Rukyatul Hilal 1 Syawal Digelar di Pesantren Dalwah, Ini Prediksi LFNU Pasuruan
- account_circle Makhfud Syawaludin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 21
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Pengurus Cabang Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Pasuruan menjelaskan hasil analisis awal penentuan 1 Syawal 1447 H yang menunjukkan posisi hilal diperkirakan belum memenuhi kriteria imkanur rukyat.
Meski demikian, rukyatul hilal tetap dilaksanakan di rooftop lantai 10 Gedung Mabna Abuya Habib Hasan Baharun, kompleks Pondok Pesantren Darullughah Waddawah (Dalwah), Desa Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (19/03/2026).
Sekretaris PC LFNU Kabupaten Pasuruan, M. Rusdi, menjelaskan bahwa analisis dilakukan menggunakan metode hisab ad-durur al-aniq untuk mengetahui posisi hilal saat matahari terbenam. Dari hasil perhitungan diperoleh tinggi hilal sebesar 1°30’48.23″ dengan elongasi 5°32’20.89″, masih di bawah kriteria imkanur rukyat yang digunakan, yaitu tinggi minimal 3°dan elongasi 6,4°.
“Dengan hasil hisab tersebut, secara teori hilal berpotensi tidak terlihat pada sore hari ini karena belum memenuhi batas imkanur rukyat. Namun rukyat tetap kami laksanakan sebagai bagian dari ikhtiar syar’i dan mengikuti ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Menurutnya, meskipun hasil hisab menunjukkan kemungkinan hilal tidak terlihat, tim LFNU Kabupaten Pasuruan tetap melakukan persiapan pengamatan sejak siang hari dengan memasang berbagai peralatan falak, seperti teleskop, teodolit, kompas, mizwala, serta alat bantu lainnya. Selain itu, pengolahan data hisab juga dilakukan dari beberapa metode untuk memastikan waktu ijtimak, posisi azimut matahari saat terbenam, serta arah hilal ketika ghurub.
“Sejak pukul 15.00 WIB tim sudah berada di lokasi untuk melakukan persiapan. Semua alat rukyat dipasang dan data hisab kami cocokkan dari beberapa metode agar pengamatan lebih akurat,” imbuh alumni Pesantren Darumafatihil Ulum Podokaton tersebut.
Ia menambahkan, pelaksanaan rukyatul hilal di Bangil diikuti oleh pengurus PC LFNU Kabupaten Pasuruan dan PC LFNU Bangil, serta melibatkan unsur Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, BMKG, dan perwakilan organisasi masyarakat Islam.
“Hasil rukyat dari berbagai daerah nantinya akan dilaporkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Kementerian Agama, kemudian menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Syawal 1447 H,” pungkasnya.
Penulis: Makhfud Syawaludin
- Penulis: Makhfud Syawaludin

Saat ini belum ada komentar