Breaking News
light_mode

Kisah Hebat Imam Bukhari Lepas dari Fitnah ‘Seribu Dinar’

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
  • visibility 1.798
  • comment 4 komentar

“Sebelum menyimak kisah ini, ada baiknya kita hitung dulu berapa banyak 1000 dinar itu. Kalau 1 dinar setara dengan 4,25 gram emas murni, maka, 1000 dinar berarti 4.250 gram atau 4.25 kg. Jika 1 gram emas murni seharga Rp500.000, maka, seribu dinar senilai Rp2,125 miliar. Angka yang tidak kecil.”

Oleh: Aboe Khidir

SEKARANG, mari kita baca! Kisah ini disebutkan oleh al-Imam Abdus Salam al-Mubarakfury dalam kitab Shirah al-Imam Al-Bukhari: ‘Apa yang Imam BUKHARI lakukan saat fitnah melandanya dirinya?

Bahwasanya Imam Bukhari pernah sekali mengarungi lautan di masa beliau masih menuntut ilmu. Pada waktu itu beliau membawa uang 1000 dinar (Rp 2,125 miliar) dan ini merupakan harta yang sangat banyak.

Kemudian datanglah kepada beliau salah seorang dari awak kapal. Lelaki tersebut menampakkan kecintaan dan kesukaan kepada sang Imam. Dia selalu berusaha mendekat dan, duduk dengan beliau. Ketika Imam Bukhari melihat kecintaan dan kesetiaan lelaki tersebut dan saking akrabnya, sampai-sampai beliau memberitahukan kepada lelaki itu tentang 1000 dinar yang beliau bawa di atas kapal.

Kemudian, pada suatu hari, lelaki tersebut bangun dari tidurnya dan tiba-tiba menangis, merobek-robek bajunya seraya memukul-mukul wajah dan kepalanya. Seluruh orang (penumpang) di atas kapal menjadi heran menyaksikan keadaan lelaki tersebut, tidak sedikit yang bingung dan terheran-heran. Ada apa? Di antara mereka kemudian mendatanginya dan menanyakan sebab musababnya, mengapa sampai begitu?

Lelaki tersebut akhirnya berkata, “Aku memiliki kantong yang berisi 1000 dinar akan tetapi kantong itu (tiba-tiba) lenyap dariku.”

Akhirnya semua orang sepakat mengadakan pemeriksaan satu persatu pada seluruh penumpang kapal. Lalu apa yang dilakukan Imam Bukhari? Di saat seperti itu, Imam Bukhari mengeluarkan kantong dinarnya, dan secara sembunyi-sembunyi beliau langsung melemparkannya ke laut.

Dan, benar, pemeriksaan terus berlangsung, sampailah ke beliau dan sampai usai. Walhasil pemeriksaan yang dilakukan secara ketat itu, tidak menjumpai apapun. Maka para pemeriksa kembali ke lelaki tersebut dan mencelanya habis-habisan.

Nah! Ketika orang-orang turun dari kapal, lelaki tersebut kembali mendatangi Imam Bukhari dan berkata: “Tuan! Apa yang engkau lakukan dengan kantong dinarmu?”

Imam Bukhari menjawab dengan datar: “Aku melemparkannya ke laut.”

Mendengar jawaban ini, lelaki tadi tertegun dan berkata, “Bagaimana engkau bisa bersabar atas hilangnya harta yang banyak darimu?”

Imam Bukhari kemudian menjawab: “Wahai orang bodoh, sesungguhnya aku telah menghabiskan seluruh umur dan hidupku untuk mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah saw, dan seluruh dunia telah mengetahui ketsiqqohanku (kredibilitasku dalam meriwayatkan hadits), maka, bagaimana mungkin aku menjadikan diriku menjadi bahan tuduhan sebagai seorang pencuri?,” jawabnya.

Sebuah pelajaran penting. Beliau melakukan itu bukan demi nama baik, bukan pula demi harga diri, akan tetapi demi menjaga keotentikan agama, karena beliau adalah lambang dari hadits Nabi saw. Bisa dibayangkan, jika sampai beliau tertuduh sebagai pencuri, hilanglah nilai validitas hadits yang beliau kumpulkan. Demikian sikap wara para ulama, dunia tidak ada artinya bagi mereka dibandingkan ilmu hadits. Masya-Allah. Semoga kisah ini mampu memberikan inspirasi berarti bagi kita, amin. (*)

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GUSDURian Pasuruan Luncurkan Buku Hujan Gus Dur, KH. Ahmad Tohari: Saya Sangat Bangga

    GUSDURian Pasuruan Luncurkan Buku Hujan Gus Dur, KH. Ahmad Tohari: Saya Sangat Bangga

    • calendar_month Kam, 31 Des 2020
    • visibility 1.088
    • 0Komentar

    Ketika Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) GUSDURian Pasuruan menerbitkan buku berjudul “Hujan Gus Dur: Antologi Cerpen tentang Gus Dur”, KH. Ahmad Tohari, Sastrawan Indonesia dan sahabat Gus Dur, merasa sangat bangga dengan para penulisnya karena cerita pendek dalam buku tersebut sudah bagus dan berhasil memberikan kesan mendalam ketika membacanya. “Kehadiran kumpulan cerita pendek ini […]

  • Gelar Musker, ISNU Pasuruan Bendung Hoax dengan Literasi

    Gelar Musker, ISNU Pasuruan Bendung Hoax dengan Literasi

    • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
    • visibility 345
    • 0Komentar

    NU Pasuruan – Bertempat di Aula KH. Zainudin Pondok Pesantren Assholach Kejero , Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Musyawarah Kerja (Musker) pada 17 Agustus 2021 kemarin, dengan menghasilkan berbagai program dan rekomendasi. Acara dibuka langsung oleh ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan Ahmad Adip Muhdi. Dihadiri oleh Sekretaris PCNU Pasuruan KH. Saiful Anam […]

  • Jelang Konfercab, PCNU Pasuruan Dorong MWCNU Segera Tuntaskan Administrasi Ranting

    Jelang Konfercab, PCNU Pasuruan Dorong MWCNU Segera Tuntaskan Administrasi Ranting

    • calendar_month Sab, 12 Sep 2026
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Pasuruan menggelar istighosah Jum’at Legi di Masjid Nurul Islam Capang Purwodadi Kabupaten Pasuruan, Jum’at (11/09/2026). Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin dalam kegiatan tersebut PCNU mendorong seluruh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) segera menuntaskan administrasi kepengurusan ranting sebagai bagian dari persiapan Konferensi Cabang (Konfercab) […]

  • Berikut Tradisi Lebaran Ketujuh di Pasuruan

    Berikut Tradisi Lebaran Ketujuh di Pasuruan

    • calendar_month Jum, 19 Apr 2024
    • visibility 1.378
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum bahagia bagi umat Islam di berbagai penjuru dunia khususnya di Indonesia. Tak hanya religius, Lebaran juga menyimpan budaya dan tradisi unik di seluruh Indonesia. Kearifan lokal ini diwariskan secara turun temurun sebagai ciri khas masing-masing Berbagai tradisi unik dan penuh makna muncul untuk menandai dan menambah […]

  • LTMNU Pasuruan Bekali Takmir Kelola Perpustakaan Masjid

    LTMNU Pasuruan Bekali Takmir Kelola Perpustakaan Masjid

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (PC LTMNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Diklat Perpustakaan Masjid di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Ahad (28/06/2026). Kegiatan tersebut bertujuan mendorong masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten PasuruanGus […]

  • Momen Harlah ke-99 NU, Banser Sidogiri Ziarah Muassis NU di Pasuruan Hingga Bangkalan

    Momen Harlah ke-99 NU, Banser Sidogiri Ziarah Muassis NU di Pasuruan Hingga Bangkalan

    • calendar_month Rab, 23 Feb 2022
    • visibility 1.281
    • 0Komentar

    Kraton, NU PasuruanSatuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser (Barisan Ansor Serbaguna Sidogiri menggelar Ziarah Muassis Nahdlatul Ulama. Mulai dari Maqbarah Masyayikh Sidogiri Pasuruan hingga ke Syaikhona Kholil di Bangkalan, Senin (21/2/2022). Kepala Satuan Rayon (Kasatkoryon) Banser Sidogiri H Ahmad Nawawi Abdulloh menyebutkan, rute dalam ziarah tersebut. Meliputi Maqbarah Masyayikh Pondok Pesantren Sidogiri. Lalu ke KH Abdul […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca