Breaking News
light_mode

Membaca Kiai Ma’ruf Amin dari cuitan Prof Nadirsyah Hosen

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
  • visibility 666
  • comment 4 komentar

Diaspora peranan dan gerakan Tokoh-tokoh NU patut untuk terus digali dan ajarkan, baik dari sisi keteladanan ahklaknya maupun buah pemikirannya. Salah satu dari sekian banyak deretan Tokoh-tokoh tersebut, sosok pribadi Kiai Ma’ruf Amin perlu diketahui. Seperti diketahui kiprah dan peranan Kiai Ma’ruf Amin bagi umat Islam Indonesia akrab dengan poisisinya dalam Syuriah Nahdlatul Ulama (Rais Aam PBNU) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tidak cukup disitu, sosok pribadi Kiai Ma’ruf Amin nyatanya juga lekat dengan dunia kontruksi hukum Fiqh. Sejenak kita belajar mengenal kiprah dan peranan Kiai Ma’ruf Amin dari sudut pandang Profesor Nadirsyah Hosen, seorang akademisi dari Monash University Australia yang sekaligus Rais Syuriah PCI NU Australia – Selandia Baru yang dikutip langsung dari akun resmi twitter miliknya @na_dirs pada selasa malam kemarin (31/1/2017).

Menurut Prof Nadirsyah Hosen, Kiai Ma’ruf Amin merupakan Ketua MUI dan Ahli Fiqh jebolan pesantren Tebuireng Jombang. “Kiai Ma’ruf Amin adalah penerus Mbah Sahal Mahfud (Allah yarham) yang menjadi Ketum MUI dan sekaligus Rais Am PBNU, Keduanya ahli fiqh. Kiai Ma’ruf Amin (MA) orang Banten yang merupakan alumni Pesantren Tebuireng, Beliau disebut-sebut sebagai titisannya Syekh Nawawi al-Bantani” tulisnya di akun resmi Twitter miliknya @na_dirs

Prof Nadirsyah Hosen juga menulis Kiai Ma’ruf Amin seorang Ahli Fiqh yang jago debat dan memiliki peranan penting dalam sejarah perkembangan Hukum Islam Indonesia, termasuk posisinya Kiai Ma’ruf Amin di MUI. “Beliau ahli fiqh yang jago debat. Susah mencari tandingannya kalau berdebat dengan beliau. Kiai Ma’ruf Amin punya peranan penting dalam sejarah perkembangan hukum Islam di tanah air, baik dalam fatwa maupun ekonomi syariah. Beliau juga yang menggantikan posisi Abah saya (Prof Ibrahim Hosen) selaku ketua Komisi Fatwa MUI (1980-2000). Saya sering menyaksikan diskusi beliau berdua” Tulisnya.

Prof Nadirsyah Hosen yang pernah aktif sebagai Peneliti post-doctoral di TC Beirne School of Law Universitas Queensland, pernah turut menulis Buku biografi 70 tahun Kiai Ma’ruf Amin yang diterbitkan oleh Ibrahim Hosen Institute. Menurutnya, Kiai Ma’ruf Amin selain mumpuni dalam bidang fiqh juga punya pandangan tentang politik umat. “Selain mumpuni dalam bidang fiqh, Kiai MA juga punya pandangan strategis ttg politik umat. Beliau sejak muda sudah paham soal politik” cuitnya di Twitter.

Profesor Nadirsyah Hosen juga memberikan gambaran kepribadian Kiai Ma’ruf Amin sebagai orang yang ramah dan terbuka dengan perbedaan pendapat. “Beliau orang yang ramah, cepat akrab, tidak berjarak, dan juga humoris. Beliau terbuka dengan perbedaan pendapat” Pungkasnya. (udy hakim/sumber : akun Twitter Resmi Prof Nadirsyah Hosen @na_dirs di Kutip tanggal 1 Pebruari 2017)

  • Penulis: NU Pasuruan
Tags

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Imron Mutamakkin Imtihan Harus Jadi Ajang Pembentukan Akhlak

    KH Imron Mutamakkin Imtihan Harus Jadi Ajang Pembentukan Akhlak

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Grati, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdaltul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Istighosah rutin Jumat Legi PCNU Kabupaten Pasuruan di Masjid Sunan Kalijaga, Kecamatan Grati, Jumat (9/1/2026). Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, mengajak seluruh pengelola pondok pesantren dan madrasah diniyah untuk bersama-sama menjaga akhlak para santri dan anak didik, khususnya di musim imtihan yang […]

  • Kiai Muhib Kuliah di Perguruan Tinggi NU Niatkan Khidmah, Raih Ilmu

    Kiai Muhib Kuliah di Perguruan Tinggi NU Niatkan Khidmah, Raih Ilmu

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • visibility 985
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhibul Aman Aly mengatakan menempuh pendidikan di perguruan tinggi, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), bukan sekadar mencari gelar akademik. Lebih dari itu, ada dua niat utama yang seharusnya menjadi landasan setiap mahasiswa. Hal itu diungkapkan pada saat UNU Pasuruan bersholawat di halaman perkantoran […]

  • Makesta IV Yudharta, Peserta Ditantang Kontribusinya kepada Masyarakat

    Makesta IV Yudharta, Peserta Ditantang Kontribusinya kepada Masyarakat

    • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
    • visibility 617
    • 0Komentar

    Prigen, NU PasuruanPimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) menyelenggarakan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) IV di Balai Diklat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jumat-Ahad (19-21/11/2021). Ketua PKPT IPPNU Wachida Isnaini Firdausi menjelaskan maksud mengusung […]

  • LPBINU dan Muslimat Bagikan Nasi Bungkus Kepada Warga Terdampak Banjir

    LPBINU dan Muslimat Bagikan Nasi Bungkus Kepada Warga Terdampak Banjir

    • calendar_month Sab, 21 Des 2024
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Winongan, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Gondangwetan membagikan nasi bungkus kepada warga yang terdampak korban banjir di Kecamatan Winongan, Kamis (19/12/2020). Wakil Ketua LPBINU Kabupaten Pasuruan Aris Felani mengatakan, perbedaan pembagian nasi bungkus kali ini di support […]

  • Perkuat Koordinasi Mitigasi Bencana, LPBI NU Pasuruan Bentuk LPBI MWCNU

    • calendar_month Ming, 30 Jun 2019
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan gelar sosialisasi dan pembentukan LPBI di tingkat MWCNU. Setelah sebelumnya dilakukan pembentukan di MWCNU Sidogiri, kali ini dilakukan pembentukan di MWCNU Puspo, Tosari, dan Tutur. “Peran NU itu tidak hanya tanggap darurat bencana, tapi lebih penting sebelum terjadinya bencana ini harus […]

  • Tingkatkan Kinerja Takmir Masjid, LTM NU Pasuruan Beri 18 Sepeda Motor Untuk LTM MWCNU

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
    • visibility 808
    • 0Komentar

    Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menyerahkan 18 unit Sepeda Motor untuk operasional kegiatan LTM MWCNU (pengurus di tingkat kecamatan) di wilayah PCNU Kabupaten Pasuruan, Rabu (17/7/2019). “Motor tersebut untuk meningkatkan aktifitas keliling masjid di wilayahnya masing-masing, mempercepat koordinasi, serta lebih kreatif dalam membuat kegiatan,” ujar Mundir Muslih selaku Ketua […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca