Breaking News
light_mode

Membaca Kiai Ma’ruf Amin dari cuitan Prof Nadirsyah Hosen

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
  • visibility 975
  • comment 4 komentar

Diaspora peranan dan gerakan Tokoh-tokoh NU patut untuk terus digali dan ajarkan, baik dari sisi keteladanan ahklaknya maupun buah pemikirannya. Salah satu dari sekian banyak deretan Tokoh-tokoh tersebut, sosok pribadi Kiai Ma’ruf Amin perlu diketahui. Seperti diketahui kiprah dan peranan Kiai Ma’ruf Amin bagi umat Islam Indonesia akrab dengan poisisinya dalam Syuriah Nahdlatul Ulama (Rais Aam PBNU) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tidak cukup disitu, sosok pribadi Kiai Ma’ruf Amin nyatanya juga lekat dengan dunia kontruksi hukum Fiqh. Sejenak kita belajar mengenal kiprah dan peranan Kiai Ma’ruf Amin dari sudut pandang Profesor Nadirsyah Hosen, seorang akademisi dari Monash University Australia yang sekaligus Rais Syuriah PCI NU Australia – Selandia Baru yang dikutip langsung dari akun resmi twitter miliknya @na_dirs pada selasa malam kemarin (31/1/2017).

Menurut Prof Nadirsyah Hosen, Kiai Ma’ruf Amin merupakan Ketua MUI dan Ahli Fiqh jebolan pesantren Tebuireng Jombang. “Kiai Ma’ruf Amin adalah penerus Mbah Sahal Mahfud (Allah yarham) yang menjadi Ketum MUI dan sekaligus Rais Am PBNU, Keduanya ahli fiqh. Kiai Ma’ruf Amin (MA) orang Banten yang merupakan alumni Pesantren Tebuireng, Beliau disebut-sebut sebagai titisannya Syekh Nawawi al-Bantani” tulisnya di akun resmi Twitter miliknya @na_dirs

Prof Nadirsyah Hosen juga menulis Kiai Ma’ruf Amin seorang Ahli Fiqh yang jago debat dan memiliki peranan penting dalam sejarah perkembangan Hukum Islam Indonesia, termasuk posisinya Kiai Ma’ruf Amin di MUI. “Beliau ahli fiqh yang jago debat. Susah mencari tandingannya kalau berdebat dengan beliau. Kiai Ma’ruf Amin punya peranan penting dalam sejarah perkembangan hukum Islam di tanah air, baik dalam fatwa maupun ekonomi syariah. Beliau juga yang menggantikan posisi Abah saya (Prof Ibrahim Hosen) selaku ketua Komisi Fatwa MUI (1980-2000). Saya sering menyaksikan diskusi beliau berdua” Tulisnya.

Prof Nadirsyah Hosen yang pernah aktif sebagai Peneliti post-doctoral di TC Beirne School of Law Universitas Queensland, pernah turut menulis Buku biografi 70 tahun Kiai Ma’ruf Amin yang diterbitkan oleh Ibrahim Hosen Institute. Menurutnya, Kiai Ma’ruf Amin selain mumpuni dalam bidang fiqh juga punya pandangan tentang politik umat. “Selain mumpuni dalam bidang fiqh, Kiai MA juga punya pandangan strategis ttg politik umat. Beliau sejak muda sudah paham soal politik” cuitnya di Twitter.

Profesor Nadirsyah Hosen juga memberikan gambaran kepribadian Kiai Ma’ruf Amin sebagai orang yang ramah dan terbuka dengan perbedaan pendapat. “Beliau orang yang ramah, cepat akrab, tidak berjarak, dan juga humoris. Beliau terbuka dengan perbedaan pendapat” Pungkasnya. (udy hakim/sumber : akun Twitter Resmi Prof Nadirsyah Hosen @na_dirs di Kutip tanggal 1 Pebruari 2017)

  • Penulis: NU Pasuruan
Tags

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Safari Ramadhan ke-6: KH. Imron Mutamakkin Ajak Ranting & MWC NU Lawan Radikalisme

    Safari Ramadhan ke-6: KH. Imron Mutamakkin Ajak Ranting & MWC NU Lawan Radikalisme

    • calendar_month Sel, 29 Mei 2018
    • visibility 1.110
    • 0Komentar

    Maraknya penyebaran faham Radikalisme, khususnya Radikalisme Agama yang merusak citra Islam, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan mengajak masyarakat, Pengurus Ranting, dan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU untuk mempersempit dan melawan penyebarannya dengan istiqomah menggadakan kegiatan-kegiatan Tradisi yang dimiliki oleh Nahdlatul Ulama.

  • Antisipasi, LPBINU Pasuruan Lakukan Asesmen Pasca Bencana

    Antisipasi, LPBINU Pasuruan Lakukan Asesmen Pasca Bencana

    • calendar_month Rab, 14 Apr 2021
    • visibility 892
    • 0Komentar

    Purwosari, NU PasuruanKetua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariadi, menyampaikan turut berduka atas kerusakan yang terjadi di Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan akibat gempa bumi yang terjadi di laut Malang Selatan, Sabtu (10/4/2021). Ia juga mengajak para relawan LPBINU yang ada di Tutur dan sekitarnya untuk membantu melakukan asesmen […]

  • KH. Muhibbul Aman Aly: Lailatul Ijtima’ untuk membentengi Aswaja An-Nahdliyah

    • calendar_month Ming, 23 Des 2018
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Lailatul Ijtima’ menjadi kegiatan rutin sebagai bagian bentuk nyata dari upaya menjaga akidah Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah. Kali ini digelar oleh MWC NU Sidogiri, Sabtu Malam (22/12/2018) bertempat di Musholla at-Thoyyibah Dusun Wangkal Desa Sidogiri. Acara tersebut dilakukan tiap bulan sekali, dilaksanakan bergiliran pada tiap Pengurus Ranting NU di Kecamatan Kraton MWC Sidogiri. Dalam mauidah […]

  • Wakil Bupati  Resmikan Masjid dalam Penutupan Safari Ramadhan NU Pasuruan

    Wakil Bupati Resmikan Masjid dalam Penutupan Safari Ramadhan NU Pasuruan

    • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar penutupan Safari Ramadhan di Masjid Taufiqurrahman, Kecamatan Gondangwetan, pada Selasa (11/04/2025). Acara ini sekaligus menjadi momen peresmian masjid yang dilakukan oleh Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobi Asrori. Dalam sambutannya, Gus Shobi menyampaikan pentingnya momentum Ramadhan untuk meraih maghfirah atau ampunan dari Allah SWT. “Alhamdulillah, […]

  • Kenalkan Tradisi NU, MTs Miftahul Huda Tejowangi Gelar Pesantren Ramadhan

    • calendar_month Sab, 9 Jun 2018
    • visibility 498
    • 1Komentar

    Masyarakat Muslim di Indonesia, khususnya warga Nahdlatul Ulama, mempunyai Tradisi Amaliyah di Bulan Ramadhan. Seperti Tadarrusan, Pujian “Niat Puasa Ramadhan” setiap Sholat Lima Waktu, dan lain-lain. Dalam rangka mengenalkan Tradisi Tradisi NU tersebut, Madrasah Tsanawiyah Miftahul Huda Tejowangi Kecamatan Purwosari menggelar Pesantren Ramadhan, Jum’at-Sabtu (8-9/6/2018).

  • Kisah Hebat Imam Bukhari Lepas dari Fitnah ‘Seribu Dinar’

    Kisah Hebat Imam Bukhari Lepas dari Fitnah ‘Seribu Dinar’

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
    • visibility 1.870
    • 4Komentar

    “Sebelum menyimak kisah ini, ada baiknya kita hitung dulu berapa banyak 1000 dinar itu. Kalau 1 dinar setara dengan 4,25 gram emas murni, maka, 1000 dinar berarti 4.250 gram atau 4.25 kg. Jika 1 gram emas murni seharga Rp500.000, maka, seribu dinar senilai Rp2,125 miliar. Angka yang tidak kecil.” Oleh: Aboe Khidir SEKARANG, mari kita […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca