Breaking News
light_mode

UNU STAI Salahuddin Pasuruan Gelar Wisuda Sarjana : Tekankan Etika dan Inovasi sebagai Fondasi Perubahan

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
  • visibility 432
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan bersama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahudin menggelar Wisuda Program Sarjana di Gedung Kesenian Darmoyudo, Kota Pasuruan, Sabtu (29/11/2025).

Suasana hikmat mewarnai prosesi pengukuhan para lulusan yang siap memasuki babak baru pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Rektor UNU Pasuruan Abu Amar Bustomi menyampaikan pesan mendalam mengenai peran strategis lulusan perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan akademik harus diiringi dengan kemampuan menjaga etika serta menghadirkan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan zaman.

“Kesadaran akademik tidak bisa berdiri sendiri. Ilmu yang kalian peroleh harus terus dipertajam agar mampu mendorong terbangunnya peradaban yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pak Tomi sapaan akrabnya juga menyinggung kondisi pendidikan tinggi nasional yang terus berkembang namun masih menghadapi persoalan pemerataan mutu, terutama di wilayah luar Jawa. Hal ini menjadi tantangan bersama untuk memastikan perguruan tinggi tidak hanya hadir, tetapi juga mampu menunjukkan kualitasnya.

“Perguruan tinggi harus hadir dengan mutu yang baik, bukan sekadar berdiri,” jelasnya.

Sebagai Ketua LPTNU Kabupaten Pasuruan, ia menekankan bahwa inovasi merupakan tuntutan utama bagi para lulusan. Proses belajar, menurutnya, tidak pernah selesai di meja perkuliahan. Setiap lulusan dituntut untuk membaca kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi yang relevan.

“Misi UNU Pasuruan adalah mendorong pendidikan yang inklusif dan bermanfaat. Karena itu, dimanapun kalian berada, teruslah berinovasi,” katanya.

Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya menjadi generasi yang cakap dalam menyaring informasi di tengah derasnya arus digital. Abu Amar menekankan bahwa integritas moral, kepedulian lingkungan, serta sensitivitas sosial dan budaya harus menjadi pondasi dalam setiap langkah pengembangan diri.

“Kita perlu generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” tegasnya.

Menutup sambutannya, ia memberikan pesan untuk terus menjaga karakter yang telah dibentuk selama studi, serta menjadikan momen wisuda sebagai pijakan awal untuk mengemban tanggung jawab keilmuan.

“Wisuda bukan akhir perjuangan, melainkan awal dari perjalanan panjang kalian dalam mempertanggungjawabkan gelar yang diterima,” pungkasnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU Rejoso Bagi 2000 Masker & 600 Paket Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19

    NU Rejoso Bagi 2000 Masker & 600 Paket Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2020
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Satgas Pencegahan Covid-19 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Rejoso beserta Banomnya menggelar pembagian masker dan sembako sebagai aksi kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak secara ekonomi di tengah pandemi covid-19. Sebanyak 2000 masker dan 600 paket sembako dibagikan dalam kegiatan tersebut. Meliputi tukang becak,pedagang kecil, dan lain-lain. Kegiatan tersebut juga didukung oleh berbagai pihak dan […]

  • Harapan Ketua NU Pasuruan Pada Muscab Ishari NU

    Harapan Ketua NU Pasuruan Pada Muscab Ishari NU

    • calendar_month Sen, 20 Nov 2023
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPimpinan Cabang (PC) Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia Ishari Kabupaten Pasuruan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Ahad (18/11/2023). Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamkkin berharap keputusan musyawarah cabang menghasilkan rumusan-rumusan program yang bermanfaat yang bisa menggerakkan jamiyah Ishari NU untuk lebih syiar sebagaimana harapan […]

  • Kiai Muzakki Tidak Pernah Absen Mengajar di Pondok Pesantren Sidogiri Selama 40 Tahun

    Kiai Muzakki Tidak Pernah Absen Mengajar di Pondok Pesantren Sidogiri Selama 40 Tahun

    • calendar_month Sel, 24 Okt 2023
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Muzakki Birul Alim merupakan sosok ulama yang tidak pernah absen mengajar di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. Hal itu diungkapkan oleh KH Mujib Imron pada saat memberikan tausiyah dihadapkan para jamaah yang melayat di Pondok Pesantren Hidayatullah, Desa Tampung, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, […]

  • Di Lailatul Ijtima, Sebelas Lembaga MWCNU Kejayan Dilantik

    Di Lailatul Ijtima, Sebelas Lembaga MWCNU Kejayan Dilantik

    • calendar_month Sel, 14 Nov 2023
    • visibility 677
    • 0Komentar

    Kejayan, NU Pasuruan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kejayan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melantik kepengurusan Lembaga MWCNU setempat, Ahad (29/10/2023). Kegiatan itu dipusatkan di Masjid Al-Hidayah, Dusun Kedungsari, Desa Wrati, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Pelantikan itu sekaligus pelaksanaan Lailatul Ijtima rutin MWCNU. Ketua MWCNU HM Fahmin Nabil mengucapkan selamat dan terima […]

  • Peduli Kesehatan, Rijalul Ansor Pasuruan Gelar Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Sel, 7 Agu 2018
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Pengurus Rijalul Ansor Kabupaten Pasuruan, gelar Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan dalam rangkaian kegiatan Rutin Hotmil Qur’an bertempat di Kantor Koperasi Sahabat Maslahat Kejayan, Senin (6/8/2018) Menurut Muhamad Farid Sauqi, Rijalul Ansor tidak hanya menjadi tempat kader untuk melestarikan dan mengaplikasikan ajaran Ahlussunnah An-Nahdliyah, seperti Hotmil Qur’an, Sholawatan dan Istighosah. Dalam kegiatan kali ini diadakan pula sosialisasi […]

  • Kisah Ulama, Dermawan, & Mujahidin yang Masuk Neraka. Ini Alasannya

    Kisah Ulama, Dermawan, & Mujahidin yang Masuk Neraka. Ini Alasannya

    • calendar_month Sab, 9 Apr 2022
    • visibility 1.068
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanKetua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan H Ahda Arafat menceritakan, kisah seorang ulama, seorang dermawan, dan seorang mujahidin. Alih-alih mendapatkan surga, justru dilemparkan ke neraka. ”Hadits ini terdapat dalam Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Ibnu Majah dan Baihaqi. Ini Hadist Qudsi,” imbuhnya dalam Program Hikayat Ramadhan di youtube nupasuruan, […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca