Breaking News
light_mode

NU Peduli Pasuruan Distribusikan Ribuan Nasi Bungkus Kepada Warga Terdampak Banjir

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Ming, 2 Feb 2025
  • visibility 903
  • comment 0 komentar

Rejoso, NU Pasuruan

NU Peduli Kabupaten Pasuruan relawan bagikan ribuan nasi bungkus kepada warga yang terdampak banjir, Jum’at (31/01/2024).

Kordinator NU Peduli Kabupaten Pasuruan M Nawawi mengatakan bahawasannya dari hasil assesmen yang di dapatkan masih ada beberapa desa di Kecamatan Rejoso yang tergenang banjir hingga satu meter.

“Dari data yang diperoleh sekitar 600 Kepala Keluarga masih belum dapat menempati rumahnya dan mengungsi dibeberapa tempat di Kecamatan Rejoso Bahkan mengungsi ke rumah saudara,” ujarnya.

Menurutnya sejak pukul 05.00 pagi para relawan menyiapkan nasi bungkus guna dibagikan kepada para pengungsi dan warga yang masih belum dapat mempergunakan dapurnya untuk memasak. Relawan yang terdiri dari LPBINU, CBP IPNU,KPP IPPNU, BANSER dan LAZISNU ini berbagi tugas mulai dari yang menanak nasi hingga membungkus nasi.

“Alhamduliah banyak sekali relawan yang membantu dan siap siaga dua puluh empat jam di dapur umum,” tambahnya.

Sementara Hj.Hamida selaku penanggung jawab dapur umum NU Peduli menjelaskan bahwa untuk pagi hari saja sudah tersalurkan 2740 nasi bungkus ke beberapa desa yang masih tergenang banjir di Kecamatan Rejoso.

“Pagi tadi kami salurkan 2740 nasi bungkus kepada beberapa lokasi pengungsian warga yang terkena banjir di wilayah Rejoso,” terangnya.

Anggota Fatayat yang sekaligus Pengurus LPBI NU Rejoso ini juga menambahkan bahwa penyaluran nasi bungkus ini terus berlanjut karena masih ada beberapa daerah yang masih tergenang air cukup dalam sehingga butuh penyaluran nasi bungkus untuk makan siang.

“Kami akan terus menyalurkan dan insyaallah nanti juga ada bantuan nasi bungkus dari sahabat banser Lumbang,”tuturnya.

Disisi lain Ketua PAC Ansor Rejoso, Abdul Kholik mengucapkan terima kasih kepada NU Peduli yang telah membantu warga mulai logistik dapur umum hingga nasi bungkus.” Kami ucapkan banyak terimakasih, karena sejak dua hari kami telah mendapat bantuan logistik dapur umum hingga nasi bungkus ini,” tutupnya.

Berdasarakan data yang diterima NU Pasuruan terdapat empat desa yang masih tergenang banjir desa Toyaning dan Rejosolor merupakan desa terparah. Menurut hasil assesment yang dilakukan Tim NU Peduli masih sekitar 1650 Kepala keluarga yang tergenang banjir hingga 80 cm.

Penulis : BAM Yususf

Editor : Mokh Faisol

  • Penulis: NU Pasuruan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa  UNU Pasuruan Ajak Siswa SD Al Maksum Balunganyar Kuasai Penjumlahan Bersusun

    Mahasiswa UNU Pasuruan Ajak Siswa SD Al Maksum Balunganyar Kuasai Penjumlahan Bersusun

    • calendar_month Jum, 31 Jul 2026
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Lekok, NU Pasuruan Mahasiswa Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan mengajak siswa kelas III SD Al Maksum Balunganyar belajar Matematika melalui metode interaktif di lembaga pendidikan setempat. Kegiatan tersebut bertujuan membantu siswa memahami materi penjumlahan bersusun dengan cara yang lebih menyenangkan sekaligus meningkatkan keaktifan mereka selama proses pembelajaran. Pembelajaran dipimpin oleh […]

  • LPBINU dan Muslimat Bagikan Nasi Bungkus Kepada Warga Terdampak Banjir

    LPBINU dan Muslimat Bagikan Nasi Bungkus Kepada Warga Terdampak Banjir

    • calendar_month Sab, 21 Des 2024
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Winongan, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Gondangwetan membagikan nasi bungkus kepada warga yang terdampak korban banjir di Kecamatan Winongan, Kamis (19/12/2020). Wakil Ketua LPBINU Kabupaten Pasuruan Aris Felani mengatakan, perbedaan pembagian nasi bungkus kali ini di support […]

  • KH Musyaffa Hasyim dan Imam Subagyo Terpilih Pimpin MWCNU Kraton Periode 2024-2029

    KH Musyaffa Hasyim dan Imam Subagyo Terpilih Pimpin MWCNU Kraton Periode 2024-2029

    • calendar_month Sel, 7 Mei 2024
    • visibility 861
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kraton menggelar Konferensi Anak Cabang di MWCNU setempat, Ahad (6/05/2024). Dalam acara tersebut KH. Musyaffa’ Hasyim terpilih menjadi Rais Syuriah sedangkan Ustadz Imam Subagyo terpilih menjadi ketua tanfidziah MWCNU Kraton masa khidmat 2024-2029. Ustad Imam Subagyo Ketua MWCNU Kraton mengatakan, pada waktu terpilih lagi di konferensi, […]

  • Raih Gelar Doktor, Sekretaris Maarif NU Pasuruan: Ini Keberhasilan Orang Tua

    Raih Gelar Doktor, Sekretaris Maarif NU Pasuruan: Ini Keberhasilan Orang Tua

    • calendar_month Jum, 8 Jul 2022
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    Kota Batu, NU Pasuruan Sekretaris Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) Kabupaten Pasuruan, Ustadz Muhammad Muhlis berhasil meraih gelar doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Interdisiplener, Kamis (07/07/2022). Hal itu setelah mempertahankan disertasinya di hadapan penguji di Aula Gedung B Lantai IV Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana […]

  • Makna Tradisi Mitoni Bagi Warga Purwosari Pasuruan

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • visibility 1.456
    • 0Komentar

    Tepatnya di desa tejowangi kecamatan Purwosari-Pasuruan, adat jawa mitoni atau juga disebut tingkeban yaitu tujuh bulanan usia kehamilan masih dilestarikan. Acara mitoni merupakan prosesi adat Jawa yang ditujukan pada ibu yang kandungannya mencapai usia tujuh bulan kehamilan. Mitoni sendiri berasal dari kata “pitu” yang artinya adalah angka tujuh. Meskipun begitu, pitu juga dapat diartikan sebagai […]

  • Kiai Muhib : Zakat Fitrah Ajang Membersihkan Diri dari Dosa

    Kiai Muhib : Zakat Fitrah Ajang Membersihkan Diri dari Dosa

    • calendar_month Sel, 9 Apr 2024
    • visibility 935
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Muhibbul Aman Aly mengatakan, zakat fitrah merupakan ajang untuk membersikan diri dari dosa. Hal itu di ungkapkan pada saat Khodmil Qur’an, Ahad (7/04/2024). “Mulanya zakat fitrah diwajibkan di bulan ramadhan karena bersamaan dengan puasa yang momentumnya membersikan diri dari dosa dosa,” ujarnya. Puasa tanpa […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca