Breaking News
light_mode

Mati Syahid dan Pikiran Nakal Jaka Tarub

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Jum, 9 Apr 2021
  • visibility 830
  • comment 0 komentar

Beberapa tahun yang lalu. Seorang terorisme, yang mengantar nyawa puluhan orang, dieksekusi oleh petugas. Tak lama kemudian, viral video jenazahnya yang tersenyum. Pembuat video memberikan caption bahwa beliau wafat dengan amat tenang. Bahkan, para netizen tergiring opininya bahwa almarhum merupakan seorang syahid karena wafat di tangan petugas atas hukuman aksi terornya.

Wallahu a’lam, konon Gus Hasyim pun tak berani berspekulasi tentang benar –tidaknya, settingan atau aslinya video tersebut. “Saya tak berani mengatakan apapun tentang kematian seorang muslim. Sebab jika saya suudzan sedangkan beliau benar-benar syahid, maka saya berdosa sebagaimana pembunuh yang membunuh seorang muslim dengan zalim,” ujar Gus Hasyim serius.

Akan tetapi, beberapa tahun kemudian kembali terjadi peristiwa serupa. Beberapa anggota ormas – atas nama- Islam wafat setelah – konon – melawan petugas dalam operasi preventif penggalangan massa untuk “mengawal” seorang tokoh yang hendak diperiksa petugas keamanan. Dan, sekali lagi dunia maya digegerkan oleh foto “jenazah” salah satu martir yang tersenyum damai.

Dunia maya memanas oleh pro-kontra. Para netizen bijak bestari saling bertengkar. Para netizen yang maha benar dan maha pandai juga mendadak menjelma ahli forensik, kriminolog, psikolog kriminal, ahli ilmu deteksi kebohongan, pakar hukum, pembela HAM dan entah apa lagi. Padahal, Wak Takrip pun paham jika rakyat negara Cak Manap belum secanggih itu kualitas sumber daya manusianya. Barangkali, di negara Paman Sam sana orang akan memilih tak ikut campur tentang sesuatu yang bukan bidangnya. Tapi ini negera Cak Manap. Orang bisa kapan dan di mana saja membuka gadget dan berdebat kusir di media sosial.

Selanjutnya, juga beredar video viral tentang pelangi yang menaungi langit saat pemakaman para martir itu. Para netizen kembali mengklaim bahwa mereka benar-benar syahid karena para biadari pun sudi turun ke bumi menyambut arwahnya. Mengapa pelangi dikaitkan dengan turunnya 72 orang bidadari? Wak Takrip menjelaskan memang demikianlah dalam dongeng-dongeng kuno. “Dulu saya juga percaya kalau pelangi adalah selendang para bidadari saat turun ke bumi. Warna-warni pelangi tersebut merupakan selendang para biadari, yang salah satunya disembunyikan oleh Jaka Tarup,” katanya di warung Cak Manap.

Keyakinan ribuan netizen sepertinya mulai goyah dan ikut meyakini jika pelangi di atas langit saat pemakaman para martir adalah selendang 72 bidadari. Meski saat kejadian memang sedang musim hujan dan fenomena pelangi seringkali terjadi, jika narasi-narasi terus didengungkan oleh –bisa jadi—para buzzer, bisa saja meresap ke dalam alam bawah sadar dan diakui menjadi sebuah kebenaran.

“Apa keuntungan para buzzer membangun narasi demikian dengan agenda mereka?” gugat Arif.

“Bisa jadi, agar kita percaya jika seseorang yang wafat akibat membangkang terhadap pemerintah, akan mendapat syahid. Ini berbahaya karena tindakan pembangkangan bisa dianggap sebagai tindakan heroik bahkan suci,” timpal Firman Murtado.

“Waduh, sampai segawat itu, ya?”

Akan tetapi, kecerdasan dan kemuliaan hati para netizen negara Cak Manap yang bersedia meluangkan hampir semua waktunya, memang patut dipuji. Entah siapa, tanpa mengharap imbalan apapun mencoba mengungkap fakta, bahwa foto jenazah tersenyum itu ternyata tidak original. Seseorang yang kemudian dijemput petugas, mengaku memfoto kawannya dengan mata terpejam dan bibir tersenyum, kemudian diunggah ke berbagai media sosial dengan caption: “Subhanallah, wajah syuhada yang wafat ditangan petugas ini tersenyum.”

“Saya memang sedikit ragu jika jenazah pelaku teror bisa tersenyum begitu,” timpal Ustadz Karimun. “Andai pun korban mereka adalah non muslim, saya juga tidak yakin. Allah tak pernah mengizinkan siapa pun untuk membinasakan seseorang, kecuali dengan haq. Membunuh seorang anak manusia, sama dengan membunuh semua manusia di atas bumi. Nabi juga bersabda jika menyakiti non muslim dzimmiy, non muslim yang hidup damai dengan kita, sama dengan menyakiti beliau. Dalam hati kecil saya bertanya-tanya, benarkah pelaku teror yang menyebabkan melayangnya jiwa manusia –meski belum bersyahadat—diizinkan oleh Allah? Apalagi, semua itu dilakukan di sebuah negara yang damai. Tanpa peperangan. Dan korbannya, sebagian besar ‘orang tak berdosa’, bahkan saudara seiman pelaku.”

“Berarti mereka bukan syuhada, ustadz?”

“Saya tak berani mengatakan begitu! Yang harus kita catat sebagai pegangan di kemudian hari, ternyata ada orang nekat yang berani memanipulasi kesyahidan. Ironisnya, kesyahidan itu selalu dikait-kaitkan dengan dengan 72 bidadari. Jika memang tujuan utama kita mengharap sorga adalah kemolekan bidadari, alangkah niafnya umat ini. Jangan-jangan, kita tak jauh beda dengan Mbah Jaka Tarub muda yang saking ndablegnya sampai tega menyembunyikan selendang ‘bidadari’. Ah, kenapa agama kok seakan dijadikan muara dari pikiran erotis semata?”

Penulis: Abdul Rozaq

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LAZISNU Kab. Pasuruan Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

    LAZISNU Kab. Pasuruan Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

    • calendar_month Sen, 5 Okt 2020
    • visibility 682
    • 1Komentar

    Salah-satu dampak dari musim kemarau ialah mengakibatkan sebagian daerah mengalami kekeringan atau kekurangan stok air bersih, terutama di wilayah pegunungan. Misalnya, di Dusun Aluran Desa Cukur Guling Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan. Dusun yang dihuni sekitar 250 KK ini telah mengalami kekurangan stok air bersih selama 4 (empat) bulan. Musibah tersebut membuat beberapa kali terjadi konfilk […]

  • Jelang Akreditasi, STAI Salahuddin Hadiri Workshop Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi

    Jelang Akreditasi, STAI Salahuddin Hadiri Workshop Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi

    • calendar_month Sab, 4 Mei 2024
    • visibility 932
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan turut hadir acara Workshop peningkatan mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh ISNU Jawa Timur di Universitas Islam Malang (UNISMA), Kamis (2/05/2024). Hal itu dilakukan untuk meningkatan mutu pendidikan tinggi dan persiapan menjelang akreditasi, STAI Salahuddin Pasuruan. Kepala Prodi (Kaprodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Ning […]

  • HSN 2023, Ansor Banser Pasuruan Gelar Ziarah Muasis NU

    HSN 2023, Ansor Banser Pasuruan Gelar Ziarah Muasis NU

    • calendar_month Sen, 9 Okt 2023
    • visibility 1.009
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional HSN 2023, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP)Ansor Kabupaten Pasuruan menggelar ziarah muassis NU, Ahad ( 1/10/2023). Hal itu dilakukan untuk meningkatkan semangat dalam berkhidmah di jamiyah NU. Sejak pagi hari sejumlah 120 orang bersiap mengikuti pelaksanaan ziarah muassis NU untuk berangkat bersama mengunakan armada bus […]

  • Grati & Rejoso Banjir, NU Pasuruan Kembali Salurkan Bantuan Logistik

    Grati & Rejoso Banjir, NU Pasuruan Kembali Salurkan Bantuan Logistik

    • calendar_month Sen, 14 Feb 2022
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Grati, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) melalui Tim NU Peduli Kabupaten Pasuruan gerak cepat menyalurkan bantuan untuk korban banjir, Ahad (13/02/2022). Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak mencapai 2196 di Kecamatan Rejoso dan 1236 KK di Kecamatan Grati. Sekretaris Lembaga Penangulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan R Didik Subihandoko menjelaskan, […]

  • PCNU Kab. Pasuruan Beri Pendidikan & Bagi Masker di 9 Pasar Tradisional

    PCNU Kab. Pasuruan Beri Pendidikan & Bagi Masker di 9 Pasar Tradisional

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2020
    • visibility 1.091
    • 0Komentar

    Satgas Pencegahan Covid-19 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan memberikan pendidikan & pembagian masker secara serentak di 9 Pasar Tradisonal. Meliputi Pasar Wonorejo, Pasar Warungdowo, Pasar Gondangwetan, Pasar Pasrepan, Pasar Winongan, Pasar Trewung, Pasar Ngopak, Pasar Lekok, dan Pasar Nguling, Kamis Pagi (23/04/2020). “Pasar tradisional sebagai tempat berputarnya ekonomi rakyat perlu terus mendapatkan edukasi […]

  • Membaca Penanganan Covid-19 di Wuhan & United Kingdom, ITSNU-STAIS Pasuruan Gelar Webinar Bertajuk Pandemi & Agama

    Membaca Penanganan Covid-19 di Wuhan & United Kingdom, ITSNU-STAIS Pasuruan Gelar Webinar Bertajuk Pandemi & Agama

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2020
    • visibility 739
    • 0Komentar

    ITSNU-STAIS Pasuruan bersama TV9 menggelar seminar online internasional dengan tema “Pandemic, Religion, and Issues Around It”, Rabu (13/05/2020). Seminar ini dilakukan via Google Meet dengan peserta sebanyak 250 orang dari berbagai daerah di Indonesia dan 2 Narasumber. Ahmad Syaifuddin Zuhri sebagai narasumber pertama adalah Dewan Pembina PPI Tiongkok yang saat ini sedang menempuh pendidikan Ph.D […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca