Breaking News
light_mode

NU Peduli Pasuruan Distribusikan Ribuan Nasi Bungkus Kepada Warga Terdampak Banjir

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Ming, 2 Feb 2025
  • visibility 875
  • comment 0 komentar

Rejoso, NU Pasuruan

NU Peduli Kabupaten Pasuruan relawan bagikan ribuan nasi bungkus kepada warga yang terdampak banjir, Jum’at (31/01/2024).

Kordinator NU Peduli Kabupaten Pasuruan M Nawawi mengatakan bahawasannya dari hasil assesmen yang di dapatkan masih ada beberapa desa di Kecamatan Rejoso yang tergenang banjir hingga satu meter.

“Dari data yang diperoleh sekitar 600 Kepala Keluarga masih belum dapat menempati rumahnya dan mengungsi dibeberapa tempat di Kecamatan Rejoso Bahkan mengungsi ke rumah saudara,” ujarnya.

Menurutnya sejak pukul 05.00 pagi para relawan menyiapkan nasi bungkus guna dibagikan kepada para pengungsi dan warga yang masih belum dapat mempergunakan dapurnya untuk memasak. Relawan yang terdiri dari LPBINU, CBP IPNU,KPP IPPNU, BANSER dan LAZISNU ini berbagi tugas mulai dari yang menanak nasi hingga membungkus nasi.

“Alhamduliah banyak sekali relawan yang membantu dan siap siaga dua puluh empat jam di dapur umum,” tambahnya.

Sementara Hj.Hamida selaku penanggung jawab dapur umum NU Peduli menjelaskan bahwa untuk pagi hari saja sudah tersalurkan 2740 nasi bungkus ke beberapa desa yang masih tergenang banjir di Kecamatan Rejoso.

“Pagi tadi kami salurkan 2740 nasi bungkus kepada beberapa lokasi pengungsian warga yang terkena banjir di wilayah Rejoso,” terangnya.

Anggota Fatayat yang sekaligus Pengurus LPBI NU Rejoso ini juga menambahkan bahwa penyaluran nasi bungkus ini terus berlanjut karena masih ada beberapa daerah yang masih tergenang air cukup dalam sehingga butuh penyaluran nasi bungkus untuk makan siang.

“Kami akan terus menyalurkan dan insyaallah nanti juga ada bantuan nasi bungkus dari sahabat banser Lumbang,”tuturnya.

Disisi lain Ketua PAC Ansor Rejoso, Abdul Kholik mengucapkan terima kasih kepada NU Peduli yang telah membantu warga mulai logistik dapur umum hingga nasi bungkus.” Kami ucapkan banyak terimakasih, karena sejak dua hari kami telah mendapat bantuan logistik dapur umum hingga nasi bungkus ini,” tutupnya.

Berdasarakan data yang diterima NU Pasuruan terdapat empat desa yang masih tergenang banjir desa Toyaning dan Rejosolor merupakan desa terparah. Menurut hasil assesment yang dilakukan Tim NU Peduli masih sekitar 1650 Kepala keluarga yang tergenang banjir hingga 80 cm.

Penulis : BAM Yususf

Editor : Mokh Faisol

  • Penulis: NU Pasuruan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngaji Literasi LTNNU, Zainul Milal Bizawie Ungkap Pasuruan dalam Jejaring Ulama Diponegoro

    Ngaji Literasi LTNNU, Zainul Milal Bizawie Ungkap Pasuruan dalam Jejaring Ulama Diponegoro

    • calendar_month Ming, 9 Jan 2022
    • visibility 1.091
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanLembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Program Ngaji Literasi dengan kegiatan diskusi buku Jejaring Ulama Diponegoro di Lantai 3 Gedung Rektorat Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan, Sabtu (08/01/2022). Penulis buku Jejaring Ulama Diponegoro Zainul Milal Bizawie, mengungkap fakta sejarah betapa pentingnya […]

  • Pendak Kiai Halim, Pesantren Roudlotun Nursalim Tabarukan Dzikir Pesantren Al Falah Ploso

    Pendak Kiai Halim, Pesantren Roudlotun Nursalim Tabarukan Dzikir Pesantren Al Falah Ploso

    • calendar_month Sen, 25 Sep 2023
    • visibility 1.193
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotun Nursalim menggelar Gema Dzikir menyambut Pendak Satu Almaghfurlah KH Abdul Halim Djasim di halaman ponpes setempat, Dusun Podokaton, Desa Bayeman, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Ahad (17/9/2023). Gus Muh Mubarridul Fuadi mengatakan, Gema Dzikir merupakan salah satu rangkaian acara Pendak Satu Almaghfurlah KH Abdul Halim Djasim. Salah satu […]

  • Makna Tradisi Mitoni Bagi Warga Purwosari Pasuruan

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • visibility 1.407
    • 0Komentar

    Tepatnya di desa tejowangi kecamatan Purwosari-Pasuruan, adat jawa mitoni atau juga disebut tingkeban yaitu tujuh bulanan usia kehamilan masih dilestarikan. Acara mitoni merupakan prosesi adat Jawa yang ditujukan pada ibu yang kandungannya mencapai usia tujuh bulan kehamilan. Mitoni sendiri berasal dari kata “pitu” yang artinya adalah angka tujuh. Meskipun begitu, pitu juga dapat diartikan sebagai […]

  • Profil Siti Julaikha, Berkiprah dari Komisariat Kini Ketua IPPNU Pasuruan

    Profil Siti Julaikha, Berkiprah dari Komisariat Kini Ketua IPPNU Pasuruan

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • visibility 823
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Siti Julaikha resmi terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kabupaten Pasuruan Masa khidmah  2025–2027 pada Konferensi Cabang (Konfercab) XX yang digelar di Aula KH Ahmad Djufri, Sabtu (31/05/2025).  Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruanmenegaskan arah gerak IPPNU ke depan harus memperkuat dua sisi sekaligus yakni sebagai jama’ah dan sebagai jam’iyah. “IPPNU bukan sekadar […]

  • Masih Berlanjut, Donasi Warga NU Pasuruan Tahap ke-2 untuk Lombok mencapai 200 Juta Lebih

    • calendar_month Rab, 29 Agu 2018
    • visibility 903
    • 0Komentar

    Donasi “NU Peduli” Lombok dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, sudah mencapai tahap ke-3. Donasi Tahap ke-2 mencapai Rp. 221.468.400 dan sudah diserahkan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Selasa Siang (28/08/2018). Berdasarkan informasi dari H. Saiful Anam Chalim, M.Pd.I., donasi yang diperoleh dari warga NU tersebut dikumpulkan melalui Kaleng Jum’at […]

  • Kiai Matin, Ceritakan Teladan Mbah Wahab: Kedekatan Kiai dan Santri adalah Identitas NU

    Kiai Matin, Ceritakan Teladan Mbah Wahab: Kedekatan Kiai dan Santri adalah Identitas NU

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Matin Djawahir menegaskan kembali dawuh Hadlratussyekh KH Hasyim Asy’ari bahwa siapa pun yang mengurus NU akan dianggap sebagai santrinya. Menurutnya, pesan tersebut menjadi ikatan ruhani antara guru dan santri yang telah menjadi tradisi kuat di lingkungan NU.Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca