Breaking News
light_mode

Haul KH Abdul Hamid tahun 2024 : Berikut Rangkaian Acaranya

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Kam, 12 Sep 2024
  • visibility 3.018
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Rangkaian Haul ke-43 KH Abdul Hamid bin Abdullah bin Umar yakni pada hari Sabtu (14/09/2024). Bagi para jamaah yang hendak hadir bisa menyesuaikan dengan susunan acara yang sudah ada.

KH Abdul Hamid Pasuruan atau yang lebih dikenal dengan Mbah Hamid Pasuruan merupakan figur yang tidak pernah membanggakan keturunan tetapi selalu menjaga agar tidak melakukan kedzhaliman dan ketika di dalami maka kesabaran selalu menjadi solusi sehingga lulus menjadi kekasih Allah dan Rosulullah sehingga bisa diberkahi.

Hal itu yang diungkapkan oleh Bunyai Hj Kuni Zakiyah di media sosialnya Rabu, (11/09/2024).

Ketua PCNU Kota Pasuruan Gus H. Nailurrahman atau Gus Amak yang juga mewakili panitia mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang terlibat dalam mensukseskan haul.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan haul ini Kami akan sosialisasikan kepada para tamu VIP terkait dengan jalur yang disepakati. Kami juga menyiapkan kendaraan penjemput,” terangnya.

Berikut rangkaian Haul ke-43 KH Abdul Hamid:

1. Hari Jumat tanggal 13 September 2024

– Acara : Maulid Habsyi- Pukul : 05.00 wib – selesai

– Tempat : Pondok Pesantren Salafiyah, Jalan KH Abdul Hamid VIII/14 Kota Pasuruan- Narasumber : KH Baha’udin Nur Salim.

2. Hari Jumat tanggal 13 September 2024- Acara : Temu Alumni IKSAS dan Himmah -Pukul : 13.00 wib – selesai

– Tempat : Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah Jalan Patiunus, Bugul Kidul, Kota Pasuruan- Narasumber : KH Abdul Ghofar Rozin dan KH Junaedi, Tulungagung

3. Hari Jumat tanggal 13 September 2024

– Acara : Khotmul Quran bil Khifdi- Pukul : 19.30 wib – 03.00 wib

– Tempat : Pondok Pesantren Salafiyah, Jalan KH Abdul Hamid VIII/14, Kota Pasuruan

4. Hari Sabtu tanggal 14 September 2024- Acara : Majelis Haul- Pukul : 07.00 wib – selesai

– Tempat : Pondok Pesantren Salafiyah, Jalan KH Abdul Hamid VIII/14, Kota Pasuruan- Narasumber : Habib Jindan bin Novel bin Jindan dan KH Mustofa Bisri

5. Hari Sabtu tanggal 14 September 2024

– Acara : Lailatul Hadrah ISHARI NU

– Pukul : 19.30 wib – selesai- Tempat : PP. Salafiyah, Jalan KH Abdul Hamid VIII/14, Kota Pasuruan.

baca juga berita haul KH. Abdul Hamid Pasuruan ke-42 tahun 2023

https://pasuruankota.go.id/2023/09/25/ratusan-ribu-jemaah-haul-kh-abdul-hamid-ke-42-padati-kota-pasuruan/

Penulis: Mokh Faisol

  • Penulis: NU Pasuruan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siap Mengabdi di 100 Desa, Peserta KKN TAHAN COVID-19 STAIS Pasuruan Resmi Dilepaskan Kemendes

    Siap Mengabdi di 100 Desa, Peserta KKN TAHAN COVID-19 STAIS Pasuruan Resmi Dilepaskan Kemendes

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2020
    • visibility 635
    • 0Komentar

    Dalam situasi pandemi, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin (STAIS) Pasuruan telah mendesain konsep Kuliah Kerja Nyata Kuat dan Handal Hadapi Pandemi COVID-19, disingkat menjadi KKN TAHAN COVID-19. Senin (27/7/2020), sebanyak 124 peserta KKN yang tersebar di 100 Desa, resmi dilepaskan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Republik […]

  • LTNNU Pasuruan Edukasi Mahasiswa Melalui Literasi Digital

    LTNNU Pasuruan Edukasi Mahasiswa Melalui Literasi Digital

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2024
    • visibility 980
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Pasuruan menggelar literasi digital di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Kamis (20/04/2024). Lukman Hakim selaku narasumber mengatakan, dalam menghadapi tantangan dosa-dosa pendidikan di era digital, literasi digital menjadi kunci untuk melawan dampak negatif yang mungkin timbul. Mengingat pentingnya pendidikan yang berkualitas dan […]

  • NU Pasuruan Adakan Gerakan Peduli Palestina

    NU Pasuruan Adakan Gerakan Peduli Palestina

    • calendar_month Ming, 3 Des 2023
    • visibility 636
    • 0Komentar

    Grati, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan mengelar istighosah kubro di Balai Desa Kedawung Kulon, Jum’at (1/12/2023). Dalam acara tersebut NU Pasuruan mengintruksikan setiap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) untuk menggelar gerakan peduli palestina. “Gerakan peduli palestina merupakan upaya kita untuk meringankan beban saudara kita disana,” ujar KH Imron Mutamkkin selaku […]

  • PCNU Kab. Pasuruan Buka Donasi untuk Pencegahan Covid-19

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2020
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, telah melakukan berbagai upaya pencegahan covid-19 di Pasuruan. Seperti penundaan hingga melarang kegiatan NU & Warga NU dengan melibatkan massa yang besar, penyemprotan disinfektan di MWCNU, Pesantren, Masjid, lembaga pendidikan, dan kegiatan penyuluhan terkait covid-19. Selain itu, PCNU juga sedang melakukan program pengadaan Thermal Scanner, Hand Sanitizer, Sabun […]

  • Bersama BPBD, LPBINU Pasuruan Tingkatkan Kapasitas Warga Hadapi Bencana

    Bersama BPBD, LPBINU Pasuruan Tingkatkan Kapasitas Warga Hadapi Bencana

    • calendar_month Sen, 22 Agu 2022
    • visibility 871
    • 0Komentar

    Rejoso, NU Pasuruan Lembaga Penangulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan istiqomah membantu masyarakat terdampak bencana. Kali ini, memberikan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi adanya bencana. Untuk itu, Pengurus Cabang (PC) LPBINU bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan dalam pelaksanaan kegiatan ā€˜Sosialisasi Antisipasi Bencana’. Wakil Ketua PC LPBINU […]

  • Hukum Menetapkan Status Anak Yatim Berdasarkan KK, Bagaimana Ketentuannya?

    Hukum Menetapkan Status Anak Yatim Berdasarkan KK, Bagaimana Ketentuannya?

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Penetapan status anak yatim berdasarkan data Kartu Keluarga (KK) atau akta kelahiran yang menggunakan kalender Masehi tidak dapat dijadikan patokan secara langsung. Dalam ketentuan fikih, batas usia anak yatim berakhir ketika anak telah baligh, sedangkan ukuran usia baligh 15 tahun mengacu pada kalender Hijriah, bukan kalender Masehi. Selain berdasarkan usia, baligh juga dapat diketahui melalui […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca