Breaking News
light_mode

Yuk Semangat Tarawih! Fadilahnya Dosa Diampuni Hingga Dibangunkan Rumah di Surga

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sab, 25 Mar 2023
  • visibility 253
  • comment 0 komentar

Sukorejo, NU Pasuruan

Keberkahan Bulan Ramadhan telah kita rasakan bersama. Sudah tiga hari kita berpuasa, menahan nafsu lahir dan nafsu batin. Berkumpul bersama keluarga, berbuka dan bersahur bersama. Setiap malamnya, kita sholat tarawih berjamaah dan bertadarrus di Musholla dan Masjid. Meskipun, ada beberapa saudara kita yang tidak dapat merasakan Bulan Ramadhan sebagaimana pernyataan di atas. Bagaimana pun keadaannya, kita tetap patut bersyukur. Alhamdulillah.

Hari pertama di Bulan Ramadhan, hampir seluruh Musholla dan Masjid dipenuhi jamaah. Dipenuhi jamaah Sholat Tarawih. Biasanya, semakin hari menuju pertengahan Bulan Ramadhan, para jamaah berkurang satu per satu. Hingga mendekati akhir Bulan Ramadhan, Sholat Tarawih akan kembali dipenuhi jamaah. Semoga kita semuanya diberikan kekuatan untuk terus Sholat Tarawih berjamaah. Aamiin.

Sebagai upaya agar kita bersemangat untuk jamaah Sholat Tarawih, mari bersama-sama membaca Keutamaan Shalat Tarawih. Sebagaimana dijelaskan di dalam Kitab Durratun Nasihin, terdapat keutamaan-keutamaan tertentu di setiap malam Sholat Tarawih.

Malam ke-1: Dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) akan keluar seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia.

Malam ke-2: Orang yang shalat Tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.

Malam ke-3: Malaikat di bawah Arasy berseru: mulailah melakukan amal kebaikan, maka Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu.

Malam ke-4: Dia (yang melakukan tarawih) mendapatkan pahala sebagaimana pahala seseorang yang membaca kitab Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.

Malam ke-5: Allah memberikan pahala seperti pahala seseorang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.

Malam ke-6: Allah memberikan pahala seperti pahala malaikat yang tawaf di Baitul Makmur dan setiap batu dan tanahpun memintakan ampunan untuknya.

Malam ke-7: (Mendapatkan pahala) Seakan-akan menemui zaman Nabi Musa AS dan menolongnya dari serangan Fir’aun dan Haman.

Malam ke-8: Allah memberi anugerah sebagaimana anugerah yang  telah diberikan kepada Nabi Ibrahim.

Malam ke-9: (Mendapatkan pahala) Seakan-akan beribadah kepada Allah sebagaimana ibadahnya para Nabi.

Malam ke-10: Allah akan memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.

Malam ke-11: Kelak Ia akan meninggal dunia seperti keadaan dimana ia baru dilahirkan dari perut ibunya.

Malam ke-12: Pada saat hari kiamat wajahnya bersinar bagaikan bulan di malam purnama.

Malam ke-13: Pada saat hari kiamat ia akan selamat dari segala macam keburukan.

Malam ke-14: Malaikat menjadi saksi bahwa ia melakukan shalat tarawih. Maka Allah tidak akan menghisabnya kelak di hari kiamat.

Malam ke-15: Para malaikat, malaikat penyangga Arsy dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit akan memintakan ampunan untuknya.

Malam ke-16: Allah mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga baginya.

Malam ke-17: (Yang melakukan tarawih) Akan diberi pahala sebagaimana pahala para Nabi.

Malam ke-18: Malaikat berkata: wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah meridhaimu dan kedua orang tuamu.

Malam ke-19: Allah akan mengangkat derajatnya di surga.

Malam ke-20: (Yang melakukan tarawih) Akan diberi pahala seperti pahala orang yang mati syahid dan orang-orang shalih.

Malam ke-21: Allah akan membangun rumah di surga yang terbuat dari cahaya untuknya.

Malam ke-22: Jika hari kiamat tiba, maka Ia akan selamat dari segala macam kesusahan dan kebingungan.

Malam ke-23: Allah akan membangun kota di dalam surga untuknya.

Malam ke-24: (Yang melakukan tarawih) Akan memperoleh dua puluh empat doa yang mustajab.

Malam ke-25: Allah akan menghilangkan siksa kubur darinya.

Malam ke-26: Allah akan meningkatkan pahalanya selama empat puluh tahun.

Malam ke-27: Di hari kiamat, Ia melewati jembatan Shirathal Mustaqim secepat sambaran kilat.

Malam ke-28: Allah akan mengangkat seribu derajat baginya di surga.

Malam ke-29: Allah akan memberikan pahala seribu ibadah haji yang diterima.

Malam ke-30: Allah berkata: Makanlah buah-buahan surga, mandilah dengan air salsabil, dan minumlah di telaga kautsar. Sesungguhnya aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hambaku.

Meski keterangan dari kitab Durratun Nasihin itu tidak berasal dari hadits, tetap bisa dijadikan sebagai motivasi untuk selalu mendirikan Sholat Tarawih. Lebih-lebih dilakukan dengan berjamaah.

Semoga kita semuanya diberikan kekuatan untuk selalu bertaqwa kepada Allah SWT. Dengan demikian, semoga kita dapat mendapatkan ridha Allah SWT. Aamiin.

Penyusun: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gotri Ala Gotri Nogosari Pasuruan 2020: Kampanye Unik Meningkatkan Imun

    Gotri Ala Gotri Nogosari Pasuruan 2020: Kampanye Unik Meningkatkan Imun

    • calendar_month Ming, 23 Agu 2020
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Sosialisasi tentang pencegahan Covid-19 dan tata kehidupan normal baru terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan kegiatan-kegiatan yang unik, kreatif, kekinian, dan berbasis kearifan lokal, serta melibatkan para kiai dan gawagis. Kali ini, sosialisasi tersebut dilaksanakan sekaligus dalam rangka memperingati 1 Muharram 1442 H, hari Kemerdekaan ke-75, dan hari jadi kabupaten Pasuruan ke-1091, yakni Gotri […]

  • Berproses di IPNU-IPPNU, Dijamin Tidak Terpapar Radikalisme

    Berproses di IPNU-IPPNU, Dijamin Tidak Terpapar Radikalisme

    • calendar_month Sen, 12 Apr 2021
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin (STAIS) Pasuruan, sukses menggelar Rapat Anggota (Rapta) dan Konferensi Komisariat (Konferkom) ke-III di Aula KH. Ahmad Djufri Graha Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) […]

  • LKKNU Pasuruan Bantu Isbat Nikah 65 Pasangan di Kecamatan Lumbang

    LKKNU Pasuruan Bantu Isbat Nikah 65 Pasangan di Kecamatan Lumbang

    • calendar_month Jum, 28 Jan 2022
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Lumbang, NU PasuruanLembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Sidang Keliling Isbat Nikah di Aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lumbang, Kamis (27/01/2022). Ketua LKKNU Kabupaten Pasuruan Ustadz Nur Khotib menyampaikan, kegiatan itu bertujuan untuk membantu pasangan suami istri yang belum memiliki surat nikah. “Agar pengurusan […]

  • Lomba Dai Nusantara, Upaya LDNU Pasuruan Cetak Generasi Pendakwah Muda NU

    Lomba Dai Nusantara, Upaya LDNU Pasuruan Cetak Generasi Pendakwah Muda NU

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Lomba Dai Nusantara di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Ahad (19/10/2025). Ketua PC LDNU Kabupaten Pasuruan, Gus Ahda Arafat, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan semata untuk memperebutkan hadiah, tetapi menumbuhkan keberanian anak-anak untuk tampil berdakwah di depan umum. “Tujuan […]

  • PCNU Kab. Pasuruan Buka Donasi untuk Pencegahan Covid-19

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2020
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, telah melakukan berbagai upaya pencegahan covid-19 di Pasuruan. Seperti penundaan hingga melarang kegiatan NU & Warga NU dengan melibatkan massa yang besar, penyemprotan disinfektan di MWCNU, Pesantren, Masjid, lembaga pendidikan, dan kegiatan penyuluhan terkait covid-19. Selain itu, PCNU juga sedang melakukan program pengadaan Thermal Scanner, Hand Sanitizer, Sabun […]

  • Penutupan Safari Ramadhan: KH. Imron Mutamakkin Jelaskan Makna & Konteks Berjihad

    • calendar_month Ming, 3 Jun 2018
    • visibility 322
    • 1Komentar

    Merespon terjadinya kesalahan dalam memaknai Jihad yang dilakukan oleh kelompok Radikal, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan mengajak warga Nahdliyin untuk kembali memahami makna dan bagaimana konteks dalam berjihad di dalam agama Islam.

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca