Breaking News
light_mode

Islam “Sawah” Bukan Ahlus Sunnah Wal Jamaah

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
  • visibility 686
  • comment 6 komentar

Judul Buku : Bekal Pembela Ahlus Sunnah Wal Jamaah Menghadapi Radikalisme Salafi-Wahabi

Penulis : Muhammad Idrus Ramli
Penerbit : Surabaya, Aswaja NU CENTER Jawa Timur
ISBN : 978-602-17206-3-9
Tahun : I, 2013
Tebal : 210 Halaman
Peresensi : Syarif Hidayat Santoso

SERANGAN kembali dilakukan kalangan Islam “Sawah” (Salafi-Wahabi) terhadap Ahlus Sunnah Wal Jamaah melalui buku bantahan terhadap buku karya Muhammad Idrus Ramli berjudul Mazhab Al Asy’ari Benarkah Ahlus Sunnah Wal Jamaah? Meskipun buku karangan tokoh Salafi-Wahabi tersebut jauh dari logika ilmiah dan tak satupun dalil dari Al Quran dan Hadits yang dibantah oleh buku tersebut, namun ustadz Idrus Ramli masih berupaya menjelaskan tentang siapa sebenarnya Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan lawannya dalam ring keberagamaan, Salafi-Wahabi.

Kini, buku yang lebih baik dihadirkan untuk pembaca. Judulnya “Bekal Pembela Aswaja Menghadapi Radikalisme Salafi Wahabi”. Sebuah buku berbobot yang kualitas hujjah ilmiahnya lebih bagus dari buku “Mazhab Asy’ari Benarkah Ahlus Sunnah Wal Jamaah?”.

Sulit sekali membantah kehujjahan buku ini, buku yang ditulis dengan citarasa ilmiah dengan deretan bukti-bukti konkret yang tak terbantahkan. Titik poin yang ditekankan oleh ustadz Idrus Ramli memang betul-betul mengena. Sanggahan difokuskan pada siapa yang dimaksud Ahlus Sunnah Wal Jamaah, kemudian bukti-bukti otentik bahwa Salafi-Wahabi bukanlah penganut Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang mengikuti Rasulullah SAW dan para sahabat.

Ustadz Idrus Ramli secara jitu menunjukkan bahwa kalangan Wahabi bukan saja berbeda akidah dengan mayoritas Ahlus Sunnah Wal Jamaah, melainkan juga telah melakukan kebatilan intelektual dengan beragam cara untuk membenarkan paham Wahabi mereka. Salah satunya dengan melakukan serangan terhadap para ulama hadits. Dedikasi ilmiah ustadz Idrus Ramli tentang hal ini dihadiahkan kepada pembaca dalam halaman 33 sampai 96.

Kebatilan akademis yang sedemikian parah yang dilakukan kalangan Salafi-Wahabi bertolak dari lima hal. Pertama, dengan mendiskreditkan para ulama ahli hadits dengan menyebut mereka sebagai ahli bid’ah. Cara yang pertama ini misalnya dengan menyebut bahwa para ulama ahli hadits hanya sebatas membenarkan sebagian pendapat Imam Al Asy’ari. Bukan penganut mazhab Asy’ari.

Cara kedua yang dilakukan kalangan Salafi adalah pembunuhan karakter kitab-kitab ahli hadits. Pada bagian ini, ustadz Idrus Ramli mengajukan contoh sejumlah kitab ulama ahli hadits yang dimanipulasi kalangan salafi seperti karya Imam Thahawi, Imam Baihaqi, Imam Abu Amr Al Dani Al Andalusi serta Imam Al Lalaka’i. Cara Salafi ini jelas mampu memukau kalangan awam untuk beralih ke akidah tajsim yang mereka propagandakan.

Adapun cara ketiga dan keempat yang dilakukan kalangan Salafi untuk menghantam ulama ahli hadits adalah dengan menyebarkan riwayat-riwayat palsu dan penyebaran kitab-kitab palsu. Ulama-ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang termasyhur sejak Imam Syafi’i, Imam Ahmad bin Hambal, Imam Hanafi, Imam Ibnu Jarir Al Thabari, Imam Abu Nu’aim, Imam Al Daruqutni, menjadi sarana pemalsuan Salafi-Wahabi. Titik ini betul-betul ditekankan oleh ustadz Idrus Ramli karena begitu bahaya dan daruratnya kondisi pemalsuan terhadap Imam-imam besar Ahlus Sunnah Wal Jamaah tersebut.

Pengungkapan karya-karya palsu tentang ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah oleh ustadz Idrus Ramli merupakan satu informasi penting yang wajib diapresiasi. Pasalnya, realitas di lapangan menunjukkan kalau kalangan Salafi-Wahabi memang bergerak dengan taktik ini. Kalangan Salafi Wahabi sering menisbahkan pendapat mereka terhadap para Imam Ahlus Sunnah Wal Jamaah seakan-akan pendapat mereka bersesuaian dengan para Imam Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan kemudian warga Nahdliyyin dituduh sebagai ahli bid’ah.

Strategi kelima kalangan Salafi Wahabi adalah menolak otoritas hadits dhaif. Sesuatu yang sangat paradoks bukan saja bagi seluruh kaum muslim tapi juga kalangan Salafi-Wahabi sendiri. Sebab, selain melahirkan dilema bagi umat Islam dan kalangan Salafi-Wahabi karena pada dasarnya hadits dhaif dipakai oleh seluruh ulama salaf, kalangan Salafi-Wahabi sendiri terkenal memiliki hobi menukil hadits dhaif dan palsu untuk membenarkan pendapat mereka.

Luar biasanya lagi dari buku ini, ustadz Idrus Ramli mampu membeberkan aib akhlak-akidah kalangan Salafi Wahabi yang berkaitan dengan para sahabat. Para sahabat sebagai manusia dengan kualitas terbaik justru diminorkan oleh kalangan Salafi-Wahabi (hal. 91-114).

Ustadz Idrus dengan piawai menunjukkan bagaimana kalangan Salafi Wahabi meminorkan sahabat-sahabat besar sejak Abdullah bin Umar, Abu Bakar As Shiddiq, Utsman bin Affan, Bilal bin Harits Al Muzani bahkan Ummul Mukminin Aisyah. Tuduhan syirik dan bid’ah dialamatkan kalangan Salafi-Wahabi terhadap sahabat-sahabat besar diatas hanya karena para sahabat tersebut melakukan tabarruk, tawassul dan bid’ah hasanah.

Menariknya lagi buku ini juga menyertakan nubuwwah Rasulullah SAW tentang Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan Salafi Wahabi. Secara singkat, ustadz Idrus Ramli membeberkan fakta bahwa mazhab Asy’ari dan Al Maturidi tercantum secara tesktual dalam Al Quran dan hadits seperti ayat ke 54 surat Al Maidah, hadits tentang penaklukan Kostantinopel serta hadits tentang keutamaan penduduk Yaman. Buku ini juga menyertakan hadits-hadits tentang kaum Salafi Wahabi yang telah dinubuwwahkan tanda-tanda dan kemunculannya oleh Rasulullah SAW.

Akhir kata, buku ini betul-betul mampu menjadi bekal pembela Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang jitu dalam menghadapi Salafi Wahabi. Sebuah buku berbobot yang tak hanya menyajikan pemikiran tapi juga fakta dan argumentasi ilmiah yang dibangun dari para ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah sendiri maupun dari ulama Salafi Wahabi. Sebuah buku yang sulit dibantah. (*)

Syarif Hidayat Santoso, kader muda NU Sumenep, alumnus FISIP Universitas Jember.

  • Penulis: NU Pasuruan
Tags

Komentar (6)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringatan Maulid Nabi, Begini Ceramah Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Ming, 2 Des 2018
    • visibility 1.097
    • 0Komentar

    Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pasuruan, KH. Muzakki Birrul Alim, menceritakan salah satu perjuangan Rasulullah untuk memastikan para umatnya selamat dari api Neraka. Seperti ketika turun ayat, 1 kebaikan di balas 1 kebaikan, 1 keburukan dibalas 1, dalam surat al-Zalzalah ayat 7 & 8. Rasulullah memohon kepada Allah untuk ditambah. Kemudian 1 kebaikan dibalas 10. Rasulullah […]

  • Berikut Bacaan Niat Membayar Zakat Fitrah

    Berikut Bacaan Niat Membayar Zakat Fitrah

    • calendar_month Kam, 27 Mar 2025
    • visibility 982
    • 0Komentar

    Setiap amal ibadah harus disertai dengan niat, baik ibadah wajib maupun sunnah. Niat menentukan keabsahan suatu amalan, termasuk dalam pelaksanaan zakat fitrah. Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa atau anak-anak, serta mereka yang merdeka maupun hamba sahaya. Dalam Fathul Qarib, Muhammad bin Qasim Al-Ghazi menjelaskan bahwa seseorang wajib membayar […]

  • Ada Dua Hukum Fikih untuk Bagi Hasil Ternak Kambing, Ketika…

    Ada Dua Hukum Fikih untuk Bagi Hasil Ternak Kambing, Ketika…

    • calendar_month Sab, 13 Mar 2021
    • visibility 3.793
    • 0Komentar

    Berikut hasil bahtsul masail Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wonorejo Periode 2019-2024, yang disepakati pada hari Ahad, 20/11/2020. Adapun Tim Perumus meliputi KH. Sobih Asrory, KH. Ma’mun Munir, dan KH. Abdul Halim. Sedangkan Mushohih meliputi KH. Muhibbul Aman Aly dan KH. Nur Hasan. Deskripsi masalah Pak Qomar membeli 2 […]

  • Gotri Ala Gotri Nogosari Pasuruan 2020: Kampanye Unik Meningkatkan Imun

    Gotri Ala Gotri Nogosari Pasuruan 2020: Kampanye Unik Meningkatkan Imun

    • calendar_month Ming, 23 Agu 2020
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Sosialisasi tentang pencegahan Covid-19 dan tata kehidupan normal baru terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan kegiatan-kegiatan yang unik, kreatif, kekinian, dan berbasis kearifan lokal, serta melibatkan para kiai dan gawagis. Kali ini, sosialisasi tersebut dilaksanakan sekaligus dalam rangka memperingati 1 Muharram 1442 H, hari Kemerdekaan ke-75, dan hari jadi kabupaten Pasuruan ke-1091, yakni Gotri […]

  • Rektor ITSNU STAI Salahudin Ingatkan Wisudawan Pentingnya Kesadaran Sosial

    Rektor ITSNU STAI Salahudin Ingatkan Wisudawan Pentingnya Kesadaran Sosial

    • calendar_month Sen, 27 Nov 2023
    • visibility 904
    • 0Komentar

    Gadingrejo, NU Pasuruan Institut Teknologi Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan mengelar Rapat Sanad Wisuda dihotel Ascent Premiere Pasuruan Sabtu, (25/11/2023). Dalam kesempatan tersebut para wisudawan diingatkan pentingnya kesadaran sosial. Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Kabupaten Pasuruan, Abu Amar Bustomi mengatakan kesadaran yang mendalam akan tanggung jawab […]

  • Demi Content, Indonesia Dibakar

    Demi Content, Indonesia Dibakar

    • calendar_month Sab, 19 Des 2020
    • visibility 583
    • 0Komentar

    Setelah banyak yang tahu jika Mbah Gugel begitu loman alias dermawan, berbodong-bondonglah rakyat negara Cak Manap melamar menjadi buruh. Dulunya ada yang bekerja menjadi blogger, pengelola fanspage atau semacamnya. Setelah viral, jika Pak Lik Youtube lebih dermawan daripada Mbah Gugel, bersuka citalah para kreator video untuk membuat akun Youtube demi mendapatkan dolar. Ya memang lumayan. […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca