Breaking News
light_mode

Islam “Sawah” Bukan Ahlus Sunnah Wal Jamaah

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
  • visibility 748
  • comment 6 komentar

Judul Buku : Bekal Pembela Ahlus Sunnah Wal Jamaah Menghadapi Radikalisme Salafi-Wahabi

Penulis : Muhammad Idrus Ramli
Penerbit : Surabaya, Aswaja NU CENTER Jawa Timur
ISBN : 978-602-17206-3-9
Tahun : I, 2013
Tebal : 210 Halaman
Peresensi : Syarif Hidayat Santoso

SERANGAN kembali dilakukan kalangan Islam “Sawah” (Salafi-Wahabi) terhadap Ahlus Sunnah Wal Jamaah melalui buku bantahan terhadap buku karya Muhammad Idrus Ramli berjudul Mazhab Al Asy’ari Benarkah Ahlus Sunnah Wal Jamaah? Meskipun buku karangan tokoh Salafi-Wahabi tersebut jauh dari logika ilmiah dan tak satupun dalil dari Al Quran dan Hadits yang dibantah oleh buku tersebut, namun ustadz Idrus Ramli masih berupaya menjelaskan tentang siapa sebenarnya Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan lawannya dalam ring keberagamaan, Salafi-Wahabi.

Kini, buku yang lebih baik dihadirkan untuk pembaca. Judulnya “Bekal Pembela Aswaja Menghadapi Radikalisme Salafi Wahabi”. Sebuah buku berbobot yang kualitas hujjah ilmiahnya lebih bagus dari buku “Mazhab Asy’ari Benarkah Ahlus Sunnah Wal Jamaah?”.

Sulit sekali membantah kehujjahan buku ini, buku yang ditulis dengan citarasa ilmiah dengan deretan bukti-bukti konkret yang tak terbantahkan. Titik poin yang ditekankan oleh ustadz Idrus Ramli memang betul-betul mengena. Sanggahan difokuskan pada siapa yang dimaksud Ahlus Sunnah Wal Jamaah, kemudian bukti-bukti otentik bahwa Salafi-Wahabi bukanlah penganut Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang mengikuti Rasulullah SAW dan para sahabat.

Ustadz Idrus Ramli secara jitu menunjukkan bahwa kalangan Wahabi bukan saja berbeda akidah dengan mayoritas Ahlus Sunnah Wal Jamaah, melainkan juga telah melakukan kebatilan intelektual dengan beragam cara untuk membenarkan paham Wahabi mereka. Salah satunya dengan melakukan serangan terhadap para ulama hadits. Dedikasi ilmiah ustadz Idrus Ramli tentang hal ini dihadiahkan kepada pembaca dalam halaman 33 sampai 96.

Kebatilan akademis yang sedemikian parah yang dilakukan kalangan Salafi-Wahabi bertolak dari lima hal. Pertama, dengan mendiskreditkan para ulama ahli hadits dengan menyebut mereka sebagai ahli bid’ah. Cara yang pertama ini misalnya dengan menyebut bahwa para ulama ahli hadits hanya sebatas membenarkan sebagian pendapat Imam Al Asy’ari. Bukan penganut mazhab Asy’ari.

Cara kedua yang dilakukan kalangan Salafi adalah pembunuhan karakter kitab-kitab ahli hadits. Pada bagian ini, ustadz Idrus Ramli mengajukan contoh sejumlah kitab ulama ahli hadits yang dimanipulasi kalangan salafi seperti karya Imam Thahawi, Imam Baihaqi, Imam Abu Amr Al Dani Al Andalusi serta Imam Al Lalaka’i. Cara Salafi ini jelas mampu memukau kalangan awam untuk beralih ke akidah tajsim yang mereka propagandakan.

Adapun cara ketiga dan keempat yang dilakukan kalangan Salafi untuk menghantam ulama ahli hadits adalah dengan menyebarkan riwayat-riwayat palsu dan penyebaran kitab-kitab palsu. Ulama-ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang termasyhur sejak Imam Syafi’i, Imam Ahmad bin Hambal, Imam Hanafi, Imam Ibnu Jarir Al Thabari, Imam Abu Nu’aim, Imam Al Daruqutni, menjadi sarana pemalsuan Salafi-Wahabi. Titik ini betul-betul ditekankan oleh ustadz Idrus Ramli karena begitu bahaya dan daruratnya kondisi pemalsuan terhadap Imam-imam besar Ahlus Sunnah Wal Jamaah tersebut.

Pengungkapan karya-karya palsu tentang ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah oleh ustadz Idrus Ramli merupakan satu informasi penting yang wajib diapresiasi. Pasalnya, realitas di lapangan menunjukkan kalau kalangan Salafi-Wahabi memang bergerak dengan taktik ini. Kalangan Salafi Wahabi sering menisbahkan pendapat mereka terhadap para Imam Ahlus Sunnah Wal Jamaah seakan-akan pendapat mereka bersesuaian dengan para Imam Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan kemudian warga Nahdliyyin dituduh sebagai ahli bid’ah.

Strategi kelima kalangan Salafi Wahabi adalah menolak otoritas hadits dhaif. Sesuatu yang sangat paradoks bukan saja bagi seluruh kaum muslim tapi juga kalangan Salafi-Wahabi sendiri. Sebab, selain melahirkan dilema bagi umat Islam dan kalangan Salafi-Wahabi karena pada dasarnya hadits dhaif dipakai oleh seluruh ulama salaf, kalangan Salafi-Wahabi sendiri terkenal memiliki hobi menukil hadits dhaif dan palsu untuk membenarkan pendapat mereka.

Luar biasanya lagi dari buku ini, ustadz Idrus Ramli mampu membeberkan aib akhlak-akidah kalangan Salafi Wahabi yang berkaitan dengan para sahabat. Para sahabat sebagai manusia dengan kualitas terbaik justru diminorkan oleh kalangan Salafi-Wahabi (hal. 91-114).

Ustadz Idrus dengan piawai menunjukkan bagaimana kalangan Salafi Wahabi meminorkan sahabat-sahabat besar sejak Abdullah bin Umar, Abu Bakar As Shiddiq, Utsman bin Affan, Bilal bin Harits Al Muzani bahkan Ummul Mukminin Aisyah. Tuduhan syirik dan bid’ah dialamatkan kalangan Salafi-Wahabi terhadap sahabat-sahabat besar diatas hanya karena para sahabat tersebut melakukan tabarruk, tawassul dan bid’ah hasanah.

Menariknya lagi buku ini juga menyertakan nubuwwah Rasulullah SAW tentang Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan Salafi Wahabi. Secara singkat, ustadz Idrus Ramli membeberkan fakta bahwa mazhab Asy’ari dan Al Maturidi tercantum secara tesktual dalam Al Quran dan hadits seperti ayat ke 54 surat Al Maidah, hadits tentang penaklukan Kostantinopel serta hadits tentang keutamaan penduduk Yaman. Buku ini juga menyertakan hadits-hadits tentang kaum Salafi Wahabi yang telah dinubuwwahkan tanda-tanda dan kemunculannya oleh Rasulullah SAW.

Akhir kata, buku ini betul-betul mampu menjadi bekal pembela Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang jitu dalam menghadapi Salafi Wahabi. Sebuah buku berbobot yang tak hanya menyajikan pemikiran tapi juga fakta dan argumentasi ilmiah yang dibangun dari para ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah sendiri maupun dari ulama Salafi Wahabi. Sebuah buku yang sulit dibantah. (*)

Syarif Hidayat Santoso, kader muda NU Sumenep, alumnus FISIP Universitas Jember.

  • Penulis: NU Pasuruan
Tags

Komentar (6)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menuju Konfercab XVIII IPNU Kab. Pasuruan, Khoirul Anam Sampaikan Perihal Konsolidasi Organisasi & Gagasan Kader

    Menuju Konfercab XVIII IPNU Kab. Pasuruan, Khoirul Anam Sampaikan Perihal Konsolidasi Organisasi & Gagasan Kader

    • calendar_month Kam, 12 Nov 2020
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan, akan menggelar Konferensi Cabang XVIII pada tanggal 15 November 2020 di Aula KH. Ahmad Djufri Graha NU Kabupaten Pasuruan. Kegiatan dengan mengangkat tema “Mewujudkan Kaderisasi Inklusif dan Kolaboratif” ini, akan menjadi sarana memperkuat gagasan kader dan konsolidasi organisasi kedepan. “Selain suksesi kepemimpinan, Konfercab XVIII ini juga […]

  • Masyarakat Sebagai Ujung Tombak Pengawasan PEMILU

    Masyarakat Sebagai Ujung Tombak Pengawasan PEMILU

    • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Kita ketahui bersama bahwa tidak lama lagi Indonesia akan melaksanakan agenda rutinan tiap lima tahun sekali. Pemilihan Umum (Pemilu). Tepatnya di tahun 2024 mendatang, akan dilaksanakan Pemilu secara serentak pada tanggal 14 Februari. Dimulai dengan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) […]

  • ISNU Pasuruan Siapkan 110 Pendamping Proses Produk Halal UMK

    ISNU Pasuruan Siapkan 110 Pendamping Proses Produk Halal UMK

    • calendar_month Ming, 6 Mar 2022
    • visibility 778
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU PasuruanPimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar sosialisasi, verifikasi dan validasi berkas calon pendamping Proses Produk Halal (PPH) di Aula KH. Zainuddin Pondok Pesantren Assholach Kejeron Gondangwetan, Ahad (6/03/2022). Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama dan merupakan sinergi dengan Lembaga Solusi […]

  • Warga & Pengurus NU Desa Tebas Gelar Istighotsah untuk Korban Gempa NTB

    • calendar_month Sel, 7 Agu 2018
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Istiqhosah Rutin Bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama, Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, Warga dan Pemerintah Desa Tebas Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan, bertempat di Masjid Al Ikhlas Dusun Kebondalem Desa Tebas, Selasa Malam Rabu, 26 Dzulqo’dah 1439/7 Agustus 2018, secara khusus mendoakan Korban Gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Gus Ali Ghufron, […]

  • Peringati Hari Mangrove, Mahasiswa UNU Pasuruan Tanam 300 Bibit Mangrove di Pesisir Desa Kalirejo

    Peringati Hari Mangrove, Mahasiswa UNU Pasuruan Tanam 300 Bibit Mangrove di Pesisir Desa Kalirejo

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • visibility 534
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, Mahasiswa Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan melakukan aksi penanaman 300 bibit mangrove di pesisir Dusun Kebonsawah, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (25/07). Ketua RT Dusun Kebonsawah, Bapak Arifin, menyampaikan bahwa keberadaan tanaman mangrove sangat penting bagi wilayah pesisir. Selain mencegah […]

  • Gus Ipong : Sholawat Dapat Membersihkan Hati

    Gus Ipong : Sholawat Dapat Membersihkan Hati

    • calendar_month Jum, 3 Nov 2023
    • visibility 1.233
    • 0Komentar

    Tutur, NU Pasuruan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kabupaten Pasuruan mengelar majelis sholawat di Rest Area Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Ahad (29/10/2023). Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin dalam kesempatan tersebut menjelaskan tentang manfaat menjaga kebersihan hati diantaranya, kebahagiaan dalam […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca