Breaking News
light_mode

Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan, Sosialisakan Pengolahan Sampah Organik dan Non Organik

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Sel, 16 Jul 2024
  • visibility 826
  • comment 0 komentar

Lekok, NU Pasuruan

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan menggelar sosialisai pengolahan sampah di Kecamatan Lekok, Kecamatan Gempol dan Kecamatan Kraton.

Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan Dofir mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengubah sampah organik menjadi kompos, pupuk cair, dan maggot.

“Kami melihat banyak sampah organik yang tidak di manfaatkan dengan baik, oleh karena itu kami ingin mensosialisasikan cara mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat,”ujarnya senin, (15/07/2024).

Sampah organik tersebut diolah menjadi tiga produk yakni  pupuk kompos  yang dapat digunakan sebagai pupuk alami untuk menyuburkan tanaman, pupuk cair dapat digunakan untuk menyiram tanaman agar tumbuh lebih subur dan maggot yang  dijadikan sebagai pakan ternak atau dijual kepada peternak ikan dan burung.

“Dalam hal ini mahasiswa memanfaatkan sampah organik seperti sayuran, buah-buaha, dan kulit telur yang biasanya dibuang di tempat pembuangan sampah,” jelasnya

Menurutnya proses pengolahan sampah organik ini cukup mudah dan tidak memerlukan teknologi yang rumit sehingga mudah diterima masyarakat pedesaan khusunya.

“Saya berharap kegiatan ini dapat bermanfaat untuk menjaga kelestarian lingkungan. ” tambahnya.

Desa Semare

Sementara Mahasiswa UNU STAI Salahudiin Pasuruan KKN Kolaboratif menggelar sosialisasi pengelolaan sampah yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang bertujuan untuk menyadarkan masyarakat mengenai bagaimana mengelola sampah dengan baik.

Putri Ageng selaku ketua pelaksana mengaku  berterima kasih kepada warga semare karena telah mengikuti acara workshop pengelolaan sampah. Semoga warga Semare dapat memanfaatkan ilmu yang didapat dari sosialisasi untuk mengelola limbah rumah tangga menjadi pupuk melalui pengomposan.

“Mudah mudahan setelah kegiatan ini para warga bisa memanfaatkann sampah dengan baik,” ujarnya.

Sementara, Doni Danang Joyo Setiawan perwakilan DLH Kabupaten Pasuruan , menjelaskan bahwa sampah dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah non-organik. Kedua jenis sampah ini perlu dipilah terlebih dahulu.

“Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, yang bermanfaat sebagai pupuk alami untuk tanaman. Sementara itu, sampah non-organik dapat diserahkan ke bank sampah atau diolah menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomi,” terangnya.

Desa Randupitu

Fathur Rohman selaku Pemuda Peduli Sampah (Pempes) menuturkan, bahwa permasalahan di TPS Randupitu ini terkait sampah organik yang menumpuk dan masih belum ada pengolahan untuk sampah organik.

“Berbeda dengan sampah anorganik yang biasanya setelah di pilah kita setorkan ke Perusahaan,” tuturnya.

Disisi lain Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan, Siti Maimunah Damayanti selaku ketua tim mengatakan bahwasannya dan timnya akan mengolah sampah organic tersebut.

“TPS Randupitu ini untuk sampah organiknya masih belum ada pengolahan, sehingga kami berpikir untuk sampah organic ini kita jadikan pupuk kompos,” ujarnya.

Menurutnya sampah organik tersebut akan diolah menjadi pupuk organik dengan menggunakan metode fermentasi.  Hasilnya nanti akan di uji coba untuk selanjutnya dikemas dan diedarkan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mengurangi volume sampah organik di TPS Pempes Community dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” harapannya.

Penulis:  Elis Sofianah, Ubaidillah, Fatmatul Jannah

Editor : Mokh Faisol

  • Penulis: Mokh Faisol

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Syiar & Dakwah Islam di Medsos, IPNU-IPPNU ITSNU-STAIS Pasuruan Gelar Workshop Desain

    Perkuat Syiar & Dakwah Islam di Medsos, IPNU-IPPNU ITSNU-STAIS Pasuruan Gelar Workshop Desain

    • calendar_month Sen, 28 Des 2020
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    Saat ini, media sosial sudah menjadi garda terdepan sebagai sarana syiar dan dakwah Islam. Sayangnya, konten yang terkait dengan syiar dan dakwah Islam di media sosial, masih didominasi oleh kelompok intoleran bahkan radikal ekstrimis. Menyadari itu dan dalam rangka membentuk kader-kader yang melek teknologi, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan […]

  • Gus Mujib Minta Ma’arif NU Pasuruan Tingkatkan SDM di Pesantren

    Gus Mujib Minta Ma’arif NU Pasuruan Tingkatkan SDM di Pesantren

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2024
    • visibility 945
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Mustaysar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Mujib Imron mengatakan,  LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan harus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Pondok Pesantren yang baru yang memiliki lembaga formal. “Banyak guru di pondok pesantren yang membutuhkan pengetahuan khususnya pengelolaan lembaga pendidikan,” ujarnya pada saat  Rapat Kerja (Raker) PC […]

  • Ketua LP Ma’arif Pasuruan : Kegiatan IPNU IPPNU Harus Dikamas Menarik di Sekolah

    Ketua LP Ma’arif Pasuruan : Kegiatan IPNU IPPNU Harus Dikamas Menarik di Sekolah

    • calendar_month Kam, 26 Des 2024
    • visibility 797
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan Ahmad Farid mengatakan, pengurus IPNU IPPNU harus bisa mempresentasikan bahwasanya kegiatan IPNU IPPNU itu penting dan menarik. “Penggerak IPNU IPPNU di komisariat harus bisa mempresentasikan kepada kepala sekolah bahwasanya IPNU IPPNU harus ada di sekolah,” ujarnya pada acara Rakorjas PC IPNU […]

  • Melalui Konferancab, IPPNU Pasrepan Menuju Lebih Baik

    Melalui Konferancab, IPPNU Pasrepan Menuju Lebih Baik

    • calendar_month Sen, 6 Des 2021
    • visibility 896
    • 0Komentar

    Pasrepan, NU PasuruanPimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Paserpan menggelar Konferensi Anak Cabang (Konfrancab) di Gedung Serbaguna Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Ahad (05/12/2021). Ketua PAC IPPNU Pasrepan Rahma Puspita Sari mengatakan bahwa tujuan diadakannya kegiatan itu adalah untuk regenerasi kepengurusan. Merupakan bagian dari proses kaderisasi. “Konfrancab secara berkala diadakan 2 tahun […]

  • Tutup Program Kerja Pimpinan Cabang, ISNU Kab. Pasuruan Bagi Baju Koko Untuk Pengurus

    Tutup Program Kerja Pimpinan Cabang, ISNU Kab. Pasuruan Bagi Baju Koko Untuk Pengurus

    • calendar_month Sen, 1 Feb 2021
    • visibility 461
    • 1Komentar

    Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pasuruan membagikan seragam khusus kepada pengurus, yakni baju koko dengan bordir tulisan ISNU, Minggu (31/1/2021), bertempat di rumah Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan, Desa Wonojati Kecamatan Gondangwetan. Menurut Dr. Ahmad Adip Muhdi, selaku Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan, bahwa pembagian seragam tersebut adalah kegiatan terakhir ISNU. […]

  • Ketua Ma’arif  Pasuruan :Pendidikan Madin Jadi Primadona Masyarakat

    Ketua Ma’arif Pasuruan :Pendidikan Madin Jadi Primadona Masyarakat

    • calendar_month Sel, 3 Des 2024
    • visibility 952
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Pendidikan LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan Ahmad Farid mengatakan, pendidikan Madrasah Diniyah (Madin) merupakan primadona masyarakat di Kabupaten Pasuruan hal itu terbukti dengan undang-undang peraturan Pemerintah Daerah. “Banyak masyarakat pasuruan yang menyekolahkan anaknya di Madin disekitar daerah mereka,” ujarnya pada saat Bimtek Pengembangan Menejemen Madrasah Diniyah di […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca