Breaking News
light_mode

Islam “Sawah” Bukan Ahlus Sunnah Wal Jamaah

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
  • visibility 776
  • comment 6 komentar

Judul Buku : Bekal Pembela Ahlus Sunnah Wal Jamaah Menghadapi Radikalisme Salafi-Wahabi

Penulis : Muhammad Idrus Ramli
Penerbit : Surabaya, Aswaja NU CENTER Jawa Timur
ISBN : 978-602-17206-3-9
Tahun : I, 2013
Tebal : 210 Halaman
Peresensi : Syarif Hidayat Santoso

SERANGAN kembali dilakukan kalangan Islam “Sawah” (Salafi-Wahabi) terhadap Ahlus Sunnah Wal Jamaah melalui buku bantahan terhadap buku karya Muhammad Idrus Ramli berjudul Mazhab Al Asy’ari Benarkah Ahlus Sunnah Wal Jamaah? Meskipun buku karangan tokoh Salafi-Wahabi tersebut jauh dari logika ilmiah dan tak satupun dalil dari Al Quran dan Hadits yang dibantah oleh buku tersebut, namun ustadz Idrus Ramli masih berupaya menjelaskan tentang siapa sebenarnya Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan lawannya dalam ring keberagamaan, Salafi-Wahabi.

Kini, buku yang lebih baik dihadirkan untuk pembaca. Judulnya “Bekal Pembela Aswaja Menghadapi Radikalisme Salafi Wahabi”. Sebuah buku berbobot yang kualitas hujjah ilmiahnya lebih bagus dari buku “Mazhab Asy’ari Benarkah Ahlus Sunnah Wal Jamaah?”.

Sulit sekali membantah kehujjahan buku ini, buku yang ditulis dengan citarasa ilmiah dengan deretan bukti-bukti konkret yang tak terbantahkan. Titik poin yang ditekankan oleh ustadz Idrus Ramli memang betul-betul mengena. Sanggahan difokuskan pada siapa yang dimaksud Ahlus Sunnah Wal Jamaah, kemudian bukti-bukti otentik bahwa Salafi-Wahabi bukanlah penganut Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang mengikuti Rasulullah SAW dan para sahabat.

Ustadz Idrus Ramli secara jitu menunjukkan bahwa kalangan Wahabi bukan saja berbeda akidah dengan mayoritas Ahlus Sunnah Wal Jamaah, melainkan juga telah melakukan kebatilan intelektual dengan beragam cara untuk membenarkan paham Wahabi mereka. Salah satunya dengan melakukan serangan terhadap para ulama hadits. Dedikasi ilmiah ustadz Idrus Ramli tentang hal ini dihadiahkan kepada pembaca dalam halaman 33 sampai 96.

Kebatilan akademis yang sedemikian parah yang dilakukan kalangan Salafi-Wahabi bertolak dari lima hal. Pertama, dengan mendiskreditkan para ulama ahli hadits dengan menyebut mereka sebagai ahli bid’ah. Cara yang pertama ini misalnya dengan menyebut bahwa para ulama ahli hadits hanya sebatas membenarkan sebagian pendapat Imam Al Asy’ari. Bukan penganut mazhab Asy’ari.

Cara kedua yang dilakukan kalangan Salafi adalah pembunuhan karakter kitab-kitab ahli hadits. Pada bagian ini, ustadz Idrus Ramli mengajukan contoh sejumlah kitab ulama ahli hadits yang dimanipulasi kalangan salafi seperti karya Imam Thahawi, Imam Baihaqi, Imam Abu Amr Al Dani Al Andalusi serta Imam Al Lalaka’i. Cara Salafi ini jelas mampu memukau kalangan awam untuk beralih ke akidah tajsim yang mereka propagandakan.

Adapun cara ketiga dan keempat yang dilakukan kalangan Salafi untuk menghantam ulama ahli hadits adalah dengan menyebarkan riwayat-riwayat palsu dan penyebaran kitab-kitab palsu. Ulama-ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang termasyhur sejak Imam Syafi’i, Imam Ahmad bin Hambal, Imam Hanafi, Imam Ibnu Jarir Al Thabari, Imam Abu Nu’aim, Imam Al Daruqutni, menjadi sarana pemalsuan Salafi-Wahabi. Titik ini betul-betul ditekankan oleh ustadz Idrus Ramli karena begitu bahaya dan daruratnya kondisi pemalsuan terhadap Imam-imam besar Ahlus Sunnah Wal Jamaah tersebut.

Pengungkapan karya-karya palsu tentang ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah oleh ustadz Idrus Ramli merupakan satu informasi penting yang wajib diapresiasi. Pasalnya, realitas di lapangan menunjukkan kalau kalangan Salafi-Wahabi memang bergerak dengan taktik ini. Kalangan Salafi Wahabi sering menisbahkan pendapat mereka terhadap para Imam Ahlus Sunnah Wal Jamaah seakan-akan pendapat mereka bersesuaian dengan para Imam Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan kemudian warga Nahdliyyin dituduh sebagai ahli bid’ah.

Strategi kelima kalangan Salafi Wahabi adalah menolak otoritas hadits dhaif. Sesuatu yang sangat paradoks bukan saja bagi seluruh kaum muslim tapi juga kalangan Salafi-Wahabi sendiri. Sebab, selain melahirkan dilema bagi umat Islam dan kalangan Salafi-Wahabi karena pada dasarnya hadits dhaif dipakai oleh seluruh ulama salaf, kalangan Salafi-Wahabi sendiri terkenal memiliki hobi menukil hadits dhaif dan palsu untuk membenarkan pendapat mereka.

Luar biasanya lagi dari buku ini, ustadz Idrus Ramli mampu membeberkan aib akhlak-akidah kalangan Salafi Wahabi yang berkaitan dengan para sahabat. Para sahabat sebagai manusia dengan kualitas terbaik justru diminorkan oleh kalangan Salafi-Wahabi (hal. 91-114).

Ustadz Idrus dengan piawai menunjukkan bagaimana kalangan Salafi Wahabi meminorkan sahabat-sahabat besar sejak Abdullah bin Umar, Abu Bakar As Shiddiq, Utsman bin Affan, Bilal bin Harits Al Muzani bahkan Ummul Mukminin Aisyah. Tuduhan syirik dan bid’ah dialamatkan kalangan Salafi-Wahabi terhadap sahabat-sahabat besar diatas hanya karena para sahabat tersebut melakukan tabarruk, tawassul dan bid’ah hasanah.

Menariknya lagi buku ini juga menyertakan nubuwwah Rasulullah SAW tentang Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan Salafi Wahabi. Secara singkat, ustadz Idrus Ramli membeberkan fakta bahwa mazhab Asy’ari dan Al Maturidi tercantum secara tesktual dalam Al Quran dan hadits seperti ayat ke 54 surat Al Maidah, hadits tentang penaklukan Kostantinopel serta hadits tentang keutamaan penduduk Yaman. Buku ini juga menyertakan hadits-hadits tentang kaum Salafi Wahabi yang telah dinubuwwahkan tanda-tanda dan kemunculannya oleh Rasulullah SAW.

Akhir kata, buku ini betul-betul mampu menjadi bekal pembela Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang jitu dalam menghadapi Salafi Wahabi. Sebuah buku berbobot yang tak hanya menyajikan pemikiran tapi juga fakta dan argumentasi ilmiah yang dibangun dari para ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah sendiri maupun dari ulama Salafi Wahabi. Sebuah buku yang sulit dibantah. (*)

Syarif Hidayat Santoso, kader muda NU Sumenep, alumnus FISIP Universitas Jember.

  • Penulis: NU Pasuruan
Tags

Komentar (6)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minim Alumni Daftar Kuliah, Mahasiswa UNU-STAIS Pasuruan Sosialisasi di MANU Lekok

    Minim Alumni Daftar Kuliah, Mahasiswa UNU-STAIS Pasuruan Sosialisasi di MANU Lekok

    • calendar_month Rab, 13 Sep 2023
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Lekok, NU Pasuruan Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Institut Teknologi Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan Kelompok 8 mengelar sosialisasi pengenalan kampus di Madarasah Aliyah (MA) Nahdlatul Ulama (NU) Lekok, Senin (21/08/2023). Wakil Ketua (Waka) Bidang Kurikulum SMA NU Lekok Yusuf mengatakan bahwasannya rendahnya tingkat alumni MA NU Lekok yang […]

  • Masih Berlanjut, Donasi Warga NU Pasuruan Tahap ke-2 untuk Lombok mencapai 200 Juta Lebih

    • calendar_month Rab, 29 Agu 2018
    • visibility 978
    • 0Komentar

    Donasi “NU Peduli” Lombok dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, sudah mencapai tahap ke-3. Donasi Tahap ke-2 mencapai Rp. 221.468.400 dan sudah diserahkan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Selasa Siang (28/08/2018). Berdasarkan informasi dari H. Saiful Anam Chalim, M.Pd.I., donasi yang diperoleh dari warga NU tersebut dikumpulkan melalui Kaleng Jum’at […]

  • Refleksi Perjuangan Ketua IPPNU Kabupaten Pasuruan dari Masa ke Masa

    Refleksi Perjuangan Ketua IPPNU Kabupaten Pasuruan dari Masa ke Masa

    • calendar_month Rab, 30 Mar 2022
    • visibility 820
    • 0Komentar

    Ketua memegang peranan sentral dengan menjadi kepala pada tubuh sebuah organisasi. Buku ini menceritakan kisah perjuangan para ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pasuruan dari masa ke masa. Di mana keputusan dan langkahnya dapat membawa kemajuan serta memperbaiki stigma negatif di masyarakat terkait dengan aktifis perempuan. Buku berjudul ‘The Journey […]

  • Dina Madaniah, Nahkoda Baru PC IPPNU Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Sen, 18 Feb 2019
    • visibility 845
    • 0Komentar

    Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XVII Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Pasuruan sukses digelar pada hari Sabtu-Minggu,16-17 Februari 2019 di Pendopo Nyaweji Ngesti Wenganing Gusti kabupaten Pasuruan. Dengan tema “Optimalisasi Nilai Keteladanan Santri guna Menyongsong Indonesia Emas 2045”, forum musyawarah tersebut memiliki catatan menarik. Pasalnya dalam Konfercab ke-XVII, kandidat calon Ketua berkesempatan […]

  • Begini Peringantan Harlah NU ke-93 MWNU Pandaan PCNU Bangil

    • calendar_month Sab, 23 Mar 2019
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    Majelis Wilayah Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pandaan gelar peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke 93 tahun di Masjid Al Manan dusun Clumprit desa Sebani kecamatan Pandaan, Jum’at (22/3). Acara tersebut dihadiri oleh 1500 orang jamaah Muslimat NU dan Pengurus Ranting NU se-kecamatan Pandaan. Berdasarkan laporan panitia, kegiatan tersebut memiliki rangkaian acara istighosah, pelantikan Pimpinan […]

  • Safari Ramadhan NU Pasuruan: Perkuat Pendidikan, Ekonomi, dan Kesehatan Nahdliyyin

    Safari Ramadhan NU Pasuruan: Perkuat Pendidikan, Ekonomi, dan Kesehatan Nahdliyyin

    • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
    • visibility 792
    • 0Komentar

    Winongan, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Safari Ramadhan di Masjid Baitul Ghofur, Kecamatan Winongan, Rabu (5/04/2025). Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan Ilham Wahyudi mengatakan, program prioritas PCNU Kabupaten Pasuruan terdapat tiga diantaranya pembangunan NUmbasmat, Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) dan mendirikan perguruan tinggi NU. “Sejak tahun kemarin ketiga tiganya sudah […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca