Breaking News
light_mode

Pesantren, Tempat Mencari dan Belajar Hidup Berkah

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sel, 1 Jun 2021
  • visibility 970
  • comment 0 komentar

Salah satu nilai pendidikan yang dirasaakan masyarakat bumi nusantara sejak dahulu kala adalah nikmat mengetahui ajaran agama. Sistem pengajaran yang diawali dengan berkumpul di masjid, langgar dan pesantren ini merupakan sistem pendidikan yang telah lama berkembang hingga berabad-abad sebelum ada sistem klasikal seperti sekarang.

Pendidikan Islam di nusantara digalakkan oleh para wali dengan membangun asrama dan surau-surau. Seperti halnya Sunan Ampel telah mendirikan lembaga pendidikan Islam sebagai tempat ngelmu atau ngaos pemuda Islam. Diantara mereka ada Sunan Giri yang telah ngelmu kepada Sunan Ampel dan kemudian Sunan Giri mendirikan lembaga pendidikan Islam di Giri (Gresik).

Wali songo secara pelan-pelan merubah tata nilai yang ada di masyarakat dengan nilai-nilai Islam. Masyarakat pribumi yang sangat kental dengan kepercayaan paganisme, dengan proses akulturasi antara budaya dan agama Islam berhasil mengantarkan penyebaran Islam.

Pendidikan dari lembaga pesantren inilah menjadi bentuk penyebaran Islam di tanah Jawa. Pengajian dengan mengakomodasi tradisi dimasyarakat setempat menjadi strategi yang ampuh dalam penyebaran Islam. Itu tak lain karena di pesantren lah ada istilah barokah.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ

Jikalau sekiranya penduduk desa / negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami anugerahkan kepada (kehidupan) mereka barokah dari langit dan bumi. (QS AI-A’rof ayat 96)

Kita patut bangga lantaran masih banyak pelajar yang berkenan untuk sekolah di pesantren. Tidak hanya ilmu pengetahuan yang diraih, juga selama di pesantren akan mendapat tempaan hidup dan berkah dari para ulama dan kiai. Hal ini disampaikan oleh Gus Mujib, sapaan akrabnya KH Mujib Imron saat memberikan ceramah dalam majelis pengajiannya.

Para wali santri harus bersyukur lantaran anak-anak mau sekolah sekaligus mondok di pesantren, karena tidak sedikit, anak-anak kita yang enggan mondok lantaran dianggap sebagai orang desa dan ketinggalan zaman. Padahal ini adalah peninggalan terbaik Wali Songo

Kendati demikian, tempaan selama di pesantren serta keberkahan dari para kiai, ulama dan ustadz pesantren tidak akan berguna kalau tidak diimbangi dengan kemauan yang tulus dari para pelajar. Hal ini sangat bergantung kepada santri, apakah mau berproses dengan baik dan berhidmah. “Pendidikan Khidmah atau pendidikan pengabdian Lebih maksimal hanya ada di Pondok Pesantren”. tambah Gus Mujib

Beliau menegaskan bahwa keberkahan itu hanya bisa diperoleh dengan khidmah / pengabdian, hal ini Sesuai dengan maqolah yang umum di pesantren

العلم بالتعلم والنفع بالرضى و البركة بالخدمة

Ilmu dapat diraih dengan belajar. Kemanfaatan dapat diraih dengan ridha guru, dan barokah dapat diraih dengan khidmah (mengabdi pada guru)

ثبات العلم بالمذاكرة وبركته بالخدمة ونفعه برضا الشيخ

Melekatnya ilmu dapat diperoleh dengan sering muthola’ah,dan Barokah nya dapat diraih dengan berkhidmah, sedangkan manfaat bisa di dapatkan dengan ridho sang guru

Maka bisa kita ambil hikmah dari penjelasan Gus Mujib bahwa dunia pendidikan haruslah ada yang namanya khidmah, yang mana pelajar, atau santri tidak cukup hanya belajar yang rajin. Akan tetapi harus berkhidmah kepada guru, ust dan kiai untuk bisa / dapat meraih keberkahan ilmu pengetahuan dan diberikan keselamatan didunia dan akhirat kelak.

Pesantren telah memberikan tempaan yang demikian serius agar para pelajar dan santri dapat beradaptasi dan berguna bagi masyarakat setempat. Sejumlah kegiatan dan keterampilan juga diajarkan oleh para pengurus dan pengasuh agar nanti para santri bisa berkiprah di masyarakat.

Tempaan selama di pesantren inilah yang akhirnya membuat para santri menjadi generasi unggul. Saat teman sebaya terjerumus dengan minuman keras, pergaulan bebas, kondisi lingkungan yang tidak mendukung dan perilaku negatif lainnya, santri semakin asyik dengan pendalaman agama dan keterampilan

Kita harus berus bersyukur betapa nikmatnya ditakdirkan bisa belajar di Pesantren, Ini semua tak lain karena Para Wali dahulu sudah menanam dasar-dasar nilai pendidikan Islam yang matang.

lahumul fatikhah.

Penulis: M Najich Syamsuddini, Alumni Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang dan tinggal di Pasuruan

Editor: Muhajirin Yusuf

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malam Lailatul Ijtima’, Ketua MWC NU Ajak Warga Selektif Terhadap Informasi

    • calendar_month Ming, 13 Jan 2019
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Rejoso – Sabtu (12/1) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Rejoso Kabupaten Pasuruan menggelar Lailatul Ijtima’ di Masjid Al-Ikhlas Dusun Krajan Ranting Kedungbako kecamatan Rejoso, Sabtu (12/1/2019). Acara tersebut dihadiri oleh Rois Syuriah PCNU kabupaten Pasuruan KH. Muzakki Birulalim, Ketua PCNU kabupaten Pasuruan KH. Imron Mutamakkin, Ketua MUI Kabupaten Pasuruan KH. Nurul Huda, dan […]

  • Terungkap! Gus Dur Pernah Tercatat Sebagai Orang Terkaya di Asia

    • calendar_month Sen, 31 Des 2018
    • visibility 1.061
    • 0Komentar

    KH. Abdul Ghofar Mistar, sahabat almarhum KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, mengungkapkan cerita tentang Gus Dur yang pernah tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Asia yang bersumber dari salah satu Surat Kabar di Mesir. “Itu ada surat Kabar, keliru. Ada surat kabar keliru, terbitannya Mesir. Gus Dur ini masuk dalam daftarnya orang terkaya […]

  • Peletakan Batu Pertama RSNU Pasuruan Jadi Kado Harlah NU ke-98

    Peletakan Batu Pertama RSNU Pasuruan Jadi Kado Harlah NU ke-98

    • calendar_month Sen, 1 Mar 2021
    • visibility 1.259
    • 0Komentar

    Bertepatan dengan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) yang ke-98, yakni 16 Rajab 1442 H, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Pasuruan yang berlokasi di Kecamatan Kejayan, Minggu, 28 Februari 2021. Menurut KH. Imron Mutamakkin, selaku Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, pembangunan rumah sakit NU […]

  • Dilantik, MWCNU Lumbang Periode 2023-2028 Dingatkan tentang Tanggung Jawab Pengurus

    Dilantik, MWCNU Lumbang Periode 2023-2028 Dingatkan tentang Tanggung Jawab Pengurus

    • calendar_month Sel, 13 Jun 2023
    • visibility 1.216
    • 0Komentar

    Lumbang, NU Pasuruan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lumbang Masa Khidmat 2023-2028 resmi dilantik, Senin (12/6/2023). Kegiatan dipusatkan di Yayasan Darul Ulum, Dusun Banyuputih, Desa Cukurguling, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin menegaskan, menjadi pengurus NU adalah amanah. Mari bersungguh-sungguh dalam menjalankannya. “Setelah kita […]

  • PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pasuruan Sukses Fasilitasi Pembentukan PAC di Nguling

    PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pasuruan Sukses Fasilitasi Pembentukan PAC di Nguling

    • calendar_month Sen, 15 Mar 2021
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pasuruan sukses menfasilitasi pembentukan PAC (Pimpinan Anak Cabang) IPNU dan IPPNU Kecamatan Nguling masa khidmat 2021-2023 yang bertempat di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Nguling, Minggu (14/3/2021). Ust. Nanang Sholahudin, selaku Ketua MWCNU Nguling, mengatakan sangat senang […]

  • ISNU Pasuruan Tutup Rutinan Manaqib Syah Abdul Qodir Al Jaelani Sekaligus Resmikan Musolla Gus Dur

    ISNU Pasuruan Tutup Rutinan Manaqib Syah Abdul Qodir Al Jaelani Sekaligus Resmikan Musolla Gus Dur

    • calendar_month Sel, 27 Feb 2024
    • visibility 1.213
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar penutupan manaqib rutin syekh Abdul Qadir Al Jailani di mushola Gus Dur, Desa Wonojati, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/2/2024). Ketua ISNU Kabupaten Pasuruan Ahmad Adip Muhdi mengatakan bahwasanya tugas ISNU bukan hanya memperhatikan persoalan kesarjanaan dan cendikiawan tetapi memperhatikan jama’ah […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca