Breaking News
light_mode

Kisah Hebat Imam Bukhari Lepas dari Fitnah ‘Seribu Dinar’

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
  • visibility 1.805
  • comment 4 komentar

“Sebelum menyimak kisah ini, ada baiknya kita hitung dulu berapa banyak 1000 dinar itu. Kalau 1 dinar setara dengan 4,25 gram emas murni, maka, 1000 dinar berarti 4.250 gram atau 4.25 kg. Jika 1 gram emas murni seharga Rp500.000, maka, seribu dinar senilai Rp2,125 miliar. Angka yang tidak kecil.”

Oleh: Aboe Khidir

SEKARANG, mari kita baca! Kisah ini disebutkan oleh al-Imam Abdus Salam al-Mubarakfury dalam kitab Shirah al-Imam Al-Bukhari: ‘Apa yang Imam BUKHARI lakukan saat fitnah melandanya dirinya?

Bahwasanya Imam Bukhari pernah sekali mengarungi lautan di masa beliau masih menuntut ilmu. Pada waktu itu beliau membawa uang 1000 dinar (Rp 2,125 miliar) dan ini merupakan harta yang sangat banyak.

Kemudian datanglah kepada beliau salah seorang dari awak kapal. Lelaki tersebut menampakkan kecintaan dan kesukaan kepada sang Imam. Dia selalu berusaha mendekat dan, duduk dengan beliau. Ketika Imam Bukhari melihat kecintaan dan kesetiaan lelaki tersebut dan saking akrabnya, sampai-sampai beliau memberitahukan kepada lelaki itu tentang 1000 dinar yang beliau bawa di atas kapal.

Kemudian, pada suatu hari, lelaki tersebut bangun dari tidurnya dan tiba-tiba menangis, merobek-robek bajunya seraya memukul-mukul wajah dan kepalanya. Seluruh orang (penumpang) di atas kapal menjadi heran menyaksikan keadaan lelaki tersebut, tidak sedikit yang bingung dan terheran-heran. Ada apa? Di antara mereka kemudian mendatanginya dan menanyakan sebab musababnya, mengapa sampai begitu?

Lelaki tersebut akhirnya berkata, “Aku memiliki kantong yang berisi 1000 dinar akan tetapi kantong itu (tiba-tiba) lenyap dariku.”

Akhirnya semua orang sepakat mengadakan pemeriksaan satu persatu pada seluruh penumpang kapal. Lalu apa yang dilakukan Imam Bukhari? Di saat seperti itu, Imam Bukhari mengeluarkan kantong dinarnya, dan secara sembunyi-sembunyi beliau langsung melemparkannya ke laut.

Dan, benar, pemeriksaan terus berlangsung, sampailah ke beliau dan sampai usai. Walhasil pemeriksaan yang dilakukan secara ketat itu, tidak menjumpai apapun. Maka para pemeriksa kembali ke lelaki tersebut dan mencelanya habis-habisan.

Nah! Ketika orang-orang turun dari kapal, lelaki tersebut kembali mendatangi Imam Bukhari dan berkata: “Tuan! Apa yang engkau lakukan dengan kantong dinarmu?”

Imam Bukhari menjawab dengan datar: “Aku melemparkannya ke laut.”

Mendengar jawaban ini, lelaki tadi tertegun dan berkata, “Bagaimana engkau bisa bersabar atas hilangnya harta yang banyak darimu?”

Imam Bukhari kemudian menjawab: “Wahai orang bodoh, sesungguhnya aku telah menghabiskan seluruh umur dan hidupku untuk mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah saw, dan seluruh dunia telah mengetahui ketsiqqohanku (kredibilitasku dalam meriwayatkan hadits), maka, bagaimana mungkin aku menjadikan diriku menjadi bahan tuduhan sebagai seorang pencuri?,” jawabnya.

Sebuah pelajaran penting. Beliau melakukan itu bukan demi nama baik, bukan pula demi harga diri, akan tetapi demi menjaga keotentikan agama, karena beliau adalah lambang dari hadits Nabi saw. Bisa dibayangkan, jika sampai beliau tertuduh sebagai pencuri, hilanglah nilai validitas hadits yang beliau kumpulkan. Demikian sikap wara para ulama, dunia tidak ada artinya bagi mereka dibandingkan ilmu hadits. Masya-Allah. Semoga kisah ini mampu memberikan inspirasi berarti bagi kita, amin. (*)

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istiqomah, Fatayat & Muslimat Rejoso Pasuruan Gelar Santunan di Bulan Muharram

    Istiqomah, Fatayat & Muslimat Rejoso Pasuruan Gelar Santunan di Bulan Muharram

    • calendar_month Ming, 23 Sep 2018
    • visibility 1.082
    • 0Komentar

    Pimpinan Anak Cabang Fatayat dan Muslimat Nahdlatul Ulama (PAC Fatayat-Muslimat NU) Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan mengadakan Santunan Anak Yatim dan Duafa dalam rangka Peringatan Bulan Muharram. Kegiatan santunan ini diadakan di Pimpinan Ranting (PR) Fatayat dan Muslimat Desa Kawisrejo pada hari Sabtu (22/09). Dalam acara ini hadir Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdaltul Ulama Kabupaten […]

  • Ciptakan Pendidikan Unggul, ISNU Pasuruan Berikan Penghargaan Kepada STAI Al Yasini 

    Ciptakan Pendidikan Unggul, ISNU Pasuruan Berikan Penghargaan Kepada STAI Al Yasini 

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU Pasuruan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Yasini menggelar wisuda ke IX di Pondok Pesantren Al Yasini, Desa Areng-areng Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Senin (28/10/2024). Dalam acara tersebut Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan memberikan piagam penghargaan kepada STAI Al Yasini sebagai Perguruan Tinggi Kampus Islam Swasta (PTKIS) terbaik […]

  • Juara MHQ Internasional Iqbal Aris Maulana Dipastikan Hadir di Halalbihalal NU Pasuruan

    Juara MHQ Internasional Iqbal Aris Maulana Dipastikan Hadir di Halalbihalal NU Pasuruan

    • calendar_month Sel, 7 Mei 2024
    • visibility 1.826
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Juara 6 Musabaqoh Hifdzil Quran (MHQ) Internasional Cabang 30 Juz di Negara Yordania Tahun 2024 Iqbal Aris Maulana dipastikan hadir sebagai pelantun Ayat Suci Al-Quran dalam Halalbihalal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan di Kompleks RSNU Pasuruan, Sabtu mendatang (11/05/2024). “Alhamdulillah. Saya sangat bersyukur sekali diminta ngaji dalam acara PCNU,” ujar […]

  • Melalui Majelis Dzikir & Sholawat, Ansor Pasuruan Perkuat Konsolidasi Organisasi

    • calendar_month Sab, 12 Jan 2019
    • visibility 1.102
    • 0Komentar

    Jum’at, 11 Januari 2019 Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Pasuruan gelar Majelis Dzikir dan Sholawat di Gedung Pendopo kabupaten Pasuruan. Dalam sambutannya, H.M. Farid Syauqi berharap kegiatan MDS Rijalul Ansor dapat berjalan istiqomah demi merawat kekompakan dalam organisasi. “MDS ini adalah upaya kita merawat organisasi agar tetap solid” ujarnya. Disela-sela itu, H.M. […]

  • LTNNU Diminta Melacak Jejaring dan Khazanah Intelektual Kiai Pasuruan

    LTNNU Diminta Melacak Jejaring dan Khazanah Intelektual Kiai Pasuruan

    • calendar_month Sen, 22 Nov 2021
    • visibility 840
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanLembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan diminta untuk melacak jejaring Kiai-kiai di Pasuruan. Musabbanya, NU dapat menjadi organisasi yang besar berkat jejaring itu. “Jamiyyah ini dibangun dengan jejaring ulama, jejaring pesantren, jejaring santri. Ini harus kita ungkap,” ujar H. Ahmad Taufiq selaku Wakil Ketua PCNU […]

  • Bantu Ekonomi Warga, GUSDURian Pasuruan Libatkan NUJEK dalam Penyaluran Bantuan

    Bantu Ekonomi Warga, GUSDURian Pasuruan Libatkan NUJEK dalam Penyaluran Bantuan

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2020
    • visibility 1.171
    • 0Komentar

    Di tengah kondisi pandemi covid-19 seperti ini sangat banyak sekali warga yang terdampak secara ekonomi seperti para pedagang kecil, pekerja informal, pekerja rumahan atau pegawai pabrik yang dirumahkan hingga menerima PHK. Hal tersebut direspon cepat oleh Relawan GUSDURian Peduli Covid-19 Pasuruan yang memiliki Posko Bersama Saling Jaga Hadapi Corona di jalan Kecamatan No. 71 Kolursari […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca