Breaking News
light_mode

LPTNU Awards 2026, Ajang Apresiasi Ilmuwan hingga Mahasiswa NU Berprestasi

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 27
  • comment 0 komentar

Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Seminar dan Anugerah Pendidikan Tinggi NU 2026 pada Selasa (10/03/2026) di Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi strategis bagi pimpinan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), tetapi juga menjadi momentum pemberian LPTNU Awards 2026 yang ditujukan untuk mengapresiasi berbagai capaian sivitas akademika di lingkungan PTNU.

Ketua LPT PBNU Ainun Na’im menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama dalam 15 tahun ke depan agar mampu merespons berbagai perubahan global.

“Perguruan tinggi saat ini menghadapi persoalan yang semakin kompleks. Karena itu PTNU perlu memiliki tingkat respons dan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai perubahan,” ujarnya, Kamis (05/03/2026).

Tujuan kedua adalah memberikan apresiasi kepada sivitas akademika yang telah menunjukkan kinerja dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan lembaga.

Enam Kategori Penghargaan

Sementara itu, Sekretaris LPT PBNU Faishal Aminuddin menjelaskan bahwa LPTNU Awards 2026 terdiri dari sejumlah kategori penghargaan yang mencerminkan berbagai bidang kontribusi di lingkungan PTNU.

Beberapa kategori utama di antaranya Ilmuwan Muslim Berpengaruh dalam bidang kedokteran, sains terapan, teknologi, ekonomi, dan lingkungan hidup.
Selain itu terdapat kategori Pengabdian Sepanjang Hayat bagi tokoh Nahdlatul Ulama yang memiliki kontribusi besar terhadap pengembangan pendidikan tinggi, baik dalam kebijakan, filantropi, maupun pembangunan infrastruktur.

Kategori lainnya adalah Dosen dengan Karya Ilmiah Terbaik yang mencakup bidang sains dan teknologi, sosial humaniora, ilmu agama, serta karya kemasyarakatan. Secara keseluruhan kategori ini mencakup 18 bidang ilmu.

Penghargaan juga diberikan kepada Tenaga Kependidikan Terbaik atas kontribusi dalam layanan dan pengabdian institusi, serta Lembaga atau Pusat Studi Terbaik dalam bidang inovasi, kerja sama, dan pengembangan komunitas.

Tidak hanya itu, kategori Mahasiswa Berprestasi juga disiapkan untuk memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang memiliki capaian di bidang akademik, olahraga, keagamaan, serta kategori Duta PTNU.

“Anugerah ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan capaian sivitas akademika yang terus berkhidmat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi kepada masyarakat,” jelasnya.

Bahas Masa Depan Pendidikan Tinggi NU

Selain penganugerahan penghargaan, kegiatan ini juga akan diawali dengan seminar nasional yang menghadirkan Muhammad Nuh sebagai keynote speaker. Ia dijadwalkan memaparkan tantangan perguruan tinggi dalam sepuluh tahun mendatang serta peran PTNU dalam menjawab dinamika tersebut.

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah rektor dari berbagai PTNU untuk membahas pembaruan kurikulum, metode pembelajaran, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama.

Melalui rangkaian seminar dan penghargaan ini, LPT PBNU berharap PTNU dapat semakin adaptif, kolaboratif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan di masa depan.

Untuk diketahui, Keynote Speaker Seminar Nasional ini adalah Prof Muhammad Nuh, yang akan memaparkan tema tentang tantangan perguruan tinggi dalam sepuluh tahun mendatang serta peran PTNU dalam menjawab dinamika tersebut.

Untuk sesi pertama bertema Pembaruan Kurikulum dan Metode Pembelajaran akan menghadirkan Rektor Universitas Islam Makassar Muammar Bakry, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Fatkul Anam, dan Rektor Universitas Islam Malang (UNISMA) Junadi Mistar. Sesi ini akan dimoderatori oleh Baiq Mulianah dari UNU Nusa Tenggara Barat.

Sementara sesi kedua bertema Membangun Ekosistem Riset dan Inovasi akan menghadirkan Rektor UNU Kalimantan Timur Hamdani, Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang Helmy Purwanto, dan Rektor UNUSA Tri Yogi Yuwono. Sesi ini dimoderatori oleh Ali Formen.

Usai seminar, seluruh pimpinan PTNU juga diminta menyampaikan pandangan tertulis yang akan dikompilasi dan dibahas dalam sesi perumusan rekomendasi yang dipimpin oleh Abu Amar Bustomi, Rektor UNU Pasuruan.

Penulis: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LKKNU Pasuruan Bantu Isbat Nikah 65 Pasangan di Kecamatan Lumbang

    LKKNU Pasuruan Bantu Isbat Nikah 65 Pasangan di Kecamatan Lumbang

    • calendar_month Jum, 28 Jan 2022
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Lumbang, NU PasuruanLembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Sidang Keliling Isbat Nikah di Aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lumbang, Kamis (27/01/2022). Ketua LKKNU Kabupaten Pasuruan Ustadz Nur Khotib menyampaikan, kegiatan itu bertujuan untuk membantu pasangan suami istri yang belum memiliki surat nikah. “Agar pengurusan […]

  • Maarif NU Pasuruan Gelar Pembinaan Olimpiade Sains Nasional bagi Guru & Siswa Madrasah

    • calendar_month Rab, 1 Agu 2018
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (PC LP Ma’arif NU) Kabupaten Pasuruan gelar Pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bagi Guru dan Siswa Madrasah dibawah naungannya se-kabupaten Pasuruan, Sabtu, 28 Juli 2018 bertempat di SMA Excellent Al-Yasini Kompleks Pondok Pesantren Al-Yasini Areng-Areng Wonorejo Pasuruan. Menurut Mahmud, “kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat dan prestasi siswa dan […]

  • Wanita Yang Tak Lemah (Puisi)

    Wanita Yang Tak Lemah (Puisi)

    • calendar_month Ming, 14 Mar 2021
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Rekanita,Perjuangan masih panjangAku mengerti,Jadi seorang perempuan tidaklah mudahSering kali hak-haknya disepelekan Rekanita kuJadilah wanita yang tangguhGapailah impian serta citamuJangan pedulikan ia yang ingin merusak segala impian dihatimu Aku tahu,Menjadi wanita organisasi itu tidaklah mudah.Aku paham,Menjadi wanita yang tangguh pun rasanya tak mudah Namun RekanitaSampai kapan kita terus menerus berdiam diriSedangkan hak-hak kita rasanya sangat terbatasKita […]

  • Peringatan Maulid Nabi, Begini Ceramah Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Ming, 2 Des 2018
    • visibility 497
    • 0Komentar

    Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pasuruan, KH. Muzakki Birrul Alim, menceritakan salah satu perjuangan Rasulullah untuk memastikan para umatnya selamat dari api Neraka. Seperti ketika turun ayat, 1 kebaikan di balas 1 kebaikan, 1 keburukan dibalas 1, dalam surat al-Zalzalah ayat 7 & 8. Rasulullah memohon kepada Allah untuk ditambah. Kemudian 1 kebaikan dibalas 10. Rasulullah […]

  • Keistimewaan Bulan Sya‘ban dan Landasan Amaliyah Nisfu Sya‘ban

    Keistimewaan Bulan Sya‘ban dan Landasan Amaliyah Nisfu Sya‘ban

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Bulan Sya‘ban merupakan bulan yang di dalamnya terdapat berbagai peristiwa bersejarah, yakni peristiwa pengalihan arah kiblat dari Masjidil Aqsha di Palestina ke Ka‘bah di Arab Saudi dengan penurunan Surat Al-Baqarah ayat 144, Surat Al-Ahzab ayat 56 yang menganjurkan pembacaan shalawat, diangkatnya amal-amal manusia menuju ke hadirat Allah SWT, dan berbagai peristiwa lainnya. Menilisik dari segi […]

  • Nyai Sinta Nuriyah : Persatuan dan Kesatuan Merupakan Pilar Indonesia

    Nyai Sinta Nuriyah : Persatuan dan Kesatuan Merupakan Pilar Indonesia

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Prigen, NU Pasuruan Nyai Hj Sinta Nuriyah istri KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengingatkan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan pilar utama tegaknya Republik Indonesia. Menurutnya dengan hidup rukun dan saling menghargai bangsa kita tidak akan terpecah belah. “Kunci dari persatuan adalah saling menghargai dan tolong-menolong di antara sesama bangsa,” ujarnya dalam acara buka bersama […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca