Breaking News
light_mode

Kisah Hebat Imam Bukhari Lepas dari Fitnah ‘Seribu Dinar’

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
  • visibility 1.806
  • comment 4 komentar

“Sebelum menyimak kisah ini, ada baiknya kita hitung dulu berapa banyak 1000 dinar itu. Kalau 1 dinar setara dengan 4,25 gram emas murni, maka, 1000 dinar berarti 4.250 gram atau 4.25 kg. Jika 1 gram emas murni seharga Rp500.000, maka, seribu dinar senilai Rp2,125 miliar. Angka yang tidak kecil.”

Oleh: Aboe Khidir

SEKARANG, mari kita baca! Kisah ini disebutkan oleh al-Imam Abdus Salam al-Mubarakfury dalam kitab Shirah al-Imam Al-Bukhari: ‘Apa yang Imam BUKHARI lakukan saat fitnah melandanya dirinya?

Bahwasanya Imam Bukhari pernah sekali mengarungi lautan di masa beliau masih menuntut ilmu. Pada waktu itu beliau membawa uang 1000 dinar (Rp 2,125 miliar) dan ini merupakan harta yang sangat banyak.

Kemudian datanglah kepada beliau salah seorang dari awak kapal. Lelaki tersebut menampakkan kecintaan dan kesukaan kepada sang Imam. Dia selalu berusaha mendekat dan, duduk dengan beliau. Ketika Imam Bukhari melihat kecintaan dan kesetiaan lelaki tersebut dan saking akrabnya, sampai-sampai beliau memberitahukan kepada lelaki itu tentang 1000 dinar yang beliau bawa di atas kapal.

Kemudian, pada suatu hari, lelaki tersebut bangun dari tidurnya dan tiba-tiba menangis, merobek-robek bajunya seraya memukul-mukul wajah dan kepalanya. Seluruh orang (penumpang) di atas kapal menjadi heran menyaksikan keadaan lelaki tersebut, tidak sedikit yang bingung dan terheran-heran. Ada apa? Di antara mereka kemudian mendatanginya dan menanyakan sebab musababnya, mengapa sampai begitu?

Lelaki tersebut akhirnya berkata, “Aku memiliki kantong yang berisi 1000 dinar akan tetapi kantong itu (tiba-tiba) lenyap dariku.”

Akhirnya semua orang sepakat mengadakan pemeriksaan satu persatu pada seluruh penumpang kapal. Lalu apa yang dilakukan Imam Bukhari? Di saat seperti itu, Imam Bukhari mengeluarkan kantong dinarnya, dan secara sembunyi-sembunyi beliau langsung melemparkannya ke laut.

Dan, benar, pemeriksaan terus berlangsung, sampailah ke beliau dan sampai usai. Walhasil pemeriksaan yang dilakukan secara ketat itu, tidak menjumpai apapun. Maka para pemeriksa kembali ke lelaki tersebut dan mencelanya habis-habisan.

Nah! Ketika orang-orang turun dari kapal, lelaki tersebut kembali mendatangi Imam Bukhari dan berkata: “Tuan! Apa yang engkau lakukan dengan kantong dinarmu?”

Imam Bukhari menjawab dengan datar: “Aku melemparkannya ke laut.”

Mendengar jawaban ini, lelaki tadi tertegun dan berkata, “Bagaimana engkau bisa bersabar atas hilangnya harta yang banyak darimu?”

Imam Bukhari kemudian menjawab: “Wahai orang bodoh, sesungguhnya aku telah menghabiskan seluruh umur dan hidupku untuk mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah saw, dan seluruh dunia telah mengetahui ketsiqqohanku (kredibilitasku dalam meriwayatkan hadits), maka, bagaimana mungkin aku menjadikan diriku menjadi bahan tuduhan sebagai seorang pencuri?,” jawabnya.

Sebuah pelajaran penting. Beliau melakukan itu bukan demi nama baik, bukan pula demi harga diri, akan tetapi demi menjaga keotentikan agama, karena beliau adalah lambang dari hadits Nabi saw. Bisa dibayangkan, jika sampai beliau tertuduh sebagai pencuri, hilanglah nilai validitas hadits yang beliau kumpulkan. Demikian sikap wara para ulama, dunia tidak ada artinya bagi mereka dibandingkan ilmu hadits. Masya-Allah. Semoga kisah ini mampu memberikan inspirasi berarti bagi kita, amin. (*)

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Hari Mangrove, UNU Pasuruan Tanam 2.500 Bibit Mangrove di Pesisir Tambak Lekok

    Peringati Hari Mangrove, UNU Pasuruan Tanam 2.500 Bibit Mangrove di Pesisir Tambak Lekok

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • visibility 867
    • 0Komentar

    Lekok, NU Pasuruan Dalam rangka memperingati hari mangrove ,Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan menanam 2.500 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Tambak Lekok, Kabupaten Pasuruan, Senin (29/07/2025). Rektor UNU Pasuruan Abu Amar Bustomi, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa penanaman mangrove tidak hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang menanam nilai tanggung jawab sosial dan […]

  • Bolehkah Menyimpan Daging Qurban

    Bolehkah Menyimpan Daging Qurban

    • calendar_month Sen, 19 Jul 2021
    • visibility 891
    • 0Komentar

    Idul Adha identik dengan kurban. Ia sekaligus menjadi ajang berbagi sesama. Pada hari itu, semua muslim di manapun merasakan nikmatnya makan daging kurban. Bagi orang kaya mungkin makan sesuatu yang lumrah, namun hal ini sangat istimewa bagi orang yang tidak mampu. Bahkan, bisa jadi mereka hanya sekali dalam setahun makan daging. Rasulullah SAW pernah melarang […]

  • Pesan Buya Muzamil Syafi’i di Konfercab XX IPNU Pasuruan

    Pesan Buya Muzamil Syafi’i di Konfercab XX IPNU Pasuruan

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2024
    • visibility 550
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke XX di Aula KH Ahmad Djufri, PCNU Kabupaten Pasuruan, Rabu-Kamis (23-24/10/2024). Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan Buya Muzamil Syafi’i mengatakan, konferensi merupakan hal yang harus dilakukan oleh sebuah organisasi diantaranya keputusan memilih ketua […]

  • Terus Berinovasi untuk Madrasah, PC LP Maarif NU Pasuruan Luncurkan ASIK NU

    Terus Berinovasi untuk Madrasah, PC LP Maarif NU Pasuruan Luncurkan ASIK NU

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) Kabupaten Pasuruan sukses melaunching Aplikasi Sistem Informasi Kemaarifan NU (ASIK NU), Sabtu (03/09/2022) kemarin. Kegiatan itu dipusatkan di Aula KH Achmad Djufri, Graha Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek. Ketua PC LP Maarif NU, Akhmad Farid menyampaikan, […]

  • Kurangi Sampah, Mahasiswa UNU-STAI Salahuddin Pasuruan Buat Ecobrick “TEBAS”

    Kurangi Sampah, Mahasiswa UNU-STAI Salahuddin Pasuruan Buat Ecobrick “TEBAS”

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • visibility 1.239
    • 0Komentar

    Gondang Wetan, NU PasuruanMahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaborasi (KKN-K) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan mengelolah sampah plastik menjadi ecobrick di Balai Desa Tebas, Kecamatan Gondang Wetan, Rabu (30/8/2023). Salah ssatu peserta kelompok KKN UNU STAI Salahuddin Lailatul Nuzulah mengatakan, sampah plastik adalah salah satu jenis sampah yang sulit untuk […]

  • NU Peduli Pasuruan Salurkan Bantuan untuk Penyintas Erupsi Semeru di Pronojiwo

    NU Peduli Pasuruan Salurkan Bantuan untuk Penyintas Erupsi Semeru di Pronojiwo

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan NU Peduli Kabupaten Pasuruan kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi warga terdampak erupsi Semeru. Penyaluran dilakukan di Pos NU Peduli Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, pada Jumat (28/11/2025). Koordinator NU Peduli Kabupaten Pasuruan, Gus HM. Nawawi, menyampaikan bahwa kehadiran NU di lokasi bencana merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian warga Nahdlatul […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca