Breaking News
light_mode

Musker I PCNU, M Nuh: PBNU Perlu Belajar ke Pasuruan

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Ming, 28 Nov 2021
  • visibility 1.117
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Musyawarah Kerja (Musker) I di Aula KH Ahmad Jufri Graha PCNU, Kecamatan Pohjentrek, Ahad (28/11/2021). Kegiatan itu mengambil topik “Kemandirian Jamiyyah untuk Keberdayaan Jamaah.”

Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin, menyampaikan cerita baik pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Hybrid pertamanya.

“Rais syariah dan calon ketua dipilih Ahwa (Ahlul Halli wal Aqdi). Hasilnya aman. Lancar. Dan sejuk,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan itu.

Ia lalu menjelaskan target dari musker itu untuk merumuskan kegiatan lembaga selama lima tahun dan detail kegiatan tahun 2022 sesuai Batasan Operasional Program (BOP) yang disusun oleh Pengurus Harian Tanfidziyah yang mengacu kepada hasil Konfercab PCNU 2021.

“Sehingga bisa diukur,” pungkas salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Besuk Pasuruan itu.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Muhammad Nuh, menyampaikan makna strategis Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama. Dirinya juga menyatakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) perlu belajar kepada PCNU Kabupaten Paauruan dalam pelaksanaan forum tertinggi di lingkungan NU.

“Ngene loh cara mengelola organisasi, delok en Pasuruan (Begini lah cara mengelola organisasi, lihatlah Pasuruan),” pungkas Ketua Pengarah Panitia Pelaksana Muktamar ke-34 NU itu.

Penulis: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini cara menjadi kader berkarakter

    Begini Caranya Menjadi Kader Berkarekter

    • calendar_month Sel, 6 Apr 2021
    • visibility 1.100
    • 0Komentar

    Pasrepan, NU PasuruanPimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Paserpan sukses menjadi fasilitator kegiatan Tindak Lanjut yang pertama Masa Kesetiaann Anggota (Makesta). Tiga Pimpinan Komisariat (PK) sekaligus, yakni PK Madrasah Aliyah (MA) Queen Zam-Zam, PK Madrasah Tsanawiyah (MTS) Abu Amr, dan PK Madrasah Aliyah (MA) Abu Amr […]

  • LPBI NU dan Sahabat Banser Tanggap Bencana Rejoso Aktif Tingkatkan Kapasitas Mitigasi

    LPBI NU dan Sahabat Banser Tanggap Bencana Rejoso Aktif Tingkatkan Kapasitas Mitigasi

    • calendar_month Sen, 15 Mar 2021
    • visibility 717
    • 0Komentar

    Rejoso, NU Kabupaten PasuruanBanjir yang secara rutin menerjang Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan, membutuhkan banyak penanganan dan persiapan yang profesional dalam setiap penanganannya. Menyadari itu, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Sahabat Banser Tanggap Bencana (SBTB) Rejoso aktif mengikuti berbagai peningkatan kapasitas dan koordinasi dengan stake […]

  • Bank Sampah dan Digitalisasi UMKM Jadi Program Unggulan, PMM UNU Pasuruan

    Bank Sampah dan Digitalisasi UMKM Jadi Program Unggulan, PMM UNU Pasuruan

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Gempol, NU Pasuruan Pemerintah Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan. Melalui program unggulan berupa penguatan Bank Sampah “Semar”, digitalisasi UMKM, serta pemetaan potensi desa berbasis QR Code, mahasiswa diharapkan mampu mendorong kemandirian masyarakat di bidang lingkungan dan ekonomi. Ketua PMM Kelompok 02, Umrotun […]

  • KH. Nukman Abd. Majid: Berkhidmad di NU, Jalan Menjadi Santri Muassis NU

    • calendar_month Sen, 20 Mei 2019
    • visibility 1.360
    • 0Komentar

    KH. Nukman Abd. Majid, Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gondangwetan, menjelaskan bahwa untuk menjadi santri para muassis atau pendiri NU adalah dengan berkhidmad kepada Nahdlatul Ulama. “Kita berharap dengan kita khidmah kepada NU menjadikan sebab kita dikenal oleh para muassis NU, kita diakui santri kyai- kyai NU dan di akhirat dikumpulkan […]

  • Gus Saiful Anam Chalim Ingatkan Pentingnya Arsip untuk Estafet Kepengurusan NU

    Gus Saiful Anam Chalim Ingatkan Pentingnya Arsip untuk Estafet Kepengurusan NU

    • calendar_month Rab, 23 Sep 2026
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Winongan, NU Pasuruan Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan Gus Saiful Anam Chalim mengingatkan pentingnya pengarsipan dokumen dalam menjalankan organisasi NU. Menurutnya, arsip menjadi bagian penting agar kepengurusan berikutnya dapat mengetahui dan melanjutkan kegiatan yang telah dilakukan pengurus sebelumnya. Hal itu disampaikan saat asesmen PCNU Kabupaten Pasuruan di MWCNU Winongan, Selasa (22/9/2026). Ia […]

  • Hukum Menetapkan Status Anak Yatim Berdasarkan KK, Bagaimana Ketentuannya?

    Hukum Menetapkan Status Anak Yatim Berdasarkan KK, Bagaimana Ketentuannya?

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Penetapan status anak yatim berdasarkan data Kartu Keluarga (KK) atau akta kelahiran yang menggunakan kalender Masehi tidak dapat dijadikan patokan secara langsung. Dalam ketentuan fikih, batas usia anak yatim berakhir ketika anak telah baligh, sedangkan ukuran usia baligh 15 tahun mengacu pada kalender Hijriah, bukan kalender Masehi. Selain berdasarkan usia, baligh juga dapat diketahui melalui […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca