Breaking News
light_mode

Kisah Hebat Imam Bukhari Lepas dari Fitnah ‘Seribu Dinar’

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
  • visibility 1.812
  • comment 4 komentar

“Sebelum menyimak kisah ini, ada baiknya kita hitung dulu berapa banyak 1000 dinar itu. Kalau 1 dinar setara dengan 4,25 gram emas murni, maka, 1000 dinar berarti 4.250 gram atau 4.25 kg. Jika 1 gram emas murni seharga Rp500.000, maka, seribu dinar senilai Rp2,125 miliar. Angka yang tidak kecil.”

Oleh: Aboe Khidir

SEKARANG, mari kita baca! Kisah ini disebutkan oleh al-Imam Abdus Salam al-Mubarakfury dalam kitab Shirah al-Imam Al-Bukhari: ‘Apa yang Imam BUKHARI lakukan saat fitnah melandanya dirinya?

Bahwasanya Imam Bukhari pernah sekali mengarungi lautan di masa beliau masih menuntut ilmu. Pada waktu itu beliau membawa uang 1000 dinar (Rp 2,125 miliar) dan ini merupakan harta yang sangat banyak.

Kemudian datanglah kepada beliau salah seorang dari awak kapal. Lelaki tersebut menampakkan kecintaan dan kesukaan kepada sang Imam. Dia selalu berusaha mendekat dan, duduk dengan beliau. Ketika Imam Bukhari melihat kecintaan dan kesetiaan lelaki tersebut dan saking akrabnya, sampai-sampai beliau memberitahukan kepada lelaki itu tentang 1000 dinar yang beliau bawa di atas kapal.

Kemudian, pada suatu hari, lelaki tersebut bangun dari tidurnya dan tiba-tiba menangis, merobek-robek bajunya seraya memukul-mukul wajah dan kepalanya. Seluruh orang (penumpang) di atas kapal menjadi heran menyaksikan keadaan lelaki tersebut, tidak sedikit yang bingung dan terheran-heran. Ada apa? Di antara mereka kemudian mendatanginya dan menanyakan sebab musababnya, mengapa sampai begitu?

Lelaki tersebut akhirnya berkata, “Aku memiliki kantong yang berisi 1000 dinar akan tetapi kantong itu (tiba-tiba) lenyap dariku.”

Akhirnya semua orang sepakat mengadakan pemeriksaan satu persatu pada seluruh penumpang kapal. Lalu apa yang dilakukan Imam Bukhari? Di saat seperti itu, Imam Bukhari mengeluarkan kantong dinarnya, dan secara sembunyi-sembunyi beliau langsung melemparkannya ke laut.

Dan, benar, pemeriksaan terus berlangsung, sampailah ke beliau dan sampai usai. Walhasil pemeriksaan yang dilakukan secara ketat itu, tidak menjumpai apapun. Maka para pemeriksa kembali ke lelaki tersebut dan mencelanya habis-habisan.

Nah! Ketika orang-orang turun dari kapal, lelaki tersebut kembali mendatangi Imam Bukhari dan berkata: “Tuan! Apa yang engkau lakukan dengan kantong dinarmu?”

Imam Bukhari menjawab dengan datar: “Aku melemparkannya ke laut.”

Mendengar jawaban ini, lelaki tadi tertegun dan berkata, “Bagaimana engkau bisa bersabar atas hilangnya harta yang banyak darimu?”

Imam Bukhari kemudian menjawab: “Wahai orang bodoh, sesungguhnya aku telah menghabiskan seluruh umur dan hidupku untuk mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah saw, dan seluruh dunia telah mengetahui ketsiqqohanku (kredibilitasku dalam meriwayatkan hadits), maka, bagaimana mungkin aku menjadikan diriku menjadi bahan tuduhan sebagai seorang pencuri?,” jawabnya.

Sebuah pelajaran penting. Beliau melakukan itu bukan demi nama baik, bukan pula demi harga diri, akan tetapi demi menjaga keotentikan agama, karena beliau adalah lambang dari hadits Nabi saw. Bisa dibayangkan, jika sampai beliau tertuduh sebagai pencuri, hilanglah nilai validitas hadits yang beliau kumpulkan. Demikian sikap wara para ulama, dunia tidak ada artinya bagi mereka dibandingkan ilmu hadits. Masya-Allah. Semoga kisah ini mampu memberikan inspirasi berarti bagi kita, amin. (*)

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menengok Keseruan Kegiatan Mahasiswa KKN UNU STAI Salahuddin di Tengah Masyarakat

    Menengok Keseruan Kegiatan Mahasiswa KKN UNU STAI Salahuddin di Tengah Masyarakat

    • calendar_month Rab, 10 Jul 2024
    • visibility 590
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Belum genap satu pekan keberadaan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin di tangah masyarakat Kabupaten Pasuruan sebagian besar sudah di rasakan khsusunya mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dalam menjalankan KKN Kolabortif ini mereka harus menjalankan visi misi NU yakni memberi manfaat kepada masyarkat apapun […]

  • PCNU Pasuruan Ziarah ke Makam Mbah Wahab Hasbullah Sebelum Muktamar ke 35

    PCNU Pasuruan Ziarah ke Makam Mbah Wahab Hasbullah Sebelum Muktamar ke 35

    • calendar_month Jum, 28 Agu 2026
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Jombang, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menghadiri pembukaan Muktamar NU ke-35 yang digelar di Jombang, Kamis (27/8/2026). Rombongan PCNU Kabupaten Pasuruan dipimpin Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin. Sebelum menuju lokasi Muktamar, rombongan terlebih dahulu melakukan ziarah ke makam salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Hasbullah. Setelah ziarah, […]

  • Perkuat Pengelolaan Masjid, LTM NU Pasuruan Rutin Gelar Sambang Masjid

    • calendar_month Ming, 23 Sep 2018
    • visibility 839
    • 2Komentar

    Berlanjut, Roadshow Sambang Masjid (Silaturrohim, Koordinasi, dan Konsolidasi Pengurus Masjid) Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (PC LTM NU) Kabupaten Pasuruan sukses digelar di Masjid Baitul Muttaqin Desa Areng-Areng Sambisirah Kecamatan Woborejo, Ahad (23/9/2018). Dalam kegiatan tersebut, Mundir Muslih menekankan tiga hal utama dalam mewujudkan pengelolaan Manajemen Masjid yang Baik. “Adanya legalitas tanah masjid […]

  • Sambut Ramadhan, NU Pasuruan Kirim Dai di Wilayah Terpencil

    Sambut Ramadhan, NU Pasuruan Kirim Dai di Wilayah Terpencil

    • calendar_month Jum, 1 Apr 2022
    • visibility 984
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Jelang Ramadhan 1443 H, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan bersama alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri di Kabupaten Pasuruan yang tergabung dalam Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) menggelar Safari Pesantren di Kecamatan Tosari, Kecamatan Lumbang, dan Kecamatan Tutur. Sekretaris Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Ahmad Syarofuddin Alkuwaity menyampaikan, pemberangkatan 16 dai […]

  • LPNU Pasuruan: Dua MWCNU Siap Membangun NUmbasmart

    LPNU Pasuruan: Dua MWCNU Siap Membangun NUmbasmart

    • calendar_month Sel, 13 Sep 2022
    • visibility 1.268
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU PasuruanLembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan telah menggelar ‘Sosialisasi Pembangunan NUmbasmart’ di 15 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat. Ketua Pengurus Cabang (PC) LPNU, Ustadz Samsul Arifin menargetkan, akhir bulan September terselesaikan kegiatan ‘Sosialisasi Pembangunan NUmbasmart’ di seluruh MWCNU di wilayah PCNU Kabupaten Pasuruan. “Minggu (14/09/2022) […]

  • Safari Ramadhan, PCNU Pasuruan Ajak MWCNU Perkuat Ranting

    Safari Ramadhan, PCNU Pasuruan Ajak MWCNU Perkuat Ranting

    • calendar_month Jum, 22 Mar 2024
    • visibility 1.079
    • 0Komentar

    Kejayan, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Safari Ramadhan secara bergiliran ke Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se Kabupaten Pasuruan. Sekertaris PCNU Kabupaten Pasuruan Gus Saiful Anam Chalim mengatakan bahwasanya fungsi pendamping ranting di MWCNU adalah untuk menguatkan dan mengkonsolidasikan ranting karena pengurus ranting NU yang paling dekat dengan warga. […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca