Breaking News
light_mode

Tutup Rakornas 3 Lesbumi, Kiai Said Cerita Syair Pujian & Permintaan Maaf Kaab bin Zuhair

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sen, 8 Jul 2019
  • visibility 839
  • comment 0 komentar

KH Said Aqil Siradj, Ketua Tanfidziyah PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersyair, yakni saat menggali parit di tengah perang Khandaq.

“Dengan syair yang dibacakan nabi timbullah rasa semangat dan bangkit untuk mempertahankan kota madinah dari serangan musuh,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam penutupan Rakornas 3 LESBUMI PBNU yang digelar pada tanggal 3-5 Juli 2019 di Taman Candra Wilwatikta Kabupaten Pasuruan.

“Akhirnya, para sahabatpun berlomba-lomba untuk bersholawat memuji Nabi dengan syair yang sangat indah. Salah satunya yang terkenal adalah syair qasidah Kaab bin Zuhair bin Abi Salma,” imbuh sahabat Gus Dur tersebut.

Lebih lanjut, Kiai Said, sapaan akrabnya, juga menceritakan terkait proses pembuatan syair pujian dan permohonan maaf dari Kaab bin Zuhair bin Abi Salma. Kaab pernah menghina Nabi dengan syair-syairnya, sehingga beberapa sahabat merasa geram terhadapnya. Lama kelamaan Kaab pun mendengar bahwa dia menjadi incaran dan akan dibunuh. Karena ketakutan akhirnya dia pergi ke Madinah dengan sembunyi-sembunyi.

“Akhirnya dia menghadap Rasul dengan wajah ditutupi sorban merah. Dan Kaab berkata ‘Muhammad saya dengar kamu dicacaci maki oleh Kaab dan saya dengar para sahabat-sahabatmu mencarinya dan akan membunuhnya. Kalau misalkan dia datang kesini akankah kamu memaafkannya?’ ‘Ya’, jawab Muhammad. Lanjut Kaab bertanya ‘Terus kalau dia masuk islam akankah diterima?’ ‘Ya’, jawab lagi Muhammad. Tiba-tiba dibukalah sorbannya. Kaab berkata ‘saya Kaab Ya Muhammad, terserah diapakan saja diriku ini saya pasrah.’ Muhammad tersenyum. Akhirnya Kaab pun masuk Islam dan melantunkan sebuah syair pujian dan permohonan maaf yang sangat indah”, ujar Alumnus Universitas King Abdul Aziz Arab Saudi tersebut.

“Nabi Muhammad senang dipuji-puji oleh Kaab, malahan beliau memberi Kaab selimut lurik-lurik sebagai kenang-kenangan karena dia telah memuji nabi. Selimut lurik-lurik jika dibahasa arabkan yaitu burdah yang sekarang masih tersimpan utuh di Istanbul Turki. Inilah munculnya Qasidatul burdah, Qasidah untuk memuji-muji Nabi Muhammad. Qasidatul burdah yang terkenal ada azimahnya yaitu karangan syekh abu abdillah Muhammad Albusiry”, pungkas Guru Besar Ilmu Tasawwuf tersebut. (Fahri/Makhfud).

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Banjir, Banser, Santri & Warga Kecamatan Winongan Bersihkan Sungai

    Cegah Banjir, Banser, Santri & Warga Kecamatan Winongan Bersihkan Sungai

    • calendar_month Jum, 19 Mar 2021
    • visibility 964
    • 0Komentar

    Winongan, NU Kabupaten PasuruanAntisipasi sungai meluap, Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Winongan bersama warga dan santri Pondok Pesantren Ar-Roudloh Desa Tambak Rejo Kecamatan Pasrepan membersihkan sungai utama yang berada di wilayahnya. Kegiatan dimulai pukul tujuh pagi hingga empat sore dan diikuti lebih dari 100 orang. “Kegiatan bersih-bersih sungai ini untuk meminimalisir […]

  • Dilantik, MWCNU Lumbang Periode 2023-2028 Dingatkan tentang Tanggung Jawab Pengurus

    Dilantik, MWCNU Lumbang Periode 2023-2028 Dingatkan tentang Tanggung Jawab Pengurus

    • calendar_month Sel, 13 Jun 2023
    • visibility 1.255
    • 0Komentar

    Lumbang, NU Pasuruan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lumbang Masa Khidmat 2023-2028 resmi dilantik, Senin (12/6/2023). Kegiatan dipusatkan di Yayasan Darul Ulum, Dusun Banyuputih, Desa Cukurguling, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin menegaskan, menjadi pengurus NU adalah amanah. Mari bersungguh-sungguh dalam menjalankannya. “Setelah kita […]

  • KH Imron Mutamakkin: Muktamar NU Jangan Terjebak pada Perebutan Kursi Ketua Umum

    KH Imron Mutamakkin: Muktamar NU Jangan Terjebak pada Perebutan Kursi Ketua Umum

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengingatkan agar Muktamar Nahdlatul Ulama tidak direduksi menjadi arena memilih ketua umum.  Pandangan tersebut disampaikan saat membuka Majelis Muhasabah di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Sabtu (1/8/2026). “Forum permusyawaratan tertinggi NU justru harus menjadi ruang untuk merumuskan arah organisasi,” ujarnya. Gus Ipong […]

  • PMII Shalahuddin Promosikan ITS NU Pasuruan Melalui Pembagian Takjil

    • calendar_month Sen, 4 Jun 2018
    • visibility 803
    • 1Komentar

    Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Shalahuddin Sekolah Tinggi Agama Islam Shalahuddin (STAIS) promosikan Institut Teknologi & Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) Pasuruan melalui Kegiatan Pembagian Takjil, Minggu (3/6/2018). “Saat pembagian Takjil, kami juga mempromosikan ITS NU. Kami membagikan brosur dan mengajak masyarakat agar mendaftarkan dirinya, putra-putrinya, dan sanak saudara di Kampus ITS […]

  • Hadir di Posyandu, Istri Mas Bupati Pasuruan Terima Sketsa Karya Mahasiswa UNU Pasuruan

    Hadir di Posyandu, Istri Mas Bupati Pasuruan Terima Sketsa Karya Mahasiswa UNU Pasuruan

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • visibility 771
    • 0Komentar

    Gempol, NU Pasuruan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Risqiyatul Islamiyah membuat Sketsa Foto Pelantikan Mas Bupati Pasuruan 2025-2030 bersama istri. “Saya membuatnya dengan detail dan penuh ketelatenan untuk menangkap ekspresi dan karakter khas dari Mas Bupati Pasuruan bersama istri,” ujarnya usai menyerahkan sketsanya saat membantu pelaksanaan Posyandu […]

  • Bolehkah Menyimpan Daging Qurban

    Bolehkah Menyimpan Daging Qurban

    • calendar_month Sen, 19 Jul 2021
    • visibility 930
    • 0Komentar

    Idul Adha identik dengan kurban. Ia sekaligus menjadi ajang berbagi sesama. Pada hari itu, semua muslim di manapun merasakan nikmatnya makan daging kurban. Bagi orang kaya mungkin makan sesuatu yang lumrah, namun hal ini sangat istimewa bagi orang yang tidak mampu. Bahkan, bisa jadi mereka hanya sekali dalam setahun makan daging. Rasulullah SAW pernah melarang […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca