Breaking News
light_mode

MTs MA Assholach Pasuruan Latih Siswa Jadi Ishari Milenial

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sab, 1 Jul 2023
  • visibility 668
  • comment 0 komentar

Gondangwetan, NU Pasuruan
Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Assholach menggelar Pelatihan Seni Hadrah di Aula KH Zainuddin, Jalan Pesantren Kejeron, Desa Bayeman, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.

Latihan digelar dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan selama tiga hari dan dilatih oleh 6 pelatih utusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdlatul Ulama (Ishari NU) Kecamatan Gondangwetan, Rabu-Jumat (19-21/6/2023).

“Diikuti 250 siswa. Sedangkan tahap kedua akan dilaksanakan selama 20 hari (16/6-15/7/2023),” ujar Ahmad Adip Muhdi selaku Kepala MA kepada NU Pasuruan, Sabtu (1/7/2023).

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan itu juga menjelaskan, tujuan pelatihan untuk mempertahankan identitas dan budaya Islam di Indonesia.

“Sekaligus menumbuhkan citra dikalangan pelajar. Bahwa budaya tanah air adalah budaya dengan nilai-nilai yang luhur. Sehingga dapat terbangun sikap cinta terhadap budaya bangsa sendiri,” imbuhnya.

Dirinya juga menyebutkan, tidak banyak pelajar dan anak muda atau generasi milenial yang mengenal dan berminat pada Seni Hadrah. Peminatnya rata-raya kalangan orang dewasa hingga tua.

“Kami berupaya untuk menjaga agar tetap eksis di masyarakat melalui regenerasi. Semoga peserta didik Assholach menjadi ISHARI Milenial yang mampu menjaga dan meneruskan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PAC ISHARI Gondangwetan H Nur Salim menyampaikan, apresiasi dan kegembiraan atas inisiatif MA Assholach dalam menjaga dan meneruskan Seni Hadrah.

“Ini merupakan terobosan baru bagi lembaga pendidikan di Pondok Pesantren Assholach. Assholach menjadi pionir dalam penyelenggaraan pelatihan seni hadrah bagi siswa dan santri-santrinya,” pungkasnya.

Penulis: Mukhammad Nur Zakariya
Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Daurah, LFNU Pasuruan Kembangkan Metode Nailul Wathor Karya Kiai Asrori Winongan

    Gelar Daurah, LFNU Pasuruan Kembangkan Metode Nailul Wathor Karya Kiai Asrori Winongan

    • calendar_month Sel, 29 Mar 2022
    • visibility 819
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanLembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) dan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan Daurah Falakiyah di Ruang Rapat PCNU setempat, Kecamatan Pohjentrek, Ahad (27/03/2022). Sekretaris LFNU Ustadz M Rusdi menyampaikan, tujuan kegiatan adalah untuk melatih kader falak tingkat dasar. Sehingga menguasai konsep hingga mempraktikkan cara menghitung waktu sholat dan arah kiblat. […]

  • DKV UNU Pasuruan Akan Gelar Visual Enthusiast 2026, Hadirkan Pameran, Seminar, dan Workshop

    DKV UNU Pasuruan Akan Gelar Visual Enthusiast 2026, Hadirkan Pameran, Seminar, dan Workshop

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2026
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Desain Kominikasi Visual (DKV) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan akan menggelar Pameran Visual Enthusiast 2026 di Gedung ITC UNU Pasuruan, Senin (8-10/06/2026). Ketua HMP DKV UNU Pasuruan Hadi mengatakan,Perkembangan era modern dan budaya visual saat ini mendorong generasimuda untuk terus berinovasi dalam menciptakan karya kreatif yang relevandengan perkembangan […]

  • Perkuat Moral Siswa, Ma’arif NU Pasuruan Susun Buku “Aku Anak Sholeh”

    • calendar_month Sab, 20 Okt 2018
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Dalam upaya mengatasi maraknya krisis moral di Indonesia, Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (PC LP Ma’arif NU) Kabupaten Pasuruan mengadakan penyusunan buku panduan karakter anak sholeh/sholihah, Rabu-Kamis (17-18/10/2018). Buku yang diberi judul “Aku Anak Sholeh” tersebut, nantinya menjadi pegangan wajib bagi siswa-siswi sekolah/madrasah di kabupaten Pasuruan. Menurut H. Mahmud, S.Ag, M.PdI, selaku Sekretaris […]

  • LP Ma’arif NU Pasuruan Lestarikan Tradisi Nadzom Aqidatul Awam Lewat Lomba Paduan Suara Santri

    LP Ma’arif NU Pasuruan Lestarikan Tradisi Nadzom Aqidatul Awam Lewat Lomba Paduan Suara Santri

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Grati, NU Pasuruan Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Kabupaten Pasuruan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Lomba Paduan Suara Nadzom Aqidatul Awam di Lapangan Ahmad Yani, Kecamatan Grati, Sabtu (1/11/2025). Ketua Panitia Hari Santri Nasional Kabupaten Pasuruan, Gus Nasih Nashor, menjelaskan […]

  • Peringati Hari Mangrove, Mahasiswa UNU Pasuruan Tanam 300 Bibit Mangrove di Pesisir Desa Kalirejo

    Peringati Hari Mangrove, Mahasiswa UNU Pasuruan Tanam 300 Bibit Mangrove di Pesisir Desa Kalirejo

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, Mahasiswa Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan melakukan aksi penanaman 300 bibit mangrove di pesisir Dusun Kebonsawah, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (25/07). Ketua RT Dusun Kebonsawah, Bapak Arifin, menyampaikan bahwa keberadaan tanaman mangrove sangat penting bagi wilayah pesisir. Selain mencegah […]

  • Rais PBNU KH Azizi Hasbulloh: Peraturan Pemerintah tentang Tembakau Terlalu Berlebihan

    Rais PBNU KH Azizi Hasbulloh: Peraturan Pemerintah tentang Tembakau Terlalu Berlebihan

    • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Bangil, NU Pasuruan Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Azizi Hasbulloh menilai, Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan, terlalu berlebihan. “Peraturan terkait rokok ini sudah berlebihan. Rokok seakan-akan dianggap sebagai (satu-satunya) pembunuh,” ujarnya disela-sela Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Canga’an, Kecamatan Bangil, […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca