Breaking News
light_mode

KH Imron Mutamakkin Ajak LP Ma’arif Terus Berinovasi Hadapi Perkembangan Zaman

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sen, 29 Jul 2024
  • visibility 1.198
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan bahwasnnya dalam mengelolah lembaga  pendidikan LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan harus terus berinovasi karena seiring perkembangan zaman sekolah akan menjadi industri.

Hal itu di ungkapkan pada saat Rapat Kerja (Raker) LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan di MWCNU Prigen, Sabtu-Ahad (27-28/07/2024).

“Dulu tidak ada lembaga Pendidikan yang benernya berada di perempatan jalanan namaun sekarang sangat banyak bahkan berlomba lomba,” ujarnya.

Menurutnya LP Ma’arif harus mempunyai inovasi agar tidak kalah dengan lembaga pendidikan yang lainnya tanpa menghilangkan khasnya artinya kemasan berbeda isinya tetap.

“Banyak lembaga pendidikan yang  berinovasi hingga menghilngkan ciri khasnya,” terangnya.

Gus Ipong sapaan akrabnya mengatakan, LP Ma’arif harus memetaan sekolah dan madrasah diniyah unggulan dalam naungan Ma’arif baik SD, SMP, SMA, SMK harus terus dilakukan agar LP Ma’arif bisa lebih dikenal oleh masyarakat.

“Saat ini lembaga pendidikan harus punya brending dan keunggulan khusus agar diminati oleh masyarakat,” paparnya.

Dirinya mengatakan, saat ini kebanyakan lembaga pendidikan yang di unggulkan kebanyakan tahfizul qur’an bukan fikihnya karena jauh lebih mudah.

Menurutnya madrasah atau pondok pesantren yang tidak berinovasi akan tergantikan dan hilang karena tidak diminati oleh masyarakat.

“Dalam mengelola lembaga pendidikan harus punya kemasan yang menarik karena masyarakat juga melihat isi dari pendidikan tersebut,” jelasnya.

Penulis : Mokh Faisol

  • Penulis: NU Pasuruan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Untuk alumni dan wali santri, Sholat Jenazah KH A Nawawi Abdul Djalil Sidogiri Bisa Diikuti Secara Bil Ghaib

    Untuk alumni dan wali santri, Sholat Jenazah KH A Nawawi Abdul Djalil Sidogiri Bisa Diikuti Secara Bil Ghaib

    • calendar_month Ming, 13 Jun 2021
    • visibility 1.356
    • 0Komentar

    Pasuruan, NU PasuruanKabar duka kembali menyelimuti Pasuruan. Adalah KH Ahmad Nawawi Abdul Djalil selaku Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Desa Sidogiri Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, wafat. Kabar akan wafatnya almaghfurlah sempat berseliweran di media sosial. Namun kabar tersebut akhirnya dipastikan pada Minggu (13/06/2021) pukul 16.40 WIB. Keluarga Pesantren Sidogiri, M Syamsul Munawwir, menjelaskan saat ini sedang […]

  • Gus Mujib Minta Ma’arif NU Pasuruan Tingkatkan SDM di Pesantren

    Gus Mujib Minta Ma’arif NU Pasuruan Tingkatkan SDM di Pesantren

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2024
    • visibility 994
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Mustaysar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Mujib Imron mengatakan,  LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan harus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Pondok Pesantren yang baru yang memiliki lembaga formal. “Banyak guru di pondok pesantren yang membutuhkan pengetahuan khususnya pengelolaan lembaga pendidikan,” ujarnya pada saat  Rapat Kerja (Raker) PC […]

  • Rektor ITSNU STAI Salahudin Ingatkan Wisudawan Pentingnya Kesadaran Sosial

    Rektor ITSNU STAI Salahudin Ingatkan Wisudawan Pentingnya Kesadaran Sosial

    • calendar_month Sen, 27 Nov 2023
    • visibility 967
    • 0Komentar

    Gadingrejo, NU Pasuruan Institut Teknologi Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan mengelar Rapat Sanad Wisuda dihotel Ascent Premiere Pasuruan Sabtu, (25/11/2023). Dalam kesempatan tersebut para wisudawan diingatkan pentingnya kesadaran sosial. Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Kabupaten Pasuruan, Abu Amar Bustomi mengatakan kesadaran yang mendalam akan tanggung jawab […]

  • Di Camping Fun Remaja, Mahasiswa UNU Pasuruan Bicara Bahaya Pernikahan Usia Anak

    Di Camping Fun Remaja, Mahasiswa UNU Pasuruan Bicara Bahaya Pernikahan Usia Anak

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • visibility 1.122
    • 0Komentar

    Gempol, NU Pasuruan Mahasiswa Peserta Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Risqiyatul Islamiyah, dipercaya menjadi pemateri Camping Fun Remaja. Ia menyampaikan materi tentang bahaya pernikahan usia anak dan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak di desa. Pernikahan usia anak dapat berdampak negatif terhadap pendidikan, kesehatan, […]

  • Mahasiswa  UNU Pasuruan Ajak Siswa SD Al Maksum Balunganyar Kuasai Penjumlahan Bersusun

    Mahasiswa UNU Pasuruan Ajak Siswa SD Al Maksum Balunganyar Kuasai Penjumlahan Bersusun

    • calendar_month Jum, 31 Jul 2026
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Lekok, NU Pasuruan Mahasiswa Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan mengajak siswa kelas III SD Al Maksum Balunganyar belajar Matematika melalui metode interaktif di lembaga pendidikan setempat. Kegiatan tersebut bertujuan membantu siswa memahami materi penjumlahan bersusun dengan cara yang lebih menyenangkan sekaligus meningkatkan keaktifan mereka selama proses pembelajaran. Pembelajaran dipimpin oleh […]

  • Ruang Digital Tak Aman 100 Persen, Ini Tips Doktor Hiroshima University

    Ruang Digital Tak Aman 100 Persen, Ini Tips Doktor Hiroshima University

    • calendar_month Jum, 1 Sep 2023
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanDoktor lulusan Hiroshima Unibersity, Japan, Lukman Hakim mengingatkan, tidak ada aktifitas yang aman 100 persen di ruang digital. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi risiko kejahatan siber sekecil mungkin. Hal itu ditegaskan di Training of Trainer (ToT) Literasi Digital yang digelar oleh Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca