Breaking News
light_mode

Kisah Hebat Imam Bukhari Lepas dari Fitnah ‘Seribu Dinar’

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
  • visibility 1.759
  • comment 4 komentar

“Sebelum menyimak kisah ini, ada baiknya kita hitung dulu berapa banyak 1000 dinar itu. Kalau 1 dinar setara dengan 4,25 gram emas murni, maka, 1000 dinar berarti 4.250 gram atau 4.25 kg. Jika 1 gram emas murni seharga Rp500.000, maka, seribu dinar senilai Rp2,125 miliar. Angka yang tidak kecil.”

Oleh: Aboe Khidir

SEKARANG, mari kita baca! Kisah ini disebutkan oleh al-Imam Abdus Salam al-Mubarakfury dalam kitab Shirah al-Imam Al-Bukhari: ‘Apa yang Imam BUKHARI lakukan saat fitnah melandanya dirinya?

Bahwasanya Imam Bukhari pernah sekali mengarungi lautan di masa beliau masih menuntut ilmu. Pada waktu itu beliau membawa uang 1000 dinar (Rp 2,125 miliar) dan ini merupakan harta yang sangat banyak.

Kemudian datanglah kepada beliau salah seorang dari awak kapal. Lelaki tersebut menampakkan kecintaan dan kesukaan kepada sang Imam. Dia selalu berusaha mendekat dan, duduk dengan beliau. Ketika Imam Bukhari melihat kecintaan dan kesetiaan lelaki tersebut dan saking akrabnya, sampai-sampai beliau memberitahukan kepada lelaki itu tentang 1000 dinar yang beliau bawa di atas kapal.

Kemudian, pada suatu hari, lelaki tersebut bangun dari tidurnya dan tiba-tiba menangis, merobek-robek bajunya seraya memukul-mukul wajah dan kepalanya. Seluruh orang (penumpang) di atas kapal menjadi heran menyaksikan keadaan lelaki tersebut, tidak sedikit yang bingung dan terheran-heran. Ada apa? Di antara mereka kemudian mendatanginya dan menanyakan sebab musababnya, mengapa sampai begitu?

Lelaki tersebut akhirnya berkata, “Aku memiliki kantong yang berisi 1000 dinar akan tetapi kantong itu (tiba-tiba) lenyap dariku.”

Akhirnya semua orang sepakat mengadakan pemeriksaan satu persatu pada seluruh penumpang kapal. Lalu apa yang dilakukan Imam Bukhari? Di saat seperti itu, Imam Bukhari mengeluarkan kantong dinarnya, dan secara sembunyi-sembunyi beliau langsung melemparkannya ke laut.

Dan, benar, pemeriksaan terus berlangsung, sampailah ke beliau dan sampai usai. Walhasil pemeriksaan yang dilakukan secara ketat itu, tidak menjumpai apapun. Maka para pemeriksa kembali ke lelaki tersebut dan mencelanya habis-habisan.

Nah! Ketika orang-orang turun dari kapal, lelaki tersebut kembali mendatangi Imam Bukhari dan berkata: “Tuan! Apa yang engkau lakukan dengan kantong dinarmu?”

Imam Bukhari menjawab dengan datar: “Aku melemparkannya ke laut.”

Mendengar jawaban ini, lelaki tadi tertegun dan berkata, “Bagaimana engkau bisa bersabar atas hilangnya harta yang banyak darimu?”

Imam Bukhari kemudian menjawab: “Wahai orang bodoh, sesungguhnya aku telah menghabiskan seluruh umur dan hidupku untuk mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah saw, dan seluruh dunia telah mengetahui ketsiqqohanku (kredibilitasku dalam meriwayatkan hadits), maka, bagaimana mungkin aku menjadikan diriku menjadi bahan tuduhan sebagai seorang pencuri?,” jawabnya.

Sebuah pelajaran penting. Beliau melakukan itu bukan demi nama baik, bukan pula demi harga diri, akan tetapi demi menjaga keotentikan agama, karena beliau adalah lambang dari hadits Nabi saw. Bisa dibayangkan, jika sampai beliau tertuduh sebagai pencuri, hilanglah nilai validitas hadits yang beliau kumpulkan. Demikian sikap wara para ulama, dunia tidak ada artinya bagi mereka dibandingkan ilmu hadits. Masya-Allah. Semoga kisah ini mampu memberikan inspirasi berarti bagi kita, amin. (*)

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Kabupaten Pasuruan Gelar Peringatan Satu Abad NU Pasuruan Berikut Rangkainnya

    PCNU Kabupaten Pasuruan Gelar Peringatan Satu Abad NU Pasuruan Berikut Rangkainnya

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • visibility 582
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Pasuruan menggelar rangkaian satu abad NU Pasuruan di Aula KH Djufri, PCNU Kabupaten Pasuruan, Selasa (23/09/3/2025). Berdasarkan nomor surat 184/PC.03/A.II.08.01/1635/09/2025 PCNU Kabupaten Pasuruan menyampaikan instruksi sebagai berikut: Ketua pelaksana Satu abad NU Pasuruan Gus H Abdullah Nasih Nashor mengatakan bahwasanya rangkaian acara satu abad NU Pasuruan […]

  • Inovatif, Neem Oil Daun Mimba dan Stik Ikan Jenggelek oleh Mahasiswa STAIS UNU Pasuruan

    Inovatif, Neem Oil Daun Mimba dan Stik Ikan Jenggelek oleh Mahasiswa STAIS UNU Pasuruan

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • visibility 1.095
    • 0Komentar

    Lekok, NU PasuruanMahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan membuat inovasi Neem Oil dari Daun Mimba dan Stik Ikan Jenggelek. Hal itu dilakukan dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi yang tergabung dalam kelompok 15 di Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Penanggungjawab Kegiatan Karomatul Iqliyah menyebutkan, ekstrak Daun Mimba […]

  • Bahtsul Masail Bulanan PCNU Kabupaten Pasuruan Bahas Hukum Peminjaman Al-Qur’an di Masjid

    • calendar_month Sen, 28 Jan 2019
    • visibility 1.297
    • 0Komentar

    Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, kembali menggelar Bahtsul Masail Bulanan. Kali ini dilakasanakan pada hari Ahad, 27 Desember 2019 bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Branang, Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Kegiatan yang diasuh oleh KH. Muslim tersebut, terlaksana berkat kerjasama dengan pengurus MWC NU Lekok. Sekitar 80 orang […]

  • Ini Harapan Gus Mujib di Pelantikan PAC JQHNU Se PCNU Kabupaten Pasuruan

    Ini Harapan Gus Mujib di Pelantikan PAC JQHNU Se PCNU Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2023
    • visibility 1.089
    • 0Komentar

    Pohjentek, NU PasuruanPimpinan Anak Cabang (PAC) Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) di wilayah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan masa khidmat 2022-2027 resmi dilantik, Jumat (7/4/2023). Lokasi pelantikan dipusatkan di Aula KH Achmad Djufri, Graha NU Kabupaten Pasuruan, Kecamatan Pohjentrek. Wakil Bupati Pasuruan KH Abdul Mujib Imron berharap, JQHNU dapat secara maksimal […]

  • Gus Nasih Nashor : Konfercab Ajang Evaluasi Kerja Organisasi

    Gus Nasih Nashor : Konfercab Ajang Evaluasi Kerja Organisasi

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2024
    • visibility 1.194
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan Gus H M Nasih Nashor mengatakan, fungsi utama Konfercab adalah tanggung jawab organisasi dan mengevaluasi kerja organisasi. Hal itu diungkapkan pada saat acara Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke XX di Aula KH Ahmad […]

  • Produktif di Tengah Pandemi, IPNU-IPPNU Kraton Sukses Bentuk Ranting Baru

    Produktif di Tengah Pandemi, IPNU-IPPNU Kraton Sukses Bentuk Ranting Baru

    • calendar_month Sel, 22 Des 2020
    • visibility 810
    • 0Komentar

    Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU) Kecamatan Kraton berhasil menginisiasi terbentuknya ranting di Desa Bendungan Kecamatan Kraton untuk kali pertama. Peresmian ranting baru tersebut ditandai dengan pelantikan 22 pengurus IPNU serta 16 pengurus IPPNU masa bakti 2020-2022 oleh Pengurus Cabang yang bertempat di Mushollah Darus Suadah […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca