Breaking News
light_mode

Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan, Sosialisakan Pengolahan Sampah Organik dan Non Organik

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Sel, 16 Jul 2024
  • visibility 882
  • comment 0 komentar

Lekok, NU Pasuruan

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan menggelar sosialisai pengolahan sampah di Kecamatan Lekok, Kecamatan Gempol dan Kecamatan Kraton.

Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan Dofir mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengubah sampah organik menjadi kompos, pupuk cair, dan maggot.

“Kami melihat banyak sampah organik yang tidak di manfaatkan dengan baik, oleh karena itu kami ingin mensosialisasikan cara mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat,”ujarnya senin, (15/07/2024).

Sampah organik tersebut diolah menjadi tiga produk yakni  pupuk kompos  yang dapat digunakan sebagai pupuk alami untuk menyuburkan tanaman, pupuk cair dapat digunakan untuk menyiram tanaman agar tumbuh lebih subur dan maggot yang  dijadikan sebagai pakan ternak atau dijual kepada peternak ikan dan burung.

“Dalam hal ini mahasiswa memanfaatkan sampah organik seperti sayuran, buah-buaha, dan kulit telur yang biasanya dibuang di tempat pembuangan sampah,” jelasnya

Menurutnya proses pengolahan sampah organik ini cukup mudah dan tidak memerlukan teknologi yang rumit sehingga mudah diterima masyarakat pedesaan khusunya.

“Saya berharap kegiatan ini dapat bermanfaat untuk menjaga kelestarian lingkungan. ” tambahnya.

Desa Semare

Sementara Mahasiswa UNU STAI Salahudiin Pasuruan KKN Kolaboratif menggelar sosialisasi pengelolaan sampah yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang bertujuan untuk menyadarkan masyarakat mengenai bagaimana mengelola sampah dengan baik.

Putri Ageng selaku ketua pelaksana mengaku  berterima kasih kepada warga semare karena telah mengikuti acara workshop pengelolaan sampah. Semoga warga Semare dapat memanfaatkan ilmu yang didapat dari sosialisasi untuk mengelola limbah rumah tangga menjadi pupuk melalui pengomposan.

“Mudah mudahan setelah kegiatan ini para warga bisa memanfaatkann sampah dengan baik,” ujarnya.

Sementara, Doni Danang Joyo Setiawan perwakilan DLH Kabupaten Pasuruan , menjelaskan bahwa sampah dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah non-organik. Kedua jenis sampah ini perlu dipilah terlebih dahulu.

“Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, yang bermanfaat sebagai pupuk alami untuk tanaman. Sementara itu, sampah non-organik dapat diserahkan ke bank sampah atau diolah menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomi,” terangnya.

Desa Randupitu

Fathur Rohman selaku Pemuda Peduli Sampah (Pempes) menuturkan, bahwa permasalahan di TPS Randupitu ini terkait sampah organik yang menumpuk dan masih belum ada pengolahan untuk sampah organik.

“Berbeda dengan sampah anorganik yang biasanya setelah di pilah kita setorkan ke Perusahaan,” tuturnya.

Disisi lain Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan, Siti Maimunah Damayanti selaku ketua tim mengatakan bahwasannya dan timnya akan mengolah sampah organic tersebut.

“TPS Randupitu ini untuk sampah organiknya masih belum ada pengolahan, sehingga kami berpikir untuk sampah organic ini kita jadikan pupuk kompos,” ujarnya.

Menurutnya sampah organik tersebut akan diolah menjadi pupuk organik dengan menggunakan metode fermentasi.  Hasilnya nanti akan di uji coba untuk selanjutnya dikemas dan diedarkan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mengurangi volume sampah organik di TPS Pempes Community dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” harapannya.

Penulis:  Elis Sofianah, Ubaidillah, Fatmatul Jannah

Editor : Mokh Faisol

  • Penulis: Mokh Faisol

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Harlah NU ke-96, LKNU Pasuruan Gelar Penyuluhan Kesehatan di Pesantren

    • calendar_month Ming, 10 Mar 2019
    • visibility 727
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-96 tahun, LKNU kabupaten Pasuruan mengadakan kegiatan penyuluhan dan pengobatan massal di sejumlah pondok pesantren se-kabupaten Pasuruan. Dilaporkan kepada tim media nupasuruan.or.id, bahwa kegiatan tersebut sudah dilaksanakan di pondok pesantren Darul Ulum Sumur Waru Nguling pada hari sabtu (9/3) dan tercatat 40 santri mengikuti kegiatan tersebut. Menurut Taufiq […]

  • Agar Kinerja Optimal, NU Pasuruan Gelar Pembinaan Sekretaris Lembaga Tingkat Cabang

    Agar Kinerja Optimal, NU Pasuruan Gelar Pembinaan Sekretaris Lembaga Tingkat Cabang

    • calendar_month Sen, 29 Mei 2023
    • visibility 989
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Monitoring Program Kerja Tahun 2023 dan Pembinaan Administrasi bagi seluruh Sekretaris Lembaga tingkat cabang Kegiatan dipusatkan di Aula Maarif, Gedung Rumah Inovasi, Kompleks Perkantoran PCNU Kabupaten Pasuruan, Jalan Raya Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Sabtu (27/05/2023). Sekretaris PCNU, KH Saiful Anam Chalim menegaskan, agar sekretaris lembaga menjalankan […]

  • Rukyatul Hilal Akan Digelar di MAN IC Pasuruan, Berikut Prediksi PC LFNU

    Rukyatul Hilal Akan Digelar di MAN IC Pasuruan, Berikut Prediksi PC LFNU

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • visibility 744
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanRukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadhan 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Pasuruan dijadwalkan berlangsung di MAN Insan Cendekia Pasuruan, Kecamatan Grati, Selasa (17/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian observasi nasional yang hasilnya akan dibawa ke sidang isbat penetapan awal Ramadhan. Menjelang pelaksanaan rukyat, Pengurus Cabang (PC) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten […]

  • KH Miftakhul Akhyar : Pengurus NU Harus Tegak Lurus Dengan PBNU

    KH Miftakhul Akhyar : Pengurus NU Harus Tegak Lurus Dengan PBNU

    • calendar_month Sen, 5 Agu 2024
    • visibility 615
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengungkapkan bahwa saat ini, PBNU terus melakukan penataan organisasi mulai dari ranting NU hingga PBNU.  Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada pengurus NU di setiap tingkatan untuk tegak lurus mengikuti pola yang sedang dilakukan PBNU berdasarkan hasil-hasil keputusan musyawarah di PBNU. Hal […]

  • Pestisida dalam Pandangan Syariat: Bolehkah Menggunakan, Menjual, dan Mengonsumsinya

    Pestisida dalam Pandangan Syariat: Bolehkah Menggunakan, Menjual, dan Mengonsumsinya

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • visibility 950
    • 0Komentar

    Dalam dunia pertanian modern, penggunaan pestisida menjadi hal yang lazim dilakukan untuk menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit. Tujuannya jelas: agar hasil panen tetap melimpah, sehat, dan bernilai jual tinggi. Namun, di balik manfaatnya, ada pula tantangan moral dan kesehatan yang perlu disikapi dengan bijak, khususnya bagi petani Muslim yang ingin tetap sejalan dengan […]

  • Giliran Majelis Mubahatsah Dorong Gagasan Pelembagaan AHWA ke Forum Muktamar Mendatang

    Giliran Majelis Mubahatsah Dorong Gagasan Pelembagaan AHWA ke Forum Muktamar Mendatang

    • calendar_month Ming, 2 Agu 2026
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Majelis Mubahatsah yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten dan Kota Pasuruan menghasilkan satu gagasan strategis yang akan diusulkan ke forum Muktamar. Forum tersebut menegaskan bahwa Muktamar NU tidak semata menjadi arena memilih Rais Aam dan Ketua Umum, […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca