Breaking News
light_mode

Membaca Kiai Ma’ruf Amin dari cuitan Prof Nadirsyah Hosen

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
  • visibility 959
  • comment 4 komentar

Diaspora peranan dan gerakan Tokoh-tokoh NU patut untuk terus digali dan ajarkan, baik dari sisi keteladanan ahklaknya maupun buah pemikirannya. Salah satu dari sekian banyak deretan Tokoh-tokoh tersebut, sosok pribadi Kiai Ma’ruf Amin perlu diketahui. Seperti diketahui kiprah dan peranan Kiai Ma’ruf Amin bagi umat Islam Indonesia akrab dengan poisisinya dalam Syuriah Nahdlatul Ulama (Rais Aam PBNU) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tidak cukup disitu, sosok pribadi Kiai Ma’ruf Amin nyatanya juga lekat dengan dunia kontruksi hukum Fiqh. Sejenak kita belajar mengenal kiprah dan peranan Kiai Ma’ruf Amin dari sudut pandang Profesor Nadirsyah Hosen, seorang akademisi dari Monash University Australia yang sekaligus Rais Syuriah PCI NU Australia – Selandia Baru yang dikutip langsung dari akun resmi twitter miliknya @na_dirs pada selasa malam kemarin (31/1/2017).

Menurut Prof Nadirsyah Hosen, Kiai Ma’ruf Amin merupakan Ketua MUI dan Ahli Fiqh jebolan pesantren Tebuireng Jombang. “Kiai Ma’ruf Amin adalah penerus Mbah Sahal Mahfud (Allah yarham) yang menjadi Ketum MUI dan sekaligus Rais Am PBNU, Keduanya ahli fiqh. Kiai Ma’ruf Amin (MA) orang Banten yang merupakan alumni Pesantren Tebuireng, Beliau disebut-sebut sebagai titisannya Syekh Nawawi al-Bantani” tulisnya di akun resmi Twitter miliknya @na_dirs

Prof Nadirsyah Hosen juga menulis Kiai Ma’ruf Amin seorang Ahli Fiqh yang jago debat dan memiliki peranan penting dalam sejarah perkembangan Hukum Islam Indonesia, termasuk posisinya Kiai Ma’ruf Amin di MUI. “Beliau ahli fiqh yang jago debat. Susah mencari tandingannya kalau berdebat dengan beliau. Kiai Ma’ruf Amin punya peranan penting dalam sejarah perkembangan hukum Islam di tanah air, baik dalam fatwa maupun ekonomi syariah. Beliau juga yang menggantikan posisi Abah saya (Prof Ibrahim Hosen) selaku ketua Komisi Fatwa MUI (1980-2000). Saya sering menyaksikan diskusi beliau berdua” Tulisnya.

Prof Nadirsyah Hosen yang pernah aktif sebagai Peneliti post-doctoral di TC Beirne School of Law Universitas Queensland, pernah turut menulis Buku biografi 70 tahun Kiai Ma’ruf Amin yang diterbitkan oleh Ibrahim Hosen Institute. Menurutnya, Kiai Ma’ruf Amin selain mumpuni dalam bidang fiqh juga punya pandangan tentang politik umat. “Selain mumpuni dalam bidang fiqh, Kiai MA juga punya pandangan strategis ttg politik umat. Beliau sejak muda sudah paham soal politik” cuitnya di Twitter.

Profesor Nadirsyah Hosen juga memberikan gambaran kepribadian Kiai Ma’ruf Amin sebagai orang yang ramah dan terbuka dengan perbedaan pendapat. “Beliau orang yang ramah, cepat akrab, tidak berjarak, dan juga humoris. Beliau terbuka dengan perbedaan pendapat” Pungkasnya. (udy hakim/sumber : akun Twitter Resmi Prof Nadirsyah Hosen @na_dirs di Kutip tanggal 1 Pebruari 2017)

  • Penulis: NU Pasuruan
Tags

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU & UNICEF Bekerjasama Sosialisasikan Kebiasaan Baru Di Kabupaten Pasuruan

    NU & UNICEF Bekerjasama Sosialisasikan Kebiasaan Baru Di Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Sab, 14 Nov 2020
    • visibility 915
    • 0Komentar

    Sejak Tim Gugus Tugas Kabupaten Pasuruan menetapkan zona kuning untuk wilayah di Kabupaten Pasuruan, beberapa kegiatan telah banyak yang diselenggarakan. Misalnya, acara hajatan, pengajian serta berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya telah mulai digiatkan lagi. Namun, dengan perenggangan tersebut membuat disiplin protokol kesehatan semakin jarang dipatuhi. Oleh Karena itu, Tim NU Peduli Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) […]

  • Begini Toleransi yang Dikritik oleh Gus Dur

    Begini Toleransi yang Dikritik oleh Gus Dur

    • calendar_month Rab, 6 Des 2023
    • visibility 1.528
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU Pasuruan Komunitas Gitu Saja Kok Repot Pasuruan (KGSKR) GUSDURian Pasuruan menggelar Kajian Gus Dur (KGD) dengan mengulas tulisan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang berjudul “Toleransi dan Batasannya,” secara virtual, Rabu (29/11/2023). Koordinator Wilayah (Korwil) Jaringan GUSDURian Imam Maliki menyebutkan kritik Gus Dur atas pemaknaan toleransi yang setengah hati. Bahwa toleransi itu […]

  • UNU Pasuruan Berangkatkan Peserta PMM 2026, Mahasiswa Diminta Bangun Kolaborasi dengan Masyarakat

    UNU Pasuruan Berangkatkan Peserta PMM 2026, Mahasiswa Diminta Bangun Kolaborasi dengan Masyarakat

    • calendar_month Ming, 19 Jul 2026
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan melepas peserta Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) 2026 di Aula KH Achmad Djufri, Graha NU Pasuruan, Sabtu (18/07/2026). Rektor UNU Pasuruan Abu Amar Bustomi, menegaskan bahwa Program Mahasiswa Mengabdi bukan sekadar Kuliah Kerja Nyata (KKN), melainkan “kuliah kehidupan nyata” yang mengajarkan […]

  • Sound Horeg Jadi Sorotan, PCNU Pasuruan Siap Fasilitasi Pertemuan dengan Bupati

    Sound Horeg Jadi Sorotan, PCNU Pasuruan Siap Fasilitasi Pertemuan dengan Bupati

    • calendar_month Jum, 25 Sep 2026
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menyatakan komitmennya mengawal aspirasi para ulama, pengasuh pesantren, dan tokoh masyarakat terkait fenomena sound horeg dalam kegiatan karnaval yang dinilai mengganggu ketertiban dan berpotensi bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan. “Hari ini kita berkumpul di Pondok Pesantren Ar-Riyadh untuk menyikapi hal yang meresahkan, […]

  • SIAP: PC LFNU Kabupaten Pasuruan Gelar Rukyah Tentukan 1 Syawal 1439 H

    • calendar_month Rab, 13 Jun 2018
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Foto: Tim Rukyah PC LFNU Kabupaten Pasuruan dalam penentuan Awal Ramadhan 1439 H (15 Mei 2018) Pengurus Cabang Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (PC LFNU) Kabupaten Pasuruan siap melaksanakan Rukyah untuk menetukan 1 Syawal 1439 H di Lapan Watukosek pada hari Kamis, 14 Juni 2018.

  • Menuju Revolusi Industri 4.0, ITSNU PASURUAN Kembangkan Pembelajaran Online Bekerjasama dengan UT Jakarta

    • calendar_month Jum, 19 Okt 2018
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Dalam rangka menjawab tantangan era revolusi industri 4.0, perguruan tinggi di Indonesia termasuk ITSNU – STAI Salahuddin Pasuruan, dituntut kesanggupannya untuk melakukan upaya transformasi digital. Segala aspek kehidupan kampus harus berubah dengan menerapkan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (TIK), baik penerapan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) berbasis daring ataupun ‘blended learning’ hingga transformasi proses administrasi atau […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca