Breaking News
light_mode

Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan, Sosialisakan Pengolahan Sampah Organik dan Non Organik

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Sel, 16 Jul 2024
  • visibility 906
  • comment 0 komentar

Lekok, NU Pasuruan

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan menggelar sosialisai pengolahan sampah di Kecamatan Lekok, Kecamatan Gempol dan Kecamatan Kraton.

Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan Dofir mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengubah sampah organik menjadi kompos, pupuk cair, dan maggot.

“Kami melihat banyak sampah organik yang tidak di manfaatkan dengan baik, oleh karena itu kami ingin mensosialisasikan cara mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat,”ujarnya senin, (15/07/2024).

Sampah organik tersebut diolah menjadi tiga produk yakni  pupuk kompos  yang dapat digunakan sebagai pupuk alami untuk menyuburkan tanaman, pupuk cair dapat digunakan untuk menyiram tanaman agar tumbuh lebih subur dan maggot yang  dijadikan sebagai pakan ternak atau dijual kepada peternak ikan dan burung.

“Dalam hal ini mahasiswa memanfaatkan sampah organik seperti sayuran, buah-buaha, dan kulit telur yang biasanya dibuang di tempat pembuangan sampah,” jelasnya

Menurutnya proses pengolahan sampah organik ini cukup mudah dan tidak memerlukan teknologi yang rumit sehingga mudah diterima masyarakat pedesaan khusunya.

“Saya berharap kegiatan ini dapat bermanfaat untuk menjaga kelestarian lingkungan. ” tambahnya.

Desa Semare

Sementara Mahasiswa UNU STAI Salahudiin Pasuruan KKN Kolaboratif menggelar sosialisasi pengelolaan sampah yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang bertujuan untuk menyadarkan masyarakat mengenai bagaimana mengelola sampah dengan baik.

Putri Ageng selaku ketua pelaksana mengaku  berterima kasih kepada warga semare karena telah mengikuti acara workshop pengelolaan sampah. Semoga warga Semare dapat memanfaatkan ilmu yang didapat dari sosialisasi untuk mengelola limbah rumah tangga menjadi pupuk melalui pengomposan.

“Mudah mudahan setelah kegiatan ini para warga bisa memanfaatkann sampah dengan baik,” ujarnya.

Sementara, Doni Danang Joyo Setiawan perwakilan DLH Kabupaten Pasuruan , menjelaskan bahwa sampah dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah non-organik. Kedua jenis sampah ini perlu dipilah terlebih dahulu.

“Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, yang bermanfaat sebagai pupuk alami untuk tanaman. Sementara itu, sampah non-organik dapat diserahkan ke bank sampah atau diolah menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomi,” terangnya.

Desa Randupitu

Fathur Rohman selaku Pemuda Peduli Sampah (Pempes) menuturkan, bahwa permasalahan di TPS Randupitu ini terkait sampah organik yang menumpuk dan masih belum ada pengolahan untuk sampah organik.

“Berbeda dengan sampah anorganik yang biasanya setelah di pilah kita setorkan ke Perusahaan,” tuturnya.

Disisi lain Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan, Siti Maimunah Damayanti selaku ketua tim mengatakan bahwasannya dan timnya akan mengolah sampah organic tersebut.

“TPS Randupitu ini untuk sampah organiknya masih belum ada pengolahan, sehingga kami berpikir untuk sampah organic ini kita jadikan pupuk kompos,” ujarnya.

Menurutnya sampah organik tersebut akan diolah menjadi pupuk organik dengan menggunakan metode fermentasi.  Hasilnya nanti akan di uji coba untuk selanjutnya dikemas dan diedarkan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mengurangi volume sampah organik di TPS Pempes Community dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” harapannya.

Penulis:  Elis Sofianah, Ubaidillah, Fatmatul Jannah

Editor : Mokh Faisol

  • Penulis: Mokh Faisol

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masih Masa Pendemi, P3M STAIS Pasuruan Luncurkan KKN TAHAN COVID-19

    Masih Masa Pendemi, P3M STAIS Pasuruan Luncurkan KKN TAHAN COVID-19

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2020
    • visibility 562
    • 0Komentar

    Dalam situasi pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19), berbagai perguruan tinggi melakukan terobosan dan inovasi baru dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebut, termasuk inovasi KKN dari STAI Salahuddin Pasuruan. “Penguruan tinggi biasanya memilih pelaksanaan KKN di tengah pandemi ini dengan dua model, penyetaraan kegiatan setara KKN dan KKN berbasis domisili mahasiswa. Tentu, semuanya menerapkan protokol […]

  • KH Imron Mutamakkin: Melalui Dakwah, Satu Jiwa Terselamatkan Lebih Berharga dari Dunia

    KH Imron Mutamakkin: Melalui Dakwah, Satu Jiwa Terselamatkan Lebih Berharga dari Dunia

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • visibility 562
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Lomba Dai Nusantara di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Ahad (19/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri dan bertujuan menggali potensi dakwah di kalangan pelajar dan santri. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin atau […]

  • Mahasiswa KKN ITSNU-STAI Salahuddin Pasuruan  Dibekali PKD SIAP SIAGA Jatim

    Mahasiswa KKN ITSNU-STAI Salahuddin Pasuruan Dibekali PKD SIAP SIAGA Jatim

    • calendar_month Kam, 27 Jul 2023
    • visibility 790
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanSIAP SIAGA Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) untuk mahasiswa Kelompok Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan. Kegiatan dipusatkan di Ruang Rapat Lantai 3, Gedung Rektorat ITSNU Pasuruan, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Kamis (27/7/2023). Bimtek […]

  • ISNU Pasuruan dan Pemkab Pasuruan Gelar MoU Implementasi Perguruan Tinggi

    ISNU Pasuruan dan Pemkab Pasuruan Gelar MoU Implementasi Perguruan Tinggi

    • calendar_month Sab, 29 Jun 2024
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan di Hotel Dalwa, Jum’at, (29/06/2024).  Objek kesepakatan ini adalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan teknologi untuk pengembangan pembangunan di Kabupaten Pasuruan. “Tujuan kesepakatan bersama ini adalah meningkatkan fungsi fungsi kepemerintahan, pembangunan dan […]

  • Di Yudisium UNU Pasuruan, Kiai Karim Akan Ijazahi Calon Wisudawan

    Di Yudisium UNU Pasuruan, Kiai Karim Akan Ijazahi Calon Wisudawan

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • visibility 504
    • 0Komentar

    KH Abd Karim Djasim sedang memimpin doa di kegiatan Istighosah Rutin PCNU Kabupaten Pasuruan

  • Himbau Sholat Idul Fitri Pakai Masker Sekaligus Bagi Takjil Terakhir

    Himbau Sholat Idul Fitri Pakai Masker Sekaligus Bagi Takjil Terakhir

    • calendar_month Rab, 12 Mei 2021
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Rejoso, NU PasuruanJajaran Badan Otonom (Banom) Pengurus Ranting (PR) Nahdlatul Ulama (NU) bersama Pemerintah Desa Sambirejo mengingatkan warga agar disiplin protokol kesehatan dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri besok pagi dan tidak mudik. Kepala Desa Sambirejo Daifah, menyampaikan terima kasih kepada Ansor dan IPNU IPPNU atas kerja bersamanya untuk mengingatkan warga agar disiplin protokol kesehatan dalam […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca