Breaking News
light_mode

Jambore Santri, CBP Pasuruan Tanamkan Kepemimpinan Hingga Peningkatan Skill

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Sel, 14 Nov 2023
  • visibility 872
  • comment 0 komentar

Prigen, NU Pasuruan

Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan mengelar Jambore Santri di Pintu langit, Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan, Jum’at -Ahad (10-12/11/2023).

Dalam acara tersebut raut wajah sumringah tampak dari ratusan pelajar Kabupaten Pasuruan total 150 dari berbagai sekolah negeri atau swasta mengikuti Jambore Santri 2023 yang mengangkat tema jihad santri jayalah negeri. Santri dibekali berbagai penanaman kepemimpinan, menjaga keutuhan bangsa dan peningkatan skill.

Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Pasuruan Gus Nasih Nashor mengatakan, bersyukurlah kalian telah berproses di IPNU karena IPNU merupakan pengkaderan NU yang pertama dan kalianlah pengurus NU di masa depan.

“Jangan berhenti aktif di NU setelah IPNU ada kaderisasi Ansor, MWCNU atau PCNU teruslah berkhidmat jangan sampai berhenti,” ujarnya.

Jika pengurus NU pernah berproses di IPNU insaallah jama’ah dan jam’iyah di NU akan jalan bersama sama dan niatkan ikhlas saat khidmat di NU insaallah akan jadi orang bermanfaat dan sukses.

” Kesukesan seorang kader bukan di ukur dari kesuksesan partai politik yakinlah kalian akan menjadi orang sukses,” imbuhnya

Sementara Komandan DKC CBP Kabupaten Pasuruan Zainullah mengatakan, jambore santri kali ini berbeda dengan yang lainnya karena dalam kegiatan ini peserta di bekali materi ke Aswaja, ke NU an, kepempimpinan, ngaji budaya serta berbagai lomba diantaranya lomba al banjari, fotografi, videografi, musikalisasi puisi dan hias tenda.

“Jambore kali ini digalar untuk menanamkan jiwa kepemimpinan dan meningkatkan skill hingga kreativitas para pelajar,” ujarnya.

Zen sapaan akrabnya mengatakan, dalam setiap tim harus ada peserta yang mewakili perlombaan tersebut jika tidak mereka tidak akan bisa mengikuti masing-masing lomba yang disediakan IPNU Kabupaten Pasuruan.

“Disana peserta di bekali dengan berbagai materi ke NU an dan keaswajan karena tidak semua peserta mengetahui tentang IPNU dan Aswaja,”, ujarnya.

Ikhsan peserta jambore santri 2023 mengaku sangat senang dengan gembira karena di IPNU kami difasilitasi untuk mengekspor bakat kami dibidang seni diantaranya musikalisasi puisi.

“Tempatnya yang disediakan PC IPNU Kabupaten Pasuruan juga keren dan saya baru pertama kali di pintu langit,” ujarnya.

Penulis : Mokh Faisol

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NUmbasmart Resmi Dibuka di Kantor NU Pasuruan, Selanjutnya Di Seluruh MWCNU

    NUmbasmart Resmi Dibuka di Kantor NU Pasuruan, Selanjutnya Di Seluruh MWCNU

    • calendar_month Kam, 8 Jun 2023
    • visibility 901
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Pasuruan sukses menggelar Grand Opening NUmbasmart pertama di kompleks perkantoran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat, Jl Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Ahad (4/6/2023). Ketua PCNU KH Imron Mutamakkin menyebutkan, launching NUmbasmart menjadi tanda upaya NU Pasuruan memasuki Abad Kedua. Menuju kemandirian jam’iyyah dan jamaah. “Dalam […]

  • Gus Ipong :  Harlah Ke – 102 NU Momentum Mengenalkan Ciri Khas Pendidikan Tinggi NU

    Gus Ipong : Harlah Ke – 102 NU Momentum Mengenalkan Ciri Khas Pendidikan Tinggi NU

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • visibility 1.349
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan, Harlah ke-102 NU adalah momentum untuk mengenalkan ciri khas pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama. “Kita tunjukkan pendidikan tinggi ala NU mempunyai ciri khas tersendiri dari pada perguruan tinggi yang lainnya,” ujarnya dalam acara UNU Pasuruan bersholawat di halaman perkantoran PCNU Kabupaten […]

  • Konsolidasi 10 Program Akhir 2019, LTM PCNU Kab. Pasuruan Gelar Raker

    • calendar_month Sen, 1 Jul 2019
    • visibility 1.079
    • 0Komentar

    Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar raker untuk konsolidasi terkait 9 program akhir tahun 2019 di Rumah Makan Bu Anis, Jl.Raya Bajangan no.40 Ranggeh Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan, Minggu (30/6/2019). “Kami mengadakan rapat kerja internal pengurus untuk mematangkan pelaksanaan Program semester 2 tahun 2019,” ungkap Mundir Muslih selaku Ketua […]

  • Begini Panduan Idul Adha di Masa COVID-19 PCNU Kab. Pasuruan

    Begini Panduan Idul Adha di Masa COVID-19 PCNU Kab. Pasuruan

    • calendar_month Kam, 30 Jul 2020
    • visibility 841
    • 0Komentar

    Hari raya Idul Adha pada tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, perayaan hari Raya Idul Adha tahun 1441 H ini berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Berkenaan dengan hal tersebut PCNU Kab. Pasuruan mengeluarkan himbauan kepada seluruh warga NU khususnya warga NU Kab. Pasuruan dalam melaksanakan ibadah di Hari raya Idul Adha ini. Berikut […]

  • 200 Pendekar Pagar Nusa Ikuti Latgab di Pantai Wisata Karang Hitam Lekok

    200 Pendekar Pagar Nusa Ikuti Latgab di Pantai Wisata Karang Hitam Lekok

    • calendar_month Sab, 17 Okt 2020
    • visibility 1.229
    • 0Komentar

    Pagar Nahdlatul Ulama dan Bangsa (Pagar Nusa) merupakan Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) yang bertugas membentengi Kader dan kyai-kyai Nahdlatul Ulama (NU) serta Bangsa Indonesia dari segala bentuk yang merongrong kedaulatan Republik Indonesia dengan keterampilan khusus berupa pencak silat. Adapun pencak silat yang dipelajari tersebut merupakan hasil pengembangkan dan pelestarikan pencak silat warisan wali […]

  • Kisah Ummu al-Idzam dan Syair Yang Mendatangkan Hujan

    Kisah Ummu al-Idzam dan Syair Yang Mendatangkan Hujan

    • calendar_month Sel, 2 Mar 2021
    • visibility 787
    • 0Komentar

    Pada tahun 973 H, di sebuah wilayah yang disebut Mikhlâf as-Sulaymâni, saat ini merupakan daerah di Provinsi Jazan, Arab Saudi, telah mengalami kekeringan dan kegersangan yang begitu dahsyat. Masyarakatnya semakin kesulitan untuk mendapatkan air dan makanan. Saking sulitnya, akhirnya masyarakat mikhlaf as-Sulaymani membakar tulang-tulang binatang yang tersisa untuk dimakan sehingga bisa mempertahankan hidup. Berdasarkan itu, […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca