Breaking News
light_mode

Tutup Rakornas 3 Lesbumi, Kiai Said Cerita Syair Pujian & Permintaan Maaf Kaab bin Zuhair

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sen, 8 Jul 2019
  • visibility 770
  • comment 0 komentar

KH Said Aqil Siradj, Ketua Tanfidziyah PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersyair, yakni saat menggali parit di tengah perang Khandaq.

“Dengan syair yang dibacakan nabi timbullah rasa semangat dan bangkit untuk mempertahankan kota madinah dari serangan musuh,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam penutupan Rakornas 3 LESBUMI PBNU yang digelar pada tanggal 3-5 Juli 2019 di Taman Candra Wilwatikta Kabupaten Pasuruan.

“Akhirnya, para sahabatpun berlomba-lomba untuk bersholawat memuji Nabi dengan syair yang sangat indah. Salah satunya yang terkenal adalah syair qasidah Kaab bin Zuhair bin Abi Salma,” imbuh sahabat Gus Dur tersebut.

Lebih lanjut, Kiai Said, sapaan akrabnya, juga menceritakan terkait proses pembuatan syair pujian dan permohonan maaf dari Kaab bin Zuhair bin Abi Salma. Kaab pernah menghina Nabi dengan syair-syairnya, sehingga beberapa sahabat merasa geram terhadapnya. Lama kelamaan Kaab pun mendengar bahwa dia menjadi incaran dan akan dibunuh. Karena ketakutan akhirnya dia pergi ke Madinah dengan sembunyi-sembunyi.

“Akhirnya dia menghadap Rasul dengan wajah ditutupi sorban merah. Dan Kaab berkata ‘Muhammad saya dengar kamu dicacaci maki oleh Kaab dan saya dengar para sahabat-sahabatmu mencarinya dan akan membunuhnya. Kalau misalkan dia datang kesini akankah kamu memaafkannya?’ ‘Ya’, jawab Muhammad. Lanjut Kaab bertanya ‘Terus kalau dia masuk islam akankah diterima?’ ‘Ya’, jawab lagi Muhammad. Tiba-tiba dibukalah sorbannya. Kaab berkata ‘saya Kaab Ya Muhammad, terserah diapakan saja diriku ini saya pasrah.’ Muhammad tersenyum. Akhirnya Kaab pun masuk Islam dan melantunkan sebuah syair pujian dan permohonan maaf yang sangat indah”, ujar Alumnus Universitas King Abdul Aziz Arab Saudi tersebut.

“Nabi Muhammad senang dipuji-puji oleh Kaab, malahan beliau memberi Kaab selimut lurik-lurik sebagai kenang-kenangan karena dia telah memuji nabi. Selimut lurik-lurik jika dibahasa arabkan yaitu burdah yang sekarang masih tersimpan utuh di Istanbul Turki. Inilah munculnya Qasidatul burdah, Qasidah untuk memuji-muji Nabi Muhammad. Qasidatul burdah yang terkenal ada azimahnya yaitu karangan syekh abu abdillah Muhammad Albusiry”, pungkas Guru Besar Ilmu Tasawwuf tersebut. (Fahri/Makhfud).

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Tata Kelola Madrasah Diniyah, Maarif NU Pasuruan Gelar Pelatihan Manajemen

    • calendar_month Ming, 30 Jun 2019
    • visibility 965
    • 0Komentar

    Lembaga Pendidikan Maarif (LP Maarif) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan gelar Pelatihan Manajemen Administrasi Madrasah Diniyah bertempat di Gedung Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pasuruan, Sabtu (29/6/2019). Menurut KH. Mujib Imron, selaku Ketua LP Maarif PCNU Kabupaten Pasuruan, terdapat sebuah tantangan bagi Madrasah Diniyah di era digitalisasi saat ini. Sehingga harus dipersiapkan sumber […]

  • Begini Cara Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan Dukung Usaha Songkok Desa Sungi Wetan

    Begini Cara Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan Dukung Usaha Songkok Desa Sungi Wetan

    • calendar_month Sel, 13 Sep 2022
    • visibility 1.025
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Geliat perekonomian di desa terus mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, pihak swasta, dan pemangku kepentingan lainnya. Satu dari beberapa dukungan itu adalah Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) yang diinisiasi oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Abdul Halim Iskandar. Ikut mendukung itu, Mahasiswa Sekolah Tinggi […]

  • Inilah Cara ISNU Pasuruan Mengapresiasi IAINU Bangil

    Inilah Cara ISNU Pasuruan Mengapresiasi IAINU Bangil

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2024
    • visibility 1.115
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan memberikan penghargaan kepada IAINU Bangil kategori pengembangan akademik dan pelayanan administrasipada saat Rapat Senat Terbuka di Graha PCNU Bangil, Beji Bangil (12/10/2024). Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan Dr Ahmad Adib Muhdi mengatakan tiga kategori sebuah perguruan tinggi bisa mendapatkan penghargaan dari PC […]

  • Minim Alumni Daftar Kuliah, Mahasiswa UNU-STAIS Pasuruan Sosialisasi di MANU Lekok

    Minim Alumni Daftar Kuliah, Mahasiswa UNU-STAIS Pasuruan Sosialisasi di MANU Lekok

    • calendar_month Rab, 13 Sep 2023
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Lekok, NU Pasuruan Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Institut Teknologi Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan Kelompok 8 mengelar sosialisasi pengenalan kampus di Madarasah Aliyah (MA) Nahdlatul Ulama (NU) Lekok, Senin (21/08/2023). Wakil Ketua (Waka) Bidang Kurikulum SMA NU Lekok Yusuf mengatakan bahwasannya rendahnya tingkat alumni MA NU Lekok yang […]

  • PCNU Kab. Pasuruan Target Pendataan Aset Selesai Sebelum Konfercab

    PCNU Kab. Pasuruan Target Pendataan Aset Selesai Sebelum Konfercab

    • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
    • visibility 494
    • 2Komentar

    Menjelang Konferensi PCNU Kabupaten Pasuruan ke-XVII, Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWP NU) Kabupaten Pasuruan bersama Badan Aset PCNU Kabupaten Pasuruan melakukan Pendataan Aset dengan mengadakan Sosialisasi Perwakafan Aset NU di tingkatan Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU). Sabtu (30/01/2020). Sosialisasi yang digelar di Aula KH. A. Jufri Graha PCNU Kabupaten Pasuruan tersebut dihadiri […]

  • Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Tanam Toga, Wujud Nyata Pengabdian kepada Masyarakat

    Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Tanam Toga, Wujud Nyata Pengabdian kepada Masyarakat

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • visibility 652
    • 0Komentar

    Lekok, NU Pasuruan Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) STAI Salahuddin Pasuruan yang tergabung dalam Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) menggelar penanaman Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Dusun Pendopo, Desa Rowo Gempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang dikemas dalam bentuk edukasi, praktik bertani, serta pelatihan pengelolaan hasil panen […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca