Breaking News
light_mode

Stapa Center Ingatkan “Tanggung Jawab Para Juara” Dewi Youth Fest

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sab, 17 Jun 2023
  • visibility 1.019
  • comment 0 komentar

Bangil, NU Pasuruan

Lengkap sudah tahapan gelaran Festival Desa Wisata kerjasama antara Stapa Center, Dinas pariwisata, Dinas Perberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Forkompokdarwis kabupaten Pasuruan dari 8 hingga 16 Juni 2023.

Malam Anugerah Apresiasi Pasuruan Maslahat menjadi puncak dari gelaran ini. 3 perwakilan desa wisata menaiki panggung dan menerima trophy juara yang diserahkan oleh Bupati Pasuruan Dr. HM. Irsyad Yusuf, SE., M.MA bersama wakil Bupati KH. Mujib Imron, SH., MH. Kegiatan dipusatkan di Graha Maslahat, Kompleks Perkantoran Pemkab setempat, Kecamatan Bangil, Jumat (16/6/2023).

3 Desa penerima apresiasi ini adalah Desa Wisata Sukolelo dengan katagore Swadaya, Desa Wisata Cendono pada katagori Kolaboratif dan Desa Wisata Wonosunyo dengan katagori Digital Inovatif.

Sebenarnya ada 3 desa lain yang mendapatkan apresiasi dengan predikat terbaik kedua, namun apresiasi tidak dapat disampaikan di panggung karena keterbatasan waktu. 3 Desa terbaik kedua tersebut adalah desa Gerbo kecamatan Purwodadi, desa Tambaksari kecamatan Purwosari dan desa Pleret kecamatan Pohjentrek.

Ditemui di sela acara Jauharul Lutfi, Wakil Direktur Stapa Center menyampaikan selamat kepada para juara namun juga mengingatkan bahwa gelar juara dan apresiasi ini memiliki tanggung jawab.

“Desa Wisata yang mendapatkan apresiasi harus mampu mempertahankan dan meningkatkan kulitas desa wisata yang mereka kelola, baik daya tarik wisatanya, sarana pendukung dan terutama SDM pengelolanya, jika tidak ya akan terjadi down grade atau penurunan kualitas”, terang Lutfi

Ketua Asosiasi Pegiat Desa Indonesia (APDI) Kabupaten Pasuruan, M Rochim menjelaskan, bahwa pilihan 3 katagori dalam festival Desa Wisata ini menarik. Katagori swadaya, kolaboratif dan digital inovatif ini sejauh saya tahu baru pertama kali ini dikompetisikan.

“3 katagori tersebut menurut saya merupakan ruhnya desa wisata, sebagai mana kita tahu bahwa desa wisata ini memiliki landasan konsep Community Based Tourism (CBT) atau wisata yang dilandasi oleh partisipasi masyarakat, karena demikian maka keswadayaan, kolaborasi dan inovasi tidak bisa ditinggalkan,” tandas salah satu juri Festival Desa Wisata itu.

Penulis: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Judi Online dalam Perspektif Hukum Islam

    Judi Online dalam Perspektif Hukum Islam

    • calendar_month Jum, 13 Des 2024
    • visibility 2.679
    • 1Komentar

    Judi Online menjadi fenomena yang semakin meluas di era digital ini, memanfaatkan perkembangan teknologi yang memudahkan akses bagi siapa saja untuk terlibat di dalamnya. Judi Online mencakup berbagai bentuk permainan dan taruhan, mulai dari kasino virtual, poker, taruhan olahraga, hingga permainan berbasis lotre yang dapat diakses dengan mudah melalui perangkat digital. Praktik ini berkembang pesat […]

  • Tingkatkan Kinerja Takmir Masjid, LTM NU Pasuruan Beri 18 Sepeda Motor Untuk LTM MWCNU

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
    • visibility 962
    • 0Komentar

    Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menyerahkan 18 unit Sepeda Motor untuk operasional kegiatan LTM MWCNU (pengurus di tingkat kecamatan) di wilayah PCNU Kabupaten Pasuruan, Rabu (17/7/2019). “Motor tersebut untuk meningkatkan aktifitas keliling masjid di wilayahnya masing-masing, mempercepat koordinasi, serta lebih kreatif dalam membuat kegiatan,” ujar Mundir Muslih selaku Ketua […]

  • Cegah Kasus Baru di Pesantren, PCNU Kab. Pasuruan Bentuk Sub-Satgas COVID-19 di Ponpes & MWCNU

    Cegah Kasus Baru di Pesantren, PCNU Kab. Pasuruan Bentuk Sub-Satgas COVID-19 di Ponpes & MWCNU

    • calendar_month Sen, 13 Jul 2020
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Adanya kasus baru COVID-19 di lingkungan salah satu Pondok Pesantren di Jawa Timur, PCNU Kabupaten Pasuruan akan membentuk Sub-Gugus Tugas Penanganan COVID-19 untuk Pondok Pesantren dan Gugus Tugas di tingkat MWCNU sebagai langkah percepatan dalam antisipasi dan penanganan COVID-19 di Pondok Pesantren. “Kita perlu antisipasi agar tidak sampai ada kasus baru COVID-19 di Pondok Pesantren […]

  • Bantu Ekonomi Warga, GUSDURian Pasuruan Libatkan NUJEK dalam Penyaluran Bantuan

    Bantu Ekonomi Warga, GUSDURian Pasuruan Libatkan NUJEK dalam Penyaluran Bantuan

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2020
    • visibility 1.069
    • 0Komentar

    Di tengah kondisi pandemi covid-19 seperti ini sangat banyak sekali warga yang terdampak secara ekonomi seperti para pedagang kecil, pekerja informal, pekerja rumahan atau pegawai pabrik yang dirumahkan hingga menerima PHK. Hal tersebut direspon cepat oleh Relawan GUSDURian Peduli Covid-19 Pasuruan yang memiliki Posko Bersama Saling Jaga Hadapi Corona di jalan Kecamatan No. 71 Kolursari […]

  • PCNU Kab. Pas Lakukan Disinfeksi Rumah Ibadah di Desa Warungdowo

    PCNU Kab. Pas Lakukan Disinfeksi Rumah Ibadah di Desa Warungdowo

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2020
    • visibility 1.001
    • 0Komentar

    Satgas Pencegahan Covid-19 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan kembali melalukan disifeksi, kali ini dilakukan di 23 Musholla, 5 Masjid, TPQ dan Madrasah, Ahad (5/4/2020). “Disinfeksi dilakukan di rumah ibadah, khususnya musholla dan masjid, sebagai upaya pencegahan,” ujar Sugeng Hariyadi selaku Komandan Satgas Tanggap Covid-19 PCNU Kabupaten Pasuruan tersebut. Selain melakukan penyemprotan disinfektan dan […]

  • UNU Pasuruan, Mempercepat Upaya Peningkatan SDM NU dan Pesantren

    UNU Pasuruan, Mempercepat Upaya Peningkatan SDM NU dan Pesantren

    • calendar_month Kam, 31 Agu 2023
    • visibility 2.342
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanRektor Institut Teknologi & Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan Abu Amar Bustomi mengungkapkan, menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan untuk mempercepat peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia NU dan Pesantren. “Karena sejak awal didirikan pada 31 Januari 2018, ITSNU kini UNU, memiliki konsep sinergi-kolaborasi dengan pesantren salaf dan modern se Pasuruan Raya,” imbuhnya kepada […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca