Ratusan Warga NU Pasuruan Semarakkan Harlah NU ke-103 Bersama ISHARI NU
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 Bersama ISHARI NU di Aula KH Ahmad Djufri PCNU Kabupaten Pasuruan, Senin (5/1/2026). Acara tersebut di hadiri oleh ratusan peserta Anak Cabang ISHARI NU se Kabupaten Pasuruan.
Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mendorong agar kesenian dan tradisi NU, khususnya Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (ISHARI) NU, terus dilestarikan dan disosialisasikan, bahkan dijadikan kegiatan ekstrakurikuler di lembaga pendidikan di bawah naungan NU.
“Kita coba ada ekstrakulikuler ISHARI di masing masing sekolah naungan NU tentu akan melibatkan LP Ma’arif NU dan RMINU,” terangnya.
Menurutnya ISHARI adalah bagian dari khazanah budaya dan dakwah NU. Ini harus terus disosialisasikan dan ditanamkan kepada generasi muda sebagai wujud mahabbah kepada Rasulullah SAW.
“Jika ISHARI sudah menjadi ekstrakulikuler jangan di ajak ikut undangan haul cukup di sekolah saja,” pungkasnya.
Gus Ipong sapaan akrabnya menekankan ISHARI NU bisa menjadi bagian penguatan akidah di tengah generasi muda. Ia menilai saat ini pemahaman akidah menjadi persoalan krusial yang harus mendapat perhatian serius.
“Jika akidah lemah, maka syariat juga akan lemah. Orang-orang dahulu kuat imannya karena istiqamah memegang akidah Ahlussunnah wal Jama’ah,” ujarnya.
Maka mari kita jaga dan kuatkan akidah agar anak cucu kita tetap berada di jalan para sesepuh, minimal mengenalkan aqoid seket kepada para anak didiknya karena di zaman sekarang banyak anak yang tidak tahu tentang aqoid seket.
“Mari kita galakkan lagi ajaran sesepuh dahulu mulai dari safinatun najjah, aqidahtul awwam dan lainnya serta tanamkan ajaran tersebut,” tegasnya.
Dirinya mengajak seluruh warga NU untuk menjaga marwah jam’iyyah, menghormati para kiai, serta terus merawat persatuan dan kebersamaan dalam bingkai Ahlussunnah wal Jama’ah menuju abad kedua NU.
“Dengan menjaga pondasi akidah dan tradisi, insyaallah NU akan tetap kokoh dan diridhai Allah SWT,” tutupnya.
- Penulis: NU Pasuruan

Saat ini belum ada komentar