Breaking News
light_mode

Hari Mangrove Sedunia, Prodi Pendidikan Biologi UNU Pasuruan Gelar Program Konservasi Mangrove di Pesisir Pantai

  • account_circle Nuril Hidayati
  • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
  • visibility 617
  • comment 0 komentar

Lekok, NU Pasuruan

Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, dosen dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan menggelar Program Konservasi Mangrove di pesisir pantai Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (29/07/2025). Aksi ini merupakan langkah nyata untuk merestorasi kawasan pesisir yang selama ini mengalami degradasi akibat abrasi dan eksploitasi yang tidak berkelanjutan.

Penanaman 2.500 bibit mangrove dipusatkan di pesisir pantai di Dusun Sanggaran Barat, Desa Tambak Lekok. Gerakan peduli lingkungan itu sekaligus bentuk kontribusi akademik terhadap upaya pelestarian ekosistem pesisir yang berkelanjutan.

Penanggung Jawab Program, Nurlina Safitri menerangkan, dosen dan mahasiswa Pendidikan Biologi UNU Pasuruan juga melakukan serangkaian riset ilmiah di wilayah pesisir tersebut. Mereka mengidentifikasi keanekaragaman hayati mangrove, menganalisis biomassa, serta mempelajari kualitas lingkungan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek (project-based learning).

“Penelitian yang dilakukan mahasiswa ini menjadi dasar ilmiah untuk menentukan strategi rehabilitasi yang tepat. Dengan pendekatan ilmiah ini, konservasi mangrove tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga berdasarkan data dan analisis ekosistem secara menyeluruh,” kata Ketua Prodi (Kaprodi) Pendidikan Biologi tersebut.

Selanjutnya menurut anggota Tim Program, Reza Ardiansyah menyebutkan, program konservasi mangrove ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, sebagai bentuk rehabilitasi lingkungan pesisir yang rusak. Kedua, sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, khususnya dalam menghadapi potensi tsunami, abrasi, dan kenaikan permukaan air laut.

“Dalam diskusi yang menyertai kegiatan ini, perwakilan dari Indonesia Power dan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi krisis lingkungan di wilayah pesisir. Mereka menyambut baik inisiatif UNU Pasuruan sebagai model integrasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat,” ujarnya didampingi anggota Tim Program, Nuril Hidayati dan Kameliah Mushonev.

Sementara itu, Rektor UNU Pasuruan, Abu Amar Bustomi menegaskan, program ini sejalan dengan visi dan misi universitas untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.

“Alhamdulilah. Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari masyarakat nelayan setempat. Mereka merasa terbantu dengan adanya program konservasi ini karena mangrove terbukti menjadi benteng alami terhadap gelombang laut dan tempat berkembang biaknya ikan-ikan kecil yang menjadi sumber penghidupan mereka,” kata Doktor Ilmu Sosial itu.

Ia juga menjelaskan, selain aspek lingkungan dan ekonomi, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan lingkungan hidup secara langsung. Mahasiswa belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman lapangan yang otentik dan berdampak nyata.

“Konservasi mangrove ini sekaligus menjadi refleksi bahwa pendekatan ilmiah dan kolaboratif bisa berjalan bersamaan. UNU Pasuruan menunjukkan bahwa kampus bukan hanya pusat pembelajaran, tetapi juga agen perubahan di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Ikut menambahkan, Dosen Pendidikan Biologi, Arga Triyandana menyebutkan, kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum yang mengintegrasikan penelitian, pengabdian masyarakat, dan pendidikan dalam satu kesatuan aksi. Mahasiswa dilatih menjadi ilmuwan yang peka terhadap realitas sosial dan ekologi.

“Pemerintah Desa Tambak Lekok menyatakan akan terus mendukung kegiatan serupa. Bahkan berkomitmen untuk melanjutkan pemeliharaan mangrove hasil penanaman. Mereka menganggap kegiatan ini sebagai investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu juga menambahkan, dengan semakin banyaknya kawasan pesisir yang terdegradasi, kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana upaya konservasi dapat dilaksanakan secara kolektif, berkelanjutan, dan berbasis riset. Kolaborasi seperti ini perlu direplikasi di wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa.

“Akhirnya, kegiatan konservasi mangrove ini bukan hanya sekadar seremonial menyambut Hari Mangrove Sedunia, melainkan juga merupakan praktik ekopedagogi yang membumi. UNU Pasuruan telah memberikan teladan bahwa perubahan dimulai dari aksi kecil yang dilandasi pengetahuan dan kepedulian,” tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini terlaksana atas sinergi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Di antaranya Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Indonesia Power, Pemerintah Desa (Pemdes) Tambak Lekok, masyarakat nelayan, hingga organisasi pelajar yang tergabung dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) IPNU-IPPNU.

Penulis: Nuril Hidayati

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Nuril Hidayati
  • Editor: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hukum Berkurban Sekaligus Niat Aqiqah

    Hukum Berkurban Sekaligus Niat Aqiqah

    • calendar_month Rab, 28 Jun 2023
    • visibility 1.270
    • 0Komentar

    Praktik berkurban sekaligus aqiqah begitu banyak ditemui di masyarakat. Yang sebenarnya dalam permasalahan ini, terdapat perbedaan pendapat di antara ulama Madzhab Syafi’i. Menurut Imam Ibnu Hajar dan mayoritas ulama berpendapat tidak cukup. Bahkan apabila tetap dilakukan, maka kurban sekaligus aqiqahnya tidak sah. Dalam salah satu karyanya, Imam Ibnu Hajar menjelaskan: لَوْ نَوَى بِشَاةِ الْأَضْحِيَّةَ وَالْعَقِيقَةَ […]

  • Gelar Raker, Pergunu Pasuruan Siapkan 3 Program Prioritas

    Gelar Raker, Pergunu Pasuruan Siapkan 3 Program Prioritas

    • calendar_month Ming, 1 Okt 2023
    • visibility 1.277
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Pasuruan mengelar Rapat Kerja (Raker) II di Aula LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, Jum’at (29/09/2023). Wakil Ketua PC Pergunu Kabupaten Pasuruan Moh. Syukron Aby mengatakan, tiga program prioritas dari Raker II adalah membentuk Pimpinan Anak Cabang (PAC) disetiap Kecamatan di Pasuruan, kedua meningkatkan […]

  • Lahan Pertanian Kritis, Mahasiswa UNU Pasuruan Ajari Petani Bikin Pestisida dan Pupuk Organik

    Lahan Pertanian Kritis, Mahasiswa UNU Pasuruan Ajari Petani Bikin Pestisida dan Pupuk Organik

    • calendar_month Kam, 5 Okt 2023
    • visibility 914
    • 0Komentar

    Tosari, NU Pasuruan Menghadapi lahan kritis di Desa Kandangan, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan memberi peningkatan kapasitas petani dalam pembenahan kualitas tanah melalui pembuatan pupuk organik. Kegiatan itu sebagai bagian dari pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Tahun 2023 di […]

  • Tim KOIN NU Maslahat Rejoso Peduli Korban Angin Puting Beliung

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2020
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Tim KOIN NU Maslahat Rejoso terdiri dari Fatayat, Muslimat, dan MWCNU Rejoso, kali ini menyalurkan bantuan kepada korban angin puting beliung, Kamis, 12 Maret 2020. Neng Laily Qomariah, ketua Fatayat NU Rejoso, menjelaskan bahwa tim KOIN NU Maslahat Rejoso yang selama istiqomah sejak 2017 membantu korban banjir masyarakat rejoso, kali ini juga membantu korban angin […]

  • LDNU Pasuruan Hadirkan Hikayat Ramadan: Ngaji Online Menjelang Berbuka

    LDNU Pasuruan Hadirkan Hikayat Ramadan: Ngaji Online Menjelang Berbuka

    • calendar_month Sen, 3 Mar 2025
    • visibility 1.229
    • 1Komentar

    Sukorejo, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Hikayat Ramadan (Hikam) di Media Sosial NU Pasuruan Senin sore (3/03/2025). Ketua PC LDNU Kabupaten Pasuruan, Gus Ahda Arafat mengatakan bahwasanya Hikam merupakan program ngaji online selama bulan Ramadan yang di dalamnya berisi tentang kajian keagamaan oleh dai-dai muda NU. “Hikam […]

  • Sekretaris LPBINU Kabupaten Pasuruan Terpilih sebagai Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana

    Sekretaris LPBINU Kabupaten Pasuruan Terpilih sebagai Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Aris Felani memakai rompi di acara Mubes FPRB (Foto: NU Pasuruan)

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca