin ‘Urwah dari Aisyah ra bahwasanya Nabi Saw bersabda: “Dekatlah kamu dengan kiblat ketika salat”. (HR. Abi Ya’la 4387). Jika tidak memungkinkan untuk mendekatkan diri ke mihrab, maka bisa bertumpu mendekat pada dinding atau tiang.
Khusyu juga bisa dibantu dengan tidak mengenakan baju yang membuat lalai. Sebaiknya menggunakan baju berwarna putih. “Hisyam bin Urwah meriwayatkan dari Aisyah ra, beliau berkata: Rasulullah Saw salat dengan memakai gamis yang ada gambar-gambar, maka beliau bersabda: Gamis ini telah membuatku lalai Pergilah dengan membawa gamis ini dan bawakan untukku kain ambijaniyah (polos) dari Abu Jahm”. (HR. Bukhari 752)
Termasuk dari khusyu’ adalah tidak menaruh surban terlalu panjang di pundaknya sehingga menggangu gerakan salat. Tidak menyingsingkan lengan bajunya, tidak banyak bergerak dan menoleh serta tidak menyengaja melakukan sesuatu yang boleh dilakukan ketika salat. Tidak menggunakan penutup wajah, karena memang hal tersebut dimakruhkan.
Marilah kita lebih memerhatikan lagi aktifitas salat kita sehari-hari. Jangan sampai kita baru salat dengan khusyu ketika kita sedang terhimpit, sedang tertimpa sesuatu yang sulit. Lalu dalam kondisi lapang, kita menyepelekan salat. Marilah kita jadikan salat kita sebagai penghapus dosa-dosa harian yang sering dilakukan. Kita jadikan salat sebagai tabungan amal akhirat kelak. Rasulullah Saw bersabda:
ما مِنَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلاةٌ مَكْتُوبَةٌ فيُحْسِنُ وُضُوءَها وخُشُوعَها ورُكُوعَها، إلَّا كانَتْ كَفَّارَةً لِما قَبْلَها مِنَ الذُّنُوبِ ما لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً
Tidak ada bagi seorang muslim yang mengerjakan salat maktubah dengan berwudu secara sempurna, melaksanakan salat dengan khusyu kecuali dia mendapatkan penghapusan dosa-dosa di antara salat sebelumnya selama bukan dosa besar (HR. Muslim 228)
  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Giliran Ansor Pohjentrek Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim

    Giliran Ansor Pohjentrek Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Jum, 28 Mar 2025
    • visibility 650
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim, Ahad (23/03/2025). Kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Issadul Ummah, Dusun Mojosemi, Desa Susukanrejo, Kecamatan Pohjentrek. Acara dimulai pukul 16.30 WIB dan dimeriahkan oleh penampilan Marching Band Barisan Ansor Serbaguna (Banser) binaan PAC GP […]

  • Korps PMII Putri Pasuruan Dukung Presiden Percepat Pengesahan RUU TPKS

    Korps PMII Putri Pasuruan Dukung Presiden Percepat Pengesahan RUU TPKS

    • calendar_month Kam, 6 Jan 2022
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    Gondang Wetan, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Korps PMII Putri (Kopri) Pasuruan Nur Rizky Amania, mendukung langkah Presiden Joko Widodo dalam upaya percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS). “Kita tunggu pengesahan tersebut. Kita sama-sama mendukung langkah Presiden agar segera disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),” ujarnya kepada NU Pasuruan, Kamis (06/01/2022). Ia […]

  • Di Tadarrus Ramadhan, Cak Subadar Ajak Generasi Muda Perdalam Aswaja An-Nahdliyah

    Di Tadarrus Ramadhan, Cak Subadar Ajak Generasi Muda Perdalam Aswaja An-Nahdliyah

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • visibility 1.109
    • 0Komentar

    Lumbang, NU PasuruanWakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan Mohammad Subadar menyebutkan, generasi muda tidak cukup dalam memahami Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah hanya dengan landasan ‘pokok e manut ulama’ (Pokok Ikut Ulama). Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Tadarrus Ramadhan bertajuk ‘Ontologi Aswaja An-Nahdliyah’ oleh Pemuda Remaja Masjid Nahdlatul Ulama (PRMNU) Lumbang di […]

  • Begini Sambutan Wakil Bupati Pasuruan dalam Istighosah Rutin Jumat Legi PCNU Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Ming, 9 Des 2018
    • visibility 707
    • 0Komentar

    Wakil Bupati Pasuruan, KH. A. Mujib Imron, menegaskan komitmen Pemerintah Daerah berdasarkan Visi dan Misi Bupati, akan membangun Kabupaten Pasuruan berbasis keluarga dan memiliki karakter. “Pemerintah kabupaten Pasuruan melalui Visi Misi Bupati bertekad membangun Pasuruan berbasis keluarga dan Karakter,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara Istighotsah Rutin Jum’at Legi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten […]

  • Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Tanam Toga, Wujud Nyata Pengabdian kepada Masyarakat

    Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Tanam Toga, Wujud Nyata Pengabdian kepada Masyarakat

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • visibility 657
    • 0Komentar

    Lekok, NU Pasuruan Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) STAI Salahuddin Pasuruan yang tergabung dalam Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) menggelar penanaman Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Dusun Pendopo, Desa Rowo Gempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang dikemas dalam bentuk edukasi, praktik bertani, serta pelatihan pengelolaan hasil panen […]

  • Begini cara menjadi kader berkarakter

    Begini Caranya Menjadi Kader Berkarekter

    • calendar_month Sel, 6 Apr 2021
    • visibility 1.122
    • 0Komentar

    Pasrepan, NU PasuruanPimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Paserpan sukses menjadi fasilitator kegiatan Tindak Lanjut yang pertama Masa Kesetiaann Anggota (Makesta). Tiga Pimpinan Komisariat (PK) sekaligus, yakni PK Madrasah Aliyah (MA) Queen Zam-Zam, PK Madrasah Tsanawiyah (MTS) Abu Amr, dan PK Madrasah Aliyah (MA) Abu Amr […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca