Mahasiswa UNU Pasuruan Sedekah Eco Enzyme, Warga Berharap Jadi Gerakan Selamatkan Danau Ranu
- account_circle Makhfud Syawaludin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar

Grati, NU Pasuruan
Masyarakat sekitar Danau Ranu menaruh harapan besar terhadap kegiatan Sedekah Eco Enzyme yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan. Warga berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi aksi rutin demi memulihkan ekosistem danau.
Kegiatan sedekah eco enzyme berupa penuangan cairan hasil fermentasi limbah organik ke perairan danau tersebut dilaksanakan pada Jumat (13/02/2026). Program ini muncul sebagai respons atas kondisi Danau Ranu yang semakin memprihatinkan, mulai dari air yang keruh kehijauan hingga fenomena kematian ikan yang kerap terjadi pada awal musim hujan.
Bagi warga setempat, kegiatan ini menghadirkan harapan baru. Kiswanto, warga Desa Ranu Klindungan, menilai sedekah eco enzyme bisa menjadi jalan kolektif untuk menjaga danau yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut. Kalau bisa, masyarakat dan pemerintah desa ikut terlibat menyumbangkan eco enzyme secara rutin, misalnya setiap bulan,” ungkapnya kepada NU Pasuruan, Ahad (15/02/2026).
Ketua Kelompok KKN, Abu Hasan, menyampaikan bahwa keresahan masyarakat menjadi dasar utama mahasiswa menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, eco enzyme dipilih karena murah, mudah dibuat, dan ramah lingkungan.
“Eco enzyme berasal dari fermentasi limbah kulit buah selama kurang lebih 100 hari. Cairan ini dapat membantu menjernihkan air, mengurai amoniak, dan memperbaiki keseimbangan ekosistem perairan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, eco enzyme dibuat dari campuran molase atau tetes tebu, limbah kulit buah, dan air dengan perbandingan 1:3:10. Seluruh bahan difermentasi dalam wadah tertutup hingga siap digunakan.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UNU Pasuruan, M. Solkhan menyebutkan, gerakan ini tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga membuka peluang pengembangan keilmuan dan riset berbasis pengabdian masyarakat.
“Eco enzyme ini sudah diuji mampu mengurangi bau amis dan membantu menjernihkan air. Jika dikembangkan lebih lanjut, kegiatan ini bisa menjadi bahan penelitian atau skripsi mahasiswa, karena teknologinya relatif baru dan aplikatif,” jelasnya.
Ia menambahkan, teknologi eco enzyme mudah direplikasi oleh masyarakat dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Bahkan, apabila ditemukan inovasi baru dalam prosesnya, tidak menutup kemungkinan untuk dipatenkan.
“Melalui kolaborasi antara mahasiswa, warga, akademisi, dan dukungan kampus, masyarakat berharap gerakan sedekah eco enzyme dapat menjadi langkah awal pemulihan Danau Ranu sekaligus contoh pengabdian lingkungan yang berkelanjutan,” tutup Dosen Program Studi Teknologi Hasil Pertanian tersebut.
Diketahui, kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor UNU Pasuruan Abu Amar Bustomi, Wakil Rektor I Suadi, Wakil Rektor II M. Yusuf, Direktur Akmal M. Khoirul Lutfi, perwakilan Indonesia Power, serta anggota Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM).
Penulis: Makhfud Syawaludin
- Penulis: Makhfud Syawaludin

Saat ini belum ada komentar