Breaking News
light_mode

Mati Syahid dan Pikiran Nakal Jaka Tarub

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Jum, 9 Apr 2021
  • visibility 806
  • comment 0 komentar

Beberapa tahun yang lalu. Seorang terorisme, yang mengantar nyawa puluhan orang, dieksekusi oleh petugas. Tak lama kemudian, viral video jenazahnya yang tersenyum. Pembuat video memberikan caption bahwa beliau wafat dengan amat tenang. Bahkan, para netizen tergiring opininya bahwa almarhum merupakan seorang syahid karena wafat di tangan petugas atas hukuman aksi terornya.

Wallahu a’lam, konon Gus Hasyim pun tak berani berspekulasi tentang benar –tidaknya, settingan atau aslinya video tersebut. “Saya tak berani mengatakan apapun tentang kematian seorang muslim. Sebab jika saya suudzan sedangkan beliau benar-benar syahid, maka saya berdosa sebagaimana pembunuh yang membunuh seorang muslim dengan zalim,” ujar Gus Hasyim serius.

Akan tetapi, beberapa tahun kemudian kembali terjadi peristiwa serupa. Beberapa anggota ormas – atas nama- Islam wafat setelah – konon – melawan petugas dalam operasi preventif penggalangan massa untuk “mengawal” seorang tokoh yang hendak diperiksa petugas keamanan. Dan, sekali lagi dunia maya digegerkan oleh foto “jenazah” salah satu martir yang tersenyum damai.

Dunia maya memanas oleh pro-kontra. Para netizen bijak bestari saling bertengkar. Para netizen yang maha benar dan maha pandai juga mendadak menjelma ahli forensik, kriminolog, psikolog kriminal, ahli ilmu deteksi kebohongan, pakar hukum, pembela HAM dan entah apa lagi. Padahal, Wak Takrip pun paham jika rakyat negara Cak Manap belum secanggih itu kualitas sumber daya manusianya. Barangkali, di negara Paman Sam sana orang akan memilih tak ikut campur tentang sesuatu yang bukan bidangnya. Tapi ini negera Cak Manap. Orang bisa kapan dan di mana saja membuka gadget dan berdebat kusir di media sosial.

Selanjutnya, juga beredar video viral tentang pelangi yang menaungi langit saat pemakaman para martir itu. Para netizen kembali mengklaim bahwa mereka benar-benar syahid karena para biadari pun sudi turun ke bumi menyambut arwahnya. Mengapa pelangi dikaitkan dengan turunnya 72 orang bidadari? Wak Takrip menjelaskan memang demikianlah dalam dongeng-dongeng kuno. “Dulu saya juga percaya kalau pelangi adalah selendang para bidadari saat turun ke bumi. Warna-warni pelangi tersebut merupakan selendang para biadari, yang salah satunya disembunyikan oleh Jaka Tarup,” katanya di warung Cak Manap.

Keyakinan ribuan netizen sepertinya mulai goyah dan ikut meyakini jika pelangi di atas langit saat pemakaman para martir adalah selendang 72 bidadari. Meski saat kejadian memang sedang musim hujan dan fenomena pelangi seringkali terjadi, jika narasi-narasi terus didengungkan oleh –bisa jadi—para buzzer, bisa saja meresap ke dalam alam bawah sadar dan diakui menjadi sebuah kebenaran.

“Apa keuntungan para buzzer membangun narasi demikian dengan agenda mereka?” gugat Arif.

“Bisa jadi, agar kita percaya jika seseorang yang wafat akibat membangkang terhadap pemerintah, akan mendapat syahid. Ini berbahaya karena tindakan pembangkangan bisa dianggap sebagai tindakan heroik bahkan suci,” timpal Firman Murtado.

“Waduh, sampai segawat itu, ya?”

Akan tetapi, kecerdasan dan kemuliaan hati para netizen negara Cak Manap yang bersedia meluangkan hampir semua waktunya, memang patut dipuji. Entah siapa, tanpa mengharap imbalan apapun mencoba mengungkap fakta, bahwa foto jenazah tersenyum itu ternyata tidak original. Seseorang yang kemudian dijemput petugas, mengaku memfoto kawannya dengan mata terpejam dan bibir tersenyum, kemudian diunggah ke berbagai media sosial dengan caption: “Subhanallah, wajah syuhada yang wafat ditangan petugas ini tersenyum.”

“Saya memang sedikit ragu jika jenazah pelaku teror bisa tersenyum begitu,” timpal Ustadz Karimun. “Andai pun korban mereka adalah non muslim, saya juga tidak yakin. Allah tak pernah mengizinkan siapa pun untuk membinasakan seseorang, kecuali dengan haq. Membunuh seorang anak manusia, sama dengan membunuh semua manusia di atas bumi. Nabi juga bersabda jika menyakiti non muslim dzimmiy, non muslim yang hidup damai dengan kita, sama dengan menyakiti beliau. Dalam hati kecil saya bertanya-tanya, benarkah pelaku teror yang menyebabkan melayangnya jiwa manusia –meski belum bersyahadat—diizinkan oleh Allah? Apalagi, semua itu dilakukan di sebuah negara yang damai. Tanpa peperangan. Dan korbannya, sebagian besar ‘orang tak berdosa’, bahkan saudara seiman pelaku.”

“Berarti mereka bukan syuhada, ustadz?”

“Saya tak berani mengatakan begitu! Yang harus kita catat sebagai pegangan di kemudian hari, ternyata ada orang nekat yang berani memanipulasi kesyahidan. Ironisnya, kesyahidan itu selalu dikait-kaitkan dengan dengan 72 bidadari. Jika memang tujuan utama kita mengharap sorga adalah kemolekan bidadari, alangkah niafnya umat ini. Jangan-jangan, kita tak jauh beda dengan Mbah Jaka Tarub muda yang saking ndablegnya sampai tega menyembunyikan selendang ‘bidadari’. Ah, kenapa agama kok seakan dijadikan muara dari pikiran erotis semata?”

Penulis: Abdul Rozaq

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manfaatkan Limbah Plastik, Fatayat NU Pohjentrek Gelar Pelatihan

    Manfaatkan Limbah Plastik, Fatayat NU Pohjentrek Gelar Pelatihan

    • calendar_month Ming, 21 Mar 2021
    • visibility 680
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Kabupaten PasuruanManfaatkan limbah plastik, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Pohjentrek menggelar kegiatan Pelatihan Pengelolahan Limbah Plastik di Balai Desa Sungi Wetan Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan, Sabtu (20/3/2021). Kegiatan pelatihan diikuti oleh Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU yang ada di Kecamatan Pohjentrek. Lilik Yulidah, ketua PAC Fatayat NU Pohjentrek, selain menjelaskan bahwa […]

  • PC ISNU Kabupaten Pasuruan: Gagas Perumahan Berbasis Pendidikan

    PC ISNU Kabupaten Pasuruan: Gagas Perumahan Berbasis Pendidikan

    • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
    • visibility 1.332
    • 1Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar silaturahmi di Perumahan Pondok Ranggeh, Kecamatan Gondangwetan, Selasa (11/3/2025). Acara ini dibersamakan dengan penutupan Safari Ramadhan PCNU Kabupaten Pasuruan yang bertempat di Masjid Taufiqurrahman. Wakil Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan, Dr. Fauzi Hamzah, menekankan pentingnya memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, […]

  • Ulas Pluralisme Hukum Perkawinan Muslim Tengger, Pengurus LTMNU Pasuruan Raih Gelar Doktor

    Ulas Pluralisme Hukum Perkawinan Muslim Tengger, Pengurus LTMNU Pasuruan Raih Gelar Doktor

    • calendar_month Kam, 12 Jan 2023
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Surabaya, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Pasuruan Bakhrul Ulum berhasil meraih gelar doktor Program Studi Hukum Islam Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Kamis (12/1/2023). Hal itu setelah mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji di Ruang 1 Lantai III Gedung Twin Tower UINSA, Jl. Ahmad Yani Nomor 117, […]

  • Latih OSIS Growth Mindset, Ma’arif NU Pasuruan Gelar LDKS The Next Level

    Latih OSIS Growth Mindset, Ma’arif NU Pasuruan Gelar LDKS The Next Level

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2024
    • visibility 1.112
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPembina dan Pengurus Harian (PH) Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di Kabupaten Pasuruan mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Sekolah (LDKS) The Next Level. Kegiatan digelar oleh Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) setempat. LDKS The Next Level dipusatkan di Aula KH Achmad Djufri, Graha Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten […]

  • Dipercaya Pemdes, Ranting NU di Pasuruan Memiliki Kantor Organisasi

    Dipercaya Pemdes, Ranting NU di Pasuruan Memiliki Kantor Organisasi

    • calendar_month Jum, 14 Jul 2023
    • visibility 1.013
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU Pasuruan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jatigunting, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonorejo, mendapat kepercayaan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat untuk menggunakan bangunan di pasar desa menjadi kantor organisasi. “Terimakasih kepada Kepala Desa Jatigunting yang telah memberikan hak guna bangunan pasar desa yang diperuntukkan kantor ranting,” imbuh Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama […]

  • Bersarung, Pembina Upacara Bendera Pesantren Sidogiri Ajak Refleksi Nilai-Nilai Pemersatu Bangsa

    Bersarung, Pembina Upacara Bendera Pesantren Sidogiri Ajak Refleksi Nilai-Nilai Pemersatu Bangsa

    • calendar_month Kam, 18 Agu 2022
    • visibility 621
    • 0Komentar

    Sidogiri, NU Pasuruan Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) ruitn menggelar Upacara Bendera Bersarung dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-77 di Lapangan Pondok Pesantren Sidogiri, Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Rabu (17/08/2022). Pembina Upacara, Ustadz H Saifullah Muhyiddin menyampaikan, bahwa berkat perjuangan para pahlawan, bangsa Indonesia dapat menikmati hidup tenteram dan damai. […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca